The first 200 lines.
"Semua karakter, organisasi, tempat, kasus dan insiden"
"Dalam drama ini adalah fiktif"
"Episode 15"
Pangsa... Pangsa pasar.
Pangsa pasar kita.
Kita nomor satu.
Kita mengalahkan Unicon.
Kita berhasil!
- Barro mengalahkan Unicon! - Sungguh?
Ini sungguhan, bukan?
Sungguh. Ini sungguhan.
Ini gila.
49,7 persen.
Di mana Tammy sekarang?
Dia pulang lebih awal.
Aku akan menelepon dia.
Ini luar biasa.
Halo?
Kamu di mana, Tammy?
Ada apa?
Barro akhirnya memiliki pangsa pasar tertinggi.
Kita mengalahkan Unicon!
Halo?
Tammy?
Apa kamu menangis?
Kamu menangis karena kamu bahagia, bukan?
- Dia menangis. - Biar aku bicara padanya.
Tammy.
Halo? Apa kamu mendengarkan?
Kamu harus datang ke kantor.
Kamu harus ada di sini untuk merayakannya.
Kamu harus ikut denganku ke Barro.
- Permisi! Tunggu! - Pintu terbuka.
Maaf.
Aku bertemu denganmu tiga pekan lalu saat wawancara.
Aku Manajer Senior Choi Bong Gi. Aku mulai bekerja di sini dua hari lalu.
Apa ini?
Ini tempat yang meletakkan namamu di daftar kata kunci waktu nyata
dan informasi personal pria yang melakukannya.
Aku akan tinggal.
Aku akan tinggal di Barro, Tammy.
Kamu masuk ke mobil yang salah.
Kita berhasil.
Benar. Kita berhasil, Tammy.
Aku sungguh merasa terhormat
bisa bekerja sama
dengan kalian semua.
Aku juga.
Kami juga merasa begitu.
Lihat itu.
"Barro mengambil alih pangsa pasar!"
"Barro mengambil alih pangsa pasar!"
Ya!
Ini dia, Tammy. Aku membeli sampanye terbaik,
dan aku yang terakhir mengucapkan selamat. Aku menepati janjiku.
Aku sangat senang kamu berhasil menepati janjimu.
Ya. Ini dia, Scarlett.
Omong-omong, bukankah kamu membeli sampanye ini 10 tahun yang lalu?
Harganya pasti jauh lebih tinggi sekarang.
Aku sudah membukanya. Tidak ada yang bisa kulakukan sekarang.
Ini hari yang tepat untuk membukanya.
- Ini. Kerja bagus, semuanya. - Kerja bagus.
"Api membara"
- "Api" - "Api"
"Aku tidak punya apa pun"
"Setelah matahari terbenam"
- "Aku bergoyang selagi berjalan" - "Aku bergoyang selagi berjalan"
- "Aku sepenuhnya mabuk" - "Mabuk"
- "Aku mengumpat di jalan" - "Di jalan"
- "Aku sudah gila" - "Aku gila"
"Semuanya berantakan"
"Hiduplah sesuai keinginanmu"
- "Lagi pula semuanya milikmu" - "Lagi pula semuanya milikmu"
Lagu siapa ini? "X1-Ma".
- Ini laguku. - Ini.
- Ikut aku ke luar. - Aku harus menyanyi ini, Scarlett.
Aku harus menyanyi di tengah.
Apa yang terjadi?
Apa maksudmu?
Hei, aku harus menyanyi.
Kamu hanya berpura-pura senang dan antusias.
Aku mengenalmu.
Aku bisa melihat air mata ada di belakang matamu.
Apa kamu menyalakan leding di belakang sana?
Apa yang terjadi?
Apa?
Siapa orangnya? Siapa yang melakukan ini padamu?
Beri tahu aku. Aku akan membunuh orang itu.
Aku sudah menantikan hari ini.
Hanya ini yang kunantikan.
Tapi aku tidak mengira akan berakhir seperti ini.
Hei, aku tidak tahu apa yang terjadi.
Tapi aku juga ingin menangis.
Pacarku akan menjalani wamil.
Aku putus.
Kamu selalu
lebih luar biasa.
Kemari.
Kemarilah.
Jangan menangis. Untuk apa kamu menangis?
Hari ini seharusnya hari yang menyenangkan.
Seharusnya aku bahagia sekarang.
Ya, aku tahu bagaimana perasaanmu.
Berhentilah menangis.
Aku akan mabuk malam ini.
Aku ingin mabuk.
Baiklah. Tapi jangan muntah hari ini, ya?
"Jangan muntah"
Kali pertama aku mulai bekerja di sini,
sejujurnya aku tidak merasa termotivasi.
Aku takut aku mungkin tidak mampu melakukannya.
Aku juga.
Aku merasa takut kali pertama kamu datang ke sini
karena kamu tidak bisa diprediksi.
Tapi kita tetap berhasil.
Ya, benar.
Jadi, apakah kamu bahagia,
Ta Mi?
Entahlah.
Kita bekerja keras untuk waktu yang sangat lama.
Tapi kepuasan atas pencapaian itu hanya berlangsung selama ini.
Momen-momen seperti ini berakhir dengan sangat cepat.
Aku tahu.
Kurasa
inti dari kehidupan bukan melakukan pencapaian.
Lalu seharusnya kita hidup untuk apa?
Entahlah.
Tapi kapan kita pernah tahu apa arti kehidupan?
Kita hanya hidup tanpa tahu apa pun.
Hidup terus berlanjut,
dan kita hanya perlu bertahan.
Jika
kamu bisa memutar kembali waktu,
kamu ingin kembali ke mana?
Masa-masa remajaku.
Aku akan berlatih judo dengan sangat keras.
Dan alih-alih menjalani hidup dengan standar yang samar
dan jawaban yang samar,
aku akan menjalani hidup
yang benar-benar memperlihatkan apakah aku menang atau kalah
dengan satu lemparan bahu.
Itu akan menjadi hidup yang lebih sederhana
Aku akan mengikuti Olimpiade
dan memenangkan medali.
Dan ibuku
akan menangis tersedu-sedu
selagi dia menontonku di TV. Itulah jenis kehidupan
yang ingin kujalani.
Itu terdengar menyenangkan.
Bagaimana denganmu?
Aku
tidak mau kembali ke masa lalu.
Aku malah ingin melihat masa depanku.
Aku ingin melihat apakah aku masih hidup dengan sangat intens.
Aku ingin melihat sejauh apa aku mendaki tangga.
Apa yang kucapai?
Atau mungkin aku bosan dengan semuanya
dan pergi.
Jika aku pergi, aku pergi ke mana, apa yang kulakukan,
dan dengan siapa?
Jika kita bekerja sama bahkan di dalam masa depanmu itu,
itu pasti akan menyebalkan.
- Aku muak dan bosan dengannya. - Kenapa?
Aku senang bekerja denganmu.
- Apa itu kutukan? - Tidak, itu pengakuan cintaku.
Kalau begitu, aku menolakmu.
Aku dicampakkan dua kali hari ini.
Tapi tidak apa-apa.
Kamu mungkin dicampakkan dua kali,
tapi kamu tetap berhasil, Tammy.
Kamu menang.
Kamu benar.
Aku menang.
Bersulang.
"'Barro Memimpin dan Merebut Posisi Pertama dari Unicon'"
"'Barro Memutarbalikkan Keadaan, Akankah ini Menjadi Akhir Unicon?'"
"'Barro Menjadi Portal Web Nomor Satu'"
Barro menempati posisi pertama semalam, bukan?
Benar.
Artikel-artikel membanjir pagi ini.
Selisihnya hanya sedikit.
Tapi kami berada di atas selama 10 tahun dengan selisih sedikit itu.
Kemenangan berturut-turut itu telah berakhir.
Sudah kuduga mereka akan berhasil.
Baik Ta Mi maupun Hyeon
kejam jika berkaitan dengan tujuan mereka.
Tapi mereka belajar apa yang mereka ketahui darimu.
Kurasa giliranku untuk belajar dari mereka sekarang.
Unicon akhirnya jatuh ke posisi kedua.
Sekarang Unicon akan memasuki pertandingan ini dengan benar.
Kita membutuhkan sesuatu yang lebih inovatif daripada ide Barro.
Apakah Departemen Perencanaan sudah mendiskusikan opsi tertentu?
Bagaimana dengan acara promosi seperti acara Barro
yang mewadahi partisipasi publik?
Citra ramah yang orang-orang sukai belakangan ini.
Tidak, jangan meniru ide mereka.
Unicon memiliki citra uniknya sendiri.
Jika Barro adalah teman humoris yang membuat lelucon,
Unicon harus menjadi teman anggun
yang terlihat tidak bisa digapai.
No comments yet. Be the first to leave one.