Oasis (Oasiseu / 오아시스)

Oasis (Oasiseu / 오아시스)

Download Indonesian Subtitle

Release info

Oasis S01 1080p H264 AAC WEB-DL-Phanteam-Complete
A Commentary by shinsekyungday
Resync from vidio for phanteam version

Tags

other
Published on: 2023-05-02
Downloads: 13
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Pengawasan orang dewasa dibutuhkan karena adanya kekerasan dalam konten

Drama ini adalah cerita fiksi. Orang, lembaga, organisasi,

kejadian, latar belakang dll bukanlah kejadian nyata.

Perkembangan Dunia Modern

Hei, ayo sini. Kemarilah.

Wanita itu keren sekali, bukan?

Ayo kita lihat dari sana.

Lee Du-Hak!

Ayo keluar!

Penjara Gwangju di awal 1980-an

Apa yang kau lakukan?

Kau akan mati di tanganku jika kau keluar.

Lee Du-Hak.

Ada tamu untukmu.

Malam ini pukul delapan, kamar sel nomor 120, akan dilakukan pembersihan berkala.

Pertengahan tahun 1970-an, Yeosu

Kau sedang apa? Cepat makannya. Jangan membuat Cheol-Woong menunggu.

Anak kita tersedak nanti.

Campur nasinya pakai air.

Ya, Ayah.

Aku juga.

Hei, sekolahmu dekat, makan saja yang pelan.

Makanlah lebih banyak lagi.

Ini, makan ini.

Anakku tampan, ya.

Belajar yang rajin, ya.

Jangan pernah kalah kalau berkelahi.

Ibumu yang akan menyelesaikan semuanya.

Ibu, anakmu ini tidak kalah dalam belajar ataupun perkelahian.

Aduh, anakku.

Terus, sedot sampai habis.

Cheol-Woong!

Kenapa belum keluar juga?

Du-Hak sudah menunggu.

Ayo, ayo, ayo. Nanti ayahmu marah lagi.

Malam ini aku ada janji, jadi akan terlambat pulang.

Ya. Jangan minum terlalu banyak.

Selamat jalan.

- Selamat jalan. - Selamat jalan.

Baiklah.

- Kami pergi dulu. - Kami pergi dulu.

Pergilah.

Melihat kalian berdua akrab begini hatiku merasa aman.

Kalian benar-benar seperti saudara. Senang sekali melihatnya.

Astaga.

Kenapa begitu? Aku memang menganggapnya seperti kakak.

- Kita akan terlambat. Ayo pergi. - Ayo.

Selamat jalan.

Kenapa kau sampai harus mengantar mereka?

Aku ke sini bukan untuk mengantar mereka.

Kyung-Ja terus datang dan memintaku bantu menyiapkan bekal anak-anak sekolah.

Aku mau memasak teri goreng beberapa.

Iya, Ibunya Du-Hak pintar sekali memasak.

Bagaimana kau masih saja tidak tahu malu?

Pekerjaan petani sibuk sekali, tapi kau sedikit-sedikit memanggilnya.

Bukan begitu, aku sama sekali tidak sibuk.

- Kebetulan keluargaku kirim teri bagus... - Bukan begitu.

Aku berterima kasih dengan niatmu, tapi ini adalah untuk mendidiknya. Pulanglah.

Cepat masuk.

Bis Dalam Kota

Masa Keemasan Yeong-Ja

Katanya hari ini hanya setengah hari. Drama ini perdana diputar di kota.

Katanya seru sekali. Mau nonton?

Kau mau mati? Dilihat darimanapun kita itu pelajar, bagaimana masuknya?

Kenapa kau itu banyak takutnya?

Aku mau duduk di sini. Titip.

Bangun.

Kubilang bangun, bedebah.

Anak kelas dua tidak sopan duduk dan membiarkan kakak kelasnya berdiri?

Tapi,

kau juga tidak setua itu untuk mendapatkan perlakuan khusus.

Apa kau bilang, bedebah?

Apa-apaan kau?

Apa benar kau anak kelas satu?

Kalau tidak percaya, sana pergi ke sekolah lalu cari data siswa.

Itu masalah nanti, dasar bedebah!

Bedebah ini.

Apa itu?

Bedebah.

Pukul lagi.

Wah, aku tidak hati-hati.

Ayo cepat sini.

Du-Hak!

Nanti kita terlambat sekolah.

Ayo cepat selesaikan.

Oke.

Cukup, 'kan? Ayo pergi.

Waduh, kita benar-benar terlambat.

Hei!

Keamanan Nasional dari Penerapan Pendidikan

Tutup!

Du-Hak.

- Pakai di dalam. - Ya.

- Tidak menonjol, 'kan? - Seperti pantat sendiri.

Anak nakal. Pantatmu ketemu pemilik yang salah. Pagi-pagi sudah menderita.

Kalian, mentang-mentang pintar kau kira kepala sekolah bilang boleh terlambat?

Kalian lebih nakal.

Lebih nakal.

Betulkan posisi kalian!

Telungkup yang benar!

Yang benar telungkupnya!

Hasil UTS kalian sudah keluar.

Selamat untuk kalian si kepala batu.

Kali ini juga kelas kita terpilih jadi kelas paling jelek nilainya.

Untungnya Choi Cheol-Woong masih tingkat pertama di sekolah

dan Lee Du-Hak peringkat kedua.

Tapi tetap tidak menghilangkan status kelas paling buruk.

Apa itu kelas?

Organisasi.

Semuanya sama-sama?

Bertanggung jawab.

Semuanya lari lapangan lima putaran!

Dasar anak nakal! Kalian kira dunia macam apa sekarang? Cepat keluar!

Ayo cepat keluar!

Kalau tidak suka harusnya bilang, untuk apa bawa-bawa pendidikanlah apalah.

Mentang-mentang dia berpendidikan.

Makanya kubilang jangan ke sana, kau yang bersikeras dan malah membuat masalah.

Lagi pula,

perkataannya memang benar, dia lulusan universitas di Seoul.

Di sini memang ada wanita yang setinggi itu pendidikannya?

Apa?

Kau memihak siapa?

Maksudku adalah kemampuannya mengurus rumah.

Lulusan universitas tapi bisa apa? Bisa masak? Bisa mencuci?

Kalau untuk mengurus rumah, aku sudah setingkat profesor.

Iya, kau sudah jadi profesor.

Aku sudah bilang, jaga jarak dengan keluarga itu.

Masa Keemasan Yeong-Ja

Hei.

Itu, itu...

Untuk kemenangan negara dan orang-orang di depan Taegeukgi yang kubanggakan,

dengan tegas berjanji untuk mengabdikan tubuh dan pikiran untuk kesetiaanku.

Paman!

Paman!

Kalau begitu memang akan terdengar?

Paman!

Paman!

- Jam berapa? - Sudah mulai. Nanti juga keluar.

Ya, 'kan?

Apa kita akan ketahuan, ya?

Kalian sedang apa?

- Kami? - Di sini selain kalian memang ada lagi?

- Memang kau siapa? - Aku mengerti.

Kalian anak nakal yang mau masuk bioskop lewat jalan belakang.

Apa?

Anak kecil ini.

- Lalu kau sedang apa di sini? - Ini rumahku, kenapa?

Wanita ini berbohongnya pandai sekali.

Sana pergi, sebelum aku panggil orang.

Lucu sekali. Kami itu datang karena diundang.

Jangan ganggu kami, sana pergi main saja.

Jung-Shin, kau sudah datang?

- Pabrik kayu? - Ya.

- Paman. - Ya?

Paman yang panggil mereka?

Kalau dijelaskan bakal panjang, jadi intinya...

...aku punya teman yang bekerja di pabrik kayu, temanku mengundang mereka untuk...

Cepat usir mereka.

Kalau tidak aku akan laporkan pada ayah.

Wanita ini, aku sudah sabar dari tadi.

Kalau begitu, apa ayahmu tahu kau menonton lewat jalan belakang?

Tahu tidak dia?

Hei.

Kau ini, ya.

Memangnya ini urusanmu? Urusanmu?

Kenapa berkelahi?

Aku tak bisa datang untuk sementara waktu.

Kenapa?

- Sepertinya akan ada kabar baik. - Kabar apa?

Berkatmu aku jadi bisa menonton.

Apa maksudmu, bukan dia yang menayangkan filmnya.

Kalau kalian menonton gratis di rumahku, artinya aku yang menayangkan filmnya.

Ke depannya, jangan pernah kalian datang lagi ke sini. Mengerti?

Kau saja yang jangan ke sini.

Memangnya bioskop itu punyamu? Punya ayahmu ini.

Punyamu?

Apa?

Dasar anak-anak muka kentang.

Apa katamu?

Kentang juga ganteng, tahu.

Siap meledak!

Wah, suaranya keras sekali.

Wah.

Kalian!

Bedebah-bedebah itu, Kak.

Lihat bedebah tak tahu malu ini.

Mereka sudah menggoda wanita,

- Hei, benar mereka, 'kan? - dan main ke bioskop...

- Du-Hak, lari. - Apa?

Ayo cepat lari!

Ayo cepat, cepat!

Bedebah!

Hei!

Sial.

Kau tidak apa-apa?

Itu mereka! Kejar!

Lari!

Hei!

Pabrik Kayu O-Dong

Ke mana mereka?

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left