The first 200 lines.
SERIAL NETFLIX ORIGINAL
NYATAKAN CINTA DENGAN LOVE ALARM DI HARI NATAL
Sudah 1.530 hari sejak Love Alarm diluncurkan.
- Ibu, apa itu? - Apa?
- Apa itu? - Apa itu?
- Lihat. - Cantiknya.
- Besar sekali. - Apa itu? Acara Natal Love Alarm?
Cantik sekali.
Di dunia ini, kau tak bisa menyembunyikan rasa cinta.
- Besar sekali. - Ya.
Itu sangat cantik.
Keren sekali.
- Indah sekali. - Sangat keren.
Astaga, maaf.
LOVE ALARM, TAK ADA YANG MENYUKAIMU DALAM RADIUS 10 METER
LOVE ALARM, ADA YANG MENYUKAIMU DALAM RADIUS 10 METER
Hei!
EMPAT TAHUN LALU, TUJUH HARI USAI PELUNCURAN LOVE ALARM
LOVE ALARM, JUMLAH PENGUNDUH: 9.300.000 - 9.400.000
GEREJA MYEONGHYEON, SMA YEOLRIM
- Hei, ini terlalu cepat! - Teruskan.
- Aduh! Bodoh! - Hei!
Asyiknya!
Apa dia datang? Kau meneleponnya?
Entahlah.
Dia mengabarimu?
Hei, dia datang.
Lihat ke sana.
Sekali meluncur itu jaraknya sekitar satu meter.
Radius sepuluh meter seharusnya di sekitar sana.
Ya.
Ji-yeon, Love Alarm-mu menyala?
Kunyalakan sekarang. Tunggu.
Aku gugup. Bagaimana jika hanya alarmku yang berdering?
Maka aku akan ke radius itu denganmu.
Astaga, bukan ide bagus.
Entah ponsel siapa akan bunyi.
- Ayo, cepatlah. - Kau pasti bisa.
Aku pergi.
Ayo.
Sukses!
Astaga.
JIKA KAU JATUH CINTA, BUNYIKAN ALARM
SESEORANG YANG MENYUKAIMU MEMBUNYIKAN LOVE ALARM
Lihat. Berdering.
Sudah kubilang, Love Alarm akan berbunyi antara Ji-yeon dan Seong-jun.
Sudah kuduga alarm mereka akan berdering.
- Hei, lihat? - Aku sungguh benar.
Astaga.
Siapa mau bunyikan Love Alarm-ku?
Jangan bicara begitu! Kau punya senyum manis.
Menurutmu senyumku manis?
Semanis apa tepatnya?
- Semanis apa? - Tidak jadi.
- Semanis apa? Katakan. - Lupakan.
Ayolah, beri tahu aku.
Kenapa kau tak punya Love Alarm?
Ponsel ini tak kompatibel?
Aku tak butuh.
Il-sik bagaimana? Dia tak bisa membunyikan Love Alarm bersamamu.
Astaga, apa itu penting?
Jika tak berdering, untuk apa berpacaran dengannya?
Kenapa tak minta ponsel baru pada ibumu?
Aku juga ingin pisah rumah dari ibu sepertimu.
- Bibimu tak pernah cerewet, ya? - Gul-mi yang cerewet.
- Benar, aku lupa. - Benar.
Kau akan pulang ke rumah saat wisata sekolah ke Jeju, 'kan?
Ajak aku dan Il-sik juga. Ayo minta ibumu masak sesuatu.
Kau akan terlambat. Cepatlah.
Sampai jumpa.
Benar juga. Kau harus pindah ke akademiku bulan depan, ya?
Ya. Dah.
Senang bisa pulang setelah dua tahun?
Ada tempat yang harus kau kunjungi.
Ini.
HWANG JAE-CHEOL
Nyonya Jeong memintaku memotretmu satu kali.
Jadi...
Hei! Haruskah ganti di sini? Astaga.
Dia tampan sekali.
Kau di mana?
Sedang apa?
Kau sedang apa?
Dahulu, dia nomor tiga.
Dia bayar berapa banyak?
Aku Hwang Jae-cheol, kandidat nomor satu dari Partai Masa Depan Korea!
Aku mau berbagi...
Ayo, Nomor Satu!
... visi dan misiku dengan kalian semua.
Saudara setanah air, semua nilai yang ingin kalian lindungi,
akan kulindungi.
- Percayalah padaku! - Banyak orang di sini.
Kau boleh keluar.
Akan kudobrak ideologi konservatif,
dan berjanji akan menjadi
politikus ramah dan tepercaya bagi kalian!
HWANG JAE-CHEOL PARTAI MASA DEPAN KOREA
- Nomor satu, Hwang Jae-cheol! - Nomor satu, Hwang Jae-cheol!
- Masa Depan Korea, Hwang Jae-cheol! - Masa Depan Korea, Hwang Jae-cheol!
Min-jae.
Mana Hye-yeong?
Di mana dia sekarang?
- Menyulang! - Menyulang!
- Kerja bagus! - Minumlah!
Kerja bagus, Semuanya.
Silakan soju dan birnya.
- Mau karaoke nanti? - Boleh!
Makanlah.
Makanlah.
- Ini enak. - Coba dengan bawang putih.
Menyulang, Semua!
Kawan-kawan, kutraktir.
- Tolong dua porsi lagi. - Kita akan ke karaoke!
- Permisi. - Ya.
Dua porsi lagi.
- Tentu, dua porsi lagi? - Ya.
BARBEKU ARANG
Tempat apa ini?
Kau mencari Hye-yeong. Dia kerja sambilan di sini.
Kerja sambilan?
Ya.
Kau tak tahu?
Kukira dia sudah memberitahumu.
Itu dia.
Hye-yeong
ternyata merokok.
HYE-YEONG
Nomor yang Anda tuju tidak dapat dihubungi...
Apa?
Kenapa pergi ke arah sana?
- Hei! - Min-jae.
Jangan panggil dia.
Ya, baiklah.
Lihat dirimu, Sun-oh.
Sejak kapan kau setinggi ini?
Kau yang tak tumbuh.
Kenapa abaikan telepon dan pesanku?
Menurutmu, kenapa?
MI GELAS PEDAS
Kubelikan kesukaanmu.
Kenapa pulang malam? Kau tahu aku pulang hari ini.
Aku kerja sambilan di restoran barbeku.
- Hanya karena itu? - Ya.
Seperti apa Amerika?
Lepaskan aku. Kau bau.
- Aroma barbeku wangi, 'kan? - Tidak.
Aku kembali, berhenti kerja.
Tidak mau masuk?
Istirahatlah.
Hore!
UNTUK DIBUANG
JIKA KAU JATUH CINTA, BUNYIKAN ALARM
- Hye-yeong. - Ya?
Bangunkan Sun-oh. Nyonya Jeong sudah bangun.
Ya.
Bedebah.
Kau cari mati?
- Dasar kau... - Ranjangmu besar.
- Kenapa tidur di sini? - Sial.
- Hei, hentikan. - Hei.
Aku sedang tidur nyenyak.
Kenapa kau...
Bodoh.
Ini Love Alarm?
- Ada apa? - Itu Love Alarm?
Kurasa di sana.
- Itu Love Alarm, 'kan? - Ada apa? Itu Love Alarm!
Bunyinya dari mana?
- Dari sana. - Astaga.
Siapa pemuda itu? Kelas berapa?
Dia sangat tampan. Astaga.
Lihat dia. Astaga.
- Lihat wajahnya. Dia sungguhan? - Astaga.
- Tampannya dia. - Pantas Love Alarm terus berbunyi.
- Kelas berapa? - Dia kelas berapa?
- Dia sangat tampan. - Dia tampan sekali.
ADA YANG MENYUKAIMU DALAM RADIUS 10 METER, LOVE ALARM
Dia sangat tampan.
- Itu Hwang Sun-oh! - Bukan main.
- Astaga, lihat pemuda itu. - Aku tahu.
Kau tak apa?
Hei, Jojo.
Lihat bantinganku?
Apa? Ya.
Sudahlah. Aku tahu kau tak lihat.
- Pasti hebat. Kau... - Tunggu.
Tunggu sebentar.
Aku instal Love Alarm.
Benarkah?
Semua orang pakai. Kau juga, pakailah.
Versi ponselku...
Ayo tunjukkan bunyi alarm kita.
Kenapa harus begitu?
Semua orang melakukannya. Pasti seru.
Sudahlah. Guru mencarimu.
- Sekarang? - Ya.
Hei, kenapa kau terus menghalangi kami?
Apa maksudmu? Kau bau keringat. Pergi.
Wajar saja. Aku baru selesai berlatih.
Terserah. Kau bau. Pergi.
No comments yet. Be the first to leave one.