The first 200 lines.
"Sahabat Na Rae datang"
"Yun Kyun Sang, Han Yoon Seo, Yang Se Chan"
"Ada sikap baik mendebarkan"
"Ada penyesalan cinta masa lalu"
"Ada adegan haru"
"Hari pertama penuh semangat"
"Kyun Sang, ada yang kamu suka di sini?"
"Dia termakan umpan"
"Apa hasil kartu tarot?"
"Astaga. Kartu Kekasih"
"Katamu kamu suka seseorang di sini"
"Membaca kartu tarot Kyun Sang menambah kegembiraan"
"Aku?"
"Kamu sering menjalani hubungan singkat kasual"
Astaga.
"Teganya kamu mengubahku menjadi bedebah?"
"Penyuka berkemah melalui malam seru dengan kartu tarot"
"Pagi kedua di Taean"
"Apa yang akan dialami penyuka berkemah hari ini?"
"Ini direkam sebelum Pembatasan Sosial Level 2,5"
"Tindakan pencegahan untuk Pembatasan Sosial telah diterapkan"
Teman-teman. Ayo bangun.
Baiklah.
"Se Chan yang tidur di tenda juga bangun"
"Menggeliat"
Apa tidurmu nyenyak? Dingin?
Tidak.
Sangat nyaman.
Syukurlah.
Apa maksudmu?
Tidak. Aku mau pergi ke dataran lumpur.
"Suara bising bangunkan Kyun Sang"
Kamu menyemprotkan air? - Ya.
"Suara bising bangunkan Kyun Sang"
Kamu tidak pulang.
Tidak bisa.
Semua, tahu temanya?
Nuansa di Taean hari ini adalah Natal.
"Nuansa perkemahan hari ini adalah Natal"
"Seperti apa Natal di pantai Taean?"
Kalian harus bertanggung jawab temukan bahan
Ada dua hal bisa dinikmati di Taean.
Satu, menggali kerang.
Kedua, memancing gurita kuning.
Kalian bisa memancing di kapal.
Kalian harus menemukan hadiah Natal
di dataran lumpur dan laut.
"Aku bisa"
Atau kita tidak bisa makan malam.
Kita harus mencari bahan makan malam sekarang?
Karena ombak surut.
Terutama tim gurita kuning harus bergegas.
Tidak ada waktu.
Ayo.
"Ayo tangkap gurita kuning"
"Di mana penyuka berkemah tiba?"
"Pelabuhan Naepo, Pulau Anmyeon, Taean"
"Memancing gurita kuning di dek"
"Dii laut barat yang bersih"
"Arus hangat belakangan ini membawa gurita kuning"
"Ada juga keistimewaan memancing di dek"
"Ramyeon hasil laut melimpah di dek"
"Sesaat lagi"
"Besar sekali"
"Sangat beruntung dengan ikan"
"Akankah penyuka berkemah menikmati keistimewaan memancing di dek?"
Di sini? - Ini tempatnya?
Aku tidak ingat kali terakhir naik kapal.
Aku juga. Aku bersemangat.
Ya. - Ini kali pertamaku.
Aku belum pernah memancing gurita kuning.
Apa ini? Astaga. - Astaga.
Merah. Lihat warnanya.
"Kapal nelayan gurita kuning penuh gairah"
"Jika bagus, itu kenangan indah."
"Jika buruk, itu pengalaman."
Aku suka ungkapan itu. - Kita lihat
apakah akan menjadi kenangan indah atau pengalaman.
Mari membuat kenangan indah.
Jangan menjadi pengalaman baik.
Kita harus membuat kenangan indah.
Kedengarannya bagus. - Mari jangan menjadi pengalaman.
Halo. - Silakan naik.
Halo. - Halo.
Biar kubantu.
Naiklah.
Kalian harus pakai jaket pelampung.
Baiklah. - Ada di tengah.
"Direkam aman dengan tindakan pencegahan"
Kita berangkat.
Kita pasti bisa.
Kita bisa menangkap mereka. - Kita bisa menangkap mereka.
"Mereka pergi menangkap gurita kuning"
Cuacanya sangat bagus.
Siapa yang mengira ini cuaca bulan November?
Bagaimana ini bisa terjadi di bulan November?
Aku tidak bisa melihat cakrawala. Terlalu menyatu dengan langit.
Benar.
Indah sekali.
Inilah laut.
Inilah laut. - Ya.
Tanpa gurita kuning, kita tidak bisa kembali.
"Kapal memancing pertama berangkat dengan penuh semangat"
Apa kita bisa menangkap mereka hari ini?
Ada orang yang tidak bisa menangkap apa pun di hari seperti ini
bahkan setelah memancing seharian.
Ada Na Eun si Pemancing Hoki
Tentu saja. - Na Eun si Pemancing Hoki.
Na Eun hebat.
Aku mengandalkannya. - Aku mengandalkanmu, Na Eun.
"Aku menangkap satu lagi"
"Di Episode Dua, Na Eun si Pemancing Hoki"
"Menaklukkan laut Namhae"
"Kurasa aku punya keberuntungan saat memancing"
Silakan andalkan aku. Kita makan ramyeon gurita kuning hari ini.
Aku mengandalkanmu. - Tentu.
Kita hampir sampai. - Kita sudah sampai.
Posisi pertama sedalam 20 meter.
Kalian mulai memancing setelah aba-aba, bersiaplah.
Astaga. - Ayo.
Silakan mulai.
"Mulai memancing gurita kuning dengan dengung"
"Mari makan ramyeon gurita kuning"
Turun cukup dalam.
Ini dalam.
Pasti kamu merasa kailnya menyentuh dasar laut.
"Tali pancing turun 20 meter"
Tunggu. Aku merasakannya.
Kamu merasakan sentuhannya? - Ya.
Goyangkan perlahan.
"Mengumpan gurita kuning dengan menggoyangkan pancing"
"Tunggu"
"Tangannya bergerak cepat. Apa itu sambaran?"
Terus gulung. - Entahlah.
"Kyun Sang mencoba gulungan pertama"
Kamu dapat satu. - Aku menangkapnya.
Luar biasa.
"Gurita kuning tergantung"
"Kyun Sang menangkap gurita kuning pertama"
Luar biasa. - Aku dapat satu.
Kamu menangkap satu, bukan?
Apa aku sungguh menangkap satu? Tunggu.
Ini gurita kuning.
Aku dapat satu. - Kamu dapat satu.
Aku masih tidak percaya.
"Dia bersemangat menangkap gurita kuning"
Aku terkejut.
Ini sambaran pertama.
Rasanya aneh.
Apa itu sambaran?
"Apa umpan Na Eun disambar?"
Terus gulung.
Benar.
Aku menangkapnya. - Dia menangkapnya. Besar.
Aku mau tangkap satu juga. - Aku menangkapnya.
"Mengepak"
"Berseru"
"Gurita kuning pertama Na Eun si Pemancing Hoki"
Aku juga mau dapat satu.
"Apa Young Mi berhasil dapat gurita setelah Kyun Sang dan Na Eun?"
"Tidak ada apa-apa"
Aku belum menangkap apa pun padahal kalian sudah.
Ini cukup mudah.
Hanya aku yang belum dapat satu pun..
Aku juga ingin merasakannya.
Young Mi. Ini berbeda dari memancing biasa.
Aku juga ingin dapat satu.
"Young Mi tidak tahu rasa umpannya disambar"
Titik memancing terus berubah.
Aku dapat satu lagi. - Lagi?
Dia menangkap satu lagi.
"Dua gurita kuning"
"Dia mengerang karena cemburu"
Ini seru.
Tangkap. - Aku dapat lagi.
Kamu Na Eun si Pemancing Hoki.
Karena itu dia dijuluki Na Eun si Pemancing Hoki.
Angkat.
Dia sangat hebat.
Dia terus menangkap gurita,
Astaga. Bagaimana denganku?
"Young Mi belum dapat apa pun"
Dia dapat satu lagi. - Luar biasa.
Na Eun, hebat sekali.
"Ditangkap Na Eun"
Astaga. Ini gila.
Astaga. - Ini benar-benar gila.
Akhirnya dia mendapatkannya. - Aku sendiri tidak percaya.
Kurasa aku menangkap satu ekor setiap lima menit.
Kurasa aku bisa menangkap 100 ekor.
Young Mi. Bagaimana jika kita duduk dan istirahat?
Istirahatlah. Biar aku saja.
Ini aneh. Na Eun hebat sekali.
Na Eun pasti sangat sensitif.
Kamu siap. - Aku tidak merasakan apa pun.
Aku juga tidak merasakan apa pun.
"Dia fokus ke ujung jari"
Kamu harus menunggu.
Sekarang.
"Apa akhirnya dia mendapat sambaran?"
No comments yet. Be the first to leave one.