The first 200 lines.
Para arwah yang memanggilmu datang.
Ahjumma, ada apa?
Ahjumma, ini hanya kecelakaan.
Jadi, ahjumma...
Ahjumma, kau baik saja?
Ahjumma...
Ini seperti kecelakaan mobil!
Seperti dua mobil yang tak sengaja bertabrakan dalam kegelapan...
Aku tak bisa melihat apa-apa!
Apa yang kulakukan?
Aku bukannya melakukan dosa besar.
Jangan gugup. Tetap percaya diri.
Aku akan memutuskan hubungan dengan pria yang menjadi ciuman pertamaku.
Aku akan menyimpannya sebagai kenangan.
Mana mungkin?
Apa kau akan tetap putus dengannya walau kau semakin menyukainya setelah berciuman?
Karena aku akan melakukannya bersama guru bahasa.
- Apa? - Aku akan menciumnya saat hari kelulusan.
Kemudian aku akan putus dengannya.
Bagaimana menurutmu? Bukankah itu rencana sempurna?
Bagaimana denganmu?
Apa kau sudah membayangkan ciuman pertamamu?
Aku...
Aku akan bersama selamanya dengan orang yang menjadi ciuman pertamaku.
- Apa-apaan itu? - Kenapa? Itu romantis.
Siapa yang ribut di belakang sana?
Aku tak melakukan apa-apa.
Aku hanya berlari ke sini ketika aku mendengarmu menjerit.
Dan aku yakin tak banyak pria mau melakukan itu.
Aku tak perlu malu.
Ayo, kita pulang.
Kau bisa mengemudi sekarang, 'kan?
402? Dia begitu pendiam.
Wanita seperti itu sangat menyebalkan.
Kenapa kau jadi jengkel?
Dia tenang seperti udara.
Dok Mi tak pernah mengganggumu. Kenapa kau jadi begitu?
Kenapa, kenapa kau bisa jengkel?
Dok Mi? Namanya saja sudah sepi.
Jin Rak, seorang wanita seharusnya bersinar terang.
Memangnya perempuan itu lampu, harus bersinar terang?
Jadi temanmu nongkrong setiap malam, apa mereka bersinar terang...
...hingga mereka keluar setiap malam untuk menarik kereta Santa?
Kenapa belakangan ini kau sangat sensitif?
Dan kau tahu apa tentang para gadis itu dan aku?
Kenapa kau jadi marah padaku?
Kenapa kalian bertengkar?
Jangan bertengkar.
Kalian tak punya uang?
Apa kalian tak punya tempat tinggal?
Wata...
Watanabe...
- Beri aku minuman keras. - Minuman keras?
Minuman keras.
Baik, minuman keras.
Tidak! Jangan berikan padanya!
Kenapa kau ingin memberinya minum? Tidak! Kita harus mengeluarkan dia dari sini!
Berdiri.
Jangan minum di sini. Ayo!
Mari kita pergi dari sini!
- Kau baik saja? - Ya.
Ah, benar.
Aku segera kembali. Tunggu di sini.
Seperti kulit yang dibutuhkan untuk melindungi darah dan daging...
...kebohongan dibutuhkan untuk melindungi kebenaran.
Bukannya menunjukkan rasa sakit untuk tetap jujur...
Berbohong dengan senyum mengembang di wajah...
Terasa lebih aman baginya.
Dengar, walau gelombang datang menghantammu, jangan mudah hancur...
Kau harus bertahan sebisa mungkin, paham?
[Aku membuat beribu alasan agar bisa secara kebetulan bertemu denganmu!]
Baik...
Apartemen 402...
Terlepas dari fakta bahwa dia seorang wanita...
Aku menyukainya hanya sebagai sesama manusia.
Baiklah! 402 benar-benar orang baik! Dan dia luar biasa hemat.
Mulai sekarang, apa aku harus memanggilnya 'Kakak ipar'?
Lihat? Disitulah kekuranganmu.
Kalian pikir hubungan pria dan wanita selalu tentang hubungan asmara.
Suci.
Tak berdosa.
Rasa hormat.
Kehormatan.
Belahan jiwa.
Apa semua itu?
Karakteristik.
Oh my gosh!
Melihat kau memakai bahasa Inggris, aku tahu kau sudah mabuk.
Apa kau tahu bagaimana pertemuan yang sudah ditakdirkan itu terjadi?
Permisi...
Seharusnya kau jual mobilmu setelah pindah. Kenapa menjualnya sekarang?
Karena aku ada keperluan. Kenapa kau jadi marah karena itu?
Keluarkan barang-barangmu.
- Sekarang? - Cepat!
Kenapa kau jadi begitu marah karena masalah mobil?
Apa-apaan ini?
Aku tak tahu punya begitu banyak barang.
Apa kotak-kotak ini berkembang biak?
Kenapa dia gabungkan semua kotak-kotaknya?
Tak mungkin aku buka semuanya untuk mencari milikku.
Itu milikku.
Aku sudah menandai semua kotak milikku.
Jika memang itu pertemuan yang sudah ditakdirkan....
Seharusnya kau minta nomor ponselnya dan mulai mendekatinya!
Apa yang kau lakukan selama ini?
Kukira kalian berdua tak mengenal sama sekali.
Apa? Minta nomor ponselnya dan mulai mendekatinya?
Beraninya kau menghina Dok Mi dengan komentar murahan seperti itu?
Wanita seperti itu harus diperlakukan dengan hormat...
...dan harus dilindungi.
Siapa yang akan langsung bertanya-tanya dan melakukan pendekatan seperti itu?
Kau tak boleh lakukan itu pada seseorang!
Kau paham maksudku?
Aku jadi mengantuk.
Ta da!
Gajah ini masuk berita di Spanyol, dan dia bisa berbahasa Korea.
Menakjubkan, 'kan?
Semua ahli bahasa di seluruh dunia datang ke Korea untuk mempelajari gajah ini.
Lalu apa kata mereka?
Bagaimana gajah bisa mempelajari bahasa manusia?
Ketika masih kecil, sang gajah terpisah dari orang tuanya...
...dan dimasukkan ke kebun bintang.
Gajah kecil itu merasa sangat kesepian.
Karena dia kesepian...
Karena dia ingin berkomunikasi dengan seseorang...
Ia mempelajari bahasa penjaganya.
Seperti keajaiban.
Kenapa ahjumma tak belajar juga? Belajar berkomunikasi dengan seseorang.
"Saat kita kembali ke Seoul, bisakah kau berpura-pura tak mengenaliku?"
Berhenti bicara begitu.
"Apa kau lelah mengemudi? Mau mendengarkan musik?"
Betapa menyenangkannya jika itu yang kau katakan?
Bahkan gajah belajar berbicara bahasa kita. Bukankah ahjumma lebih baik dari gajah itu?
Ahjumma, apa kau menangis?
Lihat aku.
Kau benar-benar menangis, 'kan?
Apa kau jadi emosional karena gajahnya?
Aku tak menangis.
Benar?
Jangan khawatir.
Ini berakhir bahagia.
Kudengar belakangan ini gajah itu tak berbicara Korea lagi.
Dia menemukan pasangannya dan kini hanya bicara bahasa gajah.
Dia tak kesepian lagi.
Aku sudah segar kembali. Ayo kita pergi.
Dok Mi yang baik hati selalu mengerjakan ini semalaman...
Astaga, semakin hari kau semakin aneh!
Dok Mi di sini sepanjang malam mengatur semua benda daur ulang ini.
- Kenapa orang-orang tak bisa memisahkannya? - Karena kau mabuk, aku mau tanya...
Kenapa kau mengganti nama?
Apa karena masalah bisnis atau masalah pribadi?
Apa kau melakukan penipuan?
Apa kau meminjam uang dari rentenir?
Bukankah sudah kubilang jangan bertanya walau kau sangat penasaran, 'kan?
Dingin sekali! Mari kita selesaikan ini! Kita hampir selesai!
Apa maksudmu sudah selesai? Kau tak lihat semua ini?
Apa yang kau lakukan? Jangan!
Bangunlah! Apa yang kaulakukan?
Ayo, bangun!
Ayo, bangun!
Ayo, bangun!
Untuk apa kau nyalakan weker jika akhirnya aku yang selalu membangunkanmu?
Ayo, bangun!
Menyingkirlah. Aku tak mau mendengarnya.
Diterjemahkan oleh : CalVter
Ahjumma...
Istana pasir yang kubuat...
Akan hancur diterjang ombak tanpa meninggalkan jejak.
Saat itu...
Cinta tak berbalas dan cinta pertama kita akan lenyap.
Aku memasang mantra yang sangat kuat.
Maafkan aku dan terima kasih atas segalanya.
"Berapa lama kau tinggal di Korea?"
Kau tak menanyakan itu padaku?
Kurasa jika tak ada ketertarikan, maka takkan ada pertanyaan.
Seo Young juga begitu.
Dia tak tertarik padaku, tetangganya...
Tapi selalu penasaran tentang Tae Joon di Korea.
Tapi aku masih penasaran padamu.
"Kenapa dia mengintip kami?"
"Kenapa dia bersembunyi di dalam apartemennya?"
"Apa yang dia lakukan?"
Tapi bagimu, aku hanya seperti orang yang duduk di depanmu di dalam kereta.
Orang yang hanya kebetulan lewat.
Sama sekali asing.
Kuharap kau menikmati kunjunganmu di Korea, dan semoga pulang kembali dengan selamat.
Apa itu yang benar-benar kaupikirkan?
Bahwa kebohongan dibutuhkan untuk menyembunyikan kebenaran.
Bahwa lebih baik berbohong dengan senyum mengembang di wajah?
Beraninya kau membaca diary orang lain?
Bukankah itu sudah kelewat batas?
Itu bukan diary.
Dan aku melihat kata 'bohong' di layarnya,
Jadi aku tak tahan untuk tak membacanya.
Aku takkan pernah membacanya.
Aku tak mau berbohong seolah tak pernah membacanya.
Bahkan jika aku terluka, dan hal-hal buruk terjadi padaku ...
Aku yakin kebenaran selalu yang terbaik.
Apa kau pernah mengalaminya?
Kebohongan yang disebut "kebenaran"!
No comments yet. Be the first to leave one.