The first 200 lines.
Ibu, ini aku. Aku mau masuk.
Sebentar.
Omong-omong,
orang yang paling ingin ibu temui?
Siapa itu?
Ibu akan tahu saat keluar.
Baik.
Akan ibu temui kamu di sana.
Ibu, aku menyuruh Bi Hong
membuatkan Ibu bubur.
Ibu tidak bisa terus pingsan seperti itu.
Terima kasih.
Siapa yang di telepon tadi?
Gang Chul.
Katanya ada seseorang yang ingin dia perkenalkan
dan pertemukan dengan ibu malam ini.
Dia ingin memperkenalkan seseorang kepada ibu?
Siapa?
Entahlah.
Katanya itu orang yang paling ingin ibu temui.
Ibu beulum cukup sehat.
Ibu pingsan dalam perjalanan ke kuil.
Jika Gang Chul mau ibu keluar,
pasti ada alasannya.
Ibu akan pergi dengan Pimpinan.
Asistennya juga.
Aku senang kamu di sini.
Pergilah denganku malam ini.
Kamu tidak boleh ke mana-mana dalam kondisimu.
Gang Chul ingin memperkenalkan seseorang.
Katanya itu orang penting.
Itu Soo Ho. Dia mau memperkenalkan Soo Ho.
Aku harus mencegahnya.
Hei, kubilang sembunyi.
Ibu,
Ini salahmu.
Andai kamu tidak membawa ke Ibu...
Kenapa? Ada apa?
Jangan keluar sampai kutelepon, paham?
Akar?
Itu artinya keluargamu.
Orang tuamu.
Tapi bagaimana bisa Wakil Pimpinan mengetahui orang tuamu?
Entahlah.
Bagaimanapun, ini bagus.
Kamu amat ingin menemukan keluargamu.
Kapan dan di mana?
Pukul 17.00 di Hotel Aura. Tiga jam lagi.
Mari bersiap menemui mereka.
Mungki kita bisa menemukan keluargamu juga.
Kita bisa menemui Gun
dan mungkin sekarang orang tuamu.
Chan!
Chan.
Apa yang kalian lakukan?
Kalian tidak tahu tidak boleh mendekati anakku?
Kalian menyepelekanku karena aku tidak punya suami?
Kalian kira
kalian bisa merampas anakku karena aku ibu tunggal?
Bukan begitu.
Dia terjatuh, jadi kukira dia kesakitan.
Menyingkirlah dari hidup putraku.
Kuperingatkan kalian. Kubilang akan kupanggil polisi.
Kami paham, jadi, tolong tenanglah.
Kami tidak akan bertindak gegabah.
Pergilah sekarang juga! Jangan menyentuh anakku!
Ayo. Dia ketakutan.
Kami akan pergi, jadi, Gun...
Tolong tenangkan Chan agar dia tidak takut.
Chan.
Jangan takut dan jaga dirimu,
ya?
Ibu bilang tetap di sini.
Kenapa kamu keluar?
Kamu sengaja melakukannya untuk membuat ibu marah!
Tidak, Bu.
Ada banyak pria seram tadi.
Jangan berlasan!
Sudah ibu bilang, hanya kamu yang ibu punya.
Jadi, ibu harus menjadi satu-satunya yang kamu punya.
Maaf, Bu.
Aku sayang Ibu.
Aku tidak mau Ibu sedih.
Aku tahu ini berat, tapi kita harus pergi
sebelum Tiffany makin kesal.
Aku akan meninggalkan ini di depan toko saja.
Dia tidak akan membiarkan Chan
pergi ke TK atau mana pun karena takut kita menemuinya.
Chan pasti amat bosan.
Dia suka puzzle,
jadi, biar kuletakkan ini di sana agar dia bisa bermain.
Tinggalkan saja di sana dan kembalilah.
Pastikan Tiffany tidak melihatmu.
Baik.
San Ha, ada apa?
Maaf, Bu.
Berhentilah menangis! Beraninya kamu merengek dan menangis?
Kamu yang membuat ibu kesal!
Ibu meninggalkan Ayah karenamu.
Kamu harus membalas ibu.
Kamu harus mendengarkan ibu!
Kamu harus diam agar ibu tidak stres!
Maaf, Bu.
Ibu...
Chan.
Apa yang kamu lakukan ke seorang anak?
Dia putraku. Jadi, jangan ikut campur.
Kamu tidak lihat dia pingsan?
Itu hanya pura-pura.
Dia pura-pura pingsan saat dimarahi.
Jangan ikut campur
dan menjauhlah darinya!
Tidak. Ada apa?
Apa kamu menipu kami selama ini?
Kalian tidak tahu kalian tidak boleh mendekatinya?
Aku sungguh akan menelepon polisi.
Silakan saja.
Kita harus memberi tahu mereka perbuatanmu terhadap Gun.
Kamu kira aku hanya menggertak, ya? Baik.
Polisi?
Aku mau pergi ke Hotel Aura sekarang.
Jadi, tolong siapkan mobilnya.
Kamu berencana memberi tahu Ibu?
Kamu mau memberitahunya soal Soo Ho?
Dia tidak punya banyak waktu untuk hidup.
Serta aku tidak tahu sampai kapan Ayah tetap sehat.
Kamu mau memberi tahu mereka seberapa?
Bahwa Soo Ho cucu sulung mereka?
Atau bahwa aku membuangnya?
Aku setidaknya harus memberi tahu bahwa Soo Ho cucu sulung mereka.
Serta bahwa aku berbohong soal dia sudah mati.
Tidak boleh.
Jika kamu memberi tahu mereka Soo Ho cucu mereka,
mereka akan tahu aku membuangnya.
Saat mertua Soo Ho menemukannya,
dia menemukan kartu yang bertuliskan namaku.
Jadi, mereka akan tahu aku yang membuangnya.
Aku tidak bisa mengorbankan Soo Ho terus-menerus untuk menyelamatkanmu.
Sayang.
Aku sudah memberi tahu Soo Ho
bahwa aku akan menemukan akartnya.
Selama ini berat
karena rasa bersalah.
Aku mau mengakhirinya sekarang.
Maaf.
Aku tidak punya pilihan lagi.
Sayang.
Kamu darah daging mereka.
Jadi, mereka pada akhirnya akan memaafkanmu.
Tapi bagaimana denganku?
Menurutmu, Ibu dan Ayah akan berbuat apa kepadaku?
Sayang.
Periksa penjualan Aura Bio
dan ubah harga saham setiap dua jam sekali.
Untuk saluran belanja rumah...
Maaf.
Dia tiba-tiba menerobos selagi aku menelepon Anda.
Tidak apa-apa. Kamu boleh pergi.
Bukankah Anda terlalu terang-terangan?
Anda mau pamer sudah menjadikanku CEO?
Kamu harus membantuku.
Gang Chul berencana memberi tahu Ibu dan Ayah
bahwa Soo Ho cucu sulung mereka.
Dia sudah menelepon Soo Ho
dan Ibu untuk datang ke Hotel Aura untuk memberi tahu mereka.
Dia juga sudah pergi ke hotel.
Kapan?
Dia baru saja pergi.
Katanya dia tidak bisa membohongi Ibu lagi.
Dua tidak mau mendengarkan betapa keraspun aku berusaha.
Nam Joon, bantu aku.
Hubungi Esther
dan suruh dia menghentikan Pimpinan.
Aku akan menghentikan Soo Ho atau Wakil Pimpinan entah bagaimana.
Cepat.
Ada yang tidak beres.
Cara Ibu melampiaskan kemarahannya kepadaku
dan berlari keluar dari sini...
Kira-kira apa?
Ini amat memusingkan.
Ini Ibu. Sudah kuduga.
Ibu.
Jika butuh aku melakukan sesuatu, aku dengan senang hati...
Dengar.
Kamu harus memastikan Ibu dan Ayah tidak pergi dari rumah.
Apa?
Ayah mertuamu berusaha mempertemukan Soo Ho dan mereka
serta memberi tahu mereka bahwa Soo Ho cucu sulung mereka.
Ada apa dengannya?
Dia tidak memikirkan No Ah sama sekali.
Jika dia melakukannya...
Hentikan mereka.
Adang mereka setidaknya sejam.
Apa yang harus kulakukan?
Bagaimana aku harus menghentikan mereka?
Ditambah lagi seharusnya mereka tidak tahu aku di sini.
Anda baru saja menelepon?
Terima kasih.
Tangkap mereka.
Aku bahkan mengirimkan
No comments yet. Be the first to leave one.