The first 200 lines.
"Stasiun Gwangju"
Hei! Bisa lihat ada apa di dalam situ?
Astaga.
Bagaimana jika kita menemukan artefak prasejarah?
Apa... Apa ini?
Astaga!
Kapten!
Kapten!
"Rangka Tidak Dikenal di Area Konstruksi"
Polisi sedang menyelidiki rangka tidak dikenal
yang ditemukan di area konstruksi di Gwangju pagi ini.
Polisi mengirim rangka tersebut
ke Badan Forensik Nasional
untuk analisis DNA agar korban bisa diidentifikasi.
Para pekerja konstruksi di lokasi telah menyatakan
mereka menemukan kerangka sekitar satu meter di bawah tanah
selagi menggali tanah dengan ekskavator sekitar pukul 10.00.
Mereka langsung menelepon polisi,
dan polisi mengirim rangka tersebut ke Badan Forensik Nasional.
Para pakar politik berpendapat
kemungkinan rangka tersebut
milik salah satu korban Pemberontakan Gwangju.
Sampel darahnya akan dibandingkan dengan keluarga dari mereka
yang menghilang saat Pemberontakan Gwangju.
Badan Forensik Nasional membutuhkan waktu
untuk menganalisis rangka tersebut.
BFN akan sulit menentukan penyebab kematian
dan mengidentifikasi korban karena tidak banyak petunjuk,
juga karena rangka sudah lama terkubur.
Kereta sudah tiba.
Harap berdiri di belakang...
"Episode 1: Semua Orang Memiliki Tekad"
Melengserlah!
- Profesor yang didanai pemerintah! - Melengserlah!
Akhiri darurat militer!
- Akhiri darurat militer! - Akhiri darurat militer!
Profesor yang didanai pemerintah harus melengser!
- Melengserlah! - Melengserlah!
- Siapa itu? - Apa yang terjadi?
- Astaga. - Apa yang dia lakukan?
- Astaga. - Lihat itu.
- Sedang apa dia di sini? - Mau apa dia?
- Apa yang dia lakukan? - Siapa dia?
- Astaga. - Apa yang dia lakukan?
- Siapa dia? - Biarkan dia lewat.
- Astaga. - Biarkan saja dia lewat.
- Kenapa dia menatap kita? - Apa maunya?
- Siapa dia? - Astaga.
- Lihat itu. - Biarkan saja dia lewat.
- Itu bukan masalah besar. - Kenapa dia menatap kita?
- Dia baru saja mengklakson kita? - Apa itu tadi?
- Dia akan menabrak kita. - Biarkan saja dia lewat.
- Apa yang dia lakukan? - Yang benar saja.
"Bebaskan Mahasiswa yang Tidak Bersalah"
Semoga harimu menyenangkan.
Dasar berengsek!
Hei, kamu tidak tahu malu?
Kamu tidak pernah hadir
saat kami berunjuk rasa untuk menyelamatkan Kyung Soo.
Beraninya kamu menginjakkan kaki di sini.
"Kim Kyung Soo"
Karena kita harus melunasi utang kita bersama.
Anggap saja kita berdiri bersama.
Tunggu.
Aku tidak tahu kamu sangat peduli kepada Kyung Soo.
Apa kalian berdua dekat?
Hei, pergilah.
Aku tidak mau bicara dengan bedebah sepertimu.
Tapi apa lagi yang mau diharapkan?
Mahasiswa kedokteran bukanlah mahasiswa sungguhan.
Kalian bilang kalian belajar untuk menyelamatkan nyawa,
tapi tidak peduli dengan orang-orang yang sekarat di jalanan.
Kalian hanya belajar.
Lalu apa itu mahasiswa kedokteran? Apa mereka masih SMP?
Benar. Jadi, belajarlah seperti biasanya
dan bermain gitar atau semacamnya.
Sampah masyarakat sepertimu tidak pantas kemari.
Astaga. Lantas, kenapa kamu di sini?
Kamu tidak pernah berunjuk rasa dan langsung mendapat pekerjaan.
Aku jadi ingat.
Beri tahu perusahaan koran tempatmu bekerja
sampai kalian harus membuat bom molotov.
Ini sangat bagus.
Berengsek!
- Mari kita menikah. - Menikah?
Dengan siapa? Aku?
Kita sudah putus.
Aku memang pernah bilang kita harus putus.
Tapi bukan berarti aku membiarkanmu pergi.
Apa maksudnya?
Aku hanya mengujimu.
Aku yang selalu mengajakmu duluan untuk kencan.
Kamu hanya memegang tanganku jika kusuruh.
Aku ingin tahu apakah kamu menyukaiku.
Lalu? Apa kesimpulanmu?
Kita menikah saja.
Keluargaku akan mengurus semuanya.
Kamu bisa tinggal denganku.
Ayahku akan membiayai
biaya hidup kita sampai kamu membuka klinik sendiri.
- Jadi, setelah magangmu... - Aku tidak akan magang.
Apa?
Kenapa tidak?
Jangan bilang itu karena Kyung Soo.
Kamu tiba-tiba ingin melawan masyarakat dan sistem?
- Tidak, bukan begitu. - Lalu apa?
Kenapa? Kamu lulusan terbaik di kelasmu.
- Aku belum lulus. - Apa?
Kenapa belum?
Karena aku ingin ikut serta dalam Festival Lagu Universitas!
Aku tidak akan memenuhi syarat begitu aku lulus.
Lalu bagaimana denganku?
Memangnya kamu kenapa?
Kamu juga ingin menjadi penyanyi?
Tidak. Aku ingin menikah.
Aku butuh suami yang seorang dokter, bukan penyanyi.
Yu Jin, begini saja.
Aku akan memilih pasangan yang cocok untukmu
dengan teman-teman kuliahku.
- Dasar bedebah gila! - Mereka akan menikahimu. Sungguh!
"Hidangan Hijau"
Tagihan sudah dibayar penuh.
Selain itu,
masih ada sisa uang kembalian. Jadi, kubeli ini.
Kamu tidak perlu melakukannya. Tunggu sebentar.
Ya, Jang Seok Chul.
Astaga, pukulan Yu Jin lebih kuat daripada pukulan In Jae.
Ya, baiklah.
Aku sudah mengonfirmasinya.
Kamu yang membayar tagihannya. Jadi, kamu harus menemui pasiennya.
Tapi jam besuk sudah berakhir.
Kamu selalu datang setelah jam besuk.
Cepat temui dia.
Tidak. Tidak...
"Unit Perawatan Intensif"
Dia sudah melalui masa kritis,
tapi kami tidak yakin kapan kondisinya akan memburuk.
Maaf mengatakan ini,
kurasa kamu harus mulai bersiap untuk berpamitan.
Seok Chul.
Kamu sudah siuman?
Pulang...
Pulang...
Aku ingin pulang...
Ayo.
Pulang.
"Stasiun Seoul"
- Aku menang. - Tidak.
Aduh.
- Selamat menikmati. - Terima kasih.
Silakan dibeli cumi kering dan kacangnya.
Pak Prajurit!
Ini aku lagi, Hee Tae.
"Pak Prajurit! Ini aku lagi..."
Kamu tahu sudah berapa kali aku menulis untukmu?
Kenapa kamu tidak menelepon atau menulis surat untukku?
Jangan bilang kamu dibawa ke Namsan.
Bersiap di posisi!
Bagaimana rasanya menjadi anggota militer
yang sangat kamu benci?
Bagi yang membiarkan mereka lewat, habislah kamu!
Kamu selalu terkenal dengan kesetiaanmu yang berlebihan.
Jadi, aku yakin kamu baik-baik saja.
- Angkat yang benar. - Tim C, ayo!
Jangan bilang kamu masih kesal karena kejadian hari itu.
Berdiri yang tegak, Bodoh!
Kalau begitu,
biar kuberi tahu, gara-gara kamu, hidupku juga berantakan.
Jadi, anggap saja impas.
Aku berusaha keras untuk mengatasi kekacauan ini.
Entah bagaimana caranya,
tapi aku akan berusaha semampuku.
Jadi, tolong balas suratku.
Perutnya tertusuk material konstruksi.
Mereka berusaha mengeluarkannya, sehingga pendarahannya parah.
Panggil Dokter Kim. Sekarang.
Apa? Baiklah.
Pak, aku akan menekan lukanya.
Ini akan terasa sedikit sakit.
Astaga, sudah jam makan siang saja?
Sepertinya kita harus lembur lagi malam ini.
Ini semua karena Kim Myeong Hee, si berandal itu.
Apa gunanya jika kita meminta pegawai tambahan?
Dia terus bekerja hingga siang
meskipun bekerja di sif malam.
Itu sebabnya para petinggi berpikir itu wajar.
Astaga. Sial! Dasar anak keras kepala.
Kenapa dia bekerja sangat keras?
Sepertinya dia tidak peduli dengan pendapat orang lain.
Bagaimana menurutmu? Itu karena uang.
Apa yang bisa dia lakukan
dengan tambahan uang receh?
"Stasiun Gwangju"
Kamu datang untuk menemui teman?
Terima kasih banyak!
Aku datang.
Gwangju.
"Tekad Baru untuk Gwangju yang baru"
"Tuan Rumah Pertandingan Olahraga Provinsi Jeolla Selatan ke-19"
"Dan Babak Penyisihan Festival Olahraga Nasional ke-66"
No comments yet. Be the first to leave one.