The first 200 lines.
"Episode 44"
Minumlah teh ini.
Kamu suka teh kembang sepatu.
Hei.
Aku kebetulan datang bersama Mi Rae.
Kami bertemu di luar, aku bersumpah.
Aku menganggapmu berbeda sekarang.
Bagaimana kamu bisa sangat baik kepada Dong Hyun?
Aku sangat berterima kasih kepadamu.
- Joon Ho. - Ya?
Aku ingin bahagia.
Aku juga. Aku ingin bahagia bersamamu...
Kalau begitu, ayo punya bayi.
Kita sudah membahas itu. Kita akan menunggu setahun.
Kamu menyetujuinya.
Itu saat ada Dong Hyun.
Atau bawa dia kembali sekarang juga.
Bagaimana aku bisa tiba-tiba membawanya kembali?
Aku tidak bisa mengalunginya dan menarik kekangnya.
Kalau begitu, bagaimana kita bisa bahagia?
Apa maksudmu?
Kamu dan aku bisa hidup bahagia.
Sementara kamu memanfaatkan Dong Hyun
sebagai alasan untuk terus menemui mantan istrimu?
Siapa bilang aku akan...
Aku tidak punya pilihan tadi.
Bagaimana aku bisa tidak mengunjungi anakku yang terluka?
Kamu seharusnya menghubungiku dahulu.
Untunglah aku berada di klinikmu saat itu.
Kalau tidak, kalian bertiga akan bertemu tanpaku.
Aku harus hamil, kalau tidak, segera bawa Dong Hyun kembali.
- Song Joo. - Apa aku saja yang menjemputnya?
Bisakah kamu berhenti?
Joon Ho, aku meninggalkan keluargaku
untuk tinggal di Korea karena percaya padamu.
Aku mempertaruhkan segalanya pada dirimu dan Dong Hyun.
Song Joo, berhentilah mendesakku.
Kamu membuatku stres.
Saat kamu seperti ini,
aku merasa tidak mencintaimu lagi.
Lalu kamu akan melakukan apa?
Apa kamu akan menceraikanku?
Bagaimana kamu bisa berpikir begitu? Bukan begitu.
Dengarkan baik-baik.
Aku adalah kamu dan kamu adalah aku.
Bercerai bukanlah pilihan.
"Lima kali percobaan yang salah. Cobalah lagi setelah 30 detik."
Bagaimana pekerjaan di rumah sakit?
Kenapa kamu tidak mau bicara?
Jangan bekerja terlalu keras.
Aku berangkat bekerja.
Kenapa kamu tidak menghabiskan makananmu?
Aku sudah selesai. Sampai nanti, Ibu.
Hei.
Kamu tidak berpamitan kepada ayah?
Sayang.
Apa kamu mau uang?
Aku berangkat bekerja.
Kenapa kamu mengungkit itu?
Kamu suka menghancurkan reputasiku dengan kejadian puluhan tahun lalu?
Tidakkah kamu punya hati nurani?
Sudah kutransfer uang untuk biaya hidup. Periksalah rekeningmu.
Sub by VIU Ripped & Synced by @SULTAN KHILAF
Follow My IG @sultan_khilaf_sub
Minumlah ini lalu pergi bekerja. Ini.
Tentu. Baiklah.
Maaf kalau sikapku terlalu keras semalam.
Tidak.
Reaksiku berlebihan semalam. Maaf.
Kamu sebaiknya pergi joging besok.
Menyerah lebih buruk daripada tidak mencoba sama sekali.
Aku sungguh boleh melakukan itu?
Kamu tidak menyukai itu karena takut aku bertemu Mi Rae.
- Kemarin... - Aku akan percaya padamu.
Biarkan Dong Hyun tinggal dengan ibunya selama yang dia mau.
- Aku sungguh boleh melakukannya? - Ya.
Akhirnya aku bisa tenang sekarang.
Song Joo, terima kasih banyak.
Aku akan menebusnya.
Baiklah, Joon Ho.
Semoga harimu indah.
Terima kasih.
- Sampai jumpa. - Sampai nanti.
Butuh 17 menit untuk sampai ke rumah sakit hewannya.
Sebaiknya kamu sampai di sana dalam 17 menit.
Selamat pagi, Soo Mi.
Selamat pagi, Direktur.
"Rumah Sakit Hewan Love Animals"
Halo, Nyonya.
- Apa Joon Ho tiba pukul 9.01 pagi? - Ya.
- Baiklah. - Apa?
Perasaan mengerikan apa ini?
Ada yang terjadi.
Hebat, ini memiliki karakteristik yang luar biasa.
Aku suka konsep
kita bisa memiliki perawatan wajah sekelas salon di rumah.
Kami sudah memperbaiki beberapa kekurangan yang ada,
karenanya aku bisa menjamin kualitasnya.
Ada apa?
Somi merilis sesuatu dengan konsep yang serupa.
Somi?
Itu mustahil.
Kalaupun benar, ini produk kami yang sudah ada.
Seberapa miripkah?
Lihatlah. Kalimat dan kemasannya sama persis.
Tidak mungkin. Ini mustahil.
Ini bukan kebetulan.
Apa masuk akal kalimat dan kemasannya sama persis?
Kita mengganti kemasannya baru-baru ini.
Bagaimana mereka bisa meniru ini juga?
Menurutku itu memang tiruan,
tapi entah di mana kebocoran informasinya.
Pasti ada caranya, bukan? Mereka meniru kita.
Kita mendapatkan idenya dan memulai pembaruan lebih dahulu,
tapi perusahaan yang lebih besar merilis produknya lebih dahulu.
Orang akan berpikir kita meniru mereka.
Tidak mungkin.
Kita bekerja keras untuk ini.
Kita tidak bisa mengalah terhadap hal yang tidak adil.
Halo. Ini aku.
Jelaskan apa ini.
Kami juga baru mengetahuinya hari ini.
Kami akan menyelidikinya.
Apa yang perlu diselidiki?
Jawabannya sudah jelas.
Nona Cha, bukankah ada yang harus kamu beri tahu kepadaku?
Apa?
Kamu bilang idemulah untuk memperbaiki produk ini.
Ya. Itu memang ideku.
Apa kamu meniru dari mereka?
Apa? Aku tidak meniru. Sungguh.
Kalau begitu, bagaimana kamu akan menjelaskan ini?
Sudah kuduga ada yang aneh sejak awal.
Kamu tidak mengambil jurusan di bidang itu
dan tidak punya pengalaman kerja dalam hal itu,
tapi saat kamu memiliki ide ini, aku sudah menduga ada yang aneh.
Seharusnya kusadari saat kamu bahas pak perawatan wajah padahal
tidak tahu apa-apa soal pemasaran.
Tidak, Nyonya.
Aku mendapatkan idenya saat menguji produknya pada teman-temanku
dan pak perawatan wajahnya dari pengalamanku membuat krim di rumah.
Kamu bisa membuktikan itu?
Kalau begitu, selesaikan masalah ini.
Bisakah Ibu berhenti?
Berani-beraninya kamu membelanya dalam keadaan ini?
Kenapa Ibu hanya mencurigai dia?
Aku yang memimpin keseluruhan proyek.
Aku membangun produknya berdasarkan idenya.
Mereka merilisnya lebih dahulu, tapi kita memulainya lebih dahulu.
Mereka meniru kita.
Kalau kita tidak bisa merilis ampul ini,
perusahaan kita akan bangkrut. Apa kamu tahu itu?
Ya. Aku akan menangani ini, jadi, tidak usah khawatir.
Nona Cha, apa yang kamu lakukan? Ayo pergi.
Terima kasih sudah percaya padaku.
Apa yang perlu dipercayai? Itu yang sebenarnya.
Aku akan membuktikannya. Tidak usah khawatir.
Tidak. Aku juga akan berusaha semampuku.
Untuk memulihkan kehormatanku.
Nyonya.
Kamu menjadi lebih kuat.
Nona Cha.
Benar, Nyonya Cha.
Kita dalam keadaan darurat saat ini.
Ayo kita analisis produk Somi dahulu.
Sebagus apa pun pekerjaan mereka, pasti akan ada
yang gagal mereka tiru.
Baiklah. Akan kubeli produk mereka dan kirimkan ke laboratorium.
Aku akan ke pabrik dan memeriksa jadwal produksinya.
Bekerjalah dengan laboratorium dan awasi kemajuan mereka.
Baiklah.
Hei.
Apa itu?
Ini? Seorang pasien menumpahkan jus selagi memberikannya kepadaku.
Kamu seharusnya lebih hati-hati. Duduklah di sini.
- Astaga. - Tidak apa-apa. Biar aku saja.
Pasiennya tidak di tempat tidur kalau menawarimu jus.
Kakak benar. Pasiennya di kursi roda.
Pasiennya seumuran Ayah, tapi menderita demensia.
Dia mengira aku anaknya.
Demensia dini hal yang umum sekarang ini.
Kamu akan banyak melihatnya di bangsal kami.
Itukah kenapa kamu terlihat sedih karena itu mengingatkan akan Ayah?
Tidak, tidak apa-apa.
Itu bukan ekspresi tidak apa-apa.
Apa ada yang mengusikmu?
Kakak, akan seperti apa perasaan Kakak
kalau Ayah berselingkuh?
Omong kosong apa itu?
Dahulu sekali,
kalau dia melakukannya, bagaimana perasaan Kakak soal itu?
Jangan konyol. Itu tidak pernah terjadi.
Bagaimana kalau itu benar terjadi?
Kenapa kamu bahkan terpikirkan itu?
Ayah kita tidak akan pernah bisa berselingkuh.
- Kenapa tidak? - Dia tidak suka buang-buang uang.
Itu benar. Pergi makan dan minum teh dengan wanita lain.
Karena itu membuang-buang uang, dia tidak akan bisa melakukan itu.
Ini.
Kenapa kamu membawa ini?
No comments yet. Be the first to leave one.