Release info

[Indo]CandleInTheSun-PlerngPrangTian-Eps02-PecintaSosis
A Commentary by PecintaSosis
♡ Translated by VIU - Reupload by PecintaSosis ♡

Tags

other
Published on: 2020-12-23
Downloads: 21
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Channel 3 Dan Good Feeling Company Limited

"Mempersembahkan"

"Candle in the Sun"

"Episode sebelumnya"

Mungkin iblis memberimu peringatan tentang sesuatu?

Jangan menunggu sampai penyamaranmu terbongkar.

Kamu mungkin tidak punya tempat di masyarakat.

Mungkin aku punya tempat di masyarakat,

bersama surat nikah dengan In.

Kamu dan Ti

harus mengumumkan ke publik

bahwa hubungan kalian sudah berakhir.

Keluar!

Ibu?

Tiankhum.

Kamu dari mana saja?

Aku bukan Tiankhum!

Aku Kalin! - Dia tidak masuk akal!

Kurasa kita harus mengikatnya.

Benar, Bu! - Lepaskan aku!

Di mana kamu? Cepat lari!

Tiankhum, lari!

Aku tidak bermimpi.

Ibu,

Parn, dan Pam.

Apa yang terjadi?

Tiankhum, di mana kamu?

Lari saja!

Lari saja!

Kuharap semuanya hanya mimpi.

Aku tidak tahan lagi.

Bangun, Kalin!

Bangun!

Bangun!

Bangun!

Tiankhum ada di sana!

Di sana!

Kejar dia! Cepat!

Ibu!

Ayo kejar mereka!

Dia di kuil.

Di mana dia, Som?

Di mana dia?

Kenapa dia cepat seperti monyet?

Biasanya dia lambat.

Bagaimana dia bisa masuk ke kuil?

Saat...

Dia sudah mati!

Tutup mulutmu!

Jika Kampor dan Oonhuen melihat Tiankhum,

berarti dia belum mati.

Kita harus menemukannya!

Dia di sana!

Tiankhum!

Tiankhum,

itu sungguh kamu.

Jangan mendekatiku

atau aku akan menendangmu!

Menendangku? - Benar!

Tiankhum!

Kenapa kamu seperti orang yang berbeda?

Orang yang tidak berubah adalah kamu, Pam.

Entah dalam kehidupan nyata atau dalam mimpi,

kamu tetap penjahat, apa pun kehidupanmu.

Apa maksudmu?

Dasar berengsek.

Kamu seperti lilin kecil

mencoba bersaing dengan cahaya bulan seperti Nona Wongduen.

Dasar penggoda!

Bawa dia ke Nona Wongduen!

Hei!

Aku akan melawan jika kamu mendekat.

Hinaan dibalas hinaan! Tamparan dibalas tamparan!

Kuda-kuda apa itu?

Kuda-kuda bertarung!

Kamu berani memukulku?

Sekali lagi!

Tiankhum!

Kenapa dia bisa sehebat itu?

Berhenti bicara! Tangkap dia!

Ayo!

Ayo! Kenapa kamu berdiri di sana?

Tolong aku!

Tolong aku! Siapa pun, tolong aku!

Tolong aku!

Tolong aku!

Tolong aku!

Tolong aku!

Apa yang terjadi?

Tolong bantu aku. Boleh aku ikut?

Ben?

Bagaimana kamu bisa kemari?

Apa maksudmu?

Ben, bagaimana kamu bisa kemari?

Jawab aku.

Jawab aku.

Bagaimana kamu bisa kemari? Jawab aku.

Jawab aku, Ben!

Hei.

Hei.

Hei.

Jawab aku, Ben.

Jawab aku.

Lin? Jawab apa?

Kamu sudah bangun.

Jawab aku, Ben.

Bagaimana kamu bisa kemari?

Begini,

kamu pingsan semalam.

Jadi, semua orang membawamu ke rumah sakit.

Rumah sakit?

Ini sungguh rumah sakit.

Ya.

Saiparn pulang untuk mengambil barang-barangmu.

Dia akan segera kembali.

Apa yang terjadi?

Aku melihat...

Aku melihatmu,

Parn,

Ibu,

dan Pam.

Kamu hanya bermimpi.

Tidak, Ben. Tidak.

Aku sungguh melihatnya.

Tapi di sana, aku bukan Kalin.

Mereka semua

memanggilku Tiankhum.

Lin mungkin hanya bermimpi.

Tapi dia sangat serius,

jadi, aku tidak membantah.

Aku hanya khawatir.

Kepalanya terbentur saat dia terjatuh.

Dia sudah menjalani pemeriksaan MRI dan pemeriksaan lain kemarin.

Dia akan baik-baik saja.

Kuharap begitu.

Kalin tampak aneh.

Sangat aneh.

Kalau begitu, aku akan bergegas.

Terus awasi dia, Ben.

Jangan tinggalkan dia.

Baiklah. - Tunggu, Ben.

Aku tidak mau In dan Lin bertemu lagi.

Kamu harus membantuku.

Berjanjilah

kamu tidak akan membiarkan In masuk ke kamar Lin.

Akan kucoba.

Masuk.

Ya?

Kamu sudah dengar soal Pak Kosol dirawat di rumah sakit?

Apa yang terjadi kepadanya?

Mungkin tekanan darah tinggi, tipikal untuk orang tua.

Bisakah kamu menanganinya untukku?

Dia klien lama di perusahaan kami.

Tentu, Bu.

Ben, bagaimana kabar Lin?

Dia sudah sadar sekarang. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan.

Itu bagus. Masalahnya,

para reporter ingin mewawancarai Lin.

Aku tidak mau mengganggunya,

tapi aku juga tidak mau menolak reporter.

Kalau begitu, bantu aku, Ben.

Bicaralah dengan reporter,

tapi jangan bawa mereka ke kamar Lin.

Berikan kabar terbaru tentang kondisi Lin.

Para reporter sudah menunggu.

Aku akan menelepon mereka sekarang, ya?

Madam Got? Halo?

Baiklah. Sampaikan terima kasih kepada Madam Got.

Jian. - Itu Ben!

Ayo. - Cepat.

Halo, Ibu.

Kamu bangun terlambat hari ini.

Bukankah kamu ikut dengan In?

Dia sudah pergi?

Apa? Dari perkataanmu,

sudah jelas kalian berdua tidak tidur seranjang.

Semalam, aku menemani Pam.

Terserah padamu siapa yang menemani siapa.

Ibu hanya tidak mau berita skandal.

Jarak antara rumah dan rumah sakit tidak terlalu jauh.

Maksudnya...

Bukan apa-apa.

Orang hanya perlu mengawasi suami mereka sendiri.

Jika itu mimpi,

kenapa terasa begitu nyata?

Terasa sangat nyata hingga...

In? - Lin!

Bagaimana keadaanmu, Lin?

Kamu tahu betapa cemasnya aku?

Aku mencoba meneleponmu semalaman.

Parn dan kamu tidak menjawab.

Aku pingsan.

Bagaimana mungkin aku bisa menjawab teleponmu?

Kecuali kamu.

Kamu sama sekali tidak mengunjungiku,

meski rumahmu dekat dengan rumah sakit.

Kemarin, aku harus bekerja... - Apa Ti tidak mengizinkanmu datang?

Tidak, Lin.

Kalau begitu, kenapa kamu tidak menjenguk?

Aku tidak mau orang bergosip tentangmu.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left