The first 200 lines.
^SecondwinG^ subindo
A howling wind is whistling in the night...
My dog is growling in the dark...
Something's pulling me outside...
To ride around in circles...
I know you have got the time...
Coz anything I want, you do...
You'll take a ride through the strangers...
Who don't understand how to feel...
In the deathcar, we're alive...
In the deathcar...
We're alive...
I'll let some air come in the window...
Kind of wakes me up a little...
I don't turn on the radio...
- Coz they play shit, like... - The Bosnians...
You know...
When your hand was down on my dick...
- It felt quite amazing... - "Selamat pagi, Columbus."
Ini adalah kata-kata abadi dari ibuku, mengingatkanku atas Amerika yang telah ditemukan...
...dan angan-angan itu adalah jalan panjang dari kebenaran-kebenaran kehidupan.
Namun apa gunanya membaca apa yang seseorang katakan padaku tentang bedanya apel dan sepeda?
Jika aku menggigit sepeda dan mengendarai sebuah apel, Aku akan tahu perbedaannya.
Tapi memikirkan soal apa yang harus kulakukan membuatku lebih lelah dibanding saat benar-benar melakukannya.
Aku ingat ayahku pernah bilang bahwa kalau kau memang ingin melihat jiwa seseorang...
...kau harus minta izin untuk melihat mimpi-mimpi mereka.
Maka kau akan punya belas kasih kepada dia yang berenang dalam kubangan yang lebih dalam daripadamu.
Namaku Axel Blackmar, dan aku bekerja pada Departemen perikanan dan permainan.
Banyak orang pikir aku menghitung ikan, padahal tidak.
Aku memandangi mereka.
Kupandangi jiwa mereka, mimpi-mimpi mereka lalu kubiarkan mereka memasuki mimpi-mimpiku.
Orang-orang pikir ikan itu bodoh, tapi aku selalu yakin mereka tak begitu. karena mereka tahu kapan harus diam.
Dan orang-oranglah yang bodoh. Seekor ikan yang tahu segalanya tak perlu berpikir.
Lihat, ikan mulai keluar dalam aliran-aliran kecil, lalu aku mempersiapkan mereka untuk ke samudera.
Ketika mereka sudah siap untuk mati, mereka kembali ke tempat dimana mereka berasal.
Itulah hubungannya denganku, itulah kenapa aku berenang jauh ke kota.
Okay, inilah tugasku:..
Yang perlu kulakukan adalah sementara waktu menyetrum ikan...
...lalu dengan rasa hormat yang dalam, Aku menggayung mereka dan memuat mereka, satu persatu.
Kadang kala aku akan memandang lurus pada sepasang mata ikan dan aku akan melihat seluruh kehidupanku.
Itu sesuatu yang hanya ikan yang bisa menunjukkan pada kita, dan aku menyayangi mereka karena itu.
Ngomong-ngomong, Aku menangkap segala ikan, melabel dan mengukur mereka dan menimbang mereka, hanya untuk memastikan mereka melakukannya dengan baik.
Dan kalau mereka mau berbicara, Aku selalu siap mendengarkan. Itulah tugas seorang Dewa ikan.
Tahukah kau? Tak pernah kedapatan olehku seekor ikanpun yang pernah berbohong...
...dan belum pernah kulihat seekor ikan berenang dalam kubangan kotoran yang dilakukan para manusia.
Karena itulah aku mencintai pekerjaanku, dan aku cinta New York.
Bukannya karena ibuku bilang ia merupakan satu dari delapan titik-titik di dunia yang memiliki tarikan magnetik yang sebenarnya...
...melainkan karena kau bisa melihat semua orang, sedangkan tak seorangpun bisa melihatmu.
Hey, sayang! Bagaimana kabarmu? Bagaimana Istanbul?
Aku mencari... ya, Aku mencari pacarku, Suzanne Supak. Aku baru bicara padanya. Over.
Aku juga cinta padamu, sayang.
Aku... Aku... Aku yakin... Aku... Aku...
Aku merindukanmu... Aku merindukanmu, juga, sayang. Over. Tolong, dua lagi!
Hamil? Wow! Over.
Dengar, sayang...
Baiklah, ayo pergi.
- Aku tak pergi. - Ayolah! Oke? Kita sudah mau terlambat!
Kubilang aku tidak pergi.
- Kau bilang kau tidak pergi? - Kubilang aku tidak pergi.
Kau tidak pergi?
- Aku tidak pergi. - Kau tidak pergi?
Kau akan pergi? Kau akan pergi?
Kau akan pergi atau tidak?
- Kau akan menembakku? Mau membunuhku? - Apa aku akan menembak...
In... hal-hal ini. Aku bahkan tidak... Ini kosong. Ini kosong.
Tapi aku membuatmu takut, iyakan? Kau takut?
Biar kurasakan. Kau BAB di celanamu.
"Akankah kau merawatku..? Merawatku..." Aku benar-benar muak dengan itu!
- Apa? - Apa?
Demi Tuhan, dia pamanmu.
Paul, kalau dia mau menemuiku, kenapa ia tak disini? Kenapa ia mengirimmu? Kenapa ia tak datang?
Kau tahu itu bukan salahnya, iyakan?
Aku tak menyalahkannya atas semuanya, Paul. Aku tak... Aku tak pernah bilang kalau itu salahnya.
Yahh, ia menikah, dan ia mengundangmu sebagai pria terbaiknya.
- Kau akan menjadi pria terbaiknya. - Kenapa kau seperti itu? Kau membunuhnya! Kenapa?
Baiklah, Axel! Axel! Axel, dengar.
-Habis cerita! Selesai! - Axel!
Axel!
Aku juga cinta padamu!
Aku akan kembali dan aku akan bilang padanya kalau aku tak menemukanmu.
- Benarkah? - Iya. Aku tak punya pilihan lain.
- Janji? - Aku janji. Bagaimana dengan pelukan? tak ada pelukan buatku?
Axel! Axel, baumu kayak sampah!
Apa... Ada apa ini?
Tapi aku sampah yang bahagia. Aku punya Truk yang cantik dan pekerjaan yang hebat.
- Tapi kau bau. - Apa yang akan kau miliki?
- Ayo cari dua gelas bir. Dua gelas bir. - Dua gelas bir. OK.
- Dan bir jahe. - Dua gelas bir dan...
- Lupakan bir jahenya. Bawakan dua gelas bir dan two shots. - Blanche?
- Bawa dua kemari... dua bir dan two shots. - Siapa bosnya?
- Akulah bosnya. - Dialah bosnya. Dia bos.
- Dua bir dan two shots. - Bir jahe, tolong.
Dua bir dan two shots.
- Dan bir jahe. - Jangan bikin dia bingung. Jangan bikin dia bingung.
Tolong, bisakah aku mendapatkan bir jahe?
Ngomong-ngomong, Axel, Aku cinta padamu, tapi...
- Apa? aku cinta padamu juga, tapi... - Okay, baiklah, kau tahu... bir jahe.
- Benar sekali. Dua bir dan two shots. - Bir jahe.
Dua bir dan two shots.
- "Dua bir dan two shots." Apaan itu? - Apa?
Itu...
- Itu apa? - Aku tak tahu. Kayak aksen menggelikan atau apa?
- Aksen menggelikan apanya? - "Dua bir dan two shots."
Apa itu?
Entahlah... kayak New York?
Aksen menggelikan New York, huh?
Yeah? Apa De Niro menggelikan? Apa Pacino menggelikan? Apa Rocky menggelikan? Rocky menggelikan?
- Para aktor-aktor hebat semuanya berasal dari New York. - Sinatra?
Sinatra dari Hoboken, New Jersey. Sekarang mari tos.
- Oke?Ini sudah 3 tahun, OK? - 3 tahun.
Buat 3 tahun. 3 tahun.
- 3 tahun. - 3 tahun.
- Blanche. - Blanche.
Bir jahe.
- Bir jahe... - Bir jahe...
...two shots.
3 tahun. Kita tak saling ketemu 3 tahun dan kau maunya bir jahe.
- Terima kasih, Blanche. Terima kasih, Blanche. - Terima kasih atas bir jahenya.
- Terima kasih. - Sama-sama anak-anak.
Beri aku pelukan. Aku akan menyumbat hidungku.
Ok! Ok, kembali pada mimpi.
Pria itu memberikan balon perut kepada anak kecil.
Mendorongnya keluar dari igloo (rumah es eskimo).
Sementara bocah itu diluar, kedua orang yang didalam igloo mulai, kau tahulah...
Menjerit... Berhenti menjerit, kita sedang di broadway. Tunjukkan rasa hormat pada... pada artis-artis disini.
Karenanya, Aku tahu kalian semua haus akan kedamaian atas kue pernikahan...
Jadi akan kujadikan ini singkat dan manis.
Millie...
...teman-teman terkasih...
...pelayan pria dan wanita, Aku ingin mengusulkan tos pernikahan ini...
- Leo? - Jangan sekarang, Millie.
Ayolah!
- Hey! - Jangan bikin rusuh!
Hey! Jangan bikin rusuh! Hentikan!
Hentikan! Hentikan! Jangan ngejengkelin! Hentikan!
Hentikan!
Aku ada audisi yang sudah mau mulai! Kau mujur Aku tak turun, Kutendang bokongmu...
Hentikan!
Axel! Hentikan!
- Axel! Kau mau aku turun ke bawah? - Ok! Ayo turun!
Ayo...
- Berhenti mengguncangkan tangganya! - Axel!
- Kau mau aku turun? - Leo!
- Anakku! - Hentikan! Axel!
Aku tak percaya ini!
- Leo! Leo! - Axel! Axel!
Kau dapat yang besar padaku!
- Kutebak kau sudah dengar soal pernikahannya? - Sudah. Oh, selamat, Leo.
Terima kasih! Aku akan bangga terutama kalau kau jadi pria terbaikku.
Kuharap aku bisa, Aku harus... Aku harus balik ke New York malam ini.
Tentu... Larry, kita harus buatkan Axel sebuah penunjukkan besok untuk sebuah pengepasan.
Terus terang, Leo, Aku harus pergi.
- Yeah, Aku tahu! Senang sekali melihatmu, Axel. - Kau juga.
Kau terlihat hebat.
Aku... Aku...Aku hanya ingin menunjukkanmu sesuatu. Aku... Aku ingin berbagi ini denganmu.
Bagaimana menurutmu soal Saguroku?
- Kaktus itu? - Keren, huh?
Biar kubiarkan kau masuk secara diam-diam:..
Kau lihat, saat sebuah kaktus semuda itu, ia luarbiasa rapuh.
Karena itulah aku menanamkan pohon Mesquite tepat di sebelahnya, buat jaga-jaga.
Kau lihat, jika kau tak melihat sebuah pohon tua dekat sebuah kaktus baru, kau boleh membiarkannya.
Ia takkan berhasil.
Cukup sudah untuk itu. Ayo masuk kedalam. Seseorang sangat ingin menemuimu.
Millie! Millie,Aku ingin kau menemui keponakanku Axel.
Axel, ini Millie.
Millie, Axel. Axel, Millie.
Bagaimana kabarmu?
- Apa kau tak terlalu sedikit berlebihan, Millie? - Oh, maaf.
Ayo, duduk disini, disampingku, Axel.
YAhh, biar... biar kupakai sepasang celana dulu...
- Berhenti bernyanyi! - Aku tak bernyanyi. Yahh, aku takkan pernah... Aku menghitung!
Oh, kau harus menghitung jahitan-jahitan dalam jaket itu?
- Kau sudah melakukan itu selama seminggu. Selesaikanlah! - Sampai jumpa, siapapun!
Bye bye siapapun...
Maaf karena menyela kalian berdua, tapi aku mesti memakai celanaku.
Yeah!
Yahh, Leo banyak membicarakan soal dirimu padaku.
Yeah!
Jadi, aku... Kurasa kau tahu Aku bakal jadi bibi barumu.
Kau adalah... tunangannya.
Yeah.
Yeah.
Yahh...
...Meski begitu, kau tak mesti memanggilku bibi Millie. Maksudku, kecuali kau memang mau.
Yeah.
- Berapa umurmu? - 23.
Oh!
Kita hampir seumuran...
Bukankah itu lucu?
Millie, tolong. Ingat kita sudah membicarakan ini?
Maaf, Leo. sebentar saja.
Leo sedang coba mengajariku bagaimana caranya berhenti menangis.
Manis, Kenapa kau tak pergi ke kamar lain dan cobakan pakaian nikah lainnya untuk Axel?
Biarkan ia melihatnya.
Lalu...
Maksudku itu akan menenangkan pikiranmu.
Masuklah ke kamar lain, manis, dan coba pakaian nikah lainnya...
...itu akan mengalihkan pikiranmu dari menangis. Itu dalam kamar lainnya!
- Aku pergi. - Dengarkan permintaanku.
Axel, Axel, Axel!
No comments yet. Be the first to leave one.