The first 200 lines.
Paul...
Kau membuat kami semua terlihat seperti Annie si anak kecil yatim piatu.
Kami akan menayangkannya.
Sutradaranya menghentikan tayangan kami.
Seperti yang terjadi pada malam ini.
Suhu cukup sejuk disepanjang daerah barat laut...
Paul...
Paul...
Kemarilah, nak.
- Hei, Mike. - Hei, Dolph.
Aku tidak bisa menemukan Paul.
Kau baik-baik saja? Kau kelihatan khawatir.
Aku bilang, aku tidak bisa menemukan Paul.
Aku... aku bangun dan dia... dia tidak ada.
- Tidak ada dimana? - Di rumah.
Kemanakah dia pergi?
Translated by me : ~ CrV ~ IDFL.US
Aku tidak tahu. Itulah sebabnya aku jadi khawatir.
Bisakah kau kemari sedikit lebih dekat?
- Apa? - Mendekatlah.
Kau... kau terlalu jauh. Tidak bisa berkomunikasi.
Lebih dekat.
Disini.
Jadi?
Dia tidak pernah lepas sendiri seperti ini. Ini aneh.
Hanya... aku takut sesuatu telah terjadi.
Yah, aku... aku tidak tahu, mungkin saja dia lapar.
Pergi mencari makanan di tempat lain.
Tidak, dia tidak akan melakukan hal itu.
Aku... Aku memberinya makan yang cukup di rumah.
Dan kau tidak melihatnya pagi ini disaat kau lari pagi?
Ya, aku tidak... aku...
Aku tidak lari pagi.
Apa maksudmu? aku tahu kau lari pagi tiap hari.
Tidak, aku tidak lari pagi. aku...
Kubilang, aku tidak lari pagi. Aku tidak suka lari.
Kenapa kau bohong? Aku pernah melihat kau lari ratusan kali.
Maksudku, kenapa kau tidak mengakuinya saja?
Kenapa kau tidak berhenti mengkhawatirkan anjing kampung bodohmu itu, oke?
Karena dia pasti akan kembali.
Oke? Anjing, mereka selalu... Mereka selalu kembali pada tuan mereka.
Sudah terbukti.
Kenapa kau tidak pergi mengganti pakaianmu dengan yang normal,
berangkat kerja dan melupakan semua masalah.
Ini jubah.
Ya, itu tidak cocok untukmu.
Tidak enak dilihat, menjijikkan dan menggangguku.
Bisakah kau menenteramkan hatiku saja daripada membahas jubahku?
Tidak. Tidak.
Aku tidak bisa sekarang. Aku harus pergi. Aku sedang buru-buru.
Aku sedang berpikir untuk tinggal di tempat lain.
Memilih beberapa tempat secara acak, tempat yang jauh.
Karena hidup ini sangat menyedihkan.
Aku tidak akan pernah kembali lagi ke sini.
Dan kau hanya membawa dua koper?
Ya. aku akan menghubungimu, sobat.
Oke?
Aku akan merindukanmu.
Jesus Organic Pizza.
Disini Emma. Ada yang bisa kubantu?
Apakah ini restoran pizza?
Benar. Kami baru saja buka.
Apakah kau ingin melakukan pemesanan?
Tidak, aku belum begitu lapar.
Mungkin kau ingin menelepon lagi nanti?
Aku tidak... mungkin. Aku...
Aku hanya ingin mengetahui lebih dulu, seperti, misalnya...
Siapa yang mengantar pizza?
Seorang pengantar, Pak.
- Dengan truk? - Tidak, dengan mobil.
Dan tempatnya?
Apakah dikirim dalam tas?
Tidak, dalam kotak, Pak.
Oke.
Kotak kardus pizza yang ada logo di atasnya?
Benar, Diatas kotak.
Oke. Biar tidak penasaran, logonya apa?
Logonya adalah kelinci diatas sepeda motor, Pak.
- Sama seperti di selebaran? - Tepat sekali.
Kenapa harus kelinci?
Kupikir itu melambangkan kecepatan pengiriman.
Tapi aku tidak 100% yakin itu alasannya.
Itu hanya interpretasiku saja.
Aku bisa menanyakannya pada manajer.
Ya, silahkan. Itu akan sangat menyenangkan.
Oke, silahkan ditunggu.
- Pak? - Ya.
Manajerku sudah konfirmasi...
bahwa kelinci memang melambangkan kecepatan.
- Aku benar. - Oke.
Apakah kau sekarang ingin memesan...
atau kau lebih suka menunggu sampai kau benar-benar lapar dan menelepon kembali?
Aku... Kupikir itu...
Bisa tunggu sebentar, ada telepon lain yang masuk.
Oke, jangan tutup dulu teleponnya.
- Ya. - Halo, Dolph.
Ini Victor.
- Victor, bagaimana kabarmu? - Aku baik-baik saja.
Um, sebenarnya jika kau berbalik, aku ada di sini.
Putar.
- Hei. - Ya, aku tahu. Aku melihat kau datang.
Cepat, apa yang kau inginkan?
Yah, kita punya masalah besar dengan pohon palem.
Memangnya kenapa?
Aku lebih suka kau kesini dan melihat sendiri karena...
Aku tidak nyaman memberitahumu lewat telepon,
itu cukup aneh.
Aku sedang ada telepon lain. Bisakah kita membicarakannya nanti?
Ya, tentu saja, tentu. Kau... Kau bosnya.
- Oke, kita akan... kita akan membicarakannya nanti. - Baik.
- Dahh. - Da.. daaahhh.
Sampai jumpa.
- Kau masih disitu? - Tentu saja, Pak.
Ya, tentang masalah tadi,
sebenarnya aku kurang mengerti tentang logo ini.
- Apakah itu? - Yah...
Aku setuju jika kelinci itu cepat.
Maksudku, itu masuk akal. Tapi kenapa sepeda motor?
Kelinci saja sudah cukup cepat, jadi sepeda motor itu agak berlebihan.
Maksudku, apakah kau tidak berpikir itu agak aneh?
Ya, itu benar. Aku belum terpikir sampai kesitu, sejujurnya.
Sekarang setelah kau membeberkannya, membuatku merasa aneh juga.
Karena sekarang kupikir sepeda motorlah yang cepat, bukan kelinci.
Maksudku, bahkan jika dia mengendarainya sekalipun, bukan dia lagi penyebab kecepatan.
Secara teknis, motor ini.
Ya, aku setuju itu jadi rancu.
Ya.
Um, aku tidak... aku tidak akan memesan apa-apa dulu.
Maaf.
Aku mengerti, Pak.
Maksudku, logo itu disalahpahami.
Pasti mengganggumu.
Tidak, bukan itu. Aku... Aku sedang kesal hari ini.
Anjingku hilang dan ini membuatku melupakan hal itu.
Kau tahu, aku hanya meneleponmu untuk mengalihkan perhatianku.
Tidak apa-apa.
Aku... Aku suka percakapan ini.
Aku... Aku berharap bisa bicara denganmu lagi.
Kau tahu kemana menghubungiku. Namaku Emma.
Oke.
Dan siapa namamu?
Dolph Springer.
Baiklah, Dolph. Sampai jumpa.
Tekstur, bukan warna. Tentu saja ada dalam berbagai warna...
Tidak bisa lewat, Pak. Jalan ditutup.
Balik arah.
Apa yang terjadi di sini?
Kenapa kau ingin tahu?
Aku warga sekitar sini.
Dan Aku... Aku lewat jalan ini setiap hari.
Jadi aku penasaran kenapa ada mobil hangus di sini.
Biar kucari tahu dulu.
Oke. Aku akan jujur padamu.
Aku hanya pura-pura untuk mendapatkan informasi dari pria di sana itu...
untuk membuatmu percaya bahwa aku mendapatkan jawabannya.
Tetapi kenyataannya adalah, aku tidak perlu bertanya.
Karena aku tahu persis apa yang terjadi.
Dan aku bisa memberitahumu sejak awal.
Oke.
Aku hanya tidak ingin memberitahumu... Pak.
- Kau mengerti? - Um, ya.
Bagus. Putar balik mobilmu.
Sekarang, silakan.
Hei, Dolph.
Kenapa kau tetap datang kesini?
Kenapa tidak? Aku menyukai pekerjaan ini.
- Apakah itu masalah? - Tidak, tidak. Kami... kami semua merasa...
hanya sedikit berbeda dengan kasusmu.
Kau dipecat tiga bulan yang lalu.
Jadi?
Apa bedanya?
Agak aneh saja untuk datang lagi ke tempat di mana kau telah dibiarkan pergi.
Dan selain itu kau bahkan tidak menyesuaikan diri dengan jam kantor.
Ya, dan komputermu sama sekali tidak dinyalakan.
Kau pura-pura bekerja. Omong kosong.
Apa pedulimu?
Bagaimana jika aku menyukainya?
Oke, aku... maafkan aku, Dolph.
Tetapi jika kau terus datang ke sini, aku akan melaporkanmu ke dewan pengurus.
Aku juga.
Kalian memuakkan. Aku bahkan tidak sanggup memandang kalian.
Richard, mau makan siang?
Membelikanmu burger demi masa lalu.
Tidak. maksudku, waktu istirahat akan berakhir dalam tiga menit...
dan yang lain akan memusuhiku jika aku tetap menjadi temanmu.
Oke. Sudahlah.
- Sampai jumpa. - Sampai jumpa, Dolph.
- Selamat tinggal. - Jaga dirimu.
Dasar bajingan!
Yah...
Aku sudah selesai untuk hari ini, bos.
Um, kita benar-benar harus bicara tentang... pohon palem.
Apakah kau melihat ada yang datang selagi aku pergi?
Itu bunga.
Ya. Victor, apakah kau melihat ada orang datang?
Tidak!
Aku benci mengganggumu dengan hal ini, bos, tapi kita benar-benar harus bicara tentang pohon palem.
Kita ada masalah.
Masalah apa?
Agak sulit untuk dijelaskan.
No comments yet. Be the first to leave one.