The first 200 lines.
"Tayangan ini mungkin tidak sesuai bagi pemirsa di bawah 15 tahun"
"Pemirsa diharap bijak"
"Episode 19"
Aku merasa terdesak
karena kini Jae Wook sudah siuman.
Kamu dan Jae Wook amat mirip.
Apa?
Dia baru saja siuman,
tapi pasti sudah merasa terkekang.
Dia memaksa langsung pulang.
Cukup menyentuh
melihatnya seperti itu.
Tapi aku khawatir melebihi apa pun sekarang.
Jangan terlalu khawatir.
Dokter Choi bilang dia sudah mampu
menjalani kehidupan sehari-hari.
Bahkan demi kebaikannya sendiri,
akan lebih baik baginya untuk kembali bekerja.
Apa kamu, mantan dokter, setuju dengan ini?
Tentu saja dan Hae Rim, juga mantan dokter,
akan kembali ke kantor
dan membantu Jae Wook dalam banyak hal.
Baiklah.
Jae Wook amat beruntung
dalam beragam hal.
Astaga. Aku sudah menyita waktumu terlalu lama lagi.
Ini selalu terjadi saat aku mengunjungimu.
Kamu sibuk. Kamu sebaiknya pergi.
Aku pergi sekarang.
In Wook.
Halo.
Apa kalian berdua sedang membahas sesuatu bersama?
Ya, kami baru saja selesai.
Aku tahu kamu sangat sibuk,
tapi mari makan malam bersama dalam waktu dekat.
Ya, Pak. Bilang saja dan aku akan menyempatkan diri.
Baiklah. Kubiarkan kalian berdua berbincang.
Dia menunggu di mobil sekarang.
Kamu sudah menunggu lama?
Aku tahu kamu sibuk, jadi, aku langsung saja.
Silakan.
Kurasa proyek
yang dikerjakan In Wook sebaiknya tidak sukses.
Jika itu terlalu bagus,
orang-orang tidak akan mau melepaskannya.
Lantas, kita harus memastikan
bahwa itu tidak pernah terlaksana sama sekali.
Kamu cepat tanggap.
Tolong bicara dengan beberapa direktur.
Aku butuh bantuanmu dalam hal ini.
Tentu saja akan kulakukan itu.
Tapi untungnya,
In Wook sudah melakukan sesuatu yang membuatnya tidak disukai
dengan sendirinya.
Rumah sakit tempat dia melihat Ji Sup
pasti punya kamera di mana-mana.
Jika sungguh mengunjungi rumah sakit,
dia pasti tertangkap kamera.
Halo, Hae Rim. /- Halo.
Jae Wook. Haruskah kamu seterburu-buru ini?
Ayo pergi. Aku mau menjauh
dari bau naftalena.
In Wook seharusnya datang, tapi dia terlambat.
Jika kalian sudah siap berangkat, ayo pergi dengan mobilku.
Sebentar lagi jam sibuk.
Baiklah. Itu mungkin lebih baik.
Kalau begitu, ayo pergi.
Aku hanya butuh waktu sebentar.
Aku hanya mau melihat apa suamiku
tertangkap kamera CCTV!
Rumah sakit bukan tempat untuk Anda mencari suami Anda yang kabur.
Kumohon biarkan aku memeriksa videonya.
Ini karena seseorang melihatnya di rumah sakit!
Ibu mengirimkan kepiting dan abalone
untuk menyelamati Jae Wook karena sudah pulang.
Dia baik sekali.
Bagaimana dia bisa ingat bahwa Jae Wook suka boga bahari
dan mengirimkan hadiah yang amat banyak?
Dia dahulu membuatkannya kepiting rebus saja
kapan pun dia datang.
Jae Wook, kamu ingat?
Tolong periksa kamera CCTV!
Sumpah aku akan cepat! /- Hei, Nona!
Jika Anda berbuat onar lagi, kami akan melaporkan Anda ke polisi!
Pak! /- Pergilah.
Jae Wook, kamu baik-baik saja?
Ada apa? Kamu sakit?
Haruskah kita kembali ke rumah sakit?
Apa yang kamu lakukan? Ambillah.
Apa?
Tidak. Kita harus berbuat apa? /- Astaga.
Cepat. /- Baik.
Apakah itu kamu, Sayang?
Tidak, itu pasti kamu.
Kenapa kamu membawa begitu banyak koin?
Di mana kamu bisa menggunakan koin zaman sekarang?
Kamu mengingatku?
Bagaimana lututmu yang terluka hari itu?
Nona.
Kamu ingat itu?
Kita kelas delapan saat itu, bukan?
Gadis yang pintar dan kaya
yang bahkan berwajah cantik.
Kamu selalu sendirian,
jadi, kukira kamu pemilih.
Tapi ternyata kamu terasing.
Aku kasihan kepadamu dan berbicara denganmu.
Lalu kamu mengundangku ke pesta ulang tahunmu.
Ya, aku ingat itu.
Sungguh? Itu terjadi antara kamu dan Hae Rim?
Aku masih bisa mengingat rasa
kepiting rebus yang ibumu buat hari itu.
Dia menambahkan taoco, jadi, itu amat lezat.
Kamu ingat itu.
Ingatanku tidak sepenuhnya jelas,
tapi aku ingat rasanya dengan amat jelas.
Memang seenak apa makanan yang ibu Hae Rim buat
sampai kamu masih ingat rasanya?
Ibu jadi sedikit cemburu.
Jangan khawatir. Ibuku membuat kepiting rebus enak,
tapi tidak dengan yang lain.
Tapi semua yang Ibu buat terasa enak.
Sungguh? Hanya Hae Rim yang bisa ibu percayai
akan membela ibu.
Aku hampir lupa barang berharga ini.
Ini buku harian Jae Wook.
Dia pasti mengira tidak ada yang memihaknya.
Dia selalu menuliskan perasaannya di buku harian.
Ingatlah semua yang tertulis di dalamnya.
Apa yang terjadi kepada pasien yang tadinya di sini?
Tunangannya datang, jadi, dia pergi dengannya dan ibunya.
Aku terlambat.
Halo, Kakek.
Tidak. Katanya dia baru saja pergi.
Aku mau menjadi kakak yang baik, tapi keadaan tidak berjalan lancar.
Aku akan menemui mereka malam ini.
Baik.
"Selamat"
Jae Wook. Aku tidak tahu kenapa,
tapi kita tidak pernah bisa hidup bersama.
Bukankah itu wanita yang tadi?
Kakek sebaiknya pulang lebih cepat hari ini.
Ibu menelepon bilang
kita harus makan malam bersama untuk merayakan kepulangan Jae Wook.
Baiklah, kakek tahu.
Soal sistem manajer bisnis muda
yang mau kamu perkenalkan.
Haruskah kamu melakukannya?
Kakek menentang itu juga?
Tidak akan mudah meyakinkan para direktur.
Aku sudah menduga itu.
Serta aku tahu apa yang mereka takuti juga.
Mereka pendiri.
Kita tidak bisa mengusir mereka semudah itu.
Aku sudah siap untuk itu.
Aku mau berusaha yang terbaik.
Setelah itu selesai,
aku akan turun dari posisiku sebagai direktur utama.
Apa? Kenapa?
Apa ibumu menyuruhmu mengembalikan posisi Jae Wook?
Tidak. Aku sudah berniat melakukan itu
setelah dia kembali.
Kamu tidak bisa melakukan itu.
Tetaplah di sana, apa pun yang terjadi kepada Jae Wook.
Maaf. Aku pergi dahulu.
Hei, In Wook.
Sungguh melegakan Anda kembali dengan sehat dan baik.
Terima kasih sudah khawatir.
Aku mencium sesuatu yang enak.
Kamu pasti bekerja keras hari ini karena aku.
Apa?
Ya.
Anda banyak berubah. Anda seperti orang yang baru.
Ini karena kecelakaannya.
Aku bisa bertingkah berbeda dari waktu ke waktu.
Jadi, tolong pahami aku.
Ya, tentu saja.
Tolong buatkan kami teh. /- Baik, Nyonya.
Ini. Anggota Dewan Jin mengirimkan ini.
Sungguh? Dia memang begitu.
Terimalah. Ini pasti hadiah dari ayahku.
Baik.
Dia amat romantis.
Ibu sebaiknya meneleponnya untuk berterima kasih kepadanya.
Tolong awasi Jae Wook. /- Pasti.
Bisa hidup, bahkan bunga pun membuatku senang.
Kamu tidak ingat?
Kamu mendesain kamarmu sendiri.
Namamu Jin Hae Rim, benar?
Haruskah aku jujur kepadamu?
Jae Wook.
Aku hanya bercanda.
Ada apa dengan wajahmu? Kamu lebih tangguh dari itu.
Jae Wook. Kamu banyak mengejutkanku sejak siuman.
Aku terkejut kamu punya sisi yang suka bercanda.
Bisakah kamu pergi? /- Apa?
Aku harus berganti pakaian.
Tentu. Ya. Maaf. Akan kubiarkan kamu berganti.
Jae Wook.
Apa kamu Kang Jae Wook yang sama yang kutahu?
No comments yet. Be the first to leave one.