The first 200 lines.
Kalau aku punya uang dan berkuasa,
akankah Nona Shen menyukai aku?
Tidak mungkin.
Kenapa?
Karena kamu tidak mungkin punya uang dan berkuasa.
Kamu jangan mengutuk aku.
Bagaimana kalau aku bisa mewarisi warisan besar nanti?.
Apakah kamu mengutuk ayahmu?
Maksud aku nanti.
Buka pintu.
Kenapa kamu datang ke sini?
Aku sudah menjual naskahnya.
Jual dengan harga berapa?
250 koin uang perak.
250.
Tos.
Jual kepada siapa?
Seorang bos gangster.
Apa marganya?
Marga Bai.
Bukan.
Bukan. Kita jangan menolak uang. Benar, kan?
Kamu tidak kekurangan uang, tetapi aku kekurangan uang.
Bukan. Kamu buka pintu.
Apakah masih mau uang?
Aku bekerja keras untukmu, sutradara.
Apa yang kamu lihat?
Semua orang terlihat
sangat senang semalam, kan?
Lihat ini
Apa yang terjadi?
Bos Bai, apakah kamu gila?
Anderson.
Kalian pergi saja.
Tuan Norman, lama tidak bertemu.
Bawahan aku menangkap dia
karena dia mengintip putriku.
Dia mengatakan bahwa Anda yang suruh.
Apakah kamu percaya?
Aku tentu saja tidak percaya.
Berdasarkan reputasi Anda,
tidak mungkin melakukan hal yang tidak senonoh ini.
Jadi, aku membawa dia datang ke sini hari ini
agar kamu menghukum dia.
Jangan biarkan orang licik ini
merusak reputasi Anda.
Terima kasih atas niat baik Tuan Bai.
Aku adalah orang di dunia persilatan.
Bahas denganku kalau ada masalah ke depannya.
Jangan menggangu putri dan menantuku.
Jangan salahkan aku tidak memperingatkan.
Aku pamit.
Maaf. Maaf.
Mereka memukul dengan kejam.
Diam.
Sup ikan mas pepaya. Sangat wangi.
Minggirlah.
Apakah kamu masih marah denganku?
Omong kosong. Aku menghabiskan banyak tenagaku menulis naskah.
Atas dasar apa kamu tidak menjualnya?
Aku tidak bilang tidak mau jual.
Aku hanya bilang tidak mau jual ke ayahku.
Menderita karena harga diri.
Ayahku tidak akan bayar uang ini dengan gratis.
Dia akan menekan aku dengan menggunakan uang ini.
Kemudian memaksa aku untuk pulang.
Malah aku berharap ayahmu akan memaksamu pulang lebih cepat.
Jadi, kamu tidak bisa menggangguku lagi.
Apakah kamu benar-benar merasa aku menyebalkan?
Aku tidak hanya merasa kamu menyebalkan,
aku ingin tendang kamu dengan satu tendangan.
Maaf ya. Merepotkanmu.
Jangan pakai cara ini.
Strategi berpura-pura sedih tidak akan mempan terhadapku.
Semua orang sangat memanjakan aku
dari kecil hingga dewasa.
Tetapi hatiku tahu
mereka melakukan itu karena ayahku.
Jarang ada orang memperlakukan aku dengan jujur
dan mengatakan apapun.
Sehingga membuat aku merasa
aku masih sedikit berguna.
Akting yang bagus.
Apakah kamu menangis?
Tidak.
Supnya sudah matang.
Kamu minum sedikit.
Aku tidak lapar.
Supnya terlalu banyak.
Aku tidak bisa menghabiskannya sendiri.
Kamu bantu aku dong.
Kamu jangan seperti itu. Oke?
Aku tidak membencimu. Aku menyukaimu.
Kamu buka pintu.
Baris ke-5 dari bagian timur. Apakah ada teman seumat yang bermarga Wang?
Jodoh sudah tiba hari ini.
Guru mendapat bimbingan Dewa untuk membuka pikiranmu.
Maju ke depan.
Ada satu anak di rumah yang di bawah umur 18 tahun.
Terkena penyakit dan istri melarikan diri.
Tetapi masuk ke aliranku dan
diberkati Dewa.
Dewa memberkati. Dewa memberkati. Dewa memberkati.
Dewa memberkati.
Segala sesuatu mendapatkan pencerahan.
Aku bernama Wang Ming, berlutut di depan Dewa dengan tulus.
Memohon jalan kebenaran.
Taat dengan tulus setelah mendapat Tao.
Bertobat dan membina diri.
Kalau mundur, tidak tulus,
menipu leluhur, tidak sopan kepada pendahulu,
tidak menaati aturan aliran, bersedia menerima hukuman langit.
Mulai sekarang, kamu akan menjadi
umat dalam ke-513 wadah cabang utara aku.
Dewa sudah datang.
- Dewa sudah datang. - Dewa sudah datang.
Silakan Guru menerima tali Tongshen dan mendengarkan arahan Dewa.
Alabuosuona. Alabuosuona.
Aluo. Alabuosuona. Buosona.
Aluo. Alabuosuona.
Alabuosuona.
Dupa sudah terbakar setengah.
Para umat dapat memohon keinginan dengan tulus kepada Dewa.
- Semoga Dewa memberkati. - Semoga Dewa memberkati.
Semoga Dewa memberkati. Semoga Dewa memberkati.
Apa yang terjadi?
- Kenapa jatuh? - Kenapa jatuh?
Kenapa jatuh?
Apa yang terjadi?
Apa yang terjadi?
Mati.
Bukankah Dewa memberkati kita?
Kenapa bisa mati?
Para umat. Para umat.
Harap tenang. Harap tenang.
Masalah ini terjadi dengan aneh.
Jangan bicara sembarangan. Jangan bicara sembarangan.
Begini saja.
Kalian pulang dulu hari ini.
Besok datang lagi.
Aku pasti akan memberi kalian satu penjelasan.
Pulang dulu. Pulang dulu.
Tidak boleh pulang.
Katakan sekali lagi. Tidak mengerti.
Ini adalah urusan aliran aku.
Tidak perlu diurus oleh polisi.
Selain itu, kematian Guru Pendeta
sama seperti kematian orang yang melanggar aturan aliran.
Jadi, pasti terkena hukuman langit.
Hukuman langit? Apa maksudmu?
Bawa pergi.
Tunggu.
Ini adalah Guru Pendeta aliran kami.
Apakah kalian membawanya tanpa persetujuan kami?
Pendeta junior, kami menjalankan tugas.
Tolong beri jalan.
Hukuman langit.
Kamu juga tahu maksud ini.
Kamu hebat juga.
Apa artinya?
Dia membuat Tuhan marah.
Mati. Apakah kamu mengerti?
Apa ini?
Baca mantra kematian. Semoga orang mati beristirahat dengan damai.
Apakah kamu siap?
Ayo.
Terima kasih.
Apakah masih mau?
Ayo.
Ini.
Buka.
Yakin?
Buka.
Terima kasih.
Apakah masih mau?
Ayo.
Ini.
Ini.
Kasih kamu satu kesempatan lagi.
Buka.
Yakin?
Buka.
Maaf.
Taruhan terakhir. Pilih dengan hati-hati.
Buka.
Yakin?
Buka.
Tunggu.
Sekali lagi. Ini terakhir kali.
Baik, tetapi kamu tidak punya uang lagi.
Kamu mau jadikan apa sebagai taruhan?
Tunggu aku.
Jual ini ke pegadaian akan dapat 50.
Aku anggap ini 20 untukmu.
Main lagi.
Apakah layak?
Kenapa tidak layak?
Mengakui kekalahan kalau kalah bertaruh. Ayo.
Ayo.
Yakin? Ini taruhan terakhir.
No comments yet. Be the first to leave one.