The first 200 lines.
"Drama ini dipilih dan disponsori"
"Oleh Kementerian Budaya, Olahraga, dan Pariwisata, serta BKKK"
- Lepaskan. - Jangan
memaafkanku.
Lepaskan aku!
Kamu tidak tahu apa-apa. Mengerti?
Kamu tidak tahu
di mana ayahmu atau siapa bersekongkol dengan Hong Gye Hoon.
Kamu mengerti?
Bong Gil, cepat pergi.
Cepat pergi.
Jangan bergerak.
Deok Ki.
Mari kita hentikan di sini.
Kamu benar.
Aku tidak tahu apa-apa.
Kamu tidak mau aku memaafkanmu?
Kamu melakukan ini
karena kamu pemimpin prajurit setia?
Aku tidak bisa memahami hal itu.
Tapi
jika kamu
menyakiti ayahku
dengan cara apa pun,
aku tidak akan
memaafkanmu.
Komandan Son, apa yang terjadi?
Musuh kita berada di Gerbang Barat.
Kamu hendak membuka gerbang dan membiarkan tentara Joseon masuk?
Astaga.
Jangan menuduh kami. Kami tidak bersalah.
Kami hanya ingin keluar gerbang.
Katakan yang sebenarnya sebelum kurobek mulutmu.
Komandan Kim.
Salah satu dari mereka mengaku.
Mereka hendak membuka gerbang pada tengah malam
agar tentara Joseon bisa menyerang kita.
Siapa yang berkomunikasi dengan tentara Joseon?
Siapa lagi selain aku sendiri?
Kami tidak cukup bodoh hingga tidak melihatmu datang dan pergi.
Kamu tidak perlu tahu ini.
Aku pernah menjadi komandan kamp militer tentara Joseon.
Katakan! Siapa merencanakan ini tanpa sepengetahuan kami?
Dia mengatakan yang sebenarnya.
Aku di luar menunggu penyergapan agar bisa menangkap raksasa.
Lalu aku melihat dia datang dari kamp militer Joseon.
Kamu mendengar ucapannya.
- Kurung mereka. - Baiklah.
Bawa mereka.
Apakah dia pemuda yang disukai Ja Jin?
Ya.
Bocah sial itu. Setidaknya dia jeli terhadap pria baik.
Kudengar
mereka akan menentukan tindakan terhadap para pelanggar besok.
Begitu.
Kamu baik-baik saja?
Ya.
Bos.
Aku mau kamu tahu bahwa ada banyak orang
yang sangat bangga terhadapmu.
Aku yakin Beon Gae
akan sangat bahagia.
Benar.
Sial!
Kenapa gerbangnya tidak terbuka?
Apakah Nona Song membohongiku?
Aku mendengar suara tembakan di kastel.
Kurasa mereka tertangkap dalam aksinya.
Persiapkan seluruh tentara untuk pertempuran.
Kita akan menyerang Kastel Jeonju saat subuh.
- Baik, Komandan. - Baik, Komandan.
Hentikan.
Kita tidak boleh kehilangan lebih banyak tentara.
Mari kita tunggu sampai tentara Qing tiba.
Tapi tentara Jepang telah tiba di Jemulpo.
Kita tidak boleh membuang-buang waktu.
Kita tidak tahu kenapa tentara Jepang di sini.
Dan satu-satunya tentara di Hanyang hanya pengawal kerajaan.
Itulah maksudku.
"Pengawal Kerajaan, pengawal Raja yang melindungi kerajaan"
Itu sebabnya kita harus mempertahankan tentara kita.
Tentara Joseon harus tetap kuat
agar Jepang tidak berpikir untuk menyerang kita.
Tolong jangan terlibat. Aku, kepala komandan sementara,
yang memimpin pertempuran ini.
Kamu bilang kamu yang memimpin pertempuran ini?
Itu artinya kamu merasa berhak
menentang perintahku?
Tentu saja tidak.
Aku hanya mengikuti perintah Yang Mulia
untuk menekan anggota Donghak.
Tapi bagaimana jika aku diberikan wewenang
untuk bertindak dan memerintah mewakili Yang Mulia?
"Raja bisa memberikan wewenangnya kepada seseorang untuk mewakilinya"
Kamu diberikan wewenang untuk mewakili Yang Mulia?
Tolong ingat jika kamu menentangku,
itu sama saja menentang Yang Mulia.
Kalau begitu, apa rencananya?
Kalian semua tahu Song Bong Gil, bukan?
- Ya! - Tentu saja!
Tampaknya dia mata-mata!
- Bedebah! - Kamu serius?
Kita hampir disergap.
Kita harus memenggal Song Bon Gil dan pasukannya.
Gerbang tidak terbuka. Itu hanya upaya percobaan.
Memenggal mereka itu berlebihan.
Kita harus memakai peluang ini
untuk memberikan contoh kepada orang-orang agar ini tidak terulang.
Tapi haruskah memenggal mereka dan menancapkan kepala di tongkat?
Anda bisa mencambuk mereka di publik atau memenjarakan mereka.
Ada banyak sekali jenis hukuman lainnya.
Kita harus meningkatkan moral prajurit setia.
Mereka sudah agak goyah karena tentara Qing.
Jika mereka tetap hidup usai sekongkol dengan tentara Joseon,
pasukan kita tidak akan termotivasi untuk bertarung.
Jenderal, Anda harus menggantung mereka
dan menunjukkan kepada semua orang bahwa kita masih siap bertarung.
Jenderal!
Ada apa?
Jenderal, Nona Song dari Hostel Jeonju
ingin bertemu langsung dengan Anda.
Suruh dia pergi.
Tapi sepertinya dia tidak akan menurut.
- Astaga. - Apa yang dia lakukan?
- Astaga. - Apa yang dia lakukan?
Apa yang dia coba lakukan?
Di mana Jenderal?
Katakan kepada Jenderal
bahwa aku di sini untuk membuat kesepakatan,
bukan untuk memohon ampunan.
Turunkan itu dahulu.
- Astaga! - Astaga!
Apa yang dia lakukan sekarang?
Astaga.
Pergi dan sampaikan pesanku kepadanya.
Bos Baek.
Berikan ini kepada Jenderal.
Apa ini?
Ini surat instruksi dari Gubernur Provinsi Jeolla.
"Surat instruksi, surat perintah menangkap orang-orang di negara"
"Aku diberikan wewenang untuk bertindak dan memerintah
mewakili Yang Mulia.
Aku berjanji kamu akan tetap hidup.
Aku hanya akan menghukum penghasut
yang menghasutmu melakukan ini. Orang lain akan dibiarkan hidup.
Maka, ikat si penghasut itu,
buka gerbangnya, dan menyerahlah.
Kamu tidak akan dihukum atas perbuatanmu.
Dan kamu bisa kembali ke kehidupan normalmu."
Aku tidak percaya dia diberikan wewenang
untuk mewakili Yang Mulia.
Yang Mulia pasti merasa sangat putus asa.
Ini surat yang tidak berharga. Dia hanya mencoba memisahkan kita.
Tapi fakta bahwa dia menawarkan hanya akan menghukumku
menunjukkan bahwa dia hendak berbelas kasih.
Pasti ada niat tersembunyi.
Mereka akan mendapatkan bantuan dari tentara Qing.
Jadi, kenapa mereka perlu berbelas kasih?
Pasti ada hal mendesak yang terjadi.
Hal mendesak?
Anda membicarakan orang-orang yang pernah Anda khawatirkan?
Orang-orang itu?
Siapa yang Anda maksudkan?
Orang Jepang.
Kita tidak boleh asal menyimpulkan.
Pasti orang Jepang.
Pikirkan moral pasukan kita. Jangan membuat sembarang asumsi.
Apa yang terjadi pada Nona Song?
Dia masih di luar.
Tapi masalahnya,
dia ingin membuat kesepakatan dengan Anda.
Biarkan dia masuk ke pesanggrahan.
Apa tindakanmu terhadap ayahku dan Tuan Choi?
Hasil musyawarahnya adalah kami harus menggantung mereka
sebagai contoh.
Apakah tindakan itu tidak akan merusak reputasi Anda
sebagai pengikut Donghak yang percaya kepada Injeukcheon?
Menunjukkan toleransi
akan sesuai dengan makna Boguk anmin.
"Boguk anmin, membantu negeri dan menyelamatkan rakyat"
Kudengar kamu datang untuk membuat kesepakatan.
Bicaralah.
Selamatkan dua nyawa
sebagai ganti untuk semua aset Hostel Jeonju.
Kudengar Anda kehabisan makanan dan juga dana.
Aku hanya menginginkan dua orang kembali,
tapi untuk itu, Anda bisa selamatkan banyak tentara Donghak.
Kubilang ini kesepakatan, tapi ini hampir gratis.
Nona Song.
Bagaimana kalau kita membuat kesepakatan yang lebih besar?
Aku mendengarkan.
Atas namaku,
aku mau kamu menjual ini.
Apa ini?
Ini berisi
takdir Joseon.
Apa?
Kudengar tentara Jepang sudah tiba di Joseon.
Tidak. Aku yakin itu.
Kepada siapa Anda mau aku memberikan benda konyol ini?
No comments yet. Be the first to leave one.