The first 198 lines.
SERIAL NETFLIX ORIGINAL
Selamat datang, Teman-teman.
Mereka masih di sini.
Apa, tak ada pelukan?
Aku menunggu.
Ayo. Siapa bisa menolak pelukan ibu seram?
Diam, Luci.
Bean! Aku merindukanmu!
Aku tak akan merindukanmu, Bu.
Apakah ini ibu yang selalu kau bicarakan?
Dia bukan sundal jelek dan kejam. Tetapi dia lebih jalang dari bayanganku.
Halo, Elfo. Terakhir aku melihatmu, kau lebih mati.
Jangan ada lubang bulan itu.
Bulan.
- Bulan. - Diam!
Tim sumbat enam, sumbat lubang itu!
Terlalu lambat.
Kenapa kau di sini? Kenapa kau tak bisa biarkan aku?
Kehidupanmu begitu buruk, kau harus merusak hidupku?
Aku menyelamatkanmu.
Kau mau kujawab pertanyaan itu
atau kau hanya perlu melampiaskan?
Lupakan saja. Aku mau pergi dari sini.
Tak ada yang menahanmu.
Tak ada kecuali makhluk tikus tanahmu.
Kami bukan makhluk tikus tanah. Kami Trøg indah bermata melotot.
Trøg, dengan "ø" yang dicoret.
Mereka itu makhluk tikus tanah.
Apa kabar?
Apa kabar, Kentang Camilan?
Lepaskan dia. Kau bebas pergi kapan saja.
Aku mau sekarang. Ayo pergi sekarang.
Ingat, Sayang, jika kau terlihat di Dreamland,
kau akan dibunuh.
Kau tak akan temukan jalan keluar tanpa bantuanku.
Maaf soal gemanya.
Aku tahu itu menakutkan.
Selamat datang kembali, Teman-teman.
Itu karena panggil "kentang camilan."
Siapa yang akan dituduh penyihir berikutnya, Ayah?
Wanita tetangga sebelah yang punya chihuahua.
- Yang selalu menyalak? - Itu dia, Nak.
Pertunjukan hebat, Paduka. Kau teladan barbarisme kerajaan.
Dua sendok es krim lumer untukmu malam ini.
Aku tak percaya aku membunuh kakakku.
Dia tak pernah sekesal ini sejak badut ulang tahunnya dibakar.
- Jadi raja itu sulit. Aku perlu nasihat. - Kami penasihatmu.
- Tidak, aku mau bicara kepada ayahku. - Aku tak sarankan itu.
Hei, kenapa Derek di bawah sana dengan Odval?
Dan Imam Agung? Dan mahkotaku? Ada yang terjadi.
Seperti dua angka mana pun, ini tak masuk akal.
Lukaku.
Coba beri solusi, Pendergast.
Kataku, kita bunuh Zøg sekarang,
tetapi menurut Odval dia akan mati sendiri.
Kau keparat haus darah. Apa menurutmu?
Aku bukan penentu keputusan, aku pengambil tindakan.
Dan pembuat puding. Aku pandai membuat puding.
Mari lihat keadaannya.
Aku sekarat di sini.
Buntalan kerajaan itu masih hidup.
Aku mau pamer langsung di depan mayat korban kita.
- Tak ada yang lebih memuaskan. - Atau menggairahkan.
Jangan cemas. Dari suaranya, dia akan segera mati seperti putrinya.
- Apa? Kau… - Lihat? Itu komat-kamit mautnya.
Kau akan menyesali hari kau macam-macam dengan putriku…
Tak ada waktu untuk komat-kamit. Berikan aku tongkat pembunuh.
Sudahlah. Jangan membahayakan roh abadi kita dengan membunuhnya.
Roh?
- Kau pemimpin gereja. - Gereja apanya.
Untuk pria sekarat, dia bising sekali.
Mungkin dia sedang pulih.
Rakyat tak boleh lihat itu atau dia akan dinobatkan lagi.
Pendergast, pastikan Zøg tak meninggalkan kamar ini.
- Boleh pesan ke kamar? - Terpaksa.
Jika dia coba pergi, iris dia kecil-kecil.
Para perempuan dan entah apa,
terima kasih sudah hadir di makan tengah malam wajib ini.
Aku dengar ada yang makan. Ya.
Bukan, kau. Taruh senpunya. Terima kasih.
Ayo beri sambutan meriah kota Trøg untuk… Aku masih bisa dengar!
Beri sambutan meriah kota Trøg untuk tamu kehormatan kita,
putriku yang cantik, Putri Tiabeanie!
- Dan… - Dan dua orang tak penting.
Kini kami akhirnya bersatu kembali sebagai ratu dan putri,
nabi-nabi terakhir dan pemenuhan nubuat,
keinginan terbesarku adalah melupakan semua itu.
Apa?
Dan berfokus pada hal terpenting, penyatuan kembali ibu dan anak.
Bean, aku sangat merindukanmu.
- Kita pernah berselisih. - Kita coba saling bunuh.
Kini saatnya melupakan masa depan dan berbaikan untuk masa lalu.
Ada alasannya aku menyelamatkanmu. Itu berkaitan dengan yang ada di sini.
Dadanya.
Kini kita punya waktu. Penguasaan dunia bisa menunggu. Ini untuk cinta!
Bu, entah apa kau sungguh-sungguh,
tetapi aku bersulang agar kau tak pasang mahkota itu di kepalaku.
Benda tua itu.
Dibakar di pasak memang sangat menimbulkan selera makan.
Tidak. Di kota Trøg ini, jenismu dapat sisa makanan.
Kau sadar aku bukan kucing bicara? Aku setan yang bicara.
Kami tahu. Kami hidup satu lantai di atas Neraka.
Kalian tetangga payah. Kalian memasak kubis bau itu.
Itu anak-anak!
Aku boleh ikut mengobrol?
Maaf, tak ada banyak… Baiklah.
Lihat dirimu. Kau tak seperti yang lain.
Lubang kepala raksasamu relatif kecil.
Akhirnya. Ada yang paham.
Ya, memang itu yang kumau.
Hai, aku Trixy.
Hai, Trixy. Namaku O. Elf-o.
Aku tak pernah dapat perhatian dari wanita.
Aku tak tahu cara hadapi.
- Apa semua ini? - Ikan teri dengan cuka dan moster.
Asin, asam, dan berlendir? Ini seperti trinitas suci cita rasa!
- Kalian tak makan? - Kami punya makanan khusus.
Jus gua.
Jus gua?
Aku paham. Baiklah. Aku senang itu sudah jelas.
Aneh.
Aneh.
Tuan? Entah apa kau bisa mendengarku, ada banyak darah di telingamu,
tetapi aku ingin katakan aku tak pernah kenal ayahku.
Dia mati melayani ayahmu dalam perang merebut kanal yang tak kita gunakan lagi.
Aku selalu memilikimu untuk kukagumi.
Saat kau mendorongku berperang, aku pergi. Bukan karena kau rajaku,
tetapi karena aku tahu kau akan bertarung di belakangku.
Ingat saat makan malam kemenangan setelah pertempuran itu,
kau mengamuk karena mabuk lalu mencungkil bola mataku?
Fakta seru, orang mengira kau melempar garpu,
tetapi sebenarnya kau lempar sendok, dengan begitu keras dan cepat,
dan itu langsung menciduk mataku.
Sampai ke tulang, Tuan. Mengagumkan. Kau pejuang sejati.
Apa pun ucapan orang, Tuan, aku tahu kau orang baik.
- Ada apa dengan seleramu? - Aku alergi jadi antek.
Aku ingat kau bisa cepat makan segalanya dengan gigi itu.
Seperti gadis berang-berang gila!
Aku paham, gigimu sempurna. Kenapa kau lakukan ini?
Agar kau senang. Aku tak mencoba memanipulasimu.
Ini dari wanita yang menjajah mimpimu?
Luci, kau belum habiskan tulang tikusmu.
Kau kelelahan di pasak. Ayo kita tidur.
- Sudah gelap. - Bagaimana tahu?
Trøg selalu ikuti kebiasaan. Mereka tahu saatnya tidur.
Dan kapan saatnya mencuci piring!
Janji kau akan pertimbangkan memberiku peluang lagi.
Aku harus tidur sekarang. Aku tidur di batu yang mana?
Dan jangan menjajah mimpiku kali ini.
Tentu. Aku tahu kau ingin sendirian dengan fantasi seksmu di bawah air.
Beraninya kau! Juga, aku tak tahu apa maksudmu.
Selamat malam, Sayang. Yugo akan siapkan tempat tidurmu.
Lewat sini ke gua kecil.
- Terdengar berbahaya. - Bukan, itu seperti hotel.
- Jadi aman? - Tidak, ada banyak longsor.
Bean, bagaimana kau bisa mengantuk pada saat ini?
Bukan. Aku marah.
Kadang, saat aku marah, aku juga lelah.
Kau membuatku lelah.
Jalanlah dengan Yugo. Aku harus pikirkan ini.
Jika aku pelajari satu hal,
saat kau terjebak di gua dengan ibumu yang gila,
sebaiknya ikuti saja.
Harus pura-pura jadi putrinya yang baik hati.
Hati-hati. Jangan biarkan dia mengacaukan pikiranmu.
Astaga! Ini tepat seperti kamarku saat aku kecil.
Kenapa gaun berjumbai ini ada di lemari mirasku?
Kalian berdua, lewat sini ke kamar tidur.
Bergandengan.
Selamat malam, Bean.
Ini ada di Neraka. Disebut makam rubanah.
Para Trøg itu menakutkan, tetapi tempat tidur dingin dan keras ini nyaman.
- Hai, Elfo. - Hai, Trixy. Apa-apaan?
- Diam, Trixy. - Diam, Elfo!
Diam, Elfo!
Diam, Elfo!
DI BAWAH MANAJEMEN BARU
Baik, turunkan bokong kalian.
Kini untuk mencapai tujuan mutlak kita,
menjadikan Dreamland teokrasi ketat dengan kehidupan spiritual yang kaya.
Dengan penekanan pada kaya. Haleluya, amin, dan cring!
Ini maklumatnya, Paduka. Ingat, gunakan suara luarmu.
Baiklah.
"Atas perintah Raja, aku, Derek, diriku,
kami menyatakan Dreamland kini adalah teokrasi!
Semua kuasa berasal dari Takhta Suci ini dan bokong nyaman yang mendudukinya!
Mulai saat ini, tak boleh ada lagi asusila jenis apa pun!
Tak ada alkohol lagi!"
"Tak boleh berjudi lagi!"
AIR RASA AKU 1 GELAS 15 SEN
- "Tak boleh ada penjualan tanpa izin!" - Jangan! Cairan berhargaku!
"Tak boleh hidup bersama tak resmi!"
"Dan, yang terpenting, tak boleh ada komedi lagi!"
- Aktingku masih boleh? - Tahu yang menurutku lucu?
- Apa? - Sloganmu.
Slogan apa? Astaga…
Ya, itu.
Bukankah kau ajak kami ke kedai kopi?
No comments yet. Be the first to leave one.