The first 200 lines.
Ini adalah kisah "Tn. Sharma dan Tn. Verma"
Yang satu cerdik sedangkan yang satu lagi bodoh
"Tn. Sharma orang yang penuh perhatian."
"Tn. Verma mendapatkan masalah dari waktu ke waktu."
"Tn. Sharma membuat rencana jangka panjang."
"Tn. Verma tidak berpikir jauh ke depan."
"Jadi apa pendapat Anda? Anda ingin menjadi siapa?"
"Tn. Sharma atau Tn. Verma?"
"Pikirkanlah sekarang, bertindaklah sekarang."
"Infestasi di tabungan cerdas dan amankan masa depan Anda."
"Jadilah seorang Sharma."
Aku tidak tahu.
Ada sesuatu yang kurang pas dalam iklan itu.
Kita akan rampungkan logonya besok.
Apakah warnanya... / Aku tidak tahu.
Aku belum dapat pastikan apa itu. / Baiklah.
Apakah...disainnya... / Bagaimanapun, aku akan pikirkan dalam perjalanan.
Dan aku akan kabarkan kalian ketika aku tiba di Delhi.
Tapi Vineet tolong, kita inginkan ini tuntas dalam pekan ini.
Kita sudah terlambat dari jadwalnya.
Aku ingin pekerjaan ini dengan baik. / ya, ibu.
Baiklah.
Terima kasih. / Kami akan menghubungi ibu kembali.
Halo Zenobia
Baik sekali kau bergabung dengan kami pagi-pagi.
Maaf, ibu... / Aku tahu, macet, bukan?
Ini tiket pesawat Anda ke Delhi.
Dan ini yang ke Los Angeles hari Senin.
Ganti penerbangan yang hari Minggu.
Aku butuh lebih banyak waktu.
Ya, ibu.
Tidakkah Anda sedikit terlambat? / Kenapa?
Pesawat Anda ke Delhi.
Sekarang jam 4:30.
Baiklah, beritahu Varun aku akan selesaikan...
...laporan ini dalam perjalanan dan akan aku kirim padanya / Baik.
Lampiran untuk Tn. Mehra di tahap ketiga dari deal Hot-ends.
Dan jangan lupa tanyakan FedEx...
...status barangku.
Beritahu Niharika, warnanya hijau laut bukan biru laut.
Baik.
Panggil Vineet dari Trikaya.
Tapi, tak usahlah. Biar aku saja.
Suruh sopirku membawa mobil ke teras. / Ya, ibu.
Kecilkan suaranya.
Ya.
Ya, dalam perjalanan.
Bandara.
Kita harus batalkan pestanya.
Tidak, aku harus pergi ke Los Angeles hari Minggu.
Ya, sudah disiapkan.
Ya, kau juga tahu bagaimana.
Baiklah, kita bicarakan ketika kita bertemu.
Baiklah, sampai jumpa.
Aku cinta padamu. Sampai jumpa.
Tante, tante, beri saya RS 2.
Saya ingin makan.
Saya ingin makan sesuatu.
Tolong, tante.
Tante, apa itu di TV?
Tante, apa itu di TV?
Lihat, ingatkah kita melihat itu disana...
Manis, semoga kau dapatkan suami yang tampan.
Beri kami uang, ayo!
Berilah.
Pelit.
Bunyikan klaksonnya.
Oh, nasibku! Aku tidak percaya ini.
Mereka orang-orang paling buruk.
Maaf.
Ayo.
Ayo jalan, ayo jalan.
Apa-apaan...
Pak polisi. / Ada apa?
Ada masalah apa ini?
Macet dari dua arah.
Ibu, kemacetan akan semakin parah.
Arak-arakan besar akan lewat. / Arak-arakan?
Ya.
Tapi aku terlambat.
Maaf, ibu, tetapi semua harus menuju ke jalan lainnya.
OK? / Apa?
Semua! Masuk lajur kiri.
Hebat.
Identitas Anda, tolong.
Maaf.
Permisi, mohon maaf.
Ibu, tolong. Bolehkah?
Tolong, tolong. / Apakah kita senang di antrean ini?
Penerbangan ke Delhi. / Ibu, Anda ketinggalan pesawat.
Tidak mungkin, periksalah.
Maaf, ibu, pintu masuknya sudah ditutup.
Saya tidak dapat membantu.
Anda terlambat.
Apa maksudmu aku terlambat?
Maaf, ibu, aturan penerbangan.
Aturan penerbangan?
Tahukah kamu berapa banyak pekerjaan yang aku berikan pada penerbanganmu?
Aku sendiri!
Sungguh saya tidak dapat membantu Anda, mohon.
Kapan penerbangan berikutnya? / jam 11 malam.
Apa?
Dengar, saya harus terbang sekarang.
Adakah penerbangan sebelum itu?
Tidak sebelum jam 11.
Hanya jika Anda ingin terbang dengan penerbangan hemat.
Penerbangan hemat.
Beli Majalah "Outlook Money".
RS 30, ibu.
Tidak ada kembaliannya, ibu.
Kamu harus punya. Periksa kembali!
Sungguh saya tidak punya kembaliannya, ibu.
Berapa? / Tukaran 1000.
Sebentar.
Ini kembaliannya, ibu.
Terima kasih.
Kembali.
Anda ingin majalah lainnya?
Apakah mereka akan menikah?
Apa pendapatmu?
Saif-Kareena.
Bagaimana saya tahu?
Kalau kamu tidak tahu...
Mengapa membuang uang untuk beli majalah ini?
Pak, seharusnya koper Anda dimasukkan ke dalam bagasi.
Mengapa? Itu tidak besar!
Bagasi atau kabin, yang penting kita menuju Delhi.
Tidak ada masalah.
Tenang.
Ya, halo.
Aku sudah di dalam pesawat.
Tidak, bicara terus.
Aku hanya berpergian dengan pesawat, bukan menerbangkannya.
Ya.
Apa?
Aku bilang 15 bukan 12.
Berapa?
Ya.
Katakan pada anak itu kita disini untuk melakukan bisnis...
...bukan membuang-buang waktu.
Dan kita tidak takut padanya.
Katakan padanya itu harga final.
Dan tambahkan kalimat: "TIDAK ADA TEMPAT UNTUK DISKUSI".
Ya.
Tidak berguna.
Orang-orang Mumbai ini pikir kami orang Delhi bodoh.
Jadi? Delhi? / Delhi.
Itu kemeja bagus. Kemeja jadi?
Tentunya. Siapa yang mau menjahit kemeja di zaman ini?
Lupakan saja.
Ketika kita dalam bahaya...
...dia dahulu yang akan lompat keluar.
Sedangkan kita mencari pintu keluar di depan, di tengah...
...dan di belakang lalu ke pintu surga.
Pintu surga. Pintu depan...Mengerti?
Tidak apa-apa.
Pernahkah kamu mencoba masker oksigen?
Memberi rasa nyaman.
Pikiran terasa ringan.
Cobalah kapan-kapan.
Lalu aku jelaskan pada isteriku, "Apa yang kau cemaskan?"
"Urus saja urusanmu."
"Itu urusan paman, jangan dipikirkan."
"Kita akan gelar kasur di teras sebelah pagar tembok."
Dimana? / Pagar tembok.
Bukan, di teras.
Apakah kau ingin paman mati...
...menggantungnya dari pagar tembok berketinggian 10 meter?
Kamu tidak memperhatikan.
Apa kerjaanmu?
Kamu bekerja pada orang atau berbisnis sendiri?
Saya di...universitas.../ jadi kamu masih sekolah.
Karena itu kamu tidak memperhatikan.
Ambillah nasehatku, bisnis lebih baik.
Bekerja pada orang tidak berarti.
Apa yang kamu pelajari?
Penumpang dimohon tidak melepaskan sabuk pengaman...
...dan tetap berada di kursi hingga pesawat berhenti total.
Pegang ini.
Sampai jumpa.
Ya, halo.
Maaf, pak, mohon duduk.
Tidak ada masalah.
lagipula, kita sudah mendarat.
Ya, Halo.
Aku baru saja mendarat.
Kau dimana?
Vikram, Aku tidak dapat pergi hari Senin.
Tapi jika itu hari ultahku dan aku tidak melakukan apa-apa...
...maka aku terlihat tidak mengerti...
Dengar, tunggu. Itu tasku. Aku akan hubungi kembali.
Baik.
Baik, aku sudah dapatkan tasku.
Ya, aku sedang keluar.
Baterainya sangat rendah.
Kita akan jumpa disana.
Permisi.
Ya, aku sedang keluar. Di pintu nomor...
Selamat Datang di Bandara Internasional Jaipur.
Aku di Jaipur!
No comments yet. Be the first to leave one.