The first 200 lines.
"Ra Mi Ran"
"Um Ji Won"
"Lee Jong Hyuk"
"Kim Won Hae"
"Kim In Kwon"
"Kim Hye Hwa"
"Park Gyeong Ree"
"Seo Zi Hu"
"Kim Min Seo"
"Cold Blooded Intern"
"Sponsor produksi"
"Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata, KOCCA"
"Semua orang, organisasi, lokasi, dan kejadian"
"Dalam drama ini hanyalah fiksi"
"Pub, soju, ruang pribadi"
Hidup adalah tentang momen yang tepat.
Sukses atau gagal dalam bisnis bergantung pada momen yang tepat.
Momen yang tepat berperan penting dalam membeli dan menjual saham.
Momen pergantian pemain bisa menjadi titik balik dalam permainan.
Melihat bagaimana momen bisa membuat atau menghancurkan percintaan,
momen yang tepat bukan sekadar kebetulan.
Itu pasti takdir.
Tapi
momen yang akan menentukan takdirku
tidak selaras.
"Episode Empat, Awal Jeda Karier"
Apa? Itu tidak masuk akal.
Apa?
Kamu akan mengambil cuti untuk mengasuh anakmu?
Itu terjadi begitu saja.
"Itu terjadi begitu saja?"
Kamu tidak bisa tiba-tiba saja melakukan ini.
Berapa lama kamu akan cuti?
Setahun.
Itu tidak tiba-tiba.
Aku sudah mengatakan itu kepadanya
bahwa aku akan cuti setelah tiga bulan.
Tapi terjadi sesuatu, jadi, aku harus memajukan jadwalku.
Kenapa kamu memajukan jadwalmu?
Apa ada masalah?
Itu tidak penting sekarang.
Fakta bahwa dia mengambil cuti adalah yang terpenting sekarang.
Kita belum menemukan pengganti Bu Lee.
Maaf, semuanya.
Aku akan menyelesaikan semuanya agar kalian tidak kesulitan.
Permisi.
Saat kupikir aku akan mencegahnya mengambil cuti,
dia menyatakan - Astaga,
- akan mengambil cuti lebih awal. - Aku tidak percaya ini.
Astaga. Yang benar saja.
Bukankah seharusnya mereka mengabari saat Bu Lee melahirkan?
Kalau begitu, ada dua posisi yang harus diisi.
Kita akan mendapat pengganti, bukan?
Karena ini cuti mengasuh anaknya, itu agak meragukan.
Mereka mungkin merekrut seseorang untuk menggantikan Bu Lee,
tapi membiarkan posisi Bu Geum terbuka.
Jika tidak...
Mari bicara di tempat parkir.
Permisi. Aku harus keluar.
Astaga.
Keadaan berjalan lancar di kantor kita.
Tapi untuk mengambil cuti,
bukankah kita juga bisa cuti pada masa depan?
Jika kamu memenuhi persyaratan, itu bagus.
Tapi jika tidak, itu tidak adil.
Mungkin saja Pemagang Go bukanlah pengganti Bu Lee.
Mungkin dia pengganti Bu Geum.
Dia akan cuti setelah tiga bulan.
Tidak mungkin.
Masa magangnya selama tiga bulan.
Perusahaan akan memutuskan akan mempertahankannya atau tidak.
Bukankah waktunya pas?
Dia sempat rehat dalam kariernya.
Jadi, dia bisa belajar dalam tiga bulan ke depan.
Dengan cutinya Bu Geum, dia bisa menggantikan Bu Geum.
- Kurasa itu masuk akal. - Kurasa juga begitu.
- Kamu sudah datang. - Hei.
Kamu ingin membahas tentang Bu Geum, bukan?
Aku mendengar tentang cuti mengasuh anaknya.
Cepat sekali.
Apa dia punya rasa tanggung jawab?
itu demi yang terbaik.
Anggap saja
kita bisa melanjutkan rencana kita dalam waktu yang lebih cepat.
Baiklah.
Waktu kita tidak banyak.
Ji Won. Boleh aku minta bantuan?
- Bantuan? - Tidak seperti Bu Lee,
Bu Geum sepertinya tidak membuka diri.
Lalu?
Aku ingin kamu memasangkan kami agar aku bisa berinteraksi dengannya
saat bekerja.
Tentu.
Dengan begitu,
kamu bisa mempelajari tugasnya dan membiasakan diri.
Sekali lagi,
aku mengandalkanmu, Hae Ra.
Baiklah. Aku akan melakukan yang terbaik.
Aku akan melakukannya dengan caraku.
Sampai jumpa.
Semua berjalan lancar belakangan ini, bukan?
Astaga, dengan bantuanmu, semuanya berjalan lancar.
Sebenarnya,
Perencanaan Produk Dua baru-baru ini mempekerjakan wanita paruh baya.
Ternyata dia pernah bekerja
dengan Manajer Umum Choi di perusahaan sebelumnya.
- Lalu kenapa? - Begini,
bukankah ada yang mencurigakan?
Aku yakin dia memberi
mantan koleganya pekerjaan dan menyalahgunakan kekuasaannya.
- Itu saja? - Ya.
Apa?
Belakangan ini, orang-orang juga memperebutkan posisi magang.
Alih-alih mempekerjakan anak muda yang cepat belajar,
dia memilih wanita paruh baya berusia 40-an.
Jika ingin menyalahgunakan kekuasaan dan memberi temannya pekerjaan,
kamu pikir posisi itu adalah pemagang?
Benar juga.
Kamu sangat picik.
Berhentilah berusaha menjatuhkannya.
Kenapa kamu tidak mencoba mengalahkannya?
Sulitkah mengalahkan seorang wanita?
Astaga.
Sial.
Di mana tee-nya?
Ayo.
Astaga, apa yang dilakukan Choi Ji Won sekarang?
Aku menemukan solusi untuk masalah ini.
Namun, aku tidak punya banyak waktu untuk menyelesaikannya.
Aku harus mendekatinya,
agar bisa mencegahnya mengambil cuti.
- Kamu sudah gila? - Sudah lama sekali.
Hae Ra.
- Ini lezat. - Ya.
Aku kecewa.
Apa?
Aku penasaran kenapa kalian diam saja di ruang obrolan grup.
Kalian berkumpul tanpa aku?
- Astaga. - Apa maksudmu?
- Tidak. - Astaga, tidak.
Kalian membuat ruang obrolan baru tanpa aku?
- Apa? - Kamu bekerja sekarang.
Kami pikir kamu sibuk, jadi, kami tidak menghubungimu.
Benar. Kami semua tinggal di rumah.
Tapi kini tidak lagi.
- Astaga. - Bagaimana pekerjaanmu? Lancar?
Bukankah menyenangkan bisa bekerja lagi setelah bertahun-tahun?
Itu menyenangkan sekaligus membuat frustrasi.
Tapi itu mengesankan.
Aku bahkan tidak terpikir untuk kembali bekerja.
Benar.
- Benar sekali. - Sangat mengesankan.
Jika tahu akan menjadi ibu rumah tangga,
aku tidak akan mengambil cuti mengasuh anakku.
Kamu mengambil cuti mengasuh anak?
Benar.
Benar, tapi aku tidak bisa kembali bekerja.
Saat tidak bisa,
aku terus merasa menyesal.
Menyesal tidak kembali bekerja?
Bukan. Mengambil cuti mengasuh anak.
Andai ada yang menghentikanku.
Jika aku terus bekerja, bayangkan berapa penghasilanku sekarang.
Kamu harus melaluinya sendiri untuk menyadari itu.
Kamu tidak akan mendengarkan siapa pun saat itu.
Jika ada mesin waktu,
aku ingin menemui diriku dan bicara dengannya.
Aku mungkin tidak mendengarkan orang lain,
tapi aku akan mendengarkan diriku sendiri dari masa depan.
Begini,
seorang wanita di tempat kerjaku ingin mengambil cuti mengasuh anak.
Hentikan dia. Kamu harus menghentikan dia.
Benar, bukan? Itu akan membantunya, bukan?
- Tentu saja. - Tentu saja.
Kamu akan menjadi penyelamatnya.
- Kamu akan menyelamatkan kariernya! - Ya.
Benar.
Dengarkan saja aku.
"Tim Perencanaan Produk Dua"
Kenapa ibu dengan anak kelas satu SD ingin cuti?
Bukankah jawabannya sudah jelas?
Dia sudah melewati
- fase mengasuh anak yang sulit. - Terima kasih.
Tapi bos terakhir menunggu ibu yang bekerja.
"Kemandirian, Ketekunan"
Anaknya masuk SD.
"Sangyang"
Sekolah selesai lebih awal.
Hari ini terlalu panjang untuk merotasi dia ke kelas tambahan.
Tapi
anak-anak akan tumbuh dengan cepat
dan waktu akan menyelesaikan semuanya.
Maaf aku terlambat.
Bu Geum.
Kenapa kamu tidak terus bekerja lembur
sampai hari terakhir sebelum kamu pergi? Konsistenlah.
Maafkan aku.
Terima kasih.
Tidak. Terkadang aku juga lupa.
Kamu punya anak kecil.
No comments yet. Be the first to leave one.