Was It Love?

Was It Love? (우리, 사랑했을까)

Download Indonesian Subtitle

Release info

우리,사랑했을까-Was It Love E09 NEXT NF
우리,사랑했을까-Was It Love E09 WEB-DL NF
A Commentary by ANANG2196

Tags

Web-DL
web-dl
web
WEB-DL
Published on: 2020-08-06
Downloads: 17
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Sub bY NETFLIX

Resynced == ANANG KASWANDI ==

LOKASI, KARAKTER, ORGANISASI, DAN KEJADIAN

DALAM DRAMA INI ADALAH FIKSI

- Dae-o. - Dae-o!

- Apa… - Astaga!

- Kau baik-baik saja? - Tunggu.

Tunggu.

UNIVERSITAS HANKUK

Syukurlah masih terekam. Tolong pegang ini.

Bukan ini yang penting.

Mimpimu sangat terang di mataku.

Semangatmu menyinari keberadaanku.

Kau ingin mati?

Gatal sekali.

- Ungkapan rasa sayangmu… - Ae-jeong!

- …ceroboh, tapi menyentuh. - Hei.

Payungku sangat besar. Mau berbagi denganku?

Senyum di matamu.

Keanehan dirimu.

Keluguanmu.

Betapa menggemaskannya dirimu.

Aku…

kini mengingat semuanya.

Semua alasan aku mencintaimu.

Sial.

Hei!

Ada apa? Apa kau terluka?

Kau terluka? Bagaimana ini?

Bangunlah.

Jika begini mencemaskanku,

kenapa kau mendorongku?

Lantas, aku harus diam saja melihatmu begini?

Kenapa kau selalu mengartikan setiap tindakanku?

Aku kepala desa.

Aku mencari seseorang.

Seseorang dari Seoul.

Nona Noh Ae-jeong.

Aku harap kau segera ke rumahku setelah mendengar

- pengumuman ini… - Aku…

Itu dia.

- Ae-jeong? - Nona Noh?

Ada apa? Kenapa kalian bertiga di sini?

Ae-jeong, kau tak apa-apa?

Jin, kenapa kau di sini?

- Aku mencemaskanmu. - Permisi.

Ae-jeong, ayo kembali ke Seoul.

Yeon-woo, bagaimana bisa kau kemari?

Aku yang akan membawa…

Nona Noh pulang.

Pak Koo, tak kusangka kau juga kemari.

Kenapa kau membawa dia pulang?

Bagaimana kalian bisa sampai di sini?

Bagaimana cara kalian kembali ke Seoul?

- Apa? - Apa?

DERMAGA TUTUP

Aku sudah bilang.

Tak ada kapal lagi di jam seperti ini.

Apa tak ada kapal lain lagi?

Apa ini satu-satunya dermaga di sini?

Menginaplah sehari di sini,

dan pulang dengan kapal pertama besok.

- Menginap di sini? - Ya.

Kami berlima?

Tentu.

Yang benar saja?

Apa ada penginapan di sini?

Aku sedikit sensitif. Beri aku tempat yang bersih.

Jangan khawatir.

Aku akan sewa hotel untuk Nona Noh.

Astaga.

Mana mungkin ada hotel di sini.

Rumahku yang paling luas di sini.

Aku juga punya kamar kosong.

- Pak. - Ya?

Bolehkan kami menginap sehari saja di rumahmu?

- Tentu saja. - Tunggu.

Tanpa mereka.

Omong-omong, bagaimana soal izin syutingnya?

Apa?

Apa maksudmu?

Tadi pagi kau sudah memberikan izin.

Memang, tapi setelah kupikir lagi,

aku tak tinggal sendiri di sini.

Bisakah hanya dengan izinku seorang?

Tentu saja tidak.

Benar, Pak.

Jadi, apa yang harus kami lakukan?

Silakan pilih!

Kita tak punya waktu.

Banyak hal yang harus kita kerjakan sebelum orang-orang datang.

Cepat, pilih!

Kalian tak mau dapat izin syuting?

Kenapa diam saja?

Baiklah. Aku tak akan memberikan…

- Pak, tunggu. - Sudahlah.

Tentu saja kami mau pakai ini. Lihat ini!

Ayo, cepat pilih.

Cepat, pilih!

Lihat?

Aku mau yang ungu.

Baguslah.

Sepertinya akan panas.

Hebat. Rumahmu bagus sekali.

Seratus kali lebih besar dari rumahku. Hebat.

Kau berlebihan.

Kenapa kau tak bilang bahwa kau sangat kaya?

Omong-omong, apa pekerjaan ayahmu?

Apa? Itu…

Di mana kamarmu?

Di lantai dua.

- Lantai dua? - Ya.

Hebat. Aku mau ke sana.

Maaf. Kau menunggu lama…

Ke mana dia?

Ha-nee?

Ha-nee?

Ha-nee?

Dong-chan?

Ke mana dia?

Dong-chan?

Hei! Kenapa tak jawab waktu aku panggil?

- Aku mencarimu. - Maaf.

Memang benar.

Rumahmu sangat besar hingga bisa bermain petak umpet.

Mustahil bisa begini di rumahku.

- Ini ruang apa… - Ini!

Ini untukmu.

Astaga. Ini uang apa?

Kau perlu uang untuk tes DNA, 'kan?

Aku tak memberikannya cuma-cuma. Aku meminjamkannya.

Kau juga pasti tak mau jika kuberikan.

Terimalah.

Ini karena aku juga penasaran siapa ayahmu.

Dong-chan…

DAFTAR KANDIDAT AYAH OH YEON-WOO

Ini menjadi lebih mudah berkat Dong-chan.

RYU JIN, IBU: NOH AE-JEONG

Sekarang aku hanya perlu rambut pria ini.

Siapa ini?

- Halo? - Ha-nee.

Tunggu. Ini Ibu?

Bu Choi, sepertinya aku tak bisa pulang karena ada urusan.

Jangan mengkhawatirkanku.

Tumben sekali dia tak pulang.

- Nenek. - Kenapa?

Katanya Ibu tak pulang hari ini.

Apa? Kenapa?

Mungkin dia sibuk.

Baterai ponselnya habis, jadi, tak bisa dihubungi.

Katanya jangan khawatir.

Astaga.

Akhirnya dia bertindak?

Keluarlah jika persiapannya sudah selesai.

Kau cocok pakai ini.

Kalian seperti memakai seragam.

Sangat cocok.

Pakaiannya sangat cocok.

Sepertinya kalian sudah siap bekerja.

Duduk dahulu sebentar. Aku akan bawakan minum.

Kami tak punya waktu untuk minum.

Kami harus bekerja keras.

Kau bersemangat sekali, Nona Noh.

Kenapa dia semangat sekali hari ini?

Seperti orang yang sangat ingin memisahkan diri.

Sebenarnya tak banyak yang harus dikerjakan.

Tapi karena tamunya akan banyak…

Benar sekali, Pak.

Pertama, kita harus menyiapkan makan malam.

Siapa yang cocok melakukan ini?

- Menyiapkan makan malam? - Benar.

Kalau itu…

Sepertinya Pak Koo cocok melakukannya.

Aku?

Dia sangat menyayangi keluarganya.

Selain itu…

sepertinya dia juga mahir menggunakan pisau.

- Pisau? - Ya.

Kalau begitu, Pak Koo akan menyiapkan makan malam.

- Baik. - Selanjutnya…

Mengatur api? Ini pekerjaan yang penting.

Mengatur api…

Akan kuserahkan kepada Pak Oh.

Hati-hati agar tak banyak asap.

Baik, Pak.

- Memotong kayu? - Benar.

Memotong kayu sangat sulit.

Kalau begitu, biar Pak Cheon yang melakukannya.

Potonglah sebanyak mungkin.

Tapi tanganku sedang terluka.

Kayunya tak banyak.

Jadi, Pak Cheon yang memotong kayu.

Sebentar! Ada hal penting.

Sepupu jauhku juga tinggal di sini.

Dia punya swalayan.

Aku mau aktor kita, Ryu Jin, yang ke sana.

Dia penggemar beratmu.

Bagus sekali.

Kini, pembagian tugas sudah selesai.

Aku perlu manajer.

More Indonesian subtitles for Was It Love?

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left