The first 200 lines.
SEMUA TOKOH, GRUP, ORGANISASI, INSIDEN,
DAN LOKASI YANG DIGAMBARKAN DALAM DRAMA INI SEPENUHNYA FIKSI
Anggota dewan kota Park Gwang-sin
ditemukan tewas di kantornya kemarin malam.
Polisi yang tiba di TKP setelah panggilan telepon
berhasil menangkap tersangka yang kabur, dan kini sedang menyelidikinya.
Park memulai kariernya sebagai penasihat
dari Kim Seong-dae, Ketua Dewan Nasional,
dan dikenal membangun karier politiknya
di komunitas lokal.
Keluar!
Keluar kau! Kim Seong-dae, kau bajingan.
Keluar, Kim Seong-dae, astaga!
Apa aku mengenalmu?
- Di mana Kim Seong-dae? - Hei!
Siapa kau?
Kim Seong-dae...
Tolong pergi.
Apa yang kau lakukan?
- Kau tak seharusnya di sini. - Di mana dia?
Kau tak mendengarkan, ya?
Hubungi polisi. Cepat!
Ya, hubungi polisi.
Temanku polisi, Bodoh.
Ada apa ini?
Maaf, Pak.
- Apa kau Kim Seong-dae? - Tunggu.
Tidak apa-apa. Dia salah satu konstituenku.
Silakan duduk.
Kenapa kau kemari hari ini, Pak?
Kau kenal Jang Kang-chun, bukan?
Di mana dia?
- Aku tak tahu siapa itu. - Aku tahu kau akan mengatakan itu.
Kenapa kau berfoto dengan orang yang tak kau kenal?
Apa yang kalian lakukan? Kalian hanya akan membuatku menunggu?
Maafkan aku. Aku akan mengurus ini.
- Sial. - Ayo. Pergi dari sini.
Lepaskan aku!
Hei, kalian...
Kalian semua terlibat, 'kan?
Berikan fotonya.
- Nona Jung. - Ya?
Beri tahu pria ini siapa saja yang kutemui hari ini.
Ketua Asosiasi Veteran Korps Marinir,
ketua Komite Rekonstruksi Seongdong,
lalu di sore hari, kau akan rapat dengan...
Cukup.
Dengar, Pak.
Sebagai anggota dewan,
aku bertemu banyak orang.
Itu bagian dari tugas,
dan orang yang bertemu denganku berfoto untuk mengingat peristiwa itu.
Bagaimana aku bisa ingat siapa si berengsek ini
atau apa pekerjaannya?
Pria ini berkata kau akan mengurus beberapa dokumen!
Dia berkata begitu?
Kau sangat yakin? Katakan apa persisnya yang dia katakan.
Aku bahkan tidak mengenal pria itu, tapi dia mengatakan itu?
Aku sangat dekat dengan pria ini.
Dia tak membicarakanmu dan dokumen itu, tapi persetan,
kau ada di foto itu!
Kau sudah gila, dasar sinting.
Ambilkan aku segelas air.
Kau pernah bertemu pria ini, 'kan? Kau mengenalnya, 'kan?
Dengar.
Aku tidak peduli kau ditipu oleh pria ini atau tidak.
Itu bukan urusanku dan aku tidak perlu tahu.
Kau menginvestasikan uang pada seorang penipu dan tertipu?
Kalau begitu, kau harus ke kantor polisi.
Aku tidak punya waktu untuk ke kantor polisi!
Makanya aku kemari. Aku pikir kau kenal pria ini!
Ini polisi.
- Pak Kim, ada masalah apa? - Kau datang tepat waktu.
Pria ini
seorang teroris.
Teroris?
EPISODE 3, PARA PENIPU
Pak, dengar aku baik-baik.
Aku ditipu, dan pria itu...
Dia dekat dengan Kim Seong-dae dan pernah bekerja dengannya?
Ya, tepat sekali.
Makanya aku mengunjunginya. Aku bukan teroris...
Pak No Sang-cheon.
Kupikir tadi Jang Kang-chun menipumu.
Bagaimana bisa kau percaya bahwa ucapannya benar?
Dia seorang penipu. Dia menipu orang untuk mencari nafkah.
Apa kau punya bukti bahwa mereka saling kenal?
Memang harus kuakui
bahwa buktinya tak sepenuhnya kuat.
- Tapi Kim Seong-dae bilang... - Sudah cukup.
Para penipu memang sangat lihai
pada orang yang mudah ditipu sepertimu. Benar, bukan?
Orang bebal bisa sebodoh apa?
Aku tahu.
Bebal?
Bodoh?
Maksudku...
Apa begini cara bicara pada korban?
Dasar babi.
Kau bajingan gila...
Ya, kau benar, aku gila. Mengerti?
Kau tadi menyebutku bodoh,
kenapa aku tak boleh memanggilmu babi?
Apa? Pikirmu aku bodoh karena ditipu?
Kalau begitu, penipu tak bisa disalahkan. Mungkin ini semua salahku.
Jika aku keluar dan menipu seseorang, kau akan bilang aku tidak salah, 'kan?
Hei, kalian...
Apa Jang Kang-chun menyuap kalian?
Atau Kim Seong-dae membayarmu setelah kau menutupinya?
Hei, No Sang-cheon!
Kau dalam pengawasan khusus atas aktivitas kejahatan terorganisasi.
Masukkan orang ini ke penjara
dan lihat apa kita bisa menuntutnya.
Aku yakin kita akan menemukan sesuatu.
Astaga...
Tunggu, lihat pria ini.
Dia pasti menyembunyikan sesuatu di rumahnya.
Apa itu? Ganja? Menculik seseorang?
Catatan pinjaman ilegal?
Mana ada? Sekalian saja narkoba...
Menggeledah rumahku itu melanggar hukum.
Kau benar jika tidak ditemukan apa pun.
Tapi jika sampai ditemukan sesuatu, itu semua sah saja, Berengsek.
Aku lapar.
Boleh aku minta makanan?
Pak No Sang-cheon.
Pak No Sang-cheon!
Keluarlah.
Merasa menyesal?
Aku akan mampir dengan anggota dewan.
Kau boleh datang kapan saja.
Ayo.
Semoga harimu menyenangkan.
Ada apa? Ayo.
POLISI YANG RAMAH SELALU BERSAMA WARGA
Kau pasti penasaran kenapa aku membebaskanmu, 'kan?
Aku juga ditipu beberapa waktu lalu.
Seorang teman meyakinkanku aku akan kaya, jadi, aku berinvestasi.
Kalau dipikir-pikir, itu sama sekali tidak masuk akal.
Terdengar seperti aku.
Sejujurnya, anggota dewan mengira kau dituntut.
Pegang ini sebentar.
Ini. Makanlah yang banyak sebelum pulang.
Ini juga.
PENASIHAT PARK GWANG-SIN
Hubungi aku jika butuh sesuatu.
Terima kasih.
Pak Park Gwang-sin.
Kau terlihat jauh lebih baik dengan senyuman.
Semoga kau bersemangat!
- Tunggu! - Ya?
Apa kau mau makan gukbap ?
Aku yang traktir. Ayo.
Tempat ini agak kotor, tapi makanannya sangat...
Sial.
Padahal aku tidak ingin buang air besar di kantor polisi.
- Permisi. - Santai saja.
Buang air besar akan cukup lama. Silakan makan dahulu.
Bau rokoknya sangat...
Keluar sedikit...
Rasanya tidak enak.
Ini Park Gwang-sin.
Halo? Aku sungguh minta maaf.
Pak No Sang-cheon? Kenapa lama sekali?
Dalam perjalanan ke toilet,
ada pria yang mirip Jang Kang-chun, jadi, aku mengikutinya.
Astaga, aku sangat ingin buang air besar. Ini menyiksaku.
Maaf, aku akan sedikit lebih lama...
Hei, kau!
Apa? Halo? Pak No Sang-cheon!
Bagaimana? Semuanya beres?
Ya, aku menuruti permintaanmu, tetapi...
sepertinya No Sang-cheon melihat Song Young-jin.
Apa?
Song Young-jin tak ada di Seoul sekarang.
Jangan buang waktumu dan kembalilah.
Baik, Pak.
Berengsek.
Apa ini?
Foto yang bagus.
Astaga.
Penasihat anggota dewan ambil bagian dalam prostitusi.
Berapa usiamu? Kau manis.
KANG GO-EUN
Pokoknya...
kita asumsikan dia masih di bawah umur.
Kau dan Anggota Dewan bisa merasakan akibatnya.
Hei, apa kau sudah gila?
Siapa yang akan percaya ini?
Kau mantan narapidana, dan aku anggota elite komunitas ini.
Elite?
Menurutmu begitu? Kalau begitu, bagaimana jika kita berdua jatuh?
Akan kuberi tahu seluruh dunia kau terlibat dengan para penipu!
- Apa? - Rasanya agak tidak adil, 'kan?
Bukankah menyebalkan? Hampir seperti kau ditipu, 'kan?
Itulah yang kurasakan, Berengsek!
Tapi bagaimana kau...
Begaimana? Bagaimana aku tahu?
Anggota Dewan Kim membuat kesalahan kemarin.
Kau menginvestasikan uang pada seorang penipu dan tertipu?
No comments yet. Be the first to leave one.