Release info

[Parasit - Sang Bidal] 23 Kehidupan dan Kutukan
A Commentary by Inisial ZA
https://www.facebook.com/ZainuddinAri

Tags

other
Published on: 2015-04-11
Downloads: 29
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Dalam kegelapan begini,

aku tak mungkin bisa lacak posisi Gotou, hanya lewat suara napasnya.

Kemungkinan menangku pun 0%.

Anehnya, semua emosiku...

Keinginan hidup atau mati, kemarahan, kesedihan...

Semuanya itu seolah mati rasa.

Tapi, entah kenapa ada yang terus mendorongku

untuk kembali lagi ke tempat itu.

Yang menggerakkanku kali ini, bukanlah keberanian,

maupun terpanggil untuk bertarung sebagai ras manusia yang mahahebat.

Kalau sampai dibiarkan besok,

mungkin aku akan kembali lihat

jatuhnya korban yang disebabkan oleh monster yang mengejarku.

Tak ada lagi lain kali untukku.

Terlalu aneh kalau hanya aku yang berhasil hidup sampai detik ini.

Aku harus berusaha selesaikan ini semua.

Meskipun pada akhirnya, hanya ajal menjemput.

Aku tak peduli lagi.

Aku sudah lelah.

Padahal ini sama saja lari dari kenyataan,

tapi, kenapa aku malah optimistis begini?

Aku sendiri juga bingung.

Rasanya, kalau aku bertindak, semuanya akan berjalan lancar.

Padahal aku sendiri tahu tak mungkin begitu.

Tapi, rasanya benar-benar aneh.

Kelima indraku memang sangat peka.

Lalu, aku pun menemukannya.

kalian tak sadar bahwa sebagai manusia, kita diberi banyak berkah

you guys do not notice that we are gifted just by being humans

kita adalah predator alami

we are absolute predators

kita pun tak mempunyai musuh

we do not even have any enemies

mungkin ada hewan lain yang memerhatikan kita

maybe there are other animals watching us

dan suatu saat berpikir, "kita akan kalahkan mereka"

and thinking that someday "we will beat them down"

Parasit

ZainuddinAri

mempersembahkan

Parasit

ZainuddinAri

mempersembahkan

Parasit

ZainuddinAri

mempersembahkan

Parasit

ZainuddinAri

mempersembahkan

Parasit

ZainuddinAri

mempersembahkan

Parasit

ZainuddinAri

mempersembahkan

Parasit

ZainuddinAri

mempersembahkan

Parasit

ZainuddinAri

mempersembahkan

Parasit

ZainuddinAri

mempersembahkan

Parasit

ZainuddinAri

mempersembahkan

Parasit

ZainuddinAri

mempersembahkan

Parasit

ZainuddinAri

mempersembahkan

Sang Bidal

oh, kita punya otak 'tuk berpikir keras

oh, we have the brains to think hard

Sang Bidal

Parasit

Parasit

ZainuddinAri

mempersembahkan

Sang Bidal

ZainuddinAri

ZainuddinAri

mempersembahkan

mempersembahkan

Parasit

Sang Bidal

ZainuddinAri

mempersembahkan

Parasit

Sang Bidal

Parasit

Sang Bidal

Parasit

Sang Bidal

Parasit

Sang Bidal

Parasit

Sang Bidal

Parasit

Sang Bidal

Parasit

Sang Bidal

Parasit

Sang Bidal

Parasit

Sang Bidal

Parasit

Sang Bidal

dengan berpakaian sesuka kita

wear our favorite clothes

tak ada lagi keraguan menjadi manusia

we are at no doubt human beings

akan banyaknya kehidupan kecil

many small lives

takdir mereka saat lahir adalah mati untuk orang lain

they were born with the fate of dying for someone

bayi manusia

a human baby

kapankah mereka 'kan mengetahui

when will they find out

di saat semuanya dilahirkan, maka kitalah

that at the point they were born, we are

sang penguasa bumi?

winners of earth

ah, diriku menangis seorang diri

aa hitori naiteita

karena dirimu di sampingku, terasa begitu jauh

tonari no kimi ga tooikakeru

maka dari itu, kujalani hidup ini

dakara bokura yorisoi ikiru

segemerlap mungkin

kirameku made

untuk apa aku hidup selama ini?

for what have I been living for?

kapan 'kan kutemukan jawabannya?

when will I find out the answer?

jawaban yang hanya untukmu

an answer that is only for you

akan jadi apa diriku di lingkungan sekitarku kelak

what will myself and (the) first scenery I saw

Kehidupan dan Kutukan

Dia tidur?

Ternyata dia juga perlu tidur.

Bukankah Migi juga terkadang perlu tidur?

Benar juga!

Aku harus menyerangnya selagi dia tidur.

Karena aku bukan parasit...

Karena Migi sudah tiada, dia pun tak sadar kalau aku sudah sedekat ini.

Mungkin, ini maksudnya perasaanku yang tadi bilang semua akan berjalan lancar.

Tidak, pasti ada satu hal lagi.

Migi.

Jangan-jangan, kau berada dalam tubuhnya, ya?

Kalau sekarang kupanggil namamu, kau akan menyahut, 'kan?

Migi!

Percuma!

Memangnya ini di dalam dongeng?

Sialan!

Tak berhasil juga?

Di mana kau?

Keluar kau!

Berani-beraninya seorang manusia menantangku!

Benar.

Aku akan melawanmu!

Aku juga tahu kalau takkan menang,

tapi, setidaknya aku bisa melukainya,

dan membuatnya cedera!

Meskipun tak secepat dan sekuat dia, setidaknya indraku lebih tajam!

Aku bisa melawannya!

Selama bisa atur strategi, aku sanggup melawannya!

Aku harus bagaimana?

Bagaimana cara melukainya?

Beri tahu aku, Migi!

Berpikirlah dulu sebelum melangkah, dan jangan lupakan juga yang ada di sekitarmu.

Jangan pernah menyerah bagaimanapun kondisinya,

dan jangan sekali pun ragu, ya.

Benar!

Jangan menyerah!

Pikirkan baik-baik!

Belakang lehernya.

Benar!

Saat kendalikan bagian tubuh lainnya, seharusnya di sanalah titik lemahnya!

Meskipun tak menang, setidaknya dia cedera.

Intinya, hujamkan serangan sefatal mungkin.

Fatal?

Organ paling vital miliknya berpusat di bagian dadanya.

Entah apa jadinya pelindung tubuhnya kalau dihantam dari samping,

tapi, kalau dari atas,

ada katup yang sambungkan kerongkongan dan bagian organ dalam lainnya!

Kalau kupusatkan titik berat serangan ke pisau ini...

Yang jadi masalah, adalah sudut serangannya.

Sekarang!

Goloknya masih tersangkut?

Seranganku jadi terhalang!

Bocah,

padahal sebelumnya kau lari tunggang langgang seperti celurut.

Apa kau ingin tuntaskan pertarungan kita sebelumnya?

Memangnya seorang manusia sepertimu bisa apa?

Yang namanya monster,

More Indonesian subtitles for Parasyte -the maxim-

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left