The first 200 lines.
"Semua karakter, organisasi, tempat, kasus, dan insiden"
"Dalam drama ini fiktif"
- Katakan yang sebenarnya. - Jawab pertanyaan kami.
Kamu benar-benar melakukan pelecehan seksual kepadanya?
Kamu menyuap dokter yang menanganinya?
Konon, kamu sering secara verbal dan secara fisik melecehkan mereka.
Apakah kamu mengakui bahwa kamu telah melanggar hukum?
Presdir TS Technologies, Yang Tae Soo...
- Dia berengsek. - Tidak mungkin.
- Serius. - Aku tidak percaya ini.
- Pria itu terlihat familier. - Hei.
Bukankah itu orang yang memesan makanan, tapi tidak membayar?
Ya, itu orangnya.
- Dia juga tidak membayar kalian? - Tidak, dia tidak membayar.
- Dia memesan banyak dariku. - Dasar biadab...
- Tidak. Tenang. - Tenang.
Dia di sini!
"Episode 17"
Astaga, kalian tidak perlu melakukannya.
- Hei. - Ya!
"Manajer Hwang Doo Sik"
Hei, anak baru itu ada di sini!
- Hei! - Hai!
"Kata-kata baik menenangkan kemarahan"
Kemari.
- Kemarilah. - Hei.
Panggil ibuku. Di mana ibuku?
Kamu lihat apa, Berengsek? Tutup mulutmu!
Panggil ibuku!
Bu!
- Diam. - Masuklah.
- Diamlah. - Tidak.
Katakan kepadanya aku di sini. Hubungi ibuku.
- Hei, diamlah. - Bu.
Kamu membesarkan putra yang baik,
Pimpinan Choi Seo Ra.
Dia juga putramu.
Apakah aku mengandung dia sendiri?
Itu penyesalan terbesar dalam hidupku.
Seharusnya aku yang mengatakannya.
Berpisah denganmu adalah hal terbaik
yang kulakukan sepanjang hidupku sejak kelahiranku.
Kamu tahu ini waktu yang penting bagiku, bukan?
Ajari dia cara berperilaku.
Jika dia merusak reputasiku lagi dengan skandal seperti ini,
aku sendiri yang akan mengajari putramu cara bersikap.
Ko Mal Sook!
Ya, Bu.
Apa ini?
Ini orang yang mengincar putraku?
Ya, dia pemeriksa tenaga kerja di Kementerian Tenaga Kerja Guwon.
Namanya Jo Jin Gab.
Jo Jin Gab?
"Profil Jo Jin Gab"
Jo Jin Gab?
Bu.
Demi kebaikan Tae Soo sendiri, dia harus sadar...
Kamulah yang harus sadar.
Aku Choi Seo Ra.
Aku bisa memecat sampah sepertimu dalam sekejap mata.
Aku yakin Anda bisa.
Tapi kenapa Anda tidak tahu
jika terus melakukan ini, akhirnya Anda malah bisa
menghancurkan hidup putra Anda?
Si berengsek ini belum sadar juga.
Ayo pergi
ke Kemnaker Guwon.
Pimpinan Choi.
Bu, Anda tidak boleh pergi. Anda sedang divonis sakit.
Jika pergi sekarang...
Lepaskan aku!
Pengadilan Anda sebulan lagi. Jika menyebabkan masalah...
Aku membayarmu untuk menangani hal-hal seperti itu!
Tapi kamu sudah menjadikan putraku bahan tertawaan.
Putraku yang berharga diserang oleh seekor anjing!
Kamu bukan apa-apa selain anjing penjaga anakku!
Jadi, beraninya kamu bertindak seperti manusia?
Aku belum memutuskan hukuman untukmu,
jadi, kamu lebih baik jangan bertingkah untuk saat ini!
Beraninya wanita itu menghalangiku padahal semuanya hampir berakhir?
"Special Labor Inspector Jo Jang-Poong"
Astaga, Jin Ah.
Seberapa tinggi ini?
Ayah, ini menyenangkan.
Itu cocok untukmu.
Kita mulai!
Itu kamu.
Ayah.
Dia sangat lincah hari ini.
Dia sudah tidur sepanjang perjalanan.
Begitu rupanya.
Sampai jumpa.
Kamu mau
makan ramyeon?
Kamu kelaparan?
Kenapa kamu tidak makan malam?
Aku selalu bekerja lembur belakangan ini.
Jika makan, aku akan terlambat.
Pegawai negeri macam apa yang bekerja lembur setiap hari?
Apa gunanya membantu orang lain tentang lembur
padahal kamu tidak punya waktu untuk makan malam?
Kamu harus membeli kaus kaki saat ini.
Kamu tidak pernah berubah.
Anggap yang terjadi kali ini sebagai contoh.
Melegakan itu berakhir dengan baik.
Jika tidak seberuntung itu,
kamu akan disalahkan dan dipecat.
Itu terjadi berkali-kali.
Ketika masih menjadi atlet,
kamu mengeluhkan pertandingan orang lain yang tidak adil
dan malah dikeluarkan.
Para berandal itu baik-baik saja.
Masih ada lagi.
Kupikir kamu akan sadar begitu menjadi seorang guru.
Tapi kamu berkelahi dengan orang tua dan kepala sekolah.
Kenapa repot-repot mengurusi anak orang lain?
Kenapa kamu harus memukulnya?
Apa?
Kamu benar-benar tertidur?
Hei, bangun. Bangun.
Kamu tidak bisa tidur di sini.
Aku ketiduran.
Jika sudah selesai makan, pergilah. Aku juga lelah.
- Pergi. - Ya, aku sudah selesai.
- Cepat. - Aku pergi.
Pergi.
- Cepat. Sampai jumpa. - Sampai jumpa.
"Anak Buah Tae Soo"
Kamu gagal dalam tes sebelumnya.
Bersiaplah untuk tes yang lain. Kita akan segera bertemu lagi.
Tunggu.
Tes lain apanya?
Maaf, Anak Buah Tae Soo, tapi aku menolak.
Aku akan selalu gagal.
Selamanya gagal.
Aku percaya kamu akan membantuku.
- Baiklah. Sampai jumpa, Pak. - Baik, terima kasih.
- Apa? - Ada apa?
Jaksa Kim ingin menemuiku.
Ya ampun, kenapa kamu harus merusak pernikahannya?
Kamu tidak hanya merusak pernikahan.
Kamu menghancurkan mimpinya
menjadi menantu konglomerat.
Kamu tahu nama panggilannya, bukan?
Penyihir Kasar.
Jin Gab, habislah kamu.
Habislah kamu.
"Pemeriksa Tenaga Kerja Khusus Jo Jin Gab"
Coba ini.
"Surat Perintah Otoritas Inspeksi"
"Rumah Sakit Myeongseong"?
Banyak keluhan tentang penggunaan kekuasaan berlebih.
Lihat dan periksa jika ada isu lain.
Periksa dengan saksama dan tulis laporannya.
Ya, Bu.
Mengenai kasus TS...
Itu...
Kerja bagus.
Apa?
Kuharap kamu juga bekerja dengan baik untuk yang ini.
Ya, Bu.
"Ruangan Jaksa, Kim Ji Ran"
Apa yang merasukinya? Menakutkan.
Apakah dia sudah tidak waras?
Kenapa dia tiba-tiba mengirimku memeriksa Rumah Sakit Myeongseong?
Dia membuatku takut.
Jika kamu tidak melanjutkan ini,
menurutmu, jaksa miskin sepertimu
akan dapat bertahan tanpa dukungan apa pun?
Kamu seharusnya lebih bijak sekarang.
Kamu pikir aku akan membiarkan ini?
Kamu pasti sangat mencintaiku.
Dasar...
Maaf aku harus bilang begini.
Tapi aku tidak pernah mencintaimu.
Bahkan untuk sesaat.
Terima kasih banyak.
Kamu membantuku fokus pada pekerjaan.
Kita akan bertemu lagi
di pengadilan.
Hei.
Aku yang mencampakkanmu, bukan kamu.
Aku Yang Tae Soo.
Aku akan memberi tahu ibuku soal ini
dan menghancurkan kamu!
Kamu mengerti?
Kamu...
Hei!
Aku harap kamu berhasil, Pak Jo.
Bantu aku bernapas.
Halo, Pak.
Halo. Aku menerima laporan tentang penyalahgunaan kekuasaan.
Bolehkah aku melihatnya?
Tentu saja.
Kami senang bekerja sama.
- Sebelah sini, Pak. - Terima kasih.
Aku akan membantumu.
Departemen mana yang kamu cari?
Aku tidak pernah menginspeksi rumah sakit sebelumnya,
jadi, izinkan aku melihat-lihat.
No comments yet. Be the first to leave one.