The first 200 lines.
Aku melihat sebuah peta.
Kurasa aku bisa mengambilnya.
Jika bisa lebih mendekat,
kurasa aku bisa mengambilnya.
Tapi tidak bisa kuambil.
Jika aku bisa lebih mendekat...
Jika bisa mendekat sedikit lagi, aku bisa mengambilnya.
Kurasa aku bisa...
Kini aku ingat. /- Benarkah?
Di mana? /- Itu tempat
di mana taegeuk yang ditandai di peta pertama dan kedua cocok.
Apa artinya itu?
Itu tempat di mana taegeuk yang ditandai di peta pertama
dan peta kedua cocok?
Peta ketiga
berada di sana.
Kakak mau ke mana?
Yoon Joong Tae akan pergi ke tempat peta ketiga itu berada.
Petugas pasti akan memberi tahu dia,
tapi dia sudah mendengarnya lewat alat penyadap.
Kita harus mengikuti Yoon Joong Tae.
Tidak perlu. Aku punya rencana.
Aku hampir sampai.
Baiklah.
Ya. Aku akan segera ke sana.
"Episode 34"
Kamu menyuruh orang mengikutinya?
Ya. Dia pria cerdas. Kakak tidak perlu khawatir.
Hai, Jong Beom. Bagaimana?
Aku sedang mengawasinya.
Ada orang lain yang mengikuti dia.
Apa maksudmu?
Yoon Joong Tae kembali ke rumah itu setelah melihatnya.
Siapa orang itu? /- Aku tidak tahu.
Jong Beom, bisa kirimkan gambarnya kepadaku?
Apa? Hei!
Aku bukan agen rahasia.
Bagaimana jika aku ketahuan memotret dia?
Aku meminta tolong kepadamu.
Kamu lebih dari agen rahasia.
Bukan itu maksudnya. Hei!
Ya ampun. Aku tidak percaya ini.
Kenapa kita berteman sejak awal?
Astaga. Baiklah.
Aku pasti bisa. Jong Beom, kamu pasti bisa.
Ayo.
Pasti ada di sekitar sini.
Lihat kemari!
Astaga. Halo?
Di mana alamatmu?
Begitu, ya. Aku tahu tempatnya.
Aku akan segera ke sana.
Aku harus bergegas.
Bagaimana perasaanmu?
Kamu tampak kelelahan tadi.
Aku baik-baik saja.
Jika Kakak tidak memegang tanganku,
aku pasti akan mengatakan letak peta ketiganya.
Kamu sudah mengatakannya.
Itu tempat
di mana taegeuk yang ditandai dalam peta pertama dan kedua cocok.
Bukan itu.
Itu tempat di mana taegeuk yang menandai ketiga peta tumpang tindih,
ada sebuah properti budaya tersembunyi.
Aku mengingatnya begitu Kakak memegang tanganku.
Tapi aku tidak membahas peta ketiga saat itu.
Kamu melakukannya
agar Yoon Joong Tae pergi ke tempat dia menyimpan peta itu.
Benar.
Omong-omong,
bagaimana kamu tahu ada properti budaya
di tempat peta itu saling tumpah tindih?
Ayah kandungku memberitahuku
saat aku masih kecil.
Saat kakek ayah masih hidup,
negeri kita tidak punya kuasa
dan diambil alih oleh orang Jepang.
Jenderal Baek San menandai lokasi harta karun itu
di ketiga peta yang berbeda.
Dia menceritakan soal harta karun dan Jenderal Baek San kepadaku.
Aku kira
Ayah satu-satunya orang yang memberitahuku itu.
Aku teringat kejadian saat dia sekarat.
Karena itu, kamu merasa tersiksa.
Kamu hanya anak lelaki berusia 4 tahun
saat melihat ayahmu tewas.
Itu pasti menyakitkan.
Jangan mengulangi hal ini lagi.
Kakak tidak ingin
melihatmu menderita.
Ini Choi Tae Seok.
Choi Tae Seok mengawasinya di sana? Kenapa?
Kurasa dia juga mengincar peta itu.
Aku yakin dia mendengarnya dari Hong II Gwon.
Aku memberi tahu Hong II Gwon
bahwa Yoon Joong Tae mengambil peta itu.
Yoon Joong Tae tidak akan ke mana-mana malam ini.
Choi Tae Seok.
Dia mengira aku memiliki kedua petanya.
Aku harus menutupi sebagian dari kedua peta itu
untuk mencari tahu lokasi peta ketiganya.
Dia mengetahui banyak tentang ini.
Kamu sudah pulang.
Ya.
Kenapa kamu sibuk sekali?
Bisa kita mengobrol sebentar?
Siapa dia?
Dia ayah kandungmu.
Dari mana kamu mendapatkannya?
Aku mendapatkannya dari Detektif Jo.
Kukira kamu pasti ingin melihatnya.
Untunglah, ada sebuah fotonya saat bekerja sebagai guru.
Kamu mengingat sesuatu?
Aku mengingat
sesuatu yang hangat.
Aku tidak ingat wajahnya,
tapi aku mengingat
suaranya yang hangat
memanggil namaku.
Kamu tidak penasaran
seperti apa orang tuamu dahulu?
Aku penasaran.
Tapi
aku merasa bersalah karena penasaran.
Aku merasa bersalah
kepada ayah dan kakakku yang sangat menyayangiku.
Tetap saja,
mereka adalah orang tuamu.
Jadi, seperti ini rupanya.
Dia tampak menyenangkan dan baik.
Matamu sangat mirip dengan mata ayahmu.
Mata dan hidungmu mirip dengannya.
Berarti bibirmu seperti bibir ibumu?
Hei, aku akan...
Aku masuk di saat yang penting?
Masih bertanya?
Kenapa kamu menanyakannya?
Ayo cepat keluar.
Lanjutkanlah.
Apa maksudmu? Dia tewas?
Dia diseret oleh gangster karena utang judinya,
lalu dia dibunuh.
Jasadnya sudah diserahkan kepada keluarganya di Korea.
Aku tidak percaya ini. /- Kamu baik-baik saja?
Setidaknya cari orang di dekatnya dan buatkan daftar untukku.
Aku harus menemui mereka.
Mereka mungkin mendengar sesuatu.
Aku bisa menemukannya.
Aku akan menemukannya.
Aku akan menemukannya dengan cara apa pun.
Kukira dia sudah lama tewas.
Soo Hyun.
Seperti apa ibuku?
Bagaimana rupanya?
Beri tahu tim iklan
agar berhenti menaruh iklan di Harian Youngin.
Tugaskan departemen hukum
untuk mengajukan gugatan terhadap mereka.
Aku sudah menyuruh kalian untuk membahas kehidupan pribadi Mi Ae.
Bagaimana hasilnya?
Kami menyebarkan rumor lewat Internet dan tabloid.
Kami juga mempekerjakan orang untuk menulis komentar.
Jika pertikaian ini memburuk,
itu akan menodai citra perusahaan. /- Aku tidak peduli.
Jika kita tidak menyingkirkan orang jahat, perusahaan akan hancur.
Lakukanlah apa pun untuk menghancurkannya. Lakukan saja!
Dia lebih pantas dihancurkan daripada aku.
Lihatlah para badut ini.
Hei, Kamu. Apa yang kamu lakukan?
Kamu tidak melihat aku sedang rapat dengan para eksekutif?
Rapat dengan para eksekutif?
Ya ampun, aku tidak percaya ini. Ini benar-benar omong kosong.
Saat Ayah masih hidup,
kalian tidak sabar membuatku senang seperti piaraan penurut.
Kalian memihak Shin Ae dan menuliskan komentar daring?
Kalian menyedihkan.
Keluar dari sini sekarang juga!
Teruslah menghina. Kamu akan kutuntut karena mengusik kerja kami.
Kamulah yang harus keluar.
Kamu akan menuntutku?
Baik. Silakan.
Kamu menyebarkan cerita tentang kehidupan pribadiku.
Kamu kira aku akan membiarkannya?
Kamulah yang memulai ini.
Kamu yang pertama menyebarkan cerita kehidupan pribadi ibuku.
Hei.
Dia wanita mata duitan.
Kenapa aku tidak bisa mengatakan bahwa dia wanita mata duitan?
Dahulu dia hanya mencuci piring.
Saat ayahku memungutnya,
dia memeras uang dan hidup bahagia.
Bagaimana denganmu?
Kamu wanita mesum yang hanya mengencani pria lebih muda darimu.
Semua orang tahu tentang hubunganmu yang kacau.
Kamu mengencani selebritas, pemain golf,
pemain bisbol, dan seorang model.
Perlu kulanjutkan?
Tapi kenapa kamu bicara denganku seperti aku ini rekan sebayamu?
Kamu, kemarilah.
Hentikan dia. /- Dasar...
No comments yet. Be the first to leave one.