Release info

Episode 3
A Commentary by Inisial ZA
Nirwana yang Dijanjikan

Tags

other
Published on: 2021-01-26
Downloads: 19
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 140 lines.

Mau lihat keluargaku?

Ini Phil. Lucu, 'kan?

Yang ini Sherry, dia modis dan dewasa sebelum waktunya.

Kalau yang ini?

Carol. Umurnya baru setahun.

Kadang dia membuat wajah marah seperti ini. Lucu sekali.

Yang ini?

Naila dan Damdin. Di belakang mereka adalah Eugene dan...

Sekakmat.

Ray, kau bisa jadi pejuang yang hebat.

Tapi...

Norman lebih kuat, lo.

Norman?

Dan ini Norman.

Aku sudah janji padanya.

Aku takkan menyerah, takkan kubiarkan siapa pun tewas.

Aku akan melarikan diri dengan seluruh keluargaku.

Begitu.

Tapi aneh sekali, ya.

Kau itu sebenarnya seperti bukan iblis, Mujika.

Tidak, maaf kalau itu terlalu sensitif.

Tak apa-apa.

Hanya saja, bagaimana, ya?

Wujud iblis ada berbagai macam bentuk dan ukuran.

Memang benar.

Wujud kami sudah berubah dalam 1.000 tahun terakhir.

Sebelum bertemu denganmu,

aku belum pernah bicara dengan manusia sebelumnya.

Kalian bukan musuh atau makanan.

Kalian berbeda dari makhluk hidup lainnya.

Aku bersyukur bertemu dengan kalian dan punya kesempatan bicara.

Aku bersyukur kita bisa berteman.

Aku juga.

Aku bersyukur bisa bertemu dengan kalian, bicara dengan kalian,

dan jadi teman kalian.

Terima kasih banyak untuk enam hari ini.

Tak ada pengejar. Ayo.

Besar.

Luas.

Akhirnya kita keluar.

Terus ke selatan, maka kalian akan mencapai tujuan kalian.

B06-32.

Mujika, tak mau. Aku tak ingin kita berpisah.

Apa kalian tak bisa bersama kami lebih lama lagi?

Kita tak boleh bergantung pada mereka.

Ray.

Mereka juga punya tempat yang ingin dituju.

Dengan kekuatan kita juga, kita harus bisa bertahan hidup.

Tenang saja.

Selama kalian berada di gurun, kalian takkan bertemu iblis.

Kalau berjalan lancar, kalian bisa bertemu Minerva malam ini.

Pastikan kalian tak dekati hutan atau sumber air.

Pokoknya jangan.

Baik.

Kalau kalian bertemu iblis, kaburlah.

Kalau kalian tak bisa kabur...

Bidik bagian tengah wajah mereka, mata mereka.

Baiklah.

Kalau begitu, berhati-hatilah.

Jaga dirimu, ya.

Semuanya, jaga diri kalian.

Kau juga, Mujika.

Emma.

Mujika?

Ini jimat.

Simpanlah ini. Pasti ini akan lindungi kalian.

Terima kasih, Mujika.

Sesekali, ingatlah kami, ya.

Hoi.

Sudah siap pergi, Emma?

Sampai jumpa, Sonju, Mujika.

Terima kasih banyak.

Ya. Semoga beruntung.

Sampai jumpa. Semoga kita bisa bertemu lagi, ya.

Terima kasih.

Kau lumayan akrab dengan mereka ya, Mujika.

Kau juga, mereka itu anak-anak pelarian.

Kalau kita kembalikan mereka ke peternakan,

kita bisa hidup dengan tenang selama enam bulan.

Sonju?

Aku takkan serahkan mereka ke peternakan.

Kenapa?

Rasa penasaranmu itu hanya kebohongan, 'kan?

Kenapa kau selamatkan anak-anak itu?

Itu karena mereka anak-anak yang baik.

Benar.

Mereka serius dan baik.

Dan juga pintar.

Benar.

Sudah jelas, mereka adalah produk terbaik.

Otak mereka yang terbaik di peternakan, lo.

Jangan salah paham, aku takkan memakan mereka.

Tapi...

Tapi?

Kalau mereka bisa berkembang biak di luar peternakan,

generasi berikutnya dan seterusnya akan jadi manusia liar.

Mereka akan jadi makhluk alam.

Dan kalau sifat alami meningkat,

pada akhirnya kita akan bisa berburu dan memakannya.

Kau berniat memakan manusia, ya?

Ya.

Menurut keyakinan kita dulu,

mengambil nyawa ciptaan Dewa itu tak bertentangan dengan tindakan Dewa.

Kalau mereka makluk alam, aku akan memakannya.

Aku tak sabar menanti hari itu.

Saat aku memakan banyak manusia sebanyak mungkin.

Nah, aku masih ada urusan yang harus kuselesaikan.

Urusan?

Benar. Kau tunggulah di sini.

Christie, ke arah mana?

Arah tenggara lewat sini.

Benar.

Berapa lama lagi? Apa kita sudah dekat?

Emma, di mana kita sekarang?

Biar kupastikan dulu.

Di sini.

Eh?

Ini B06-32.

Ha?

Tak salah lagi. Tempat kita sekarang ini...

...adalah B06-32.

Yang benar?

Lalu bagaimana?

Di sini tak ada apa-apa.

Apa maksudnya ini?

Tak kelihatan apa-apa.

Tak ada tanda-tanda juga.

Apa ada orang? Apa ada seseorang dekat sini?

Aku tak lihat ada orang.

Kalau begitu, Minerva? Dia tak ada?

Kenapa?

Padahal kita sudah berhasil sampai sini.

Pembohong.

Di mana dia? Harusnya dia di sini.

Katanya dia akan temui kita di sini.

Makanya kita ke sini.

Sudah selesai?

Ya.

Ya, tenanglah.

Di saat seperti ini, kita punya pena ini.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left