The first 200 lines.
Sudah, bangunlah!
Kelihatannya buruk sekali.
Dalam mimpimu ada Daruma, ya?
Segelas lagi.
Tiap hari minum, kau bisa dipecat, `kan?
Kau punya keluarga?
Ada penampakan manusia misterius dalam mimpi orang-orang.
Daruma.
Kami tidak tahu dia nyata atau tidak.
Ada banyak yang melihat dia dalam mimpi.
Kata mereka, tindakan yang dia sebabkan dalam mimpi itu berbeda.
Kemudian, Daruma yang diliputi misteri dikatakan sebagai dalang dalam kasus besar dan kasus ekonomi.
Tapi, semuanya itu masih menjadi misteri.
Tidak ada yang pernah mengetahui
kebenaran tentang Daruma.
Anzu! Anzu!
Kurumi!
Ini kelupaan.
Kakak.
Mi-chan! Mi-chan! Mi-chan!
Selamat pagi. Mi-chan! Mi-chan! Mi-chan!
Mi-chan! Mi-chan! Mi-chan!
Kenapa ada di sini?
Bibi cuma mampir, kok.
Mau sekolah?
Iya.
Bagus.
Kau pulang cuma untuk melihat itu?
Kakak.
Ayah kan sudah...
Selama panggilan tanpa suara itu ada, dia tidak mati.
Eh, lihat! Dia ngintip!
Ngapain itu om-om? Eh, lihat! Dia ngintip!
Ngapain itu om-om?
Najong, ih. Ngapain itu om-om?
Najong, ih.
Apa!
Maaf tiba-tiba menelponmu, Akeboshi.
Apa itu tujuanku diajak?
Iya. Kita ke dalam toko itu.
Apa iya ini cocok?
Bukannya yang kausarankan itu terlaku kekanak-kanakan?
Tapi kenapa kau malah milih ini?
Penjaga tokonya bilang, "Ini bagus, ini bagus" `kan? Kau ini.
Penjaga toko memang memuji barang yang dibilang bagus oleh pembeli.
Tidak, kau ini memang.
Apa kita bisa tepat waktu?
Gawat.
Harusnya tadi aku ke toilet dulu.
Semuanya akan mati.
Menyerah saja.
Dari saat aku datang, harapan sudah tidak ada.
Kalian cuma bisa putus asa!
Ayah, mau sampai kapan buat aku menunggu? Telepon, dong.
Sebuah bom meledak di bangsal Tokyo Minato gedung Trans Power.
Sekelompok bersenjata menyandera dan membentengi diri mereka.
Sekarang, kami terhubung dengan siaran dari atas TKP.
Satou.
Bisa pemirsa lihat?
Asap keluar dari jendela yang pecah.
Sepertinya, ledakan datang dari lantai 42.
Kelompok bersenjata itu membentengi diri mereka di lantai itu.
Akibat tebalnya asap, kami tidak bisa melihat situasi di dalam.
Pak Tsuki.
Kenapa tempat itu?
Apa polisi terlibat dengan kelompok kriminal?
Jika begitu, aku akan pastikan orang-orang itu dan harus mengurusnya sebelum media tahu.
Ada tiga orang di lantai itu. Satu pegang shotgun,
dua lainnya pegang rifle otomatis.
Sepertinya orang yang memegang shotgun adalah ketuanya. Jaket kulit hitam,
bersama dengan dua rifle otomatis.
Bagaimana?
Ini namanya seni.
Sebentar lagi monster akan lahir kembali!
Mulai!
Baik.
Smile.
Show time.
Sambil menyandera, para penjahat itu mengunggah video ke internet.
"Kami meminta tebusan 500 juta dolar dari pemerintah Jepang.
Kalau tidak menjawab, akan kami ledakkan gedung sekelilingnya." isi deskripsinya.
Dari pengumuman pada penjahat itu, bom berikutnya akan dikatakan satu per satu.
Saat ini saya mengabari dari dekat TKP.
Saat ini saya di dekat Gedung Trans Tower.
Baru saja, bom yang dicurigai sudah ditemukan dalam mobil yang terparkir di jalan dekat kedutaan Penam.
Evakuasi gawat darurat di seluruh tempat sudah diumumkan.
Terima kasih banyak.
Ada kepanikan di sekitar gedung. Terima kasih banyak.
Ada kepanikan di sekitar gedung.
Maaf, kami juga harus evakuasi.
Lepaskan aku!
Mundur!
Minggir!
Ada penembakan di persimpangan Shinsaibashi Selatan.
Menurut laporan saksi mata, ada insiden pembunuhan.
Seorang pria yang bertemu dengan target telah meninggalkan TKP. Mungkin dia terlibat dengan insiden tersebut.
Segera bawa putri saya ke kedutaan.
Kami belum bisa membawanya, kedutaan masih ditutup.
Orang-orang itu mau menculik putriku!
Culik? Orang-orang itu mau menculik putriku!
Culik?
Tenanglah!
Tinggalkan pesan Anda setelah bunyi berikut.
Megumi?
Maaf, ada urusan. Ayah ada di Akeboshi.
Nanti Ayah hubungi lagi.
Tok. Tok.
Mari kita bermain.
Sedih rasanya jika sendiri.
Ayolah, kemari.
Suram rasanya kalau sendiri.
Bukalah pintunya.
Tok. Tok. Tok. Tok.
Penjahat peniru Shingai Hiromi?
Senjata api dan peledak terbaru, juga kapasitas finansial yang besar.
Kurasa ini bukan organisasi kriminal biasa.
Kenapa cepat-cepat mundur?
Sederhana, mereka punya tujuan berbeda.
Ada yang kau temukan?
Ini.
Inspektur Kuraki?!
Ganti rencana.
Siapa yang ikut campur?
Roda selanjutnya.
Kau beruntung.
Dia akan menjadi kawan baru kita.
Lama tak jumpa.
Kau mau apa?
Kenapa kau meninggalkan TKP?
Daripada aku, lebih baik diserahkan pada polisi.
Serangan teror terjadi beberapa meter dari tempat kau datang.
Sepertinya mereka menyerang tepat setelah evakuasi.
Teror dan serangan pada staf kedutaan,
dua insiden itu mungkin dilakukan oleh kelompok kriminal yang sama.
Bomnya hanya pengalihan.
Kami rasa tujuan aslinya adalah penculikan.
Wanita yang kau selamatkan sedang dirawat di RS kepolisian.
Mereka mengejar putrinya.
Ibunya juga bilang demikian.
Apa dia dilindungi?
Dari kekebalan diplomatik dari ibunya,
dia menolak dibawa ke stasiun,
jadi sampai blokade kedutaannya dibuka, sementara dia akan disembunyikan.
Diam dulu sebentar, coba kemari.
Tidak mau.
Kemari.
Tidak apa-apa. Nanti aku perbolehkan, ya.
Kemari. Jangan bersuara, ya.
Diam ya. Kau paham? Jangan bersuara.
Seperti permintaanmu, aku datang.
Tidak sekarang.
Apa kau sudah selesai dengan kasus terorismenya?
Tidak, tangan kami penuh dengan kasus pembunuhan minggu lalu.
Kami tidak boleh masuk?
Jangan masuk.
Jangan bilang begitu.
Kenapa?
Apa yang kau lakukan?
Eh, jangan. Tunggu.
Jangan. Ini pasta gigi. Bukan. Bukan.
Putrinya bernama Elena, 16 tahun.
Mentalnya terganggu. Campuran Jepang dan Penam.
Ibunya lahir di perkampungan Republik Penam.
Sepuluh tahun lalu, dengan putrinya, Elena,
mereka mencari perlindungan dari kedutaan Penama di Jepang.
Mulai saat itu, Elena tidak pernah keluar dari kedutaan.
Ayahnya orang Jepang, tapi...
kami tidak bisa menemukan informasi tentang dia.
Kami akan tahu detil lebihnya saat ibunya siuman.
Terlalu banyak yang diselimuti misteri, saya belum bisa pastikan.
Inspektur Kuraki, tolong bantu kami.
Sudah cukup. Inspektur Kuraki, tolong bantu kami.
Sudah cukup.
Terlalu jauh rasanya untuk menculik anak seperti itu.
Tidak ada hubungannya denganku. Terlalu jauh rasanya untuk menculik anak seperti itu.
Tidak ada hubungannya denganku.
Jadi begitu? Aku mengerti.
Inspektur Kuraki.
Apa kau bukan lagi Inspektur Kuraki yang mengejar kebenaran
sampai kebenaran tentang keluarganya menjadi jelas?
Tetapi, kenapa...
Kau ada di mana?
Di kantor Ayah.
Kenapa di kantor? Aku bilang kan pintu masuk barat.
Hah? Ayah sendiri yang tidak jawab teleponku.
Ayah tidak muncul di tempat janjian kita dua kali, jadi aku kemari.
Tadi sedang menolong anak perempuan.
Apa maksudnya? Itu lebih penting dari ulang tahun putri Ayah?
Bukan itu maksudnya.
Hoi, halo?
Dia bilang begitu supaya dia bebas dari hari ulang tahunku.
Tapi, memang sedang banyak kasus, `kan?
Tidak, lalai dua kali itu salah.
Betul, tuh. Makanya Ibu tidak suka lagi.
Kenapa?
Kenapa kau tutup teleponnya?
Habisnya aku tidak mau bicara.
Apaan itu?!
Dasar bocah bodoh kurang ajar!
Aku mirip seseorang, `kan?
No comments yet. Be the first to leave one.