Release info

암행어사-조선비밀수사단-Royal-Secret-Agent-E05-E06-NEXT-iQIYI
A Commentary by ANANG2196

Tags

other
Published on: 2020-12-28
Downloads: 31
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Sa-wol!

Sa-wol!

Sa-wol.

Siapa di sana?

Tetaplah sadar, Sa-wol.

Bayiku... Tolong selamatkan bayiku.

Sa-wol.

Bangun, Sa-wol!

Sa-wol. Sa-wol!

Tuan!

Ada orang di dalam? Buka pintunya!

Kami butuh bantuan!

Siapa di sana?

Ada apa?

Tidak ada waktu!

Dia kehilangan terlalu banyak darah.

Jika kita mencabut panahnya, dia bisa mati.

Tolong selamatkan bayiku.

Panggilkan bidannya.

Air ketubannya pecah.

Dia akan melahirkan.

Tidak ada waktu.

Dia tidak bisa melahirkan dalam kondisi seperti ini.

Ibu dan bayinya tidak akan selamat.

Kalau begitu, kau akan diam saja?

Sa-wol, bayinya akan segera lahir.

Kau harus bertahan.

Apa yang kau lakukan?

Aku akan membantunya melahirkan. Bantu aku bersiap.

Kau bisa melakukannya?

Aku belum pernah mencobanya, tapi aku pernah membantu.

Baiklah.

Sa-wol, bertahanlah.

Belum. Dorong!

Dorong sedikit lebih kuat.

Kumohon... Kubur aku di tempat itu.

Bayinya akan segera lahir.

Sedikit lagi.

Sa-wol.

Bayinya lahir.

Sa-wol.

Sa-wol, ini anak laki-laki.

Sa-wol, apa yang kau lihat?

Kenapa kau membawa kami ke sana?

Sa-wol.

Sa-wol.

Sa-wol.

Bangun, Sa-wol.

Sa-wol!

Sa-wol!

Sa-wol...

Aku tidak bertanggung jawab atas kematian wanita ini.

Wanita ini dibunuh.

Itu sesuatu yang harus kau laporkan ke biro pemerintahan.

Kami butuh bantuanmu.

Aku mengerti.

Sebentar lagi fajar, ikutlah denganku ke biro pemerintahan.

Terima kasih.

Ini sudah tengah hari, di mana mereka?

Bagaimana jika mereka terlibat masalah lagi?

Mereka belum kembali?

- Belum. - Aku penasaran kenapa.

Yang Mulia akan marah.

Hanya aku yang melaksanakan tugasnya.

- Aku harus keluar sebentar. - Tentu.

- Aku akan membantumu nanti. - Tentu.

Apa? Kenapa mereka kembali?

Orang-orang sialan itu.

Kalian!

Kalian!

Kau! Sudah kuperingatkan jangan pernah muncul di sini lagi!

Sebenarnya...

Diam!

Apa yang terjadi?

Tidak ada apa-apa.

Mereka menanyakan Anda.

Aku?

Ya.

Kapol meminta kami membawa Anda dengan sangat hati-hati.

Kapol?

Tidak. Tidak akan pernah!

Tuan.

- Tuan. - Tuan.

Jika kami gagal membawa Anda,

kami semua akan mati.

Jadi, kenapa kalian

memanggil wanita penghibur itu saat larut malam?

Aku tidak memanggilnya. Dia mengunjungiku.

Wanita penghibur ini mengunjungimu? Kenapa?

Dia baru mau memberitahuku

saat anak panah melayang dan menusuknya.

Anak panah melayang katamu?

Itukah yang membunuh wanita penghibur ini?

Benar.

Ini disebut anak panah berujung baja

dan aku diberi tahu panah ini dibuat sesuai pesanan.

Kau akan bisa menangkap pelakunya

dengan membuat daftar tersangka yang membeli panah berujung baja

dari pembuat busur dan panah.

Ini panah yang kau gunakan

saat kau membunuh babi hutan itu, bukan?

Jika niatku membunuhnya, untuk apa aku pergi ke tabib?

Dia masih hidup saat itu. Tabib bisa memastikannya.

Apa dia jujur?

Ya.

Aku mengerti.

Pulanglah sekarang.

Begitu penyelidikan dimulai,

aku akan memanggilmu kembali.

Tersangkanya harus ditemukan dulu...

Aku mengerti. Kau boleh pergi.

Terima kasih atas bantuanmu.

Itu sudah menjadi tugas tabib.

Aku hanya kecewa karena tidak bisa menyelamatkan nyawa wanita itu.

Bagaimana?

Aku hanya berusaha menyelamatkan nyawa, tapi hampir dijebak.

Apa yang akan kau lakukan dengan bayi itu?

Apa lagi yang bisa kita lakukan?

Kita harus menjaganya untuk sementara.

Berikan dia kepadaku.

Anak pintar.

Dia lapar.

Dia harus diberi makan.

Apa yang kau lihat?

Cari orang untuk merawatnya.

Ada urusan mendesak yang harus kuurus.

Tapi...

Aku harus mengunjungi pembuat busur dan panah.

Ini.

Aku akan pergi ke rumah bordil.

Aku akan memberi bayinya susu

dan mencari tahu lebih banyak tentang Sa-wol.

Seseorang mungkin tahu identitas ayah anak itu.

Pasti ada alasan wanita itu dibunuh.

Aku setuju denganmu.

Jaga dirimu.

Da-in!

Ya?

Akhirnya kita bekerja sama.

Kau tak sadar aku sudah berupaya untuk itu?

Betapa manisnya kata-katanya.

Kau mendapatkannya?

Ya.

Mereka para pejabat di Biro Pengawal Staf Militer.

Kau tahu siapa yang bertanggung jawab mengawal Pangeran Hwi-yeong?

Begini... Aku tidak yakin soal itu.

Kim Myeong-se?

Apa ini gubernur Provinsi Jeolla, Kim Myeong-se?

Ya, itu dia.

Dia iri kepada setiap pejabat muda.

Kariernya mulai menanjak sekitar sepuluh tahun lalu

dan kaya karena menjadi auditor untuk dua periode berturut-turut.

Maafkan aku.

Tapi kenapa Anda bertanya?

Kerjamu bagus.

Tentu.

Ada yang ingin Anda katakan kepadaku?

Kau yang harus bicara.

Kudengar kau memberikan sesuatu kepada Kepala Sekretaris.

Begini...

Beri tahu Tuan Agung sekarang juga!

Kepala Sekretaris Kerajaan mencari mantan seonjeonkwan.

Jadi, aku hanya memberinya daftar nama.

Kau tidak hanya memberikannya kepadanya.

Pengawal staf militer...

Apa alasannya?

Aku tidak tahu alasannya.

Kau menyerahkan daftar pejabat tanpa tahu alasannya?

Dan kau... Menerima uang untuk itu?

Aku...

Aku telah melakukan dosa besar!

Kau baru bisa tutup mulut setelah berada di kuburan.

Katakan.

Apa lagi yang kau bicarakan?

Dia menanyakan pria mana di daftar yang menemani Pangeran Hwi-yeong,

dan kubilang kepadanya aku tidak tahu.

Itu saja!

Pangeran Hwi-yeong?

Tolong tunggu di sini sebentar.

Tentu.

Kau sudah gila!

Selain meniru agen kerajaan, kau menemui Kapol?

Chun-sam, jika Tuan I-gyeom tahu...

Selamat datang.

Suatu kehormatan bisa mengundangmu sebagai tamuku.

Aku Kang In-chung, kepala polisi kota ini.

Bagus.

Kau ingin bertemu denganku?

Menjadi agen kerajaan itu sulit, dan bayarannya tidak besar.

Karena kau berada di kotaku, beri aku kesempatan untuk menjamumu.

Menjamuku?

Ini tidak banyak, tapi tolong terimalah.

Apa ini?

Bukankah ini emas?

Tolong sampaikan hal baik tentangku kepada Yang Mulia.

Lupakan saja.

Emas bagiku seperti batu!

Itu bahkan lebih baik.

Apa?

Anggaplah itu batu dan ambil saja, ya?

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left