The first 200 lines.
Ya, Opsir Min.
Aku penasaran. Pas sekali kamu meneleponku.
Hasilnya sudah keluar?
Apa hasil tesnya?
Apa DNA-nya cocok?
Kamu menemukannya?
Gong Joo...
Kamu menemukan Chi Yoo?
Di mana dia?
Di mana Chi Yoo-ku?
Tolong beri tahu aku.
Anda harus datang ke kantor polisi lebih dahulu.
Ya, tentu saja. Aku akan ke sana.
Aku akan langsung ke sana.
Song Joo, astaga.
Mereka menemukan Chi Yoo.
Mereka menemukan Chi Yoo?
Ya. Jadi, ayo bergegas ke kantor polisi.
Kenapa kamu malah diam saja?
Cepat panggil sopir!
Astaga.
Itu mustahil.
Namun, hari itu aku yakin...
Ya, sudah selesai. Terima kasih.
Terima kasih sebelumnya.
Ya. Kami akan mengabari Anda.
Sayang, ayo pergi.
- Kamu tidak perlu mengantar kami. - Baik.
- Hati-hati, Pak. - Ya.
Astaga.
Yi Yoo mungkin kikuk, tapi dia tidak pernah gegabah.
Dia tidak akan melakukan kesalahan terkait perasaannya.
Aku setuju.
"Episode 37"
Ayah tidak pernah mengira ini terjadi.
Jadi, itu membuat ayah terkejut.
Aku juga akan mencoba bicara dengannya.
Ya, sepertinya itu ide bagus.
Omong-omong, kamu hebat hari ini.
Kamu menyiapkan semuanya tepat waktu
dan kualitas produknya bagus.
Jujur, aku tidak banyak bekerja.
Semua berkat Chi Woo.
Benar, entah kamu menghubunginya atau ayah saja melalui Sersan Park.
Kita harus berterima kasih kepadanya secara resmi.
Baik, aku akan menyiapkannya.
Ya, Nenek.
Ada apa? Apa Nenek menangis?
Nenekmu menangis?
Apa?
Chi Yoo?
Apa?
Apa katamu?
Song Joo,
apa kata detektif itu?
Ibu...
Apa katamu tentang Chi Yoo?
Apa yang terjadi kepada Chi Yoo-ku?
Ibu, tolonglah!
DNA suamimu cocok dengan jasad tidak dikenal
yang disimpan di Badan Forensik Nasional.
"Badan Forensik Nasional, Hasil Tes DNA"
- Ini tidak benar. - Ibu.
Ini salah. Ini tidak mungkin terjadi.
- Ini tidak benar. - Ibu...
- Chi Yoo-ku belum mati. - Tolong tenang.
Ibu, tenanglah!
Tes ini salah. Ini tidak benar.
Chi Yoo-ku tidak akan mati sebelum aku bisa melihatnya lagi.
Itu mustahil! Itu tidak mungkin terjadi...
Ibu? Ibu!
Ibu, tolong...
- Nenek! - Ibu!
- Ibu. - Ada apa?
Ibu!
Kenapa dia seperti ini?
Ibu?
Nenek.
Kamu pasti gelisah mendengar hasilnya.
Hatimu pasti sangat dingin karena kecewa.
Chi Woo...
Tidak apa-apa.
Aku tidak dingin sama sekali berkat jaket yang Ayah belikan.
Harapanku pasti menjadi tinggi.
Tentu saja.
Ceritamu mirip dengan cerita keluarga lain.
Aneh jika kamu tidak bersemangat.
Bersabarlah.
Kabar baik pasti akan datang.
Kusadari selama ini
bahwa orang yang ditakdirkan bersama
pasti akan bertemu.
Itu akan terjadi apa pun yang terjadi.
Jadi, yakin dan bersabarlah.
Apa yang paling ingin kamu lakukan saat bertemu dengan orang tuamu?
Aku?
Aku ingin berfoto.
Foto?
"Kalian mirip."
"Aku melihat kedua orang tua dalam putrinya."
Itu yang selalu ingin kudengar.
Aku akan memastikan menyampaikan pesan itu.
Saat kita menemukan orang tuamu,
akan kukatakan kepada mereka kamu sangat ingin menemui mereka
dan bahwa kamu
ingin berfoto dengan mereka.
Aku akan menyampaikan pesan itu untukmu.
Ya.
Terima kasih, Ayah.
Ho Young, kamu baik-baik saja?
Dingin tidak bisa menghentikanmu, bukan?
Ho Young, buka mulutmu.
Apa kamu menggosok gigi dengan baik?
Astaga.
Kamu menggosok gigimu dengan baik.
Ibu akan membelikan banyak buku untukmu sebagai hadiah.
Jadi, jasad tidak dikenal itu adalah ibu Ho Young.
Apa Nenek akan baik-baik saja?
Apa?
Nenek.
Entah apa dia akan pulih.
Mereka memberinya obat penenang. Jadi, kita lihat saja.
Di mana ayahmu?
Dia mencari udara segar. Aku akan melihatnya.
Tidak, ibu saja.
Dia meninggal dalam kecelakaan mobil lima tahun lalu,
tapi dinyatakan sebagai jasad tidak dikenal.
Mereka melakukan pemakaman.
Sayang.
Kenapa...
Kenapa dia pergi seperti ini?
Dia meninggal lima tahun lalu.
Dia tidak pernah memiliki keluarga atau teman.
Bagaimana...
Bagaimana bisa itu terjadi?
Maafkan aku, Sayang.
Aku tidak mau ini berakhir seperti ini.
Di sinilah ikatanmu dengan Chi Yoo berakhir.
Aku baik-baik saja.
Aku hanya kembali ke titik awal.
Semangat, Chi Woo! Ya?
Baik. Ayo semangat.
Tidak cocok?
Astaga, kenapa tidak cocok?
Tidak ada alasan untuk itu. Tidak cocok saja.
Intinya, dia terpukul. Jaga istrimu hari ini.
Baik.
Sial. Dia harus berusaha keras memutuskan mencari orang tuanya.
Mencari apa?
- Mencari siapa? - Apa?
- Aku pulang. - Hei.
- Kenapa kamu mencari orang tuamu? - Apa?
Apa yang kamu lakukan?
Kamu punya hati nurani?
Ibumu belum seharian pergi setelah tinggal bersama kita.
Hentikan.
Keluargamu sudah cukup membuat masalah.
- Kamu ingin keluarga lain? - Ibu!
Keluarga macam apa yang ingin kamu seret untuk mengacaukan hidupnya?
- Masuklah. - Lepaskan.
Kamu tidak boleh mencari mereka. Sebaiknya jangan cari mereka.
Tidak, aku akan mencari mereka.
Apa?
Terlepas apa yang Ibu katakan, aku akan mencari mereka.
Sayang.
Akan kucari orang tuaku dan hidup saat tahu dari mana asalku.
Itu yang sering Ibu bicarakan.
Beraninya kamu melawanku.
Ibu tahu perasaanku sekarang?
Ibu pernah memikirkan perasaanku?
Bisa-bisanya Ibu melarangku mencari orang tuaku?
Apa salahku sampai pantas diperlakukan seperti ini oleh Ibu?
Kenapa kamu melampiaskan kekecewaanmu kepadaku?
Kenapa kamu menangis?
Apa salahku kamu tidak punya orang tua?
Ibu, hentikan!
Bukan,
itu salahku.
Tidak memiliki orang tua adalah salahku.
Tidak bisa menemukan mereka juga salahku.
Namun, Ibu,
tamparan masih sakit
meskipun kita memintanya.
Itu sangat sakit.
Chi Woo.
Maafkan aku, Ayah.
Aku tidak bisa menahannya hari ini.
- Aku mengerti. - Apa yang kamu mengerti?
Cukup.
Permisi.
Lihat dia. Dia tidak sopan sekali.
Kamu melihat dia pergi ke kamarnya begitu saja?
Tolong hentikan!
Sayang.
Sayang.
Aku ingin sendirian.
Baik. Aku mengerti.
Dia sibuk sekali. Dia bahkan tidak menjawab ponselnya.
Aku cemas setelah mendengar Ibu kolaps.
Syukurlah Ibu masih kuat.
No comments yet. Be the first to leave one.