The first 200 lines.
Astaga, otot pahaku rusak.
Hukuman lari cepat terbaik agar dibenci tubuh sendiri.
Jadi, kita pikir Sullivan mungkin menuduh Beckett
minum saat tugas sebagai permainan kekuasaan?
- Aku tak mau berpikir begitu. - Atau memang minum saat tugas.
- Namun, tes pipisnya bersih. - Hari ini
- Begitu? - Beckett terkadang ceroboh.
- Dia selalu pemarah. - Sesama pencandu mengenali.
Atau Sullivan ingin jadi kapten lagi.
MAYA HARUS BICARA DENGANMU. DI LUAR. SEGERA
KUMOHON!
Tampaknya Bishop keterpurukan mental.
- Kau temukan kami! - Aku perlu minum.
Harus kukatakan. Bubar ini harusnya sudah lama.
Aku butuh tiga gelas.
- Hei! - Hei!
Kita akan memeras orang?
Tidak, aku mau bertemu di atap, tetapi ada Beckett,
- merenung malam-malam. - Jadi, kita buat kup?
Percayalah, aku mau. Setelah lari cepat tadi?
Ya, terlalu mirip masa kecilku untuk kucerna sekarang,
tetapi bukan itu sebabnya kita di sini. Kami hanya ingin...
Kami ingin memintamu...
untuk...
Spermamu.
Kau ingat saat bilang membuang banyak?
Kami mau terima tawaranmu untuk jadi donor kami.
- Apa katanya. - Baik. Apa?
Kami putuskan tak mau sebarang donor dari katalog.
Kami ingin dari kenalan kami.
- Kami ingin kau. - Ya.
Spermaku?
- Andy? - Hei.
- Andy? - Apa yang terjadi?
Aku...
- Siapa pria ini? - Aku tak yakin.
- Maddox mengenalnya. - Kau terluka?
- Kurasa tidak. - Tidak, badannya jadi bukti.
- Aku memukulnya, berontak dan lepas. - Syukurlah.
Aku tak akan menyentuhnya, tetapi Andy, kepalamu terbentur?
Kau harus bawa ambulansnya.
- Kenapa? - Pria itu tersungkur.
Aku melukainya. Dia berdarah.
- Tolong cepat! - Kami tangani.
Di tempat parkir di belakang bar.
Namanya Jeremy.
Aku akan laporkan ke polisi agar pernyataanmu dicatat.
Kau tak keberatan?
AMBULANS
Andy? Boleh kulaporkan ke polisi?
Polisi. Ya. Laporkan.
- Andy. - Aku baik-baik saja.
Hai, Hebat, bagaimana sekolah?
Ada makanan di kulkas.
Ada PR?
Tunggu. Apa ini?
- Thompson itu lagi? - Dia menjegalku.
Thompson? Tampaknya dia menyukaimu.
Johnny.
- Hei, jangan bilang itu kepada anakku. - Apa?
- Dia tak bermaksud, Elena. - Omongan orang soal anak-anak.
Masa bodoh. Jangan ucapkan kepada putriku.
Ayo, Sayang.
Kau baik-baik saja?
- Kau yakin katanya bar Joe's? - Ya.
Damkar Seattle. Ada yang butuh bantuan?
- Dinas Damkar Seattle! Jeremy? - Ada orang?
- Mungkin dia pergi? - Lihat.
Ada darah.
- Jangan macam-macam dengan Herrera. - Serius.
- Mungkin dia memang lari. - Pengecut.
Semuanya. Hei. Di sini!
- Ini. - Ambil penyangga leher.
Jeremy, bisa dengar aku?
- Tak bisa. - Harus digeser.
- Di sini sempit. - Baik, balikkan dia.
- Siap? - Ya.
Hitungan ketiga. Satu, dua, tiga.
Hati-hati.
Sudah? Baik.
- Ke sampingmu. - Ya.
- Baik, tunggu. - Ya.
Kuberi aba-aba.
- Siap? Satu, dua, tiga. - Ya.
Teruskan.
Akan kupompakan oksigen. Hubungkan ke monitor, mulai sedot.
Periksa sekujur badan. Hughes, bersiap mengintubasi.
- Dia menyerang Andy. - Perasaan kita nanti saja.
Kau teman Andy nanti saja. Kini kau paramedis.
Aku tahu. Aku bisa.
Astaga, penuh darah.
Tekanan krikoid.
- Bisa lihat sesuatu? - Tidak.
Terlalu parah, ini hanya jadi upaya coba-coba.
- Tak akan membantu. - Saturasi di bawah 80%.
Dia butuh bedah jalan napas.
Mau lakukan krikotirotomi?
Bersiap untuk darah lagi.
Baiklah.
Ini.
- Bisa? - Ya.
Andy akan butuh pengacara.
- Oksigen membaik. - Bawa dia.
Bishop, ada apa? Kau panggil bantuan?
Tidak, kami bisa. Jalan napas traumatis, cedera kepala.
- Diintubasi dan diinfus. - Dia perlu ke Grey-Sloan.
Dia menyerang Andy. Kalian tak bisa menanganinya.
- Kenapa? - Dia menyerang mantan istriku.
Tepat, kalian tak boleh menanganinya, terlalu dekat dengan situasi.
Seharusnya panggil pos lain segera.
- Aku panggil bantuan. - Kami sudah di sini.
- Jika tidak... - Saat ini ada denyut.
Saturasinya sudah 89%.
Operator, ini Kapten Becket dari Pos 19.
Kami butuh mobil damkar dan ambulans tambahan ke Bar Joe's
untuk pria 35 tahun, korban serangan.
Kirim polisi Seattle.
Dia berhenti bernapas.
- Menyiapkan epi. - Memula kompresi.
Ini Kapten Beckett lagi. Kapan bantuan datang?
- Makin sulit memompa oksigen. - Ini tak bagus.
Ini bencana, harusnya dilaporkan.
Ini tak bagus bagi Andy.
Dia tak boleh mati.
Kau bilang kenal dia. James? Nama belakang?
Jeremy. Aku tak tahu nama belakangnya.
Aku tak kenal dia. Baru bertemu tadi.
Dia teman letnanku. John Maddox.
Kami butuh informasi kontak John Maddox
dan nama dan informasi kontak dari semua yang hadir.
Baik. Semua pulang lebih dahulu.
Kecuali Jeremy itu, tetap tinggal bersamaku.
Berapa lama kalian di bar?
Larut.
- Kalian minum? - Ya.
Tim kuajak keluar karena pos kami baru ditutup.
Kami merayakan warisan pos kami.
Apa kau mabuk sekarang?
Serangan itu membuatku sadar.
Benar.
Kami harus tanyakan ini.
Kau tahu, sebagai paramedis. Ingatan, penilaian, semuanya.
Saat ada alkohol, penting dicatat.
Aku tak mabuk.
Saat bilang melawannya, kau bawa semprot lada atau senjata?
Tidak, ada pergumulan. Aku memukulnya. Itu saja.
- Di mana kau memukulnya? - Aku tak tahu.
Lehernya?
Kurasa aku menggigit tangannya.
Karena kau pikir dia akan menyerangmu.
- Tidak, karena dia menyerangku. - Benar.
Maksudku kau pikir dia akan...
Memerkosaku? Ya.
Setiba di sini, kau suruh rekan timmu menolongnya
karena kau melihat telah membuat cedera jelas?
Ya, dia tersungkur.
Kau tinggalkan dia dan ke pos ini.
Bagaimana kau kemari?
Aku...
Aku tak tahu.
Tampaknya sebagian ingatanmu agak buram. Kenapa begitu?
Aku boleh didampingi seseorang, benar? Pengacara?
Ya, teknisnya.
Kalian harusnya menawariku sejak awal. Aku mau.
Aku ingin didampingi temanku. Dr. Ben Warren. Tolong.
Kau tahu ucapan pamanmu tak benar?
Orang bilang itu untuk membuat alasan bagi lelaki, dan itu tak benar.
Jika ini terjadi lagi, balas pukul dia.
- Elena! - Aku serius, Sayang.
Kau tahu Paman Snuffy juara seni bela diri campuran?
- Ada yang macam-macam dengannya? - Tidak.
Benar sekali.
Aku pernah melihatnya membuat pingsan dengan sekali pukul.
Ibumu gila.
Biar Thompson tahu rasa.
Hanya itu yang kuingat.
Baik, kami masih agak buram soal beberapa detail,
tetapi jika hanya itu, Nn. Herrera...
Kapten Herrera.
Itu wajar untuk peristiwa begini.
- Respons otak terhadap trauma. - Tentu.
Kami turut prihatin. Terima kasih atas pernyataanmu.
Tak bisa bilang dengan senang hati, tetapi kalian tahu maksudku.
Kami akan kabari dalam beberapa hari.
Tunggu, kalian belum selesai.
Andy punya pilihan untuk pengambilan bukti fisik.
- Alat tes pemerkosaan? - Ya.
- Dia tidak... - Dia diserang.
Ada pergumulan.
Ada bukti pada badannya yang bisa diambil.
Sebentar. Andy.
Terserah kepadamu. Pilihanmu.
- Aku sangat ingin mandi. - Aku tahu.
Namun, kau tahu bagaimana bagi orang seperti mereka.
Tempatkan dirimu dalam posisi untuk dipercaya.
Artinya aku harus ke rumah sakit?
Biasanya, ya, tetapi aku bisa minta Grey-Sloan mengirim
alat pengambilan buktinya. Bisa di sini.
Atau Carina bisa lakukan.
Sebagai dokter, penting bahwa kau sehat dan tak terluka.
No comments yet. Be the first to leave one.