The first 200 lines.
Karakter, tempat, institusi, organisasi, kejadian
yang disebutkan dalam drama ini adalah fiktif.
Lee Du-Hak, kubilang angkat tanganmu dan berlututlah.
Jangan bergerak!
Tolong hentikan.
Sekarang semuanya sudah berakhir.
Sudah kuduga ini ulahmu.
Sudah, mari kita hentikan.
Jika aku hentikan,
maukah kamu,
menggantikan aku di penjara?
Dulu, saat aku menjadi penggantimu...
Lepaskan sanderanya.
Aku...
...benar-benar bisa menembakmu!
Kak...
...tolong selamatkan aku.
Jika kamu mau melakukan ini,
aku akan bertanggung jawab untukmu.
Tidak...
...aku akan mempertaruhkan nyawaku hingga sukses,
dan akan ku berikan semuanya padamu.
Lepaskan anakku.
Maafkan aku.
Jangan!
Tidak!
Du-Hak!
Du-Hak!
Cepat temukan!
Episode 11
- Aku sudah lakukan! - Hei, duduk!
Aku bilang duduk! Kamu tak mau duduk?
Bagaimana?
Kamu menemukannya?
Kamu menemukannya tidak?
Aku tidak bisa menemukannya.
Sepertinya sudah hanyut ke laut yang jauh.
Cari Du-Hak.
Kubilang cepat cari dia, bedebah!
Apa Du-Hak benar mati?
Apa dia mati?
Du-Hak.
Tolong temukan dia.
Dia akan kedinginan di laut.
Kenapa harus di saat dingin seperti ini?
Sial!
Aku kira tidak akan masuk penjara lagi.
Kukira, walaupun suatu saat kembali lagi,
setidaknya aku akan kembali masuk dengan bangga sebagai King of Prison.
Tapi ternyata aku kembali menjadi Loser of Prison.
Hei bedebah, siapa yang bilang begitu?
Walaupun hanya sebentar,
kita ini anggota inti dari pertemuan dewan yang menyatukan organisasi nasional!
Tapi persatuan itu terjadi karena uang,
bukan dengan fisik.
Dasar bedebah bodoh.
Uang memang sebuah keahlian, tapi begitu juga dengan fisik.
Kamu tahu tidak bagaimana bisa terjadinya Silla Bersatu?
Kim Chun-Chu dengan bisnisnya.
Gim Yu-Sin dengan pedangnya.
Du-Hak dan Hyeong-Joo bisnis.
Kamu dan aku fisik.
Jadi dengan bisnis setengah, fisik setengah.
Dengan begitu mereka bisa bersatu karena seimbang.
Setelah mendengarnya, benar juga.
Tapi fisik juga,
bukankah Du-Hak juga yang melakukannya.
Bukankah biasanya yang selalu tercatat dalam sejarah adalah para ketuanya?
Bukankah begitu, Hyeong-Joo?
Bisakah kamu diam?
Jangan terus mengingatkanku pada orang yang tidak ada.
Dasar bedebah ini.
Hei, kamu pikir aku tidak ingin diam?
Pergi ke penjara dengan suasana sunyi begini,
membuatku terus teringat wajah orang yang sudah tiada.
Jika aku tidak berbicara omong kosong seperti ini,
aku juga bisa gila karena terus memikirkannya.
Kamu juga bedebah, kenapa terus histeris begini.
Bahkan jika aku terdiam,
maupun banyak berbicara,
aku tetap memikirkan Kak Du-Hak.
Dasar bedebah.
TIGA TAHUN KEMUDIAN
Cheol-Woong.
Selamat ulang tahun.
Terima kasih.
Selamat ulang tahun dan selamat juga karena sudah kembali ke Seoul.
Terima kasih, Ayah.
Kenapa kamu tidak pulang lebih awal? Memangnya kamu kekurangan apa...
...baiklah, apa kamu senang bekerja di dekat kampung halamanmu?
Kadang ketika aku libur, aku pergi ke sekolah aku dan Du-Hak yang dulu.
Aku juga mengunjungi rumah lamaku.
Bagaimana dengan Jung-Shin?
Kenapa dia tidak datang?
Apa kamu sudah mengajaknya makan malam hari ini?
Dia sudah bilang akan datang, tapi kenapa belum datang, ya.
Dia biasanya datang setiap ulang tahun,
tapi sepertinya tahun ini dia lupa.
Halo?
Direktur Go?
Apakah presdir tidak mengatakan apa-apa?
PARIS SALON
Kamu tidak seharusnya melakukan ini, bukan?
Kenapa kamu tiba-tiba melakukan ini?
Minta presdir untuk menunggu sebentar.
Bagaimanapun,
hari ini harus diselesaikan.
Sepertinya untuk tahun ini tidak akan ada Jung-Shin.
Apa?
Apa ada sesuatu yang terjadi pada Jung-Shin?
- Hei, Jung-Shin... - Maaf aku terlambat.
Sudah lama tidak berjumpa, mohon maaf karena saya datang terlambat.
Duduk dulu.
Apa kamu baik-baik saja?
Apa ada masalah?
- Katanya kamu ada masalah. - Masalah?
Tidak ada.
Ini masalah jika semuanya berjalan lancar.
Oh iya, ini hadiah untukmu.
Kenapa kamu memberiku hadiah.
Kehadiranmu adalah hadiah bagiku.
Ada apa denganmu, kamu membuatku merinding.
Terima kasih.
Baiklah, semua ayo bersulang.
Untuk ulang tahun dan kesehatan Cheol-Woong.
- Selamat. - Terima kasih, Ibu.
- Selamat. - Terima kasih.
Bibi, ada apa datang kemari?
Aku mampir sebentar karena ada janji makan malam sekitar sini.
Kabarmu baik-baik saja, 'kan?
Ya.
Jung-Shin juga?
Ibu.
Maaf, aku seharusnya sering mengunjungimu.
Silakan masuk dulu.
Sudah lama tidak berjumpa, mampir minum teh sebentar saja.
Tidak perlu.
Ini aku membawakanmu beberapa lauk pauk kesukaanmu.
Lalu,
mampirlah ketika kamu punya waktu luang.
Baik, aku akan mengunjungimu.
Aku sedikit lega setelah keluar melihat wajahmu walau sebentar.
Selamat ulang tahun.
Aku datang kemari setiap saat sedih karena sering tidak melihatmu,
tetapi untuk kali ini aku beruntung.
Anda mampir kemari?
Aku biasanya mampir kemari hanya untuk melihat wajah orang tua saja.
Sekarang karena aku sudah kembali ke Seoul, aku akan sering mengunjungimu.
Baiklah, terima kasih.
Aku benar-benar terima kasih.
Aku pamit dulu.
Baik. Hati-hati di jalan.
- Hati-hati menyetirnya. - Baik.
Ayo masuk.
Saya izin pamit dulu.
Apa? Sudah ingin pulang lagi?
Makan dulu lalu pulang.
Iya, minum teh saja dulu sebentar.
Tidak perlu, ini sudah larut sekali.
- Kalau begitu... - kamu benar akan pulang?
...iya.
Iya, aku pergi dulu. Nanti akan aku hubungi.
Ayo masuk.
Selamat istirahat.
Cheol-Woong.
Selamat sudah kembali ke Seoul.
Masuk.
Bagaimana Ayah tau bahwa itu aku?
Aku sudah membocorkan sedikit cerita Jung-Shin,
wajar jika kamu datang dan bertanya.
Sebenarnya, mengumpulkan fakta juga merupakan sebuah informasi.
Tapi membaca orang juga,
merupakan salah satu langkah awal untuk mendapatkan informasi.
Ayah sedang mempersiapkan perjalanan bisnis ke Jepang?
Betul.
Di mata orang biasa, ini terlihat seperti perjalanan bisnis biasa.
Sepertinya terlihat sangat penting.
Kamu bisa meminta kabar Jung-Shin sebanyak mungkin dari Ketua Oh.
Aku tidak ingin meminta bantuan.
Jung-Shin,
terpojok karena sengketa sahamnya di sebuah perusahaan film.
Mungkin,
dia hanya akan mendapatkan sedikit uang lalu diusir.
Apa ide untuk menarik sahammu itu,
masih tidak berubah?
Jika Ibu tidak berubah pikiran,
aku juga tidak akan berubah.
Akademi film atau apa pun itu, apa menurutmu itu hal yang baik...
...jika kamu mengambil uang itu seenaknya?
Sudah berapa kali aku bilang?
Ini investasi yang dilakukan setelah dijanjikan untuk merekomendasikan...
...sutradara dan penulis yang baik ke perusahaan film kami terlebih dahulu.
Begitu, ya.
Jadi keputusanmu itu pasti benar, begitu?
Baiklah. Direktur Go.
Baik.
Baiklah, ini dia.
Sahammu.
Ini sahamku?
Benar. Sahammu.
No comments yet. Be the first to leave one.