The first 200 lines.
"Episode 6"
Sepertinya Bibi Tae Ran menyimpan rahasia.
Bibi Tae Ran.
Go Ya.
Sedang apa Bibi di sini?
Apa?
Bibi merasa sesak.
Bibi hanya ingin menghirup udara segar.
Ayo.
Bibi Tae Ran. Ada yang tidak beres, bukan?
Apa?
Melihat ekspresi Bibi, aku yakin itu benar.
Ada apa? Bibi bisa bicara denganku.
Masalahnya
bibi harus menangani ini sendiri,
tapi tidak yakin bisa melakukannya.
Tentu saja. Aku akan membantu. Ada apa?
Kamu ingat saat bibi cerita bertemu dengan teman lama?
Dia bukan teman lama Bibi?
Bukan.
Lalu siapa?
Oh Na Ra.
Apa?
Wanita yang membuat Go Woon sakit.
Kamu baik-baik saja?
Tunggu, beri aku waktu.
Jadi, dia juga anggota di pusat komunitas?
Awalnya, bibi juga memeriksa soal itu.
Tapi tidak ada anggota mereka yang bernama Oh Na Ra.
Tidak ada?
Dia memeriksa dua kali di komputer, langsung di hadapan bibi.
Dia tidak mengizinkan bibi memeriksa sendiri nama itu,
tapi bibi memohon agar dia melakukannya.
Lalu kenapa Oh Na Ra ada di sana?
Banyak orang yang datang dan pergi ke gedung itu.
Mungkin dia mampir untuk ke toilet atau semacamnya.
Memikirkannya saja membuat bibi marah lagi.
Dia sama sekali belum menua.
Pakaiannya sangat necis.
Hidupnya pasti hebat.
Bibi ingin menarik rambutnya, lalu menyeretnya,
tapi tidak bisa karena takut ibumu akan melihatnya.
Ibuku?
Ibuku di sana waktu itu?
Ya.
Dia tidak pernah mau ikut jika bibi ajak,
tapi dia malah datang hari itu.
Jadi, kita harus bagaimana?
Ibumu ingin ikut kelas lagi.
Jangan. Bagaimana jika mereka bertemu?
Kamu benar. Kita tidak boleh membiarkannya.
Mereka juga hampir bertemu hari itu.
Jika bertemu, mungkin sekarang kita sudah mengadakan pemakaman.
Ibumu akan mati.
Aku akan ke sana besok
dan memeriksanya sendiri.
Bagaimanapun caranya, Bibi harus menghentikan ibuku.
Dia tidak boleh kembali ke sana.
Baik.
"Kelas Memasak Ok Ja"
- Aku pulang. - Duduklah.
Kamu masih di sini?
Aku baru akan pergi.
Ini hari ulang tahun temanku, jadi, kami akan ke kelab.
- Ini teh madu. - Tidak usah.
Lebih baik meminum sedikit daripada tidak sama sekali.
Kudengar kamu bertemu dengan Paman Jae Woong.
Benarkah?
- Ya. - Eun Seok juga?
Ya.
Bagaimana kamu tahu?
Temanku seorang dokter di rumah sakit yang sama dengannya.
Dia melihat kalian di bar.
Benar, kata temanku
pamanmu sangat sukses.
Tampaknya dia akan menjadi direktur selanjutnya.
Kabarnya baik-baik saja?
Ya.
Aku sungguh tidak mengerti.
- Mengerti apa? - Kamu masih
berkomunikasi dengannya.
Bagaimana bisa kamu melakukan itu?
Dia menceraikan bibimu.
Aku akan ke kamar, Ibu.
Lihat?
Dia tampak sangat sedih jika ada orang
yang menyebutkan adiknya.
Apa kamu tidak terlalu kasar dengan ibumu?
Dia tidak bersikap kasar.
Pamannya adalah pria hebat yang sudah seperti ayah bagi Ji Seok
saat dia tidak punya sosok ayah.
Meskipun begitu, kini mereka orang asing.
Menjalin hubungan tidak semudah itu.
Kamu tidak bisa memutuskan satu hubungan
hanya karena orang lain memutuskan hubungan dengannya.
Apa kamu tetap berkomunikasi karena kasihan kepadanya?
Apa maksudmu?
Bibimu menceraikannya
karena berselingkuh.
Tapi kita tidak bisa menilai orang dari penampilannya.
Bibinya Ji Seok
tampak sangat polos.
Kamu sangat beruntung.
Aku? Kenapa?
Tidak ada yang bisa menilaimu berdasarkan penampilan
karena wajahmu sangat sering berubah.
Apa?
Aku belum melakukan bedah plastik belakangan ini.
Kamu hanya ingin berkelahi.
Sejujurnya, kamu tidak normal.
Silakan tanya siapa saja.
Bibimu yang menceraikan pria itu. Kini dia orang asing.
Kenapa kamu masih menemuinya?
Saat saudaramu tidak ada yang membantu,
lebih baik menemui orang asing.
Selamat malam.
Selamat malam. Astaga.
Nenek, dia bilang apa barusan?
Saudaranya tidak pernah membantu?
Dia membicarakanku, bukan?
Astaga, berandal itu.
Kata temanku, pamanmu sangat sukses.
Tampaknya dia akan menjadi direktur selanjutnya.
Dia menjauhkan keberuntungannya.
Apa kamu tetap berkomunikasi karena kasihan kepadanya?
Bibimu menceraikannya
karena berselingkuh.
Bibi akan segera berangkat ke Amerika.
Entah sampai kapan bibi di sana.
Mungkin tidak akan kembali.
Tatap bibi sekali saja.
- Ji Seok. - Apa dia punya keluarga?
- Apa? - Pria
selingkuhan Bibi.
Tidak. Dia lajang.
Aku senang Bibi tidak melakukan hal yang sangat buruk.
Bibi hanya menghancurkan keluarga Bibi.
Jangan pernah melupakan
perbuatan Bibi
kepada Jae Woong,
ibuku, dan aku.
Jangan lupa betapa Bibi telah menyakiti kami.
Apa dia punya keluarga?
Dia ada di pusat komunitas?
Jika bukan anggota, kenapa dia ke sana?
Mungkinkah dia mengajar di sana?
Kamu tahu yang bibi lihat?
Oh Na Ra.
Wanita yang membuat Go Woon sakit.
- Kak Go Ya. - Ya?
Kenapa Kakak menatapku?
Tidak apa-apa. Kita berangkat setelah kamu selesai, ya?
Baik.
Aku harus pergi bekerja.
Kamu hanya memikirkan diri sendiri, ya?
Apa yang sedang mengganggumu?
Go Bong tidak pulang semalam. Kamu tidak mencemaskannya?
Dia memang selalu keluar.
Kenapa aku harus mencemaskannya?
Sebagai kakaknya, kenapa kamu berkata begitu?
Jangan begitu.
Go Ya benar.
Go Ya juga punya cukup masalah untuk dipikirkan.
Apa maksudmu?
- Apa? - Dia punya masalah?
Kamu membicarakan sesuatu?
Aku?
Maksudku...
Begini, aku sedang melamar pekerjaan.
Aku sangat memikirkannya.
Apa gunanya melamar pekerjaan?
Kamu tidak akan pernah mendapatkannya.
Aku tahu. Kurasa mereka tidak andal menilai orang.
- Hubungi Go Bang sekarang. - Baik.
Kamu harus cemas, bahkan jika anjingmu tidak pulang.
- Baik. - Kamu hanya memikirkan dirimu.
Go Bang yang hanya memikirkan dirinya sendiri.
Kenapa kamu bilang begitu?
Jangan bicara begitu soal kakakmu.
Aku sudah selesai.
Apa yang kamu katakan kepada Go Woon soal Go Bong?
Dia anak baik, tidak mungkin berpikiran begitu.
Ibu yakin.
Jangan terlalu yakin.
- Aku pergi. - Jangan lupa.
Setelah ibu mati, kamu harus mengurus Go Bong dan Go Woon.
Kamu akan bertanggung jawab atas keluarga ini.
Baiklah. Aku akan mencari nafkah untuk keluarga ini.
Tampaknya dia tidak pernah mendengarkan.
Dia hanya bersikap tenang.
Kenapa Kakak sangat kejam terhadap Go Ya?
Siapa yang bekerja siang dan malam
untuk membayar biaya rumah sakit Go Woon?
Siapa yang membereskan masalah yang dibuat Go Bong?
Kenapa Go Ya harus keluar dari universitas?
Jika Kakak tidak ditipu
dan kehilangan uang karena Go Woon...
Ponselku berdering.
Halo.
Kini berdering sungguhan.
No comments yet. Be the first to leave one.