The first 189 lines.
English Translation by 628Update, Danbi, Seohyunbuzz, Unknown0_00, and wheeiraeth.
[Seluruh tokoh, bisnis, lokasi, sekolah, dan insiden dalam drama ini hanyalah fiksi.]
HELLO DRACULA
[Sertifikat Penghargaan Penulis : Song Anna]
Ohh, Kim CP , naskahnya baru sampai, akan kukirim padamu.
Hah? Kau harus bertanya pada siapa?
Lim Gamdog ?
Aigoo~ Apa yang dia tahu?
Tak perlu. Lupakan saja.
Oke. Aku tutup teleponnya.
Tinggalkan saja.
Aw, dimana kamu beli lampu ini?
Udah lama belinya.
Bu, bisa nyalain lampunya?
Turun.
Kenapa?
Udah Ibu bilangin, 'kan?
Kalau kamu benerin semuanya sendiri, kamu akan beneran hidup sendiri.
Aku yang selalu menggantinya. Kenapa Ibu bertingkah seperti itu?
Hampir selesai
Hentikan, ada orang yang bisa Ibu suruh.
Apa Ibu pacaran?
Kamu membahayakan diri sendiri.
Turun, cepatlah.
Aku tanya, apa Ibu pacaran?
Sekarang enggak.
Cepat turun.
Kamu akan telat. Cepat bersiap-siap.
Bu, aku berangkat.
Oke, anyong.
Kamu.. Kamu...Tunggu. Cepat kesini.
2 hari lalu kamu pakai rok itu. Mau Ibu belikan yang baru?
Gak usah, ini masih bersih
Apa apa dengan wajahmu?
Kasar banget. Lelaki sangat memperhatikan kulit wanita.
Aku gak suka laki-laki.
Kenapa kau membenci pria? Kamu mungkin hanya benci lelaki brengsek.
Jangan pacaran dengan banyak orang seperti Ibu, pacaran aja sama lelaki kaya.
Aku tidak hidup untuk bertemu lelaki.
Tidak... bukan gitu.
Akhir-akhir ini kamu sering menjawab, kamu gak kaya gini sebelumnya.
Aku akan kembali. Aku ada makan malam staf. Ibu bisa makan sendiri, 'kan?
Ya.
Ahh, tapi itu bukan masalah penting...
Eh...
Aww.
Sakit.
Bagaimana kau bisa bertahan sampai sekarang?
Ini bukan sesuatu yang bisa ditolerir,
Mulai sekarang kau harus menerima perawatan.
Jika tidak, ini akan menjadi lebih buruk.
Bukankah bodoh jika seseorang seusiaku takut pergi ke dokter gigi?
Tidak begitu. Selain itu, kau selalu berperilaku baik.
Saat bekerja disini, aku tak pernah melihat pasien yang tidak gugup.
Jika kau bergerak saat perawatan, itu akan sangat berbahaya, jadi jangan lakukan itu.
Jika sangat sakit, jangan gelengkan kepala,
tahan saja dan angkat tangan kirimu, paham?
Oke.
Yah, namanya juga anak-anak, tapi orang dewasa juga terkadang sulit.
Tapi aku sudah mencabut gigi bungsuku terakhir kali kesini.
Ya, benar. tapi aku tak bisa berbuat apa-apa jika gigi bungsu lain tumbuh,
Bagaimana mungkin?
Makanya saat itu aku tanya apa mungkin berhenti tumbuh.
Kau bilang itu mungkin, dokter.
Ya, itu mungkin. Tapi dalam kasusmu,
itu tumbuh terlambat, mau bagaimana lagi?
Jika tidak sakit, bisa dibiarkan saja.
Tapi itu sakit, 'kan?
Jika sakit, kita harus mencabutnya.
Haruskah kita biarkan saja?
Itu akan terasa sangat sakit.
Sungguh menghibur mengetahui orang dewasa pun seperti ituㅡ
Aduh maap, dasar bacotku.
Akan mudah bagimu jika yang datang hanya orang seperti putriku.
Putrimu pasti mirip denganmu.
Sejak kecil, dia adalah gadis yang sangat baik dan bijaksana.
Bahkan sampai dewasa, dia tak pernah membuatku khawatir.
Aku, sebaliknya...
Aku menahannya sampai gigiku hancur seperti ini...
Tetap saja, syukurlah kau datang hari ini.
Jika kau melakukan perawatan, gigimu akan baik-baik saja.
- Ya, Terima kasih. - Terima kasih.
Owh,keringat...
Perhatian, beri salam pada guru.
Terima kasih.
Jangan sampai masuk angin, sampai jumpa besok
Iya
Anyong haseyo.
Nomor yang anda tuju tidak dapat dihubungi...
[Bagaimana dengan makananmu? Kau makan dengan teratur, 'kan?]
[Sibuk? Kau tidak menjawab jadi aku cemas. Apa kau sakit?]
[Oke, aku mengerti. Sudah pulang kerja, 'kan? Kau pasti lelah, beristirahatlah, tidur nyenyak.]
Apa kau sangat sibuk?
- Anyong haseyo. - Kau sudah tiba.
Wah, ada tempat seperti ini di sekitar sini.
Anna ssaem,
kau cantik bagaikan bunga. Sangat cantik.
Ya, bunganya cantik tapi palsu.
Ada sesuatu yang ingin kukatakan.
- Ini aku. - Disana berisik, lagi diluar?
Lagi makan malam staf.
Kalau begitu, mari bicara besok.
Tidak, tidak apa.
Tapi kenapa hari ini aku tak bisa menghubungimu?
Apa kamu sibuk?
Ya
Ini terasa seperti... Hanya aku yang mencoba menghubungimu.
Hanya aku yang ingin mendengar suaramu.
Apa kamu... banyak minum miras?
Hah?
Tidak, aku tidak minum.
Kita setuju untuk bertemu pada hari Sabtu, 'kan?
Sepertinya aku tak bisa.
Maafkan aku.
Hampir sebulan kita tak bertemu.
Maafkan aku.
Kenapa?
Kenapa tak bisa?
Aku ada kencan buta. Ibuku memaksaku untuk pergi.
Dengan lelaki?
Benar.
Dengan lelaki.
- Kenapa kamu tak berbohong saja? - Anna-ya...
Aku tak mau begitu lagi.
Tak bisakah kamu berbohong?
- Mari kita bicara lagi besok - So Jung!
Kita bicara besok
Ya... Su...
Ada apa?
Maaf, tapi ada masalah. Aku pergi duluan.
Maafkan aku. Maafkan aku.
- Tunggu - Anna ssaem.
Aku di depan rumahmu. Keluarlah sebentar.
Mari kita bicara setelah kamu tenang.
Selain itu, orang tuaku ada di rumah.
Sebentar saja. Biarkan aku melihatmu.
Song : 세오 (Se O) - No One Knows
Iya.
Jadi, kau bilang Desember ini akan menjadi bulan keberuntungan, 'kan?
Namun, tak ada tanda-tanda sesuatu akan terjadi.
Masih banyak hari tersisa di Desember.
Kau masih memegang jimat yang kuberikan padamu, 'kan?
Mau bagaimana pun, kau akan bertemu lelaki itu lagi.
Dari yang kulihatㅡ
Apa dia baik-baik saja? Dia seharusnya baik-baik saja.
Dia seharusnya tidak baik-baik saja.
Tidak.. Dia mungkin sedang berkencan dengan wanita lain sekarang.
Bagaimanapun, dia selalu populer.
Ehe. Kau mau bertemu dia atau tidak?
Au ah gelap. Pokoknya...
...dia sedang memikirkanku, kan?
'Kan aku sudah bilang. Kalau tak ada lagi, Kututup teleponnya.
Sial, 1212...
Itu berhasil... Datang...
Oh, kamu menelepon Ibu kemarin. Ibu nelpon balik tapi kok gak dijawab?
Ah, gak ada apa-apa.
Ah benar. Anna-ya...
Susu abis. Belilah saat kamu pulang.
Ya, baiklah.
Han Sang Woo?
Sudah tepat satu tahun.
Dia sungguh...
...lelaki brengsek.
Jika aku meninggalkan sesuatu, Tak usah menelepon, buang saja
Aku tak membawanya karena aku tidak butuh.
Jangan seperti ini.
Katakan alasannya.
Kumohon jangan seperti ini.
Kita putus karena sudah waktunya.
Kau sangat kejam
Hari ini adalah Anniversary ke-5 kita. Kau tahu?
Jangan terlalu mengartikan segala hal.
Dan sejujurnya, kau juga tahu kita tak akan bersama selamanya.
Tidak, aku tak tahu. Aku tak tahu.
Kupikir kita akan bersama selamanya.
Kau hanya memikirkan dirimu sendiri.
Aku terus memberi tahu apa yang harus dilakukan agar hubungan kita tetap bertahan.
Tapi kau tak menganggapnya serius.
Dan, kedepannya kau akan terus bermain musik.
Apa?
Seo Yeon...
Di usia kita, setidaknya kita harus bisa menjaga diri sendiri.
Di usiamu, Bukankah seharusnya kau bisa membedakan...
...mana yang penting dan mana yang tidak penting?
Bukankah kau bilang bahwa kau suka saat aku mengejar impianku?
Itu tak masalah karena kita masih muda.
Saat kita masih muda.
Sang Woo-ya,
aku akan berubah.
No comments yet. Be the first to leave one.