The first 200 lines.
Terdapat tiga asrama di Akademi Sihir Easton.
Setiap murid dibagi ke dalam asrama berdasarkan karakteristiknya.
Adler. Keberanian dan kepercayaan.
Orca. Kecerdasan dan ketekunan.
Lang. Bakat dan ambisi.
Masing-masing asrama saling bersaing.
Untuk mempertegas prinsip dan posisi mereka,
mereka bersaing keras di akademi ini.
Melangkah dan pacu adrenalin otot-ototku
Fumikome kakato adorenaru My Muscle
Berlatih penuh semangat setiap harinya
Hageme tanren isoshime ebidei
Kuminta diriku untuk melepaskan deru insting
Honnou no houkou wo onore ni tou zo
Yang kuinginkan, artinya gula untuk otak dan organku
What I Want tsumari nou to zou ni tou
Cepat lepaskan teknik rahasia metafisik
Toriisogi keijijou de hanatsu ougi wo
Terus ulangi menangkap ekor gambarnya
Kurikaeshite tsukamu imeeji no shippo
Mereka yang memusingkan kepala
Ataman naka hipparu renchuu
Jatuhkan saja dengan sensasi meninju
Dotsukimawasu kankaku de Knock Out
Tanpa ada asal-usul
Yuisho mo yurai mo nai
Aku ada sebagai diriku sendiri
Ore ga ore de aru dake
Kuingin mengutarakan sesuatu padamu
Tsutaetai nanika tsutaetai
Kira-kira apa yang ingin kuutarakan padamu?
Nani kashira tsutaetai
Sampai-sampai kepalan tangan ini ...
Sono tsukiageta kobushi ni
... sudah tidak memiliki keraguan
Mayoi wa iranai teki na koto
"Abrakadabra", berisik, mohon diamlah
Abura kadabura yakamashii damattoke
Habis-habisan untuk fisik, Mana Point 0
Fijikaru zen furi MP wa zero
Maju dengan daya gerak, jadilah pahlawan
Ikioi de ike Be a Hero
Pukulan ke ulu hatimu terasa "ugh", aku turut prihatin
Mizoochi haittara "ugh" tte naru guupan omimai
Di sini adalah Asrama Adler, tempat tinggal Mash dan Finn.
Di kamar 302 mereka ....
Lima koin perak yang terkumpul menjadi satu koin emas, ya?
Lima dikurangi dua. Eng ....
Sisanya 28.
Lima dikurangi dua adalah tiga.
Pertanyaan jebakan, ya?
Tidak, pertanyaannya nihil jebakan!
Berarti aku otak otot, dong?
Soal itu, benar sih ....
Omong-omong, hari ini damai tanpa harus mengerjakan sesuatu.
Yap, benar.
Tidak! Kita ada tugas!
Oh, begitu?
Gawat, gawat! Aku lupa!
Kalau tugas Ramuan Sihir kita nggak diserahkan,
nilai kita akan anjlok dan di ambang dikeluarkan!
Mau?
Bukan waktunya ngemil!
Maaf.
Harus dikerjakan! Tugas Ramuan Sihir harus kukerjakan!
Tugas itu belum kalian kerjakan?
Lance-kun.
Oh, si lolicon.
Yang benar siscon.
Bersantai tanpa melakukan apa-apa.
Kalian memang definisi dari siswa bernilai merah.
Lance-kun, jangan-jangan tugasmu sudah selesai?
Tentu saja. Kesadaranku beda dengan kalian.
Murid terbaik di kelas kami memang beda, deh.
Nyaris tanpa kekurangan.
Orang seperti kalian bisa merusak reputasi asrama.
Malu sedikit, dong.
Remuk
Dia terlempar sendirinya?
Hal berhargaku!
Jangan tiba-tiba memancarkan cahaya itu ....
Hidupku sudah tanpa penyesalan.
Aku menyukaimu!
Gunakan ini untuk tugas Ramuan Sihir kali ini.
Ke mana lawakan barusan?
Mandragora.
Buat teriakannya berhenti agar bisa menjadi bahan untuk ramuan.
Ah, lagi-lagi menggunakan sihir, ya?
"Lagi"? Ini memang sekolah sihir, sih.
Biar kuperlihatkan caranya.
Quientus.
Cobalah.
Quientus.
Quientus!
Percuma saja. Teriakannya tidak berhenti.
Finn-kun.
Pusat gravitasimu tidak stabil. Otot intimu cukup lemah.
Hah? Otot inti?
Quientus.
Kayaknya tambah parah. Pupilnya juga melebar.
Finn, fokuskan sihirmu pada satu titik.
Ah, ya.
Dengar, Finn.
Bayangkan mengelusnya dengan lembut saat melancarkan sihir.
Y-Ya.
Quientus.
Pelan-pelan. Yap.
Berhasil! Aku berhasil, Lance-kun!
Kalau yang beginian, murid bernilai merah sepertimu pun wajar saja bisa.
Terima kasih!
Mungkin Lance-kun sangat pandai membimbing orang lain.
Loh? Omong-omong, Mash-kun bagaimana?
Jadi marah besar, tuh! Tubuhnya sampai membesar!
Tampar
Berhasil.
Emang bisa dibilang berhasil, tuh?
Memasak Mandragora
Saat tertidur, ia akan menjadi tumbuhan biasa.
Di sinilah kita meraciknya.
Meraciknya mudah saja. Lihat baik-baik.
Taruh begini, lalu dibeginikan.
Selanjutnya.
Dibeginikan.
Dan lakukan ini ....
Selesai.
Sama sekali nggak mudah!
Sudah kuingat.
Pasti bohong, 'kan?!
Tidak, beneran.
Selama bukan sihir, serahkan saja padaku.
Taruh begini, dibeginikan ....
Selanjutnya.
Lakukan ini dan selesai.
Sama sekali nggak selesai!
Kok bisa jadi kue sus, sih?
Kamu main-main, 'kan?
Aku tidak main-main.
Pertama, dibeginikan.
Ya.
Lalu, taburkan ini.
Ya.
Aduk rata.
Ya.
Terakhir, taburkan ini.
Ya.
Sip.
Jreng
Kok bisa?!
Padahal sudah kuawasi dari awal.
Kok bisa jadi kue sus, sih?!
Kamu beneran nggak guna selain bertarung, ya?
Yah, begitulah.
Kenapa dia dipenuhi percaya diri?
Yah, sudahlah. Biar kuperingatkan satu hal.
Aku takkan kalah lagi darimu.
Ada alasan aku harus bergabung dengan Biro Sihir.
Apa itu?
Hal ini bukan urusanmu.
Tapi tetap saja, kau pria yang bertarung seimbang melawanku.
Aku takkan membiarkan siapa pun merebut koin darimu.
Tanpa diperingatkan pun, aku memang bermaksud begitu.
Kau memang bermulut besar.
Ayo ulangi sekali lagi.
Sip.
Sebentar lagi pelajaran luar kelas gabungan antar asrama, ya.
Apa bakalan baik-baik saja, ya?
Lalu, saat itulah ....
Bohong. Seriusan, tuh?
Terus, apa yang terjadi setelahnya?
Soal itu ....
Hei, barusan kau menabrakku, 'kan?
Jangan berjalan di depan orang, dong!
Oi, oi, oi, oi!
Apa jadinya kalau aku tidak berjalan di depan orang?
Karakter sampingan jangan sok-sokan memerintahku, dasar tolol!
Visioner Suci adalah sosok yang memimpin dunia ini.
Mereka penguasa dunia ini.
Apa sifat yang cocok dengan seorang penguasa?
Keturunan darah bangsawan dan kekuatan yang tak terbantahkan.
Benar. Artinya, bukan orang-orang di Adler.
Tapi kitalah, Lang.
Rebut semua koin dari mereka.
Baik.
Enak.
Hah? Enak? Itu mandragora, lo!
Enak, enak.
Seriusan!?
Sepertinya kue sus mandragora itu enak.
Dan keesokan harinya.
Katanya pelajaran kelasnya diadakan di sini.
Kita disuruh ngapain di sini?
Yang dilakukan di hutan ... Berkemah?
Itu nyantai namanya. Di sini sekolah sihir, tahu.
Ah, akulah nomor satu!
Akulah nomor satu!
Diriku, Dot Barrett, tokoh utama di dunia ini!
Dunia berputar mengitariku!
Dot Barret
Fiuh! Berputar sedikit dari biasanya—
Apa lihat-lihat, hah?!
No comments yet. Be the first to leave one.