The first 200 lines.
Manual translate by ~ ~ ~ Robandit ~ ~ ~ love to share
Pada tahun 1636 tepat setelah perang Manchu
Tentara Cina ditempatkan di Korea dan mulai mencampuri urusan dalam negeri Korea yang membuat hidup rakyat sengsara
Di zaman yang kacau ini, ada sekumpulan orang bodoh yang hidup dengan peraturan mereka sendiri.
Darah akan tumpah di manapun mereka pergi Sekumpulan orang bodoh yang tak tahu malu melakukan segalanya demi uang...
Tidak ada yang tahu kebenaran tentang mereka Tapi, orang-orang menyebut mereka sebagai "Romantic Warriors"
Aku kasihan dengan gadis yang malang itu, lalu kujadikan dia sebagai gundikku.
Pelacur yang tidak tahu berterima kasih itu lari dengan pria lain.
Aku ingin mereka ditangkap hidup-hidup dengan cara apapun.
Kau akan mendapatkan tambahan 5.000.
Oh, Dewa Gunung, Dewa Bulan dan Dewa Air.
Bantulah kami untuk mengusir setan-setan ini.
Usirlah roh jahat keluar dari tubuh wanita ini.
Dewa Langit dan Bumi!
Bantulah kami untuk mengusir setan-setan ini.
Aku tidak punya...
Siapa di luar?
Siapa bajingan-bajingan ini?
Oh, tidak!
- Ah! - Oh, tidak! Oh, saya ...
Satu goyangan bisa bernilai 10.000. Berarti 10.000 goyangan bernilai satu!
Kau tidak senang, bajingan?
ROMANTIC WARRIORS
Dasar kalian bajingan! Apakah kalian tahu siapa aku?
Kalian akan membawaku kemana?
Kau ingin menantangku?
Jaga mulutmu, perempuan jalang! Kalian para bajingan!
Aku bisa melihat kalau kalian tidak tahu siapa aku.
Apakah kalian tahu persaudaraan Hong Kil-dong?
Kalian juga pasti tidak tahu siapa itu saudara Kuk-jeon.
Dasar kalian keparat tidak berguna.
Hari ini adalah hari terakhir kalian.
Apa yang kau lihat?
Aku pikir kita tersesat.
Oppa...
Tak bisakah kau tinggal bersama dengan kami lagi?
- Aku akan bicara dengan ayahku ... - Serius memberikan ini untukku?
Seperti sebelumnya
Yakin ini dari Cina?
- Aku tidak punya orangtua - Apakah kau mencurinya lagi?
Katakan kau tidak mencurinya seperti yang dulu.
Yo-yee...
Dal-rae...
Katakan 'satu' dan seorang wanita tua mengangkat tongkatnya
Katakan 'dua' dan penjual kacang-dadih membunyikan loncengnya.
Saat yang ketiga ...
- Bukan itu - Ayah?
- Ehmm! Ehmm! - Ada apa?
Aku bilang padamu untuk tidak datang kesini.
Pergilah!
Aku kasihan denganmu yang yatim piatu dan memberimu makan.
Tapi kau berani pergi meninggalkan kami?
Dasar bodoh! Berterima kasihlah pada bintangmu.
Kau beruntung karena Putri Fei Fei
Kerja yang bagus, anak-anak.
Hyung-nim.
Kami bukan pengemis. Uang segini tidaklah cukup ...
Begini... Kau cuma memberi perintah, dan kami yang melakukan semuanya.
Kami berharap untuk diperlakukan secara profesional....
Omong kosong!
Lima koin tidak cukup?
Aku bahkan ereksi, sama seperti bajingan itu!
Aku bahkan mengirim uang ke rumah dan menyimpan sisanya.
Hyung, jangan khawatir.
Turunkan tatapan kalian!
Tutup mulut kalian!
Aku sangka tadi itu milikku
Aku sudah bilang padamu untuk tetap diam
Pang!
Dasar bodoh!
Fei fei tidak membicarakanku?
Tidak.
- Sedikitpun tidak? - Tidak.
Aku tahu dia pasti membicarakanku.
Kau bodoh!
Beli sesuatu yang enak untuk makan.
Dal-rae... Setelah aku menjadi kaya ...
Kita bisa hidup bahagia bersama, adik kecil.
Katakan 'satu' dan seorang wanita tua mengangkat tongkatnya
Katakan 'dua' dan penjual kacang-dadih membunyikan loncengnya.
Katakan 'tiga' dan mempelai wanita melihat cerminnya
Katakan 'empat' dan para wanita mencuci pakaian di sungai
Sial! Ini membuatku terpojok!
Hei, kalian berdua!
Peduli apa..
Ketua.. Ketua?
Ketua!
Ketua, Ketua.
Ketua.
Ketua!
Ketua ...
Oh, lumayan!
Bagus. Mantap...
Sudah berapa tetes air mata sejauh ini?
Unnie, 999 tetes. Kerja yang bagus.
Satu pria lagi besok dan kita selesai?
Benar sekali! Ini akan menjadi tetes yang ke-1000 nantinya.
Dan akhirnya naik ke Nirwana besok?
Wow! Narwana!
Narwana!
Unnie, bukan Narwana! Yang benar Nirwana.
Narwana!
Ikuti kata-kataku, Nir!
Nir!
Wana!
Wana!
Nirwana!
Narwana!
Katakan beras!
Peras!
Beras!
Peras!
Kau tidak melakukan sesuatu dengan benar jadi lakukan saja sesukamu.
Jalang!
Ketua, Ketua ..
Halo.
Sial, dasar pelacur bodoh!
Kau membuatku muak.
Sadarlah!
Tidak ada manusia yang akan membalaskan dendam hantu.
Kau tunggu saja dan kau akan terjebak di dunia yang busuk ini.
Sungguhan?
Apakah aku terlihat menakutkan?
Katakan pada kami sesuatu yang kita tidak tahu
Jangan berhenti...
Ayo! Cepat!
Pembunuh, pembunuh pembunuh
Sudah waktunya untuk mengajarkan kalian "Ilmu Pedang Terampuh".
Ilmu Pedang Terampuh.
Kalian akan menggunakannya untuk melawan musuh dengan tenaga dalam yang tinggi.
Ingatlah kalian!
Pertama kalian harus mematahkan keseimbangan batin mereka.
Mematahkan apa?
Keseimbangan batin!
Mengapa tidak bilang kebodohan batin.
Lihat ini.
Lihat...
Tidak peduli seberapa hebat dirimu, kalau kau kehilangan keseimbangan batin
Kau akan kalah!
- Dua! - Tiga!
Salah!
Dasar makhluk berlidah pendek.
Siapkan taruhan kalian!
Kali ini pasti tiga.
- Dengarkan aku, bodoh - Tutup mulutmu!
- Tutup mulutmu sebelum kurobek. - Aku adalah seorang dukun.
Dasar mulut besar!
- Tenang - Dua ...
Satu
Sial!
Aku sudah bilang, bajingan.
- Sial - Bikin stress saja.
Lakukan sesuatu.
Temanku bisa memiliki rumah sendiri setelah mendengarkanku.
Kasihanilah aku yang terjebak di sini bersama dengan para pembunuh tolol.
yang bahkan tidak bisa memenangkan permainan.
Apa yang kau bicarakan?
Apa yang kau tahu tentang permainan ini!
Aku tidak tahu.
Bukan itu maksudku, bodoh.
Apa yang kau lakukan di depan seorang wanita terhormat?
Mau melukaiku dengan pisau?
Bermimpilah, wanita tua.
Apa yang ...
Apa?
Pembunuh idiot jenis apa yang menghilangkan pedangnya?
Waspadalah terhadap hantu, keparat.
Mereka begitu menakutkan.
Jika kalian tidak hati-hati, mereka akan memakan kalian hidup-hidup.
Aku kira ini bukan jalannya?
Dasar kalian bodoh. Tersesat di jalan yang selalu kalian lewati setiap hari?
Itulah mengapa para ninja bisa mengalahkan kalian.
Bahkan tukang masakpun memandang remeh padaku sekarang
Apa yang kau lihat?
Ini bukan jalannya.
Ayo pergi.
Apakah kalian berdua berpacaran?
Mengapa kalian tidak mencoba untuk bercinta di sini.
Apa yang kau lihat?
Jaga sikapmu, bajingan!
Dasar serigala-serigala sialan!
Yo-yee...
Kau tahu mengapa aku jarang menghunus pedangku?
Aku tidak ingin tahu. Dasar bodoh.
Kejadiannya 10 tahun yang lalu,
Para tentara memberontak di istana.
Aku dan putri Jeong-rin yang sebelumnya akan menikah...
Sekarang kami dalam pelarian.
Aku adalah prajurit unggulan yang bertugas sebagai pengawalnya.
Kami berlari sampai Ji-ri San...
Tapi aku harus menghadapi 17 pembunuh terbaik.
dalam satu pertarungan terakhir.
Sial ...
Putri Rin...
Lalu aku memutuskan ...
Aku mengerti kata-kata terakhirnya...
Aku takkan pernah menghunus pedangku lagi.
Rin!
Hyung!
Yo-yee, Yo-yee!
No comments yet. Be the first to leave one.