Release info

왼손잡이 아내ㆍLeft-Handed Wife E74 NEXT VIU
A Commentary by SULTAN_KHILAF
Sub by VIU, Synced for NEXT Version. Download di oppa.kdramaindo.tv. Selamat menonton😊

Tags

other
Published on: 2019-04-20
Downloads: 25
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

"Tayangan ini mungkin tidak sesuai bagi pemirsa di bawah 15 tahun"

"Pemirsa diharap bijak"

Keduanya sungguh sama.

"Episode 74"

Astaga.

Pimpinan.

Hei, apa yang terjadi?

Kamu membawa bibinya Nam Joon?

Ikutlah denganku.

Biarkan.

Nam Joon, duduk di sini.

Kenapa kamu kembali sendiri? Di mana bibinya Nam Joon?

Maaf.

Saat aku tiba di bandara,

dia sudah meninggalkan Korea.

Meninggalkan Korea?

Ya.

Saat kuperiksa tadi,

Tiffany naik penerbangan pukul 20.00 ke LA.

Tapi?

Tapi dia tiba-tiba mengubah penerbangannya.

Dia naik penerbangan yang lebih cepat.

Dia bahkan mengubah tujuannya ke New York

dan menanyakan penerbangan keluar berikutnya.

Kamu tahu kenapa?

Katanya dia harus ke luar negeri tanpa bilang alasannya,

dan bergegas.

Seolah-olah dia tahu aku mau menjemputnya.

Ini kalungmu, bukan?

Aku membawanya dari apartemenmu.

Benar.

Siapa yang memberimu

kalung ini?

Dari mana kamu mendapatkannya?

Aku tidak tahu.

Katanya itu ada padaku saat aku masih bayi.

Kamu memakainya

saat masih bayi?

Ya, kenapa Anda bertanya?

Esther.

Apa ini kalung

yang katamu kamu sempat lihat?

Katamu ini sama persis dengan kalung Ae Ra.

Ya, Nenek.

Nam Joon.

Ini kalung ibumu.

Menantu sulung kami, Yun Ah.

Pak Kim. Dia ingin menemui Anda.

Kudengar kamu punya bibi dari sisi ayahmu.

Benar.

Lantas, bagaimana bisa kamu cucu sulung kami?

Aku diadopsi saat masih bayi

dan ayah tiriku punya

adik.

Setelah ayah angkatku meninggal,

aku dikirim ke panti asuhan.

Dia adik ayah tirimu?

Tiffany?

Pak Lee.

Kamu berusaha menjelek-jelekkanku karena tidak menyukaiku?

Pak,

aku menganggapnya bibiku sendiri.

Ayah tiriku

adalah

orang tuaku yang asli.

Astaga.

Dia seharusnya menenangkan Nam Joon dan berkata manis.

Dia pasti malah membuat kesal Nam Joon kami yang malang lagi.

Pak.

Kapan aku pernah memohon Anda menerimaku sebagai cucu Anda?

Kenapa Anda melakukan ini kepadaku

dan memperlakukanku seperti kriminalis?

Pikirkan semua perbuatanmu kepada kami!

Sudah kubilang,

Entah cucu Anda atau bukan,

aku tidak mau berhubungan apa pun dengan keluarga ini

yang membenciku dan tidak puas denganku.

Jangan pernah

memanggilku kemari untuk ini lagi.

Nam Joon!

Jangan pergi, Nam Joon.

Maaf.

Tempatku bukan di sini.

Kenapa tempatmu bukan di sini?

Ini rumahmu. Keluargamu.

Kenapa kamu meninggalkan rumah ini?

Tidak ada orang

yang menerimaku di sini.

Kenapa tidak ada? Aku di sini.

Tidak bisakah kamu

mempertimbangkan kembali demi aku?

Aku menunggu dengan amat putus asa untukmu

sejak kami kehilangan kamu saat masih bayi.

Tidak. Aku tidak bisa melepaskanmu.

Aku tidak pernah membayangkan hal seperti ini akan terjadi.

Aku tidak bisa melepaskanmu. Sudah pasti tidak bisa.

Langkahi dahulu mayatku.

- Maaf. - Tidak!

Nam Joon!

- Hei, ada apa? - Pimpinan.

Tolong bawa Nam Joon kembali.

Tolong bawa dia kemari.

Dokter Lee. Tolong bawa Nam Joon kembali.

Aku harus membawanya ke suatu tempat.

Ada yang harus dia temui.

Tidak.

- Sayang, fokuslah. - Tidak.

- Sayang. - Tidak.

Tidak.

Hei, kamu kira apa yang kamu lakukan?

Jika tidak bisa tinggal di sini bersama Nam Joon,

aku akan pergi dan tinggal bersamanya.

Apa itu?

Berapa tahun lagi aku mungkin bisa hidup?

Aku sudah mendambakan cucuku seumur hidupku.

Aku akan hidup dengannya sampati mati.

Astaga, singkirkan itu.

Ini semua salahmu.

Ini karena kamu mengusir anakku yang malang.

Jika kamu tidak mengusirnya, ini tidak akan pernah terjadi.

Yun Ah tidak akan tewas tidak wajar

dan cucu sulung kita yang berharga

tidak akan hidup sebagai yatim piatu

dan sendirian seperti orang terasing.

Baik.

Cukup.

Kamu masih mengupingi perbincangan mereka?

Pergilah dari sana.

Tahukah Ibu

Kakek mengusir cucu sulung serta istrinya

dan istri itu meninggal tidak wajar?

Tapi, Bu,

bagaimana anak mereka tewas?

Nenek hanya membicarakan Yun Ah,

menantunya,

dan tidak pernah soal putranya.

Tutup mulutmu dan naiklah.

Ini soal keluarga No Ah.

Sebagai ibunya, aku wajib menjelaskan ini kepadanya nanti.

Tidak peduli apa pun kata orang,

aku akan membawa cucu sulung kita ke ayahya.

Putraku, Hae Chul,

menjalani seumur hidupnya seperti orang terasing.

Aku akan menunjukkan kepadanya bagaimana anaknya tumbuh.

Aku akan menunjukkan kepadanya bagaimana dia hidup.

Ini.

Bolehkah kamu minum kopi di malam hri?

Ini tidak berkafeina, jadi, tidak apa-apa.

Kenapa Pimpinan ingin menemuimu?

Katanya Nam Joon adalah cucu sulung mereka.

Apa?

Bukankah mereka bilang cucu mereka sudah tiada?

Ada kesalahan.

Polisi menelepon lagi

dan bilang Nam Joon adalah cucu mereka.

Itu aneh.

Ayahnya Nam Joon

meninggal saat dia masih SD.

Benar.

Aku bahkan tahu kapan dia meninggal.

Katanya itu ayah angkatnya

dan Tiffany adik ayah angkatnya.

Apa?

Saat

dia waktu itu bilang kepadaku,

dia membuatnya terdengar

seperti tahu soal ibu kandungnya juga.

Aku tidak ingat detailnya,

tapi dia tampaknya mengenal ibunya.

Bagaimana keadaan di sana?

Pimpinan

kesulitan menerimanya.

Tapi aku juga merasa aneh.

Segera setelah Wakil Pimpinan menghilang,

cucu yang seharusnya sudah mati diketahui

dan ternyata dia Nam Joon.

Benar.

Serta Nam Joon

tampaknya tahu di mana Wakil Pimpinan,

tapi diam saja.

Maaf, Kak.

Maaf.

Kak Yun Ah. Bangun.

Kak Yun Ah.

Kak Yun Ah.

Apa?

Apa maksud Ayah,

bersiap menerima Nam Joon ke keluarga kita?

Aku bukannya tidak tahu darahmu mendidih

setiap kali melihatnya,

tapi kita harus menyelamatkan ibumu lebih dahulu.

Ayah amat kejam.

Ayah tidak memikirkanku sama sekali?

Pikirkan perbuatan Nam Joon kepadaku.

Dia memanfaatkan kematian Do Kyung untuk memerasku

dan memakai itu untuk menjadi CEO.

Tapi Ayah malah mau menerimanya ke dalam keluarga kita?

Ayah amat kejam.

Aku akan membawanya

untuk tes DNA diam-diam.

I Told You I Was Ill: The Life and Legacy of Spike Milligan subtitles in other languages

More Indonesian subtitles for I Told You I Was Ill: The Life and Legacy of Spike Milligan

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left