The first 200 lines.
Movie, West - Series, K-Drama, Anime, Music, Software, Games, Subtitle and Many More.
Di situ kau rupanya.
Aku mencari-carimu.
Kau lihat sepatuku yang satu lagi?
Apa?
Apa?
Kenapa kau memandangiku seperti itu?
Pipislah.
Scotty.
Ayo, bung.
Scotty. Pipislah, Scotty.
Jangan memandangiku begitu.
Ya?
Cara bagus memulai hari, ya?
Kurasa aku akan muntah.
Kata Ibu, kau pergi berkencan. Bagaimana kencannya?
Biasa saja.
"Biasa" artinya kau bercinta?
- Harry. - Apa?
Dia tak bisa mendengarmu.
Kau tak pernah mau bercinta lagi seumur hidupmu?
Ya. Cuma kurasa aku bukan tipe berkencan.
Para gadis bercinta denganku cuma karena baca bukuku di SMU.
Jadi?
Mereka tak tertarik padaku.
Mereka tertarik pada beberapa ideku.
Makanya berolah raga, jadi mereka menginginkanmu karena tubuhmu.
Apa fungsinya benda ini?
Itu membuatmu menjadi dewa.
Teruskanlah.
Aku bermimpi aneh semalam.
Ada gadis ini, dan dia--
Seperti apa rupanya?
Gadis biasa. Cuma gadis yang kukarang.
Apa yang terjadi?
Dia hanya bicara padaku.
Menyedihkan.
Sebetulnya, menyenangkan sekali.
Serius? Kau bahkan tak bercinta dalam mimpimu?
Itu sungguh menyedihkan.
Bagaimana buku barunya?
Entahlah. Aku punya ide bagus, menulis tentang ayahku
Lalu dor! Aku mulai berpikir itu hal paling tolol.
Siapa yang ingin membaca, "Dia kecewa terhadapku, bla, bla"?
Aku juga mendua soal Scotty.
Dia selalu berliur. Mengunyah benda-benda.
Dia pipis seperti wanita, membuatku canggung.
Dia sering keluar, membuat hariku terganggu. Jadi aku tak menulis.
Kau pikir, itu sebabnya kau tak menulis?
- Tidak. - Kau pikir, kenapa kau tak menulis?
Bisa aku pegang Bobby sekarang?
- Kau butuh Bobby sekarang? - Ya.
Calvin...
...kapan terakhir kali kau bertemu teman?
Harry. Kemarin.
Tidak. Orang selain kakakmu.
Kau memberi Bobby ke pasien lain?
Tidak, Bobby cuma untukmu.
- Baunya aneh. - Calvin...
...saat kau memutuskan memelihara Scotty, apa yang kita bicarakan?
Apa katamu soal harapanmu? Kau ingat?
Bahwa dia akan membantuku bertemu orang.
Lebih keras sedikit?
Dia akan menyenangkan, kami jalan-jalan dan lainnya.
Orang berhenti untuk mengelusnya, aku bisa kenalan.
Tapi Scotty takut saat orang ingin mengelusnya.
Itu membuatmu malu?
- Tidak. - Kau kuberi tugas menulis.
- Aku tak bisa menulis. - Baik.
Ini hanya untukku.
Aku ingin kau menulis satu halaman...
...tentang seseorang yang melihat Scotty yang berliur dan ketakutan...
...dan tetap menyukainya sebagaimana adanya.
Bisa kau lakukan itu untukku?
Apakah boleh jelek?
Aku suka jika jelek sekali.
OBROLAN MUSEUM HAMMER
CALVIN WEIR- FIELDS & LANGDON THARP
HABIS
Pertama kali aku bertemu Calvin, dia berusia 19 tahun.
Dia sudah di puncak...
...Daftar Terlaris New York Times selama beberapa bulan.
Dan aku ingat saat itu berpikir:
"Siapa anak ini?"
"Dan bagaimana kuputar waktu kembali dan menjadi dirinya?"
Orang yang keluar dari SMU masih berjerawat wajahnya...
...memberi kita hal yang amat mungkin menjadi novel Amerika klasik.
Sejak itu, tentu, kita semua menikmati cerita pendeknya...
...termasuk novella tahun lalu, Breakfast for Dinner.
Tapi cuma saat aku duduk dan membaca kembali novelnya...
...kini tersedia dalam edisi kesepuluh yang indah...
...aku menyadari betapa hebatnya Calvin Weir- Fields sebagai penulis.
Kita beruntung memilikinya.
Hadirin, Calvin Weir- Fields.
- Fenomenal, bung. Pokoknya brilian. - Terima kasih.
- Brilian. Sungguh. - Terima kasih.
- Calvin. - Hai.
Di bab yang Charlie pergi ke lokalisasi?
Apa kau buat PSK itu berbaju biru sebab itu warna celemek ibunya?
Maaf--
Bagaimana kau tahu ke mana mengirim naskahmu?
Aku mencarinya.
Oh. Tentu saja.
Apakah aneh bagimu bahwa dulu kau sukses sekali?
Itu dia orangnya!
Cyrus, kau harus ingatkan aku soal begini.
Kau harus cek pesan-pesanmu.
Aku seharusnya berpakaian lebih baik.
Tak ada yang peduli. Kau genius!
Jangan pakai kata itu.
- Tn. Perotta, di sini! - Calvin selalu memiliki bakat.
Tapi itu, sayangnya, tidak cukup.
Yang kulakukan hanya...
...menuntunnya ke arah yang benar, dan, mengalihkan tanggung jawab padanya.
Mabel.
Apa?
Aku Mabel.
- Apakah aku mengenalmu? - Tidak.
Kau ingin nomorku?
Buku itu akan jadi satu-satunya.
- Seperti album pertama band indie. - Terima kasih.
Ia memiliki semacam jiwa tanpa sadar yang...
...yang kau tidak--
Lalu, tentu saja, terjadi sindrom album kedua, yang--
Tak mau kita bicarakan.
Semua suka buku ini, tapi ingin dengar kerjamu sekarang.
Yang penting sekarang ini. Apakah kau sedang mengerjakan sesuatu?
Mereka menyukaimu, lalu melemparmu.
- Jika kumasukkan seseorang-- - Sebetulnya lebih mudah...
...jika kau biasa-biasa saja.
Tapi jika kau pernah di puncak--
- Hai. Maaf. - Hai.
-Itu bisa membunuhmu.
Ide Salinger itu yang bagus.
Tulislah sebisamu, lalu menghilang. Kau tahu?
Jadi, aku minum sedikit.
Tapi aku tak pakai obat.
Tak pernah.
Scotty?
Scotty?
Maaf aku terlambat, bung.
Scotty?
Scooty, apa-apaan?
Dia manis sekali.
Apa?
Anjingmu. Dia manis sekali.
Dia jantan.
Dia baru pipis seperti betina.
Kita pernah bertemu sebelumnya?
Kurasa tidak.
Boleh aku menggambarnya?
Jangan terlalu dekat.
Dia sedikit takut orang.
- Kau seniman? - Ya.
- Aku hebat. - Sungguh?
- Siapa nama anjingmu? - Scotty.
- Kau orang Skotlandia? - Tidak.
Kunamai dari F. Scott Fitzgerald.
- Siapa? - F. Scott Fitzgerald.
Novelis.
Great Gatsby.
Aku tak banyak baca fiksi.
Kau tak pernah dengar F. Scott Fitzgerald?
Kenapa? Dia sungguh tenar dan penting?
Dia salah satu novelis terhebat yang pernah hidup.
Bukankah itu tidak hormat?
Apa?
Menamai anjingmu dengan namanya. Sedikit kurang ajar.
- Tidak, yang penting isyaratnya. - Isyarat agresif.
Coba pikirkan. Kau seorang novelis. Kau pikir orang ini yang terhebat.
Jadi kau namai anjing setelahnya untuk mengecilkannya.
Dengan begini, kau bisa pakaikan dia tali...
...dan teriakkan "Scotty Nakal"...
...dan merasa lebih unggul sebab kau pipis di toilet.
Hancurkan idolamu, bung. Aku sangat mendukung.
Baik. Scotty.
Tunggu.
- Ini indah. - Ya.
Anjingmu pipis seperti betina, tapi aku suka.
Kau bilang apa?
Aku menyukainya. Sebagaimana adanya.
Ya!
Ya. Ya.
"--Berlatar cahaya mentari, bergaun putih, celana ketat berwarna--"
"--Menggenangi matanya seolah berdesir seperti darah..."
"Calvin menghalau dengan..."
- Kau genius! - Kupikir kita tak pakai kata itu.
Kau sungguh pintar sekali! "Aku ingin itu jelek sekali"?
Aku senang kau temukan sesuatu yang mengilhamimu.
Mengilhamiku?
Itu membuatku meluap-luap. Aku tak bisa tidur atau makan.
Yang kunginkan hanya menulis!
Aku hampir tak datang sebab tak ingin jauh darinya.
- Ya, Tuhan. - Apa?
Astaga! Aku tak bisa bilang keras-keras.
- Terlalu bodoh. - Aku senang kau bicara hal bodoh.
- Tidak, ini amat sangat bodoh. - Baik.
Jadi, pria yang sedang kutulis...
Siapa namanya?
Calvin.
No comments yet. Be the first to leave one.