The first 200 lines.
Berhenti...
Berhenti disitu...
Berhenti.
Keluar!
Keluar sekarang!
Itu dia!
Ayo pergi...
Cepat...
Dimana dia?
Ji Woo.
Su Hyeon,
Aku melihat Su Hyeon.
Aku yakin dia Su Hyeon.
Itu dia... Itu benar-benar dia.
Masuk...
Mobilnya sudah disini.
Seseorang terlambat saat kami ke toko wanita itu, kan?
Ya.
Diam.
Ya...
Kau akan ambil itu?
Ya.
Bawa mobil yang dikirim ibuku. Bus itu bau.
Hanya ada beberapa pemberhentian.
Terima kasih.
Apa yang kau lihat?
Kau bau.
Apa?
Berikan padaku.
Ini milikku.
Ari.
"Kantor Jaksa Thailand"
Aku sudah terima berkasmu.
Apa ini caramu melakukan tugas di Interpol?
Apa?
Biarkan kubicarakan dengan atasanmu.
Apa?
Kapan aku bisa mendapatkannya?
Baik, aku akan menghubungimu lagi.
Sudah hampir jam empat.
Apa? -Sudah hampir jam empat.
Kenapa kau tidak beritahu aku?
Kunci.
Kapan kau tiba disini?
Kau lupa ini hari apa, kan?
Tidak, aku sibuk di tempat kerja.
Maaf.
Jangan minta maaf padaku.
Minta maaf pada ayah.
Oh, benar.
Aku dengar nilaimu turun lagi.
Apa guruku menelepon?
Apa yang dia katakan?
Dia bilang kau bergaul dengan anak-anak dari daerah kumuh.
Lalu kenapa? Mereka bukan anak-anak jahat.
Aku tidak bilang mereka jahat.
Aku khawatir orang tua mereka akan meneleponku karenamu.
Kau pergi kemana dengan mereka sampai sore setiap hari?
Tak ada gunanya pulang lebih awal.
Aku bosan jika sendirian.
Kau pulang ketika aku sudah tertidur.
Aku akan punya banyak waktu setelah kasus ini.
Kau bilang begitu terakhir kali.
Kau bilang itu tahun lalu dan kita bahkan tidak pergi liburan.
Benarkah?
Aku memang memiliki anak yang baik.
Tidak, ini memalukan.
Su Hyeon.
Hei, kau tahu.
Kau seperti ayahmu.
Ya, benar.
Aku serius.
Wajah dan tingkahmu mirip seperti dia.
Mungkin iya.
Kau tidak ingat wajah ayah?
Saat aku lihat fotonya, rasanya seperti aku.
Ayah, bisakah aku memiliki ini?
Kau ingin ini?
Tn. Jang ada di dermaga.
Dia datang sendiri?
Ya.
Dia pasti memulai sesuatu yang sangat besar.
Sayang, pekerjaan ini tak sesuai untukmu.
Tidak?
Andai aku bisa hidup tanpa berbuat jahat meski aku miskin.
Dengan kau dan Ari.
Paman.
Kapan kau datang?
Sudah malam. Kau belum tidur?
Aku punya banyak PR.
Bu, aku lapar.
Oh, akan kubuatkan roti isi.
Oh. Bu,
dompetku hilang.
Dimana?
Aku tidak tahu.
Ayah yang memberiku dompet itu.
Kapan ayah pulang?
Dia mungkin...
harus tinggal lebih lama.
Ari.
Kau ingin aku pilihkan dompet bagus untukmu?
Benarkah?
Ya.
Mari kita ke pasar di akhir pekan.
Bu, kau juga ikut, kan?
Dia sibuk.
Ayo makan rotimu.
Kita harus pergi bersama.
Apa yang kau lakukan disini?
Kau tidak bersekolah disini.
Ya, memang tidak.
Kemari.
Lepaskan aku. Aku bukan pencuri.
Ikut denganku.
Lepaskan aku.
Ikut denganku.
Aku datang untuk bertemu dengan teman.
Biarkan aku pergi.
Lalu ini apa? -Biarkan aku pergi.
Aku disini untuk bertemu teman.
Lepaskan dia.
Dia temanku.
Bangkok sudah banyak berubah.
Semua geng lama sudah mati.
Karena Geng Cheong?
Mereka benar-benar hebat.
Mereka ambil alih organisasi besar setiap kali melakukan sesuatu.
Mereka menjalankan lapangan golf, narkoba, rumah bordil...
Mereka melakukan apa saja demi uang.
Mereka semakin parah setelah orang Korea mengambil alih.
Thailand tak cukup besar bagi mereka.
Mereka menyebar di seluruh Asia Tenggara.
Kami menyebutnya geng,
tapi mereka mungkin membuat lebih banyak uang dari perusahaan resmi.
Omong-omong, yang pintar selalu menang disini.
Kau masih memata-matai orang demi uang?
Hanya itu yang aku tahu. Aku akan melakukannya selama menghasilkan.
Pernah berpikir untuk kembali?
Jika pernah, apa aku bisa?
Kau benar.
Itu bukan keputusanmu.
Tidak, aku akan menolak.
Aku suka hidup seperti ini. Sangat nyaman.
Kau bekerja keras demi negaramu...
dan kau masih banting tulang di usiamu ini.
Atau mati di negara asing seperti Senior Lee.
Benar?
Halo. Ada yang bisa kubantu?
Aku ingin bertemu Jaksa Wilayah Kazana.
Kau kedatangan tamu...
Nanti saja, aku sibuk.
Kau melakukan semuanya sendiri?
Tn. Kang.
Sudah berapa lama?
Lima Tahun, benar?
Kazana, kau tak berubah sedikitpun.
Tidak, aku semakin tua.
Oh, Su Hyeon sudah besar?
Besar? Dia kini sudah remaja dan selalu menentang semua perkataanku.
Oh, benar.
Anakmu seumur Su Hyeon.
Apa sikapnya baik?
Tentu saja tidak.
Anak-anak usia mereka tak pernah mendengarkan.
Untungnya,
Su Hyeon sangat mirip dengan ayahnya.
Dia tidak ceroboh sepertiku.
Minggu lalu adalah hari peringatan Dong Jo.
Aku tahu.
Sudah sepuluh tahun sejak dia meninggal.
Waktu berjalan sangat cepat.
Rasanya dunia seperti berhenti saat dia meninggal.
Tapi anak-anak kami satu sekolah sekarang.
Aku dengar itu...
Geng Cheong akan ada transaksi besar narkoba.
Aku tahu ini bukan kunjungan pribadi.
Kau bukan orang yang ke Thailand untuk jalan-jalan.
Berapa banyak yang kau tahu?
Bahwa kau ingin menggerebek mereka di tempat.
Tapi kau tak punya petunjuk apapun.
Dan,
salah satu informanmu di dermaga meninggal baru-baru ini.
Wow, NIS hebat.
Kau memantau Thailand juga?
Kami yakin bahwa...
banyak narkoba yang akan dibawa ke Korea.
Kami tidak bisa hanya duduk dan melihat.
Senior. Aku seorang Jaksa bagi Pemerintah Thailand.
Apa maksudmu kau akan menjalankan sebuah operasi?
Kalian yang menjalankan operasi.
Kami hanya memberikan informasi.
Sebenarnya, seseorang yang punya informasi itu.
Ingin bertemu dengannya?
Ini bagus sekali.
Jembatan itu sungguh cantik.
Kau tak pernah kesini sebelumnya?
Belum.
Aku bahkan tak tahu banyak tentang pusat kota Bangkok.
Benarkah?
No comments yet. Be the first to leave one.