The first 200 lines.
Alif Akbar Badarudien Karawang, Jawa Barat, Indonesia
'Kantor Polisi Miramar.'
'Baru saja ada pertemuan disini.'
'Pertemuan ini tak tercatat.'
'Tapi ini adalah perbuatan jujur pertama'
'Oleh Petugas yang bertanggung jawab di Stasiun ini.'
'Cerita dimulai dari tempat yang sama dengan yang pernah aku lakukan.'
'Shivgadh.'
'Sementara aku berusaha untuk menjadi Polisi yang jujur,'
'Ada seorang Anak yang ingin sepertiku.'
'Namun, niatnya benar-benar berbeda.'
Apa apaan...
Mencuri dompet seusiamu.
Apa apaan...
Apakah kau tak malu?
Hei, di bagian lain boleh, tapi jangan di bagian kepalaku.
Apa? Kau siapa?
Simmba! - Simmba?
Nama macam apa itu?
Simmba adalah nama singkatan. Nama lengkapku adalah Sangram Bhalerao.
Kalian tak tahu aku bekerja untuk siapa.
Untuk siapa? - Lokhande.
Ketika dia sampai disini, kalian semua akan bergemetar.
Pak Deshpande, halo. - Bagaimana kabarmu, Lokhande?
Halo, Pak Gaikwad.
Bagaimana kabarmu, Lokhande? - Baik, Pak.
Pak, dia salah satu dari Anak Buahku.
Biarkan dia pergi.
Apakah dia Lokhande?
Berani beraninya kau membuat Anak yatim menjadi Pencuri. - Pak, Pak...
Brengsek kau...
Pak, Pak, Pak, biarkan dia pergi sekarang.
Berhentilah mempermalukanku di depan Anak itu.
Pak... Ambillah ini.
Pergilah! - Terima kasih Pak. Terima kasih.
Ayo.
Untuk apa kau menatapku?
Kau selalu bilang kau adalah Pria yang kuat.
Tapi dia mengambil uangmu.
Karena dia lebih kuat dariku.
Dan kau tahukah kenapa?
Karena dia mengenakan seragam.
Dan siapapun yang mengenakan seragam, itu mengendalikan semuanya.
Apa yang kau lihat?
Hanya
Memberi uang untuk Pecundang sepertimu tak akan melakukan keajaiban untuk karirku.
Sekarang bahkan aku ingin menjadi kuat.
Dan hanya ada 1 hal yang kuinginkan. - Apa?
Seragam! Seragam Polisi!
Pahamilah!
'Sejak hari itu, Simmba memutuskan'
'Bahwa dia akan menjadi seorang Polisi ketika dia besar nanti.'
'Simmba adalah seorang yatim piatu.'
'Tapi tetap belajar, dan mendapatkan gelar-gelar sangatlah penting.'
'Guru Sekolah malamnya, Gayatri membantu Simmba dengan itu.'
'Simmba menganggap Gayatri sebagai Kakak Perempuannya.'
'Simmba fokus pada studinya di malam hari.'
'Pada siang hari, dia bekerja keras dan menghasilkan uang dengan ketidakjujuran.'
Andaz Apna Apna tayang hari ini. Hanya 40 Rupee saja.
Belilah satu saja, ini film yang fantastis.
Hanya 40 Rupee saja.
Hei Pendek, pergi dari sini dan jual tiketmu di tempat lain.
Disini adalah area Durva Ranade.
Beritahu'kan kepada Durva Ranademu untuk menemuiku setelah jam 5.
Aku akan melihat apa yang bisa kulakukan.
Dia berbicara terlalu banyak.
Brengsek...
Kalian berlima, dan aku sendirian.
Tapi siapapun yang menyerang lebih dulu, pasti akan kupatahkan tulangnya.
Apa...
Ukuran sedang, dan nyali ekstra besar.
Mulai hari ini, Teater ini adalah areamu.
Bos, kau memberikan seluruh area untuk Anak kecil ini.
Lalu kenapa kau tak melangkah kepadanya?
Kau pikir dia akan membunuhmu.
Kau berpikir benar.
Dia akan membunuhmu.
Dia seperti petasan kecil yang menunggu untuk meledak suatu hari.
Maukah kau bekerja untukku?
Aku sudah memutuskan masa depanku.
Begitu. Apa yang akan kau lakukan ketika kau dewasa?
Polisi!
Police! Polisi!
Police! Polisi!
Police! Polisi!
Aala Police Polisi datang
Aala re aala... Simmba aala Ini... Simmba
Simmba aala Inilah Simmba
Thief! Pencuri!
Police Polisi
Thief chua Menangkap Pencuri
Simmba aala Inilah Simmba
Simmba! KO Simmba! Kalahkan mereka
Jaani Jaadu... Hua Dia akan... Mengalahkanmu
Sacchi... Jai hawaan Setiap kata... Memang benar
Bayaa... Ahaan Tapi jika kau berbohong... Kau mati
Hey Simmba... Hei Simmba...
Hey Simmba... Hei Simmba...
Police! Polisi!
Ye kaam Jatuhkan dia
Police! Polisi!
Ye kaam Kalahkan dia
Police! Polisi!
Ye kaam Kalahkan dia
Simmba aala Inilah Simmba
Ye kaam Kalahkan dia
Police! Polisi!
Ye kaam Kalahkan dia
Police! Polisi!
Ye kaam Kalahkan dia
Police! Polisi!
Ye kaam Kalahkan dia
Police! Polisi!
Simmba aala Inilah Simmba
Kalian bodoh.
Pertama tama, kau melakukan kejahatan di daerah Inspektur Bhalerao.
Ditambah lagi dengan mencuri 5 juta.
Pencuri bodoh!
Tidak Pak. Kami belum melakukan apapun.
Dagdu. Jangan memanjakanku.
Kalau tak, kesabaranku akan menghambatmu.
Mhatre. - Ya Pak.
Hari ini semua Orang mengejar emas.
Bahkan Aamir Khan menginginkan emas di 'Dangal',
Tetapi dia ingin memenangkannya, dan tak mencurinya.
Kalian membuat kesalahan besar.
Kalian tak akan melihat siang hari dalam waktu dekat.
Menurut perhitunganku, kalian akan dipenjara setidaknya selama 10 tahun.
Kubilang'kan, mari kita saling pengertian tentang masalah ini.
Dan, kami siap membayar sejumlah uang. - Hei!
Aku hanya lapar akan cinta, bukan uang.
Dan aku hanya mencintai uang.
Maksudnya?
Maksudku, itu melanggar prinsipku, tapi bayangkan saja jika aku setuju.
Jika aku harus mengambil uang dari kalian, lalu berapa banyak uang tunai yang kalian punya?
1,00,000, Pak!
Dan, jika kau bersedia memberikan sesuatu, maka berapa banyak yang bisa kau berikan?
Pak, 25.000.
Berapa banyak? - Pak, 25.000.
Berapa banyak? - Pak, 25.000.
Jadi 25 + 25 + 25. Itu artinya, aku dapat 75.000.
Pikiranku pintar'kan.
Hei! - Hei!
Buka mulutmu lagi, dan aku akan mengunci mulut kalian semua.
Mhatre. - Ya Pak.
Dengar, kita juga harus mengambilnya dari Orang yang Tokonya dirampok.
Maksudmu 'Memberi'. - Bukan memberi, 'Mengambil'.
Siapa namanya? - Hasmukh Parekh.
Oh, Hasmukh!
Hebat. Hebat. Hebat.
Saudara, kau benar-benar mengubah pepatah itu.
Satu KO lebih baik daripada 100 pukulan.
Jujur jujuran saja, aku sudah berhenti berharap.
Jangan bohong, Hasmukh. Kau terlihat seperti yang kau harapkan.
Mhatre. - Ya Pak.
Kumpulkan tanda terima semua barang dan kumpulkan tanda serah semua barang.
Apa? - Semua ini milikmu, kan, Hasmukh.
Jadi kita perlu tanda terima untuk catatan Polisi.
Itu adalah formula. - Pak, formalitas.
Ya, formalitas.
Begini, Saudara, aku punya tanda terima 50% dari barang, tetapi sisanya...
Apa?
Itu berarti, sisanya ilegal. - Tidak.
Apakah kau mengkhianati negaramu sendiri? - Tidak.
Tidak! Tidak!
Orang yang menyusahkanku tak terhindar dari murkaku.
Mhatre, tangkap dia.
Tangkap dia. - Jangan. Jangan.
Jangan, tolong biarkan dia pergi.
Sekarang apa gunanya berteriak keras, Kakak Ipar Laxmi?
Dia melakukan kejahatan besar, sekarang dia dalam masalah besar.
Setelah kau ditangkap, Iparku
Akan menjadi gila dengan berjalan jalan sendiri di ruangan ini.
Mhatre, dia bahkan tak berpikir apa yang akan terjadi pada Anaknya
Dan Iparku ketika dia di penjara.
Kau'kan ada.
Maksudku, kau ada untuk menyelamatkan kami dari masalah ini.
Terima saranku, Tuan.
Kau harus menyelesaikan masalah ini disini dengan sejumlah uang.
Saudara, sebentar.
Kubilang'kan, mari kita selesaikan ini.
Hei! - Saudara,
Pikirkanlah tentang Putraku Kalpesh.
Atau, dengarkan saja Kakak Iparmu.
Kumohon!
Aku tak pernah bisa mengatakan tidak kepada Laxmi.
Tak keberatan Pak, tapi bolehkah aku mengatakan sesuatu?
Kami adalah Penjahat dan Pencuri.
Tapi aku belum pernah menemukan Penjahat terkenal sepertimu.
Dagdu, mengatakan sesuatu padaku yang tidak kuketahui.
Ini adalah abad ke 21.
Orang hanya memiliki satu minat.
Diri mereka sendiri.
Aala re aala Simmba aala Disinilah Simmba
Simmba!
Machinga-machinga!
Dhol abhi bajinga Dengarkan irama drum
Dhina dhin dhaap, dekho aaj raja nachinga Lihatlah, diriku mengikuti iramanya
Nachinga-nachinga... Irama...
Aaj raja nachinga Ikuti iramanya
No comments yet. Be the first to leave one.