The first 200 lines.
"Tayangan ini mungkin tidak sesuai bagi pemirsa di bawah 15 tahun"
"Pemirsa diharap bijak"
Keduanya sungguh sama.
"Episode 74"
Astaga.
Pimpinan.
Hei, apa yang terjadi?
Kamu membawa bibinya Nam Joon?
Ikutlah denganku.
Biarkan.
Nam Joon, duduk di sini.
Kenapa kamu kembali sendiri? Di mana bibinya Nam Joon?
Maaf.
Saat aku tiba di bandara,
dia sudah meninggalkan Korea.
Meninggalkan Korea?
Ya.
Saat kuperiksa tadi,
Tiffany naik penerbangan pukul 20.00 ke LA.
Tapi?
Tapi dia tiba-tiba mengubah penerbangannya.
Dia naik penerbangan yang lebih cepat.
Dia bahkan mengubah tujuannya ke New York
dan menanyakan penerbangan keluar berikutnya.
Kamu tahu kenapa?
Katanya dia harus ke luar negeri tanpa bilang alasannya,
dan bergegas.
Seolah-olah dia tahu aku mau menjemputnya.
Ini kalungmu, bukan?
Aku membawanya dari apartemenmu.
Benar.
Siapa yang memberimu
kalung ini?
Dari mana kamu mendapatkannya?
Aku tidak tahu.
Katanya itu ada padaku saat aku masih bayi.
Kamu memakainya
saat masih bayi?
Ya, kenapa Anda bertanya?
Esther.
Apa ini kalung
yang katamu kamu sempat lihat?
Katamu ini sama persis dengan kalung Ae Ra.
Ya, Nenek.
Nam Joon.
Ini kalung ibumu.
Menantu sulung kami, Yun Ah.
Pak Kim. Dia ingin menemui Anda.
Kudengar kamu punya bibi dari sisi ayahmu.
Benar.
Lantas, bagaimana bisa kamu cucu sulung kami?
Aku diadopsi saat masih bayi
dan ayah tiriku punya
adik.
Setelah ayah angkatku meninggal,
aku dikirim ke panti asuhan.
Dia adik ayah tirimu?
Tiffany?
Pak Lee.
Kamu berusaha menjelek-jelekkanku karena tidak menyukaiku?
Pak,
aku menganggapnya bibiku sendiri.
Ayah tiriku
adalah
orang tuaku yang asli.
Astaga.
Dia seharusnya menenangkan Nam Joon dan berkata manis.
Dia pasti malah membuat kesal Nam Joon kami yang malang lagi.
Pak.
Kapan aku pernah memohon Anda menerimaku sebagai cucu Anda?
Kenapa Anda melakukan ini kepadaku
dan memperlakukanku seperti kriminalis?
Pikirkan semua perbuatanmu kepada kami!
Sudah kubilang,
Entah cucu Anda atau bukan,
aku tidak mau berhubungan apa pun dengan keluarga ini
yang membenciku dan tidak puas denganku.
Jangan pernah
memanggilku kemari untuk ini lagi.
Nam Joon!
Jangan pergi, Nam Joon.
Maaf.
Tempatku bukan di sini.
Kenapa tempatmu bukan di sini?
Ini rumahmu. Keluargamu.
Kenapa kamu meninggalkan rumah ini?
Tidak ada orang
yang menerimaku di sini.
Kenapa tidak ada? Aku di sini.
Tidak bisakah kamu
mempertimbangkan kembali demi aku?
Aku menunggu dengan amat putus asa untukmu
sejak kami kehilangan kamu saat masih bayi.
Tidak. Aku tidak bisa melepaskanmu.
Aku tidak pernah membayangkan hal seperti ini akan terjadi.
Aku tidak bisa melepaskanmu. Sudah pasti tidak bisa.
Langkahi dahulu mayatku.
- Maaf. - Tidak!
Nam Joon!
- Hei, ada apa? - Pimpinan.
Tolong bawa Nam Joon kembali.
Tolong bawa dia kemari.
Dokter Lee. Tolong bawa Nam Joon kembali.
Aku harus membawanya ke suatu tempat.
Ada yang harus dia temui.
Tidak.
- Sayang, fokuslah. - Tidak.
- Sayang. - Tidak.
Tidak.
Hei, kamu kira apa yang kamu lakukan?
Jika tidak bisa tinggal di sini bersama Nam Joon,
aku akan pergi dan tinggal bersamanya.
Apa itu?
Berapa tahun lagi aku mungkin bisa hidup?
Aku sudah mendambakan cucuku seumur hidupku.
Aku akan hidup dengannya sampati mati.
Astaga, singkirkan itu.
Ini semua salahmu.
Ini karena kamu mengusir anakku yang malang.
Jika kamu tidak mengusirnya, ini tidak akan pernah terjadi.
Yun Ah tidak akan tewas tidak wajar
dan cucu sulung kita yang berharga
tidak akan hidup sebagai yatim piatu
dan sendirian seperti orang terasing.
Baik.
Cukup.
Kamu masih mengupingi perbincangan mereka?
Pergilah dari sana.
Tahukah Ibu
Kakek mengusir cucu sulung serta istrinya
dan istri itu meninggal tidak wajar?
Tapi, Bu,
bagaimana anak mereka tewas?
Nenek hanya membicarakan Yun Ah,
menantunya,
dan tidak pernah soal putranya.
Tutup mulutmu dan naiklah.
Ini soal keluarga No Ah.
Sebagai ibunya, aku wajib menjelaskan ini kepadanya nanti.
Tidak peduli apa pun kata orang,
aku akan membawa cucu sulung kita ke ayahya.
Putraku, Hae Chul,
menjalani seumur hidupnya seperti orang terasing.
Aku akan menunjukkan kepadanya bagaimana anaknya tumbuh.
Aku akan menunjukkan kepadanya bagaimana dia hidup.
Ini.
Bolehkah kamu minum kopi di malam hri?
Ini tidak berkafeina, jadi, tidak apa-apa.
Kenapa Pimpinan ingin menemuimu?
Katanya Nam Joon adalah cucu sulung mereka.
Apa?
Bukankah mereka bilang cucu mereka sudah tiada?
Ada kesalahan.
Polisi menelepon lagi
dan bilang Nam Joon adalah cucu mereka.
Itu aneh.
Ayahnya Nam Joon
meninggal saat dia masih SD.
Benar.
Aku bahkan tahu kapan dia meninggal.
Katanya itu ayah angkatnya
dan Tiffany adik ayah angkatnya.
Apa?
Saat
dia waktu itu bilang kepadaku,
dia membuatnya terdengar
seperti tahu soal ibu kandungnya juga.
Aku tidak ingat detailnya,
tapi dia tampaknya mengenal ibunya.
Bagaimana keadaan di sana?
Pimpinan
kesulitan menerimanya.
Tapi aku juga merasa aneh.
Segera setelah Wakil Pimpinan menghilang,
cucu yang seharusnya sudah mati diketahui
dan ternyata dia Nam Joon.
Benar.
Serta Nam Joon
tampaknya tahu di mana Wakil Pimpinan,
tapi diam saja.
Maaf, Kak.
Maaf.
Kak Yun Ah. Bangun.
Kak Yun Ah.
Kak Yun Ah.
Apa?
Apa maksud Ayah,
bersiap menerima Nam Joon ke keluarga kita?
Aku bukannya tidak tahu darahmu mendidih
setiap kali melihatnya,
tapi kita harus menyelamatkan ibumu lebih dahulu.
Ayah amat kejam.
Ayah tidak memikirkanku sama sekali?
Pikirkan perbuatan Nam Joon kepadaku.
Dia memanfaatkan kematian Do Kyung untuk memerasku
dan memakai itu untuk menjadi CEO.
Tapi Ayah malah mau menerimanya ke dalam keluarga kita?
Ayah amat kejam.
Aku akan membawanya
untuk tes DNA diam-diam.
No comments yet. Be the first to leave one.