American Crime Story

American Crime Story

Download Indonesian Subtitle

Season 2

Release info

American-Crime-Story-Ss2-Ep1-Unickunru-HDTV
A Commentary by unickunru
sub amatiran

Tags

HDTV
hdtv
HD
Published on: 2018-01-18
Downloads: 38
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 187 lines.

Selamat pagi.

Lazaro, sebentar.

Biar kuambil raketku dulu. /Okay.

Ciao bella.

Versace!

Bisa kami minta tanda tangan?

Tidak hari ini. Terima kasih.

Hey. /Hai. Apa kabar?

Selamat pagi.

Hey. Selamat pagi, Gianni.

Hai. Um, W Christy... dan Diana.

Terima kasih banyak. /Terima kasih.

Tidak.

Tebak siapa yang kutemui?

Andrew! /Tebak. Kamu harus tebak.

Siapa, siapa?

Gianni Versace.

Tidak! Apa?!

Oh, astaga, ceritakan semuanya.

Signore Versace, selamat malam.

Ini temanku, Andrew.

Hai.

Senang menemuimu di San Francisco.

Terima kasih.

Aku tertarik melihat opera. Kupikir ini saatnya

memiliki desaigner kontemporer mengerjakan..

Kita pernah bertemu?

Ya. Lago de Como.

Pesta kebun di kediamanmu.

Aku berada di tepi pantai mengagumi pemandanganmu

dan kita berbincang.

Kamu sangat ramah. Tentu, aku mengingat itu.

Tapi jika kamu mengingatnya, itu sangat memuji.

Yeah, Lago de Como, pasti itu.

Ya. Jadi...

Ya...

Orang tua ibuku berasal dari Italia.

Dari selatan. Schillaci nama keluarga mereka. Mungkin kamu tahu mereka.

Ibuku masih merasakan hubungan yang sangat kuat

pada negara itu, tapi sebenarnya, tak pernah kesana.

Bisa kamu percaya itu?

Seorang Amerika-Italia tak pernah melihat negaranya sendiri?

Dia tak pernah kembali bersamamu?

Sejujurnya,

Kurasa dia takut.

Ini hampir seolah-olah...

dia ingin menjaga Italia dipikirannya seperti tempat sempurna ini.

Dimana orang tuanya lahir?

Palermo.

Uh, mereka lahir di Palermo.

Akan kupesan apapun yang dia pesan.

Air Soda.

Palermo, katamu. /Oh benar.

Mereka pindah ke Ohio tahun 1928.

Dulu aku naik feri ke Palermo saat aku masih kecil.

Jadi aku duduk di area VIP...

Tunggu, dimana ini? Hey, mau kopi?

Oh, tidak, akan kuambil. Jadi, duduk di VIP

di klub pribadi khusus anggota...

Cerutu, pelapis beludru...

Kebijakan sangat ketat tidak mendekati selebriti,

yang tak mau kuturuti. Ugh.

Begitu norak.

Jadi aku bicara dengan temanku kemudian ini...

pria tampan yang ramah mendekatiku

dan dia memperkenalkan diri sebagai Versace.

Benar. Kataku padanya,

"Sayang, jika kamu Versace, aku Coco Chanel."

Kamu bukan Chanel. /Kukatakan itu.

Itu sangat memalukan. Dan aku harus menebusnya

nanti, saat dia sebenarnya

menegaskan dirinya sebagai...

Versace.

Aku sebenarnya bukanlah penggemar rancangannya,

pada hakikatnya, itu begitu... terang.

Berlebihan,

tapi mereka berkata...

...bahwa Armani merancang pakaian untuk para istri.

Kukira Versace merancang pakaian untuk pelacur,

dan kamu jangan melihatku seperti itu.

Ayolah, aku tahu skornya.

Ada homo cerewet berkeliaran.

Aku tak tahu dia gay. /Hey, homo bukan kata yang baik.

Tak baik saat dikatakan oleh orang yang salah.

Tapi apa sebutan seharusnya buat mereka?

Homoseksual? Hmm? Terdengar begitu... ilmiah.

Lagipula, aku tak masalah dengan itu; tak menggangguku.

Sama sekali tidak. Makanya aku setuju.

Tunggu, kamu setuju untuk apa?

Oh, aku tidak bilang?

Dia mengundangku ke opera.

Dia merancang kostum untuk Capriccio.

Itu karya kecil, tapi meski begitu.

Kurasa karya kecil pun, seseorang harus memakai pakaian.

Dan kamu bersedia?

Sayangku, Lizzie manis.

Versace sudah mengundangku ke opera.

Tentu aku bersedia.

Jadi kataku,

"Lizzie, aku tidak gila soal Versace,

tapi tentu aku tak keberatan pergi ke opera."

Itu sungguhan? /Apa?

Versace.

Apa maksudmu?

Tempo hari kudengar kamu bilang kamu setengah Yahudi.

... itu rumit.

Tidak rumit. Kamu bukan Yahudi, kamu Katolik, sama denganku.

Kamu anak altar.

Maksudku, kita bicara soal yang terjadi padamu.

Apa itu beda dengan yang kukatakan?

Apa itu beda? Itu beda. /Benar.

Hanya jika mereka tahu itu tidak benar.

Tapi kamu tahu.

Kukira kamu akan senang tentang itu.

Tentang apa? /Tentang Versace.

Bahwa kamu membual tentang kencan dengan Versace?

Itu bukan bualan. /Kamu tak bisa bilang kamu gay.

Kubilang pada semua sepanjang waktu. Kubilang selama bertahun-tahun...

Kamu beritahu orang gay kalau kamu gay dan orang normal kalau kamu normal.

Kuberitahu yang mereka ingin dengar.

Bagaimana aku harus berprilaku?

Aku pura-pura mengenal kamu yang menjadi orang lain?

Aku tak bisa menyesuaikan.

Tiap kali kurasa seperti jadi dekat padamu,

katamu kamu orang lain.

Aku tahu aku tidak...

mengesankan. /Okay.

Tapi aku baik.

Aku cerdas.

Dan aku ramah.

Aku jujur...

Sangat jujur.

Sumpah, aku sungguh berkencan dengan Gianni Versace.

Aku turut senang.

Bagus.

Apa? Tidak, tidak, sayang, lihat dirimu.

Lihat dirimu di cermin. Jangan lihat aku.

Di cermin.

Untuk menyesuaikan gaun, hal paling penting

adalah aku melihat wajahmu.

Aku melihat wajahmu.

Aku belajar itu dari ibuku.

Dia penjahit.

Dia punya toko kecil di Calabria.

Ibuku, dia akan berdiri dengan kliennya...

Yang dia anggap temannya...

Di depan cermin dan mempelajari ekspresi mereka.

Bukan kainnya, bukan gaunnya.

Wajah mereka dan hanya ketika mereka senang,

hanya ketika mereka senyum, mereka tenang,

pekerjaannya selesai.

Pakaianku melayanimu, sayang.

Aku bekerja untkmu. Aku tidak penting.

Ini kamu, ini semua tentangmu. Benar?

Mm, benar. /Kini pergilah.

Kamu harusnya bertanya.

Kamu terlihat sangat tampan.

"Tampan."

Kamu ingin pergi untuk apa?

Untuk mengesankan.

Berikan tanganmu.

Kamu harus... tidak. Uh...

Aku mencintaimu.

Kamu konyol.

Lihat, itu baru mengesankan.

Benar.

Kamu menikmatinya?

Aku menyukainya.

Kupikir itu mengilhami.

Kamu kreatif, benar?

Oh, pfft, tentu saja, sangat.

Terima kasih.

Apa pekerjaanmu?

Ini dan itu. Dan untuk pekerjaan pertamaku,

Aku bekerja untuk ayahku di perkebunan nanas

di Filipina... bisa kamu bayangkan?

Memetik nanas di tengah hari. Kamu harusnya melihatku.

Ayahku tentara.

Dia pilot untuk Imelda Marcos,

Ibu Negara Filipina. /Benarkah?

Benar. Dia menerbangkan salah satu pesawat tua itu,

Jenis pesawat yang Buddy Holly tumpangi saat meninggal.

Beechcraft Bonanza, itu namanya, jika kamu tahu.

Dia menerbangkannya sangat rendah karena

Imelda takut jatuh,

dan itu kisah nyata.

Ayahku akan memberitahu dia,

More Indonesian subtitles for American Crime Story

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left