The first 200 lines.
Bagaimana penampilanku?
Kamu tampak sangat cantik.
"Episode 79"
- Akan kuambilkan air. - Baiklah.
Astaga.
Kenapa kamu...
Tidak mungkin.
Kamu?
Kalian berdua gila!
Ji Seok, apa itu kamu?
Ya.
- Ada apa? - Tidak ada apa-apa.
- Ikut aku. - Lepaskan aku.
Min Ji Seok. Hentikan, Ji Seok!
Hei!
- Hei, Go Ya. - Kakak.
- Hei. - Kalian datang. Hei, Go Woon.
Kakak tampak seperti malaikat.
Kakak cantik sekali.
Ya, bahkan malaikat akan iri.
Aku setuju.
Astaga, ini bukan hal baru.
Dia tidak pernah berpakaian rapi,
tapi bukankah kalian sudah tahu betapa cantiknya dia?
Tentu saja. Kakak benar.
Halo.
Astaga. Halo.
Anda datang, Bu Jang.
Halo.
Ya, halo.
Tunggu, aku mengenalnya.
Kamu baik-baik saja?
Ya, Bu.
- Bu? - Senang bertemu dengan Anda.
Aku bibinya Go Ya.
Ya, aku neneknya Ji Seok.
Ini sepupunya.
Halo, kita pernah bertemu sebelumnya.
Di kuil saat bibiku dan Bu Woo
berkelahi.
Tapi kita akan menjadi keluarga hari ini.
Mari mengakrabkan diri mulai sekarang.
Ya, tentu saja.
Mau menyampaikan sesuatu?
Ya, aku setuju.
Mari mengakrabkan diri,
Bu Woo.
Ya, mari mengakrabkan diri, Bu Oh.
Tapi di mana Ji Seok?
Dia keluar mengambil air. Sebentar lagi akan kembali.
Hei, kamu tahu siapa dia sebenarnya?
Ya, aku tahu.
Lantas apa kamu tahu
dia putriku?
Bukan hanya itu,
aku juga tahu Anda meninggalkannya 10 tahun lalu.
Aku juga tahu
Anda menuntutnya untuk menyokong Anda.
Apa? Berarti
kamu sudah tahu soal masa lalu bibimu, bukan?
- Ya. - Akhirnya semua masuk akal.
Itu sebabnya kamu memutuskan hubungan dengannya?
- Ya. - Sadarlah!
Kamu sudah gila?
Mungkin kamu dibutakan cinta,
tapi kamu tidak boleh menikahi Go Ya!
- Lalu? - Apa?
Aku bahkan memutuskan hubungan dengan bibiku yang amat kusayangi.
Kini aku tahu betapa jahatnya dia
kepada Go Ya.
Anda tahu apa maksudnya?
Tidak ada lagi yang kutakuti.
Tidak ada yang bisa menghentikan kami.
Maksudmu kamu akan tetap menikahinya?
Ya, apa pun yang terjadi, kami akan menikah.
Bagaimana jika aku menghalangimu?
Silakan coba jika Anda bisa.
Tapi aku tahu banyak kelemahan Anda.
Mungkin Anda akan hidup dalam rasa malu selamanya.
- Kamu mengancamku? - Untuk melindungi Go Ya,
aku bisa melakukan hal yang lebih buruk.
- Ji Seok! - Akan kuhubungi saat kami kembali.
Jaga mulut Anda
sampai saat itu tiba.
Dia sudah gila.
Dia gila.
Sulit kupercaya.
Kendalikan dirimu
jika ingin melindungi Go Ya.
Halo, aku akan memandu pernikahan hari ini.
Halo, aku pewaranya.
Aku bekerja dengan Pak Min.
Kenapa Eun Seok belum datang?
Entahlah. Biar kuhubungi dia.
Kenapa Go Bong belum datang?
Biar kuhubungi dia.
Astaga!
Ada apa ini? Kenapa kita tidak mengenakan pakaian?
Entahlah.
Kita tidur bersama?
Tidak, itu mustahil.
Itu tidak mungkin terjadi.
Ada apa?
Ini ibuku.
Ada apa?
Ini ibuku.
Tunggu.
Apa rencanaku hari ini?
Aku juga sudah punya rencana.
- Pernikahan! - Pernikahan!
Go Bong.
Sedang apa kamu di sini?
Pernikahan kakakku di sini.
Bagaimana denganmu?
Pernikahan adikku juga di sini.
Apa nama kakakmu Go Ya?
Nama adikmu Ji Seok?
Kenapa kamu terlambat sekali?
Kamu belum pernah terlambat.
Maafkan aku.
- Beraninya kamu bermalam di luar. - Maafkan aku.
Haruskah kamu membuat kami cemas di hari pernikahan kakakmu juga?
Kita harus bagaimana sekarang?
Takdir yang aneh.
Guruku kakaknya Kak Ji Seok?
Astaga.
Tidak mungkin.
Wanita menyebalkan itu adiknya Go Ya?
Perhatian.
Pernikahan Min Ji Seok dan Choi Go Ya
akan segera dimulai.
Silakan duduk.
Mau keluar sekarang?
Baiklah.
Go Ya!
- Go Ya! - Go Ya!
- Selamat. - Kamu tampak cantik.
Selamat.
Selamat.
Selamat.
Ji Seok, tolong bahagiakan Go Ya.
Dia tampak cantik.
- Ji Seok, kamu tampak mengagumkan. - Kamu tampan.
Selamat.
Dia tampak keren.
Mempelai pria dan wanita akan mengucapkan janji pernikahan.
"Janji pernikahan."
"Aku, Choi Go Ya, menerimamu, Min Ji Seok, sebagai suamiku."
"Dalam kebahagiaan dan kesulitan,
aku tidak akan melepaskan tanganmu."
"Kamu tidak akan lagi sendirian dalam kegelapan."
"Aku akan selalu bersamamu."
"Selamanya, aku akan menjadi teman hidupmu."
"Kita bisa berbagi impian dan harapan."
"Janji pernikahan."
"Aku, Min Ji Seok, menerimamu, Choi Go Ya, sebagai istriku."
"Aku akan menjadi tempat berlindung
di kala kamu merasa lelah."
"Sebagai teman hidupmu,
kita akan berbagi beban."
"Apa pun rintangan yang menghalangi,
kita akan saling bersandar dan bersabar."
- "Hari ini, kami bersyukur." - "Hari ini, kami bersyukur."
- "Kami berjanji - "Kami berjanji
- akan saling mencintai selamanya." - akan saling mencintai selamanya."
Tepuk tangan.
Selanjutnya, mari dengarkan lagu untuk mendoakan
pasangan ini.
Tidak ada penyanyi?
Aku sudah mendatangkan grup duet.
- Tunggu sebentar. - Ya, tunggu sebentar.
Ya, halo? Kamu di mana? Kenapa belum datang?
Apa? Mobilmu?
Bagaimana ini? Mobil mereka mogok.
- Lantas kita lewati saja? - Ya, kita harus melakukan itu.
Kamu mahir menyanyi.
Sebaiknya kamu menyanyikan sebuah lagu.
Ya, akan bagus jika kamu bisa bernyanyi untuk adikmu.
- Aku? - Ya, itu lebih berarti.
Ya, tolong bernyanyilah.
- Astaga. - Tolong.
Kalau begitu, tolong putar musiknya.
"Saat aku menatap matamu"
Itu lagu untuk duet. Sebaiknya aku membantu.
"Semua tampak seperti mimpi"
Kapan dia ke sana?
- Kakak baru mau bilang begitu. - Dia sangat memalukan.
"Sulit kupercaya kita bertemu"
"Ini pasti keajaiban"
"Saat aku dalam pelukanmu"
"Aku menyadari hal baru tentang diriku"
"Entah bagaimana hidupku dahulu"
"Sebelum bertemu denganmu"
"Ini pasti keajaiban"
"Bagaimana bisa kita sangat saling merindukan?"
"Selama ini kita begitu dekat"
Jangan cemas.
Kita tidak akan terpisah lagi.
Apa pun yang terjadi.
Ji Seok.
No comments yet. Be the first to leave one.