The first 200 lines.
Apakah Sunny tinggal disini?? - Iya, kenapa?
Kami datang dari tempat Raja Mansingh.
Kami bermaksud untuk menyuruh dia menjinakkan seekor kuda liar.
Baik. Tanu? - Iya, bu? - Parkirkan truk mereka disini.
Mari masuk.
Anda turunkan kudanya. Saya akan memanggil Sunny. -Baik.
Ayo. Bawa truknya kesini.
Sunny, orang-orang ini datang dari tempat Raja Mansingh.
Mereka ingin engkau untuk melatih seekor kuda.
Kuda ini sebenarnya berasal dari peranakan yang bagus. Sayang masih terlalu liar.
Sebelumnya telah ada pelatih yang datang ke peternakan majikan kami.
Tapi dia tak dapat berbuat apa-apa.
Jangan khawatir. Sunny akan menjinakkannya.
Sunny telah berhasil melatih kuda yang bahkan lebih buruk dari ini.
Buzo!
Ibu. Selamat pagi.
Ayo sini. Sarapan dulu. Cepat!
Buzo, Kesini.
Paman Tanu, kopor-kopornya belum dimasukkan!
Saya sedang melakukannya. Pasti beres.
Semuanya akan selesai. Kesinilah.
Ibu, kereta barangnya datang jam 8:10.
Dan bila anakmu ini tidak sampai pada waktunya
..masinisnya tak akan tinggal untuk menunggu dia.
Tidak akan.
Kamu dengar itu, Buzo?
Sekarang katakan padaku, bagaimana aku menjelaskannya pada ibu
..bahwa aku punya kontrak dengan perusahaan di kota..
..tentang berapa jumlah telur, sayuran, ayam..
..dan susu yang harus aku kirimkan pada mereka dua kali dalam satu minggu.
Dan bila semua ini tidak sampai ke tangan mereka
..pada waktunya, maka kereta barang itu tidak akan menunggu..
Semuanya pasti beres. Sekarang sarapan dulu.
OK tuan. Aku akan lakukan apapun yang ibu katakan.
Bila aku ketinggalan keretanya, Maka jadilah.
Paling-paling aku jadi pengangguran.
Ibu harus melihat hari itu.
Kenapa? Apa yang salah dengan hari-hari ini? Cuacanya sangat bagus.
Ibu tidak sedang berbicara tentang cuaca.
Ibu berbicara tentang situasi yang terjadi saat ini.
Remaja seusiamu pantasnya tertawa, bermain dan berkelana.
Tapi kau dipaksa oleh keadaan untuk bekerja keras demi menyambung hidup.
Almarhum ayahmu, Avinash Kapoor, yang..
..disebut-sebut sebagai Raja Perak di masa kejayaannya
..sekarang anaknya pergi ke stasiun kereta dengan menaiki mobil sayuran..
Bukankah itu menyedihkan?
Ibu, aku akan berkata dua hal.
Pertama, ibu berpikir aku terlalu muda.
Tidak masalah, memang seperti itulah seorang ibu. Akan berpikiran seperti tersebut.
Dan kedua, aku menikmatinya.
Kita memang pernah sangat kaya pada suatu waktu.
Sekarang tidak lagi, dan itu tidak jadi masalah.
Kenapa kita harus sedih memikirkan tentang uang?
Ibu tidak sedih memikirkan tentang kekayaan kita.
Tapi tentang relasi dan teman-teman..
..yang kini telah hilang.
Kau masih sangat muda. Kau tak mungkin mengingatnya.
Teman ayahmu, Dinesh Singh Hirji dan putrinya
..Dingy, Roma, ya. Kalian masih sangat muda.
Begitu banyak cinta diantara kalian berdua.
Satu hari, kau berkata.
Ibu, aku akan tumbuh besar dan menikahi Dingy.
Semua orang tertawa mendengarnya. Dan sekarang
Sekarang, Dinesh Singh Hirji yang sama telah berhenti menemui kita.
Ibu.
Kenapa kita harus peduli terhadap orang-orang yang tidak menemui kita?
Apalagi yang dapat ibu lakukan? Ibu masih mengingatnya.
Dingy pastinya telah dewasa sekarang.
Tak tahu mengapa, Kadang ibu merindukannya.
'Ketika kita muda, Kita tak tahu akan kemana kita.'
'Ketika kita muda, Kita tak tahu akan kemana kita.'
'Tapi dimanapun kita, Kita akan berdoa, kita akan merindukanmu.'
'Kita akan merindukanmu.'
'Ketika kita muda, Kita tak tahu akan kemana kita.'
'Tapi dimanapun kita, Kita akan berdoa, kita akan merindukanmu.'
'Kita akan merindukanmu'
Serius dalam lamunan! Tolong tandatangan disini.
Hey kalian para pemalas! Bekerja cepat! Sekarang waktunya kereta berangkat!
Katakan padaku, Gangaram, Apa yang sedang ramai di kota sekarang?
Terlalu banyak yang terjadi!
Kalau boleh menyarankan, kamu ikut saja ke kota.
Kenapa membiarkan masa mudamu tersia-siakan di hutan ini?
Bila kamu pergi ke kota..
Kemanapun kamu pergi Kamu akan..
..dikelilingi oleh peri-peri jelita.
Apa yang bisa aku lakukan di kota?
Bukankah kamu kesana karena peri-peri itu?
Akan kuberikan segalanya!
Kamu adalah Raja Bhoj, dan aku adalah tukang pijat miskin.
Aku hanya cukup dengan melihat foto-foto ini dan menikmatinya.
Lihatlah. Bhavna Somayya.
Dia menari bagus sekali. Dia adalah ahli tarian Bharatanatyam.
Dia adalah halilintar! Lihatlah dia.
Roma! Nona Roma.
Dia datang untuk pertama kalinya ke Pacuan Kuda gymkhana.
Dia adalah putri kesayangan dari orang yang sangat kaya. Milyuner.
Sardar Dinesh Singh..
Hey, ayo cepat isi tangkinya.
Sebentar, nyonya.
Tunggu dulu giliran untuk mengisi bensin.
Ayo isi tangkinya! - Iya, nyonya.
Dia mengisi bensinnya. Saya memeriksa oli dan air.
Oh Tuhanku!
Kalau begitu periksa oli dan airnya sekarang! - Sebentar.
Disini harus menunggu giliran.
Anda cepat sekali mengemudikan mobilnya.
Ya, dan anda juga cepat sekali dalam mengerem.
Sekarang, tolong tunggu sebentar. Dan bila anda tidak dapat menunggu, maka silakan pergi.
Tapi tidak ada pom bensin..
..dari sana sampai sejauh duabelas kilometer kesini..
..dan duabelas kilometer kesana.
Sebentar.
Aku beri kalian satu menit.
Dan bila kalian tidak dapat mengisi bensinnya dalam menit tersebut..
..Tak akan ada pom bensin yang bisa beroperasi..
..antara duabelas kilometer kesini dan duabelas kilometer kesana.
Idiot.
Sekarang, tolong balikkan mobilnya dan parkir di bagian ini.
Satu menitnya sudah terlewati.
Sekarang, kenapa pula aku harus membalikkan mobilnya?
Aku akan membalikkan seluruh pom bensin ini.
Oh! Mati kita!
Oh, dia mengikat kita.
Satu menit! Aku akan memperlihatkannya pada kalian sekarang!
Ayo, bangun idiot.
Wanita gila ini harus dikirim ke penjara!
Catat nomor mobilnya.
Kalian tidak perlu mencatat nomor mobilku.
Catat saja nomorku dari buku telepon.
Nama ayahku adalah Dinesh Singh Girji.
Ini adalah peta dari peternakan kudanya. Lengkap dengan kandang-kandang.
Duaratus kuda dapat diikat dalam satu waktu.
Dan disini..
Adalah bagian untuk kandang-kandangnya.
Dan bungalow ini. Bungalownya berada disini.
Semua tanah ini akan menjadi milik anda.
Bagus sekali.
Aku menyukainya, Balwant.
Peternakan kuda pacu terbesar di Asia bisa dibangun disini.
Ya, Balwant.
Apapun yang aku lakukan, akan menjadi yang terbesar.
Tuan Mehta. Bagus sekali. Saya menyukainya.
Saya menyukai properti anda. Singh.
Ya pak. - Lanjutkan apa yang tadi telah dibicarakan.
Ayo, Balwant. - Mari kesini, tuan Mehta.
Tikamgad sebenarnya adalah tempat yang sangat indah.
Ketika Mehta datang kesini untuk menawarkannya..
...Aku berpikir tentang biaya total yang harus dikeluarkan untuk properti tersebut.
Aku akan membelinya sendiri. Bila harganya hanya beberapa cror,
Tapi kemudian, aku berpikir.
Bahwa kamu pernah berbicara beberapa kali tentang niat untuk membuka peternakan kuda.
Peternakan kuda hanyalah alasan belaka.
Aku sedang mencari tempat untuk menenangkan diri jauh dari perkotaan yang ramai.
Kamu membutuhkan tempat menenangkan diri, kamu mendapatkannya.
Sekarang, mengenai masalah tentang peternakan kuda, serahkan saja padaku.
Aku pernah mempunyai peternakan kuda juga di Bangalore sebelumnya.
Itu adalah salah satu hobi putraku.
Dia pergi ke Amerika dan kemudian menjualnya. - Putramu?
Ya. Dia sekarang sudah kembali.
Dia akan berangkat bersama kita ke Tikamgad.
Dia akan melihat apa saja yang harus dilakukan disana.
Apa yang sebaiknya diperbuat dan lain-lain.
Aku kira aku tahu semua tentangmu..
..dalam tiga sampai empat tahun pertemanan kita.
Aku bahkan tidak tahu bahwa kamu punya anak lelaki.
Dia anak yang sangat baik. Anak yang sangat baik.
Dia anak yang sangat baik.
Kamu akan senang bila berjumpa dengannya.
Siapa namanya?
Yashwant.
Bagus. Bagus sekali.
Tembakan yang bagus. Luar biasa.
Terimakasih.
Mau minum bir? - Tentu.
Bagus.
Apa yang terjadi di peternakan?
Semuanya terjadi seperti yang direncanakan.
Dinesh Singh telah membeli peternakan kuda tersebut.
Aku bahkan telah bicara dengan Dinesh Singh tentang rencanamu ikut kesana.
Dalam beberapa hari Sardar Dinesh Singh..
..dan putri tercintanya akan berada disana.
Saat itulah kita akan melihat targetmu.
Kamu genggam ayahnya di kepalanmu
maka otomatis putrinya akan masuk ke dalam botol.
Hidupku bagaikan tubuh tak bernyawa.
Cinta telah mencarimu untuk sekian tahun.
Hidupku bagaikan tubuh tak bernyawa
Cinta telah mencarimu untuk sekian tahun.
Hari ini aku telah menemukan takdirku yang hilang, Hari ini aku mendapatkan fotomu!
Hari ini aku mendapatkan fotomu!
Aku mendapatkannya.. Hari ini aku mendapatkan fotomu!
Di musim semi ini, di penantian ini.
Hatiku berada dalam kebingungan Betapa tahun yang menyulitkan.
Di musim semi ini, di penantian ini.
Hatiku berada dalam kebingungan Betapa tahun yang menyulitkan.
Pencinta gila telah melepaskan belenggunya.
Hari ini aku telah menemukan takdirku yang hilang, Hari ini aku mendapatkan fotomu!
Hari ini aku mendapatkan fotomu!
Tapi katakan padaku, siapa yang ada dalam foto ini?
Buat dia terbangun dan biarkan aku duduk dengannya.
No comments yet. Be the first to leave one.