The first 200 lines.
Untuk menghindari serangan, bukankah sebaiknya...
kita memindahkan barang ke kota melalui jalur darat daripada laut?
Dengan begini, kita bisa berdagang.
Dengan begini, kita bisa berdagang.
Tapi jika itu hanya untuk pendapatan. Kita juga mengirimkan apa yang kita produksi.
Artinya, itu semua akan membuang- buang uang dan waktu, Tuan.
Pangeran kita tahu tentang situasinya.
Insya Allah dia akan segera menemukan solusinya.
Semoga.
Semoga.
Kalau begitu, ayo.
Ayo kita pergi!
Berkumpul!
Berkumpul!
Harta atau nyawa! Jangan tinggalkan apa pun!
Harta atau nyawa! Jangan tinggalkan apa pun!
Serang!
Dia mendekati Pasha, ayo kemari!
Pasha!
Pasha!
Bawa Zagnos Pasha pergi, papah dia.
Kita harus mundur.
Beyazid!
Nak, pelan-pelan!
Jangan lari! Aku akan menangkapmu!
Hakmu adalah ujung pedang. Rasakan serangan pedangku!
Beyazid sayang, cukup. Kemarilah.
Kemarilah.
Ayah!
Ayah!
Jagoanku!
Aku hampir jatuh, ayah!
Jangan khawatir, pahlawanku.
Orang tua tidak membiarkan anak-anak mereka terjatuh.
Apakah kau melihat bagaimana aku melenyapkan musuh?
Tentu saja aku melakukannya. Bagaimana tidak?
Aku pikir kau tidak akan pernah keluar dari perpustakaan.
Aku pikir kau tidak akan pernah keluar dari perpustakaan.
Apakah kau iri dengan buku, Hatun?
Apa aku salah?
Kau menatap buku-buku itu lebih dari kami.
Dan...
Seorang wanita cemburu pada orang yang dicintainya dari tatapannya.
Seorang wanita cemburu pada orang yang dicintainya dari tatapannya.
Kalau begitu, kau akan lebih merindukanku.
Ada apa?
Aku akan pergi ke ibukota, banyak pedagang akan berdatangan.
Mereka ingin datang.
Jika mereka tidak menginginkan sesuatu, mereka takkan melakukan itu.
Jika mereka tidak menginginkan sesuatu, mereka takkan melakukan itu.
Lala.
Pangeran.
Pangeran.
Apa yang telah terjadi?
Kafilah Ahi diserang oleh bajak laut di perjalanan.
-Bagaimana situasinya? -Kita memiliki banyak martir.
Zagnos Pasha?
Apa yang terjadi dengan Zagnos?
Dia dibawa ke rumah tabib dengan terluka parah.
Itu terlihat dari jauh!
Itu terlihat dari jauh!
Sudah pasti itu pantas untuk Pangeran kita.
Pada akhirnya akulah Lala-nya, Ishak.
Hadiah ini pantas untukku.
Kepentingan pribadimu pada Pangeran kami terlihat jelas, Tuan.
Jika bukan hari ini, besok, Ottoman akan membutuhkan seorang Sultan.
Ambil itu.
Sudah lunas, bukan?
Apakah kau melihat dirimu di sana, Ishak? Apa itu?
Lebih buruk lagi, Pasha.
Apa itu?
Sultan Mehmed.
Dari siapa kau mendapatkannya?
Oh, itu bukan salahku.
Aku memperoleh penghasilan dari berdagang dengan Venesia.
Aku memperoleh penghasilan dari berdagang dengan Venesia.
Itu saja, lihat ini.
-Bagaimana keadaannya? -Kami merawatnya, Tuan.
-Bagaimana keadaannya? -Kami merawatnya, Tuan.
Keadaannya lebih baik dari sebelumnya, tapi lukanya parah. Dia butuh istirahat.
Aku bersumpah...
aku akan memberantas siapapapun yang melakukan ini padamu.
aku akan memberantas siapapapun yang melakukan ini padamu.
Sultan Mehmed.
Sultan Mehmed.
Jelas bahwa...
Pangeran yang berada di Saruhan selama 4 tahun itu masih polos.
Pangeran yang berada di Saruhan selama 4 tahun itu masih polos.
Kau sudah memberitahuku, tapi aku tidak mendengarkan.
Tapi ini bukanlah sesuatu yang bisa diabaikan.
Tapi ini bukanlah sesuatu yang bisa diabaikan.
Ini pemberontakan terbuka, Pasha!
Ini adalah pemberontakan!
Aku penasaran...
haruskah kita memberitahu Sultan?
Jangan terburu-buru, Ishak!
Lalat yang ceroboh dapat jatuh ke dalam susu...
Lalat yang ceroboh dapat jatuh ke dalam susu...
lalu dia mati dan semua orang akan mengolok-oloknya.
Biarkan Murad Han melaksanakan upacara khitanan.
Biarkan Murad Han melaksanakan upacara khitanan.
Lalu kita lihat siapa Sultannya!
Kita lihat saja bagaimana cara mencetak uang.
Insya Allah Pasha, Insya Allah.
Insya Allah Pasha, Insya Allah.
Semoga.
Ini sudah keterlaluan!
Ini sudah keterlaluan!
Berapa banyak nyawa yang harus kita hilangkan supaya mereka paham?
Topik dan masalahnya sudah diketahui , Hikmet Bey.
Kami akan mengikuti mereka.
Jika tidak hari ini, kita akan sampai ke goa mereka besok.
Kita tidak lagi mendengar kata-kata lain selain harapan!
Para pedagang sudah muak dengan bajak laut Capello.
Ini bukan serangan pertama.
Ini juga takkan menjadi yang terakhir.
Banyak barang yang hancur.
Banyak karavan mereka yang akan diserang.
Orang kafir ini, seperti awan hitam yang menyelubungi kita.
Orang kafir ini, seperti awan hitam yang menyelubungi kita.
Nyawa-nyawa yang dia renggut...
dan rasa sakit yang dia buat untuk kita rasakan sudah jelas.
Para Saki yang kita sebut bandit bukan bandit biasa.
Para Saki yang kita sebut bandit bukan bandit biasa.
Mereka tangguh.
Tapi lihat saja nanti.
Aku dekat dengan Capello yang kafir itu.
Baiklah.
Baiklah.
Kita hanya harus bersabar.
Kita akan bersabar, Tuan, tapi...
anak-anak yatim dan para janda...
Bagaimana nasib orang-orang yang malang
Bagaimana nasib orang-orang yang malang
Bagaimana mereka akan hidup?
Sepertinya jika kita tidak segera menyelesaikan hal ini...
akan ada banyak pedagang yang ingin pindah.
Ingat itu.
Ingat itu.
Ibu, ini terasa sakit. Apakah kita harus tetap di sini?
Ya ampun, rasa sakitnya akan hilang.
Sultan kita juga akan datang.
Dia akan memberimu hadiah, Pangeranku.
Perhatian!
Sultan Murad Han datang!
Sultan Murad Han datang!
Ayah akan datang, ibu.
Ahmet sayang.
Semoga Allah mengizinkanku untuk melihat pernikahanmu nantinya.
Insya Allah.
Insya Allah.
Anakku, jadilah orang kaya dan berkuasa.
Ini...
adalah pedang kakekku Murad Han yang ia genggam saat dia meninggal.
Jaga baik-baik.
Pedang itu adalah warisan keluarga kita.
Biarkan aku menciummu.
Ketika kau menjadi Sultan suatu hari nanti...
Ketika kau menjadi Sultan suatu hari nanti...
Insya Allah kau akan membawanya, pahlawanku.
Mari kita tetap menjalankan tradisi.
Wanita dahulu.
Selamat untukmu, Halime.
Selamat untukmu, Halime.
Semoga Allah memperpanjang umur anakmu, Insya Allah.
Terima kasih, Huma.
Semoga anakmu juga berumur panjang.
Aku datang untuk menemui Janos. Pangeran Mircea dari Wallachia.
Pangeran Wallachia.
Aku mendengarnya. Bawa dia masuk.
Biarkan dia masuk.
Jenderal Janos.
Apakah kau marah karena aku tidak menghormati Anda?
Tidak.
Kita tidak bisa akur jika kau berbohong.
Kita tidak bisa akur jika kau berbohong.
Sedikit.
Baiklah...
apakah kau ingin aku menghormatimu?
Aku tidak suka pertanyaanku tidak terjawab, Pangeran Mircea.
Apakah kau ingin tahu apa yang kulihat di matamu?
Bertarung secara ilegal takkan mengubah nasibmu.
Pertentangan yang kau alami takkan membuatku menyebutmu pengecut.
Pertentangan yang kau alami takkan membuatku menyebutmu pengecut.
Saat aku menatap matamu, aku melihat seorang pemuda yang ingin menjadi Raja.
Seorang Raja yang terhormat.
Kami memiliki seorang Raja.
Seorang Raja tercela yang menjual jiwanya kepada Ottoman.
Seorang Raja tercela yang menjual jiwanya kepada Ottoman.
Dia adalah ayahku.
Seorang ayah pengecut yang menyerahkan...
anak-anaknya kepada Ottoman.
Aku hanya ingin rakyat kami baik-baik saja.
Jangan sakiti rakyat Wallachia.
Aku akan menanyakan pertanyaan yang penting lagi.
Apakah kau ingin aku menghormatimu?
Apakah kau ingin aku menghormatimu?
Ya.
Kalau begitu biarkan pintu kerajaanmu terbuka untukku saat aku mengetuk.
dan jadilah Raja baru bagi rakyatmu.
No comments yet. Be the first to leave one.