The first 200 lines.
"Episode 33"
Aku jarang memakai cincin.
Kamu tidak suka memakainya?
Bukan begitu, aku suka.
Itu hanya menghalangi saat pekerjaan pembangunan,
dan aku kehilangan beberapa.
Ini satu cincin yang tidak boleh kamu hilangkan.
Tentu saja, aku tidak akan menghilangkannya.
Aku tidak akan pernah melepaskannya, apa pun yang terjadi.
Bagus. Mendengar itu membuatnya berharga.
Bukankah seharusnya kamu juga memakainya?
Akan kubelikan satu untukmu.
Itu sebabnya aku datang dengan persiapan.
Ini dia.
Sama dengan punyamu.
Sulit dipercaya.
Pakaikan untukku.
Ini.
Tidak, tunggu.
Jangan seperti itu. Kamu tahu harus bagaimana.
Seperti sebelumnya.
Koala.
Ya?
Apa kamu mencintaiku?
Ya, aku mencintaimu.
Sangat. Sebesar alam semesta.
Tidak, cintaku kepadamu bahkan lebih besar dari itu.
Chae Woon melakukan apa?
Dia sungguh mengatakan itu kepadamu?
Aku tahu
dia datang untuk tinggal di sini demi kita berdua.
Kedatangannya tinggal di sini menghilangkan kesalahpahaman,
dan aku bersyukur untuk itu.
Tapi kejadian belakangan ini
telah membuat hidupnya tidak tertahankan.
Keputusanmu ini
mungkin lebih menguntungkanmu.
Keberadaannya bisa lebih mengancam
posisimu di perusahaan.
Ya.
Kamu benar.
Itu benar.
Jadi, aku tidak mau Seo Yeon melihat hal seperti ini lagi.
Seperti saat aku kesulitan bekerja karena keadaanku
dan saat aku harus menyangkal bahwa dia putriku.
Aku tidak mau Seo Yeon melihat hal seperti itu lagi.
Sampai semuanya lancar.
Baiklah. Aku mengerti.
Kalau begitu, aku akan membawa Chae Woon pulang bersamaku hari ini.
Baiklah.
Mari kita lakukan itu.
Nona Chae Woon sudah pulang.
Aku pulang.
Halo, Chae Woon.
Ibu?
Chae Woon.
Apa yang kalian berdua bicarakan?
Tentang kamu kembali ke Vila Samgwang.
Kami sedang membahasnya.
Karena aku bilang ingin kembali ke Vila Samgwang tadi?
Apa itu membuat Anda kesal?
Tidak, bukan begitu.
Ibu berniat mengirimmu kembali ke Vila Samgwang.
Ibu memutuskan sebaiknya kamu kembali ke sana.
Benar, Chae Woon.
Ibu sudah bicara dengan Bu Kim soal itu.
Ibu setuju itu akan lebih baik bagi kita.
Terima kasih sudah menghormati pendapatku.
Kemasi barang-barangmu.
Kembali ke rumah adalah hal yang tepat, bukan, Bu?
Berbuatlah sesukamu.
Apa pun yang membuatmu nyaman.
Tapi...
Ibu rasa ini pilihan bagus bahkan untuk Bu Kim.
Kalau begitu, aku akan pergi.
Kamu yakin sudah mengemas semua barang-barangmu?
Ya.
Maafkan aku.
Kenapa kamu minta maaf?
Kamu tidak akan pergi jauh.
Kita akan bertemu di kantor setiap hari.
Dan kita bisa saling berkunjung kapan pun kita mau.
Kamu akan sering menemui ibu, bukan?
Ya.
Ada mobil yang menunggumu di luar, Sun Jeong.
Baiklah.
Terima kasih.
Hati-hati di jalan. Aku tidak akan mengantarmu.
Baiklah. Jaga dirimu.
Ayo, Chae Woon.
Tidak apa-apa. Berhentilah menangis.
- Apa? Kakek? - Cukup.
Bagaimana aku bisa terlihat seperti kakek-kakek?
Dia pasti sangat menakutimu.
Berhentilah menangis, ya?
Maaf, Pak.
Putraku tidak sopan.
Begini, Profesor Son.
Dia bukan...
Aku ayahnya.
Siapa kamu?
Masalahnya...
Aku senior Jae Hee, cucu Anda, dari kampus.
Cucuku?
Aku baru pindah ke rumah sebelah.
Begini... Bukan begitu.
Min Jae, putriku,
terima kasih atas lauknya.
Hei, Nak. Maaf aku menakutimu.
Tidak apa-apa, Kek. Maafkan aku.
Kamu terdengar sangat sopan.
Bersenang-senanglah.
- Tunggu... - Apa ayahmu tidak masuk?
- Begini... - Jaga diri Anda, Pak.
Ini wadah yang kuberikan kepadanya.
Mengejutkan dia mencucinya.
Astaga.
Kenapa dia memberiku hal seperti ini setelah selama ini?
Semuanya sudah berakhir.
Bu Jung dan Kakek sangat mirip.
Aku bukan kakek!
Ba Wi tampak seperti anak pintar,
tapi dia sangat tidak bijaksana.
Bagaimana dia bisa berpikir Jung Hoo adalah ayahku?
Aku penasaran apakah Jung Hoo marah.
Jaga diri Anda, Pak.
Orang akan mengira mereka keluarga.
Mereka tampak serasi.
Tetap saja, dia hanya ayah dari anak kecil dari rumah sebelah.
Omong-omong, apa yang dia lakukan di rumah Min Jae
tanpa istrinya?
Apa dia bekerja?
Astaga, aku merasa sangat bersalah.
Baiklah. Aku harus pergi.
Anda sudah pulang, Nona Jang.
Ya. Ibu sudah pulang?
Ya.
Apa terjadi sesuatu?
Nona Chae Woon pergi.
Kamu sudah pulang.
Aku pulang, Bu.
Apa Chae Woon pindah kembali ke rumahnya?
"Rumahnya?"
Ibu menyuruhnya tetap di sana untuk saat ini karena situasinya.
Ibu pasti merasa agak sedih.
Dia tidak pergi untuk selamanya.
Ibu ingin tidur sekarang, Seo A.
Baik. Istirahatlah.
Astaga.
Bit Chae Woon sudah pergi. Akhirnya dia pergi.
"Hwang Na Ro"
Nomor yang Anda tuju tidak aktif.
Apa yang dia rencanakan? Kenapa dia tidak menjawab?
Kalian hebat.
Kalian boleh pergi sekarang.
Sial.
Kamu melakukannya dengan baik.
Kamu tampak cukup tampan di samping Pimpinan Lee.
Dingin, bukan?
Sudah kubilang jangan melewati batas.
Kenapa kamu terus memaksaku menyuruh anak-anak memijatmu?
Kamu mengirim surel kepada para eksekutif LX
dan menelepon Pak Jang, direktur pelaksana senior.
Dan kamu menuduhku melakukan itu?
Dasar berandal.
Aku tahu itu tidak akan menyakitimu.
Lagi pula, kamu tidak punya harapan.
Apa?
Jika terus begini, akan kuberi tahu Pimpinan Lee tentangmu.
Tentang bagaimana kamu sebenarnya.
Kenapa kamu begitu hina?
Aku tidak memberitahunya tentang kita.
Memangnya kenapa kalau tidak?
Kamu memberi tahu Seo Yeon bahwa aku menemui Jung Won.
Kamu pikir aku tidak tahu?
Bukankah kamu melakukan itu untuk menakutiku?
Lagi pula, kamu lolos dengan baik.
Kamu harimau dari Gunung Jiri.
Kamu masih mengakuiku?
Itu perasaan yang cukup bagus.
Halo, Bit Chae Woon?
Tawa ini?
Aku sedang bersama ayahmu.
Apa? Hei, tutup teleponnya.
Aku akan menyambungkannya.
Sial.
Astaga. Sakit.
Peruntunganmu untuk hari ini adalah
lilin dalam angin.
Kamu tersudut dan frustrasi.
Sial!
Hei, ponsel itu mahal!
Dasar bodoh. Beraninya kamu menggodaku!
Kamu sangat takut kepada putrimu.
Ini kelemahanmu.
Pil Hong.
Menurutmu kenapa aku membiarkanmu memukuliku?
Apa maksudmu kamu membiarkanku?
Kamu bukan tandinganku sejak awal.
Menurutmu begitu?
No comments yet. Be the first to leave one.