Release info

진짜가 나타났다!-The Real Has Come-E27-NEXT-VIDIO
진짜가 나타났다!-The Real Has Come-E28-NEXT-VIDIO
A Commentary by Anangkaswandi
Durasi Eps 27 : 01:04:27 Durasi Eps 28 : 01:11:17

Tags

other
Published on: 2023-06-26
Downloads: 14
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Kamu sudah lama tidak ke galeri, 'kan?

Ya, sepertinya sudah hampir satu tahun.

Benarkah?

- Apa? - Apa?

Itu...

Kenapa kalian berdua...

Apa ini?

Kami memutuskan untuk berkencan.

Apa katamu?

Kepala Jang dan aku...

...berpacaran.

Astaga.

Sebenarnya apa yang terjadi...

Kalian pasti sangat terkejut.

Jadi, kalian berdua berkencan?

Ya.

Kami juga tidak menyangka akan menjadi seperti ini.

Astaga, sudah kubilang, kita harus lebih berhati-hati.

Apa kita berbuat salah?

Ini tidak perlu disembunyikan.

Kamu akan terus seperti itu?

Apa yang harus kulakukan di kantor?

Aku mengerti. Ini semua salahku.

Akan timbul masalah jika orang tahu kami berkencan karena kami satu kantor.

Bisakah kalian merahasiakan tentang kami?

Mohon bantuannya.

Aku tidak masalah, tapi Se-Jin merasa tak nyaman.

Aku meminta bantuan kalian.

Tentu. Kami akan merahasiakannya.

Itu tidak sulit.

Terima kasih, Gong Tae-Kyung.

Selamat menikmati waktu kalian.

Ayo kita pergi.

Ya.

Apa yang baru saja terjadi?

Entahlah.

Episode 28

Aku sangat bingung hingga ingin tertawa.

Karena untuk mendidik janin, mari kita menenangkan diri dan melihat lukisan.

Ini mengingatkanku pada masa lalu kita.

Saat itu, apa kamu menyukaiku atau hanya mempermainkanku?

Hentikan omong kosongmu dan fokuslah pada peranmu.

Aku masih sering kesal jika teringat apa yang kamu lakukan padaku...

...karena bedebah itu.

Orang yang selingkuh dan meninggalkan Yeon-Doo adalah kamu.

Menjauhlah selagi aku bicara baik-baik.

Kenapa kamu begitu gugup?

Terganggu oleh mereka?

Bukan begitu.

Aku akan menerima telepon ini.

Ya, halo.

Aku hanya ingin memastikan.

Kamu akan menempati rumah setelah membayar sisanya, 'kan?

Aku akan pindah dua minggu lebih awal seperti yang sudah kita bahas.

Jangan salah paham, ya.

Agen perumahan mengatakan suamimu ikut ke kantor.

Kalian tidak pura-pura bercerai atau semacamnya, 'kan?

Apa?

Apa maksudmu?

Seorang wanita hamil ingin tinggal sendiri. Itu tidak masuk akal.

Apa kamu akan tinggal dengan keluargamu meski bilang akan tinggal sendiri?

Tidak. Aku akan tinggal sendiri.

Jangan lagi meneleponku karena masalah ini, kecuali kamu ingin...

...membatalkan kontrak.

Dia akan tinggal sendiri?

Apa yang dia bicarakan?

Mungkinkah karena hatiku,

semua lukisan terlihat hangat.

Di mana Kim Joon-Ha?

Oh, dia ada urusan kantor sebentar.

Oh, begitu.

Selamat.

Ini sesuatu yang tidak terduga, jadi aku tak sempat memberimu selamat.

Terima kasih.

Aku juga tidak menduganya.

Hati manusia tidak bisa ditebak.

Aku sempat merasa hampir mati jika kamu tak ada di sampingku.

Tetapi aku bisa melupakanmu setelah kehadiran orang lain.

Kamu tidak perlu peduli padaku lagi.

Aku sungguh berharap kamu dan Yeon-Doo hidup bahagia.

Ya, terima kasih.

Tae-Kyung.

Oh Yeon-Doo, Tae-Kyung baru saja memberiku selamat.

Aku tidak tahu malu jika berharap...

...kamu memberiku selamat, bukan?

Aku sering berbuat salah selama ini.

Selamat.

Aku tidak menyangka kalian akan berkencan.

Jadi, aku sedikit terkejut.

Tapi, aku harus mengucapkan selamat pada orang yang memulai lembaran baru.

Ya, terima kasih telah mengatakan itu.

Oh, ini dari Joon-Ha.

Aku pamit. Sampai jumpa lain kali.

Kamu sudah selesai telepon?

Ya, pemilik rumah yang aku sewa menelepon sebentar.

Kita juga harus pergi.

Bagaimana perasaanmu? Kamu baik-baik saja?

Ya, aku baik-baik saja.

Aku tidak enak menanyakan ini,

tapi apa kamu merasa terganggu karena Kim Joon-Ha mengencani Kepala Jang?

Kenapa?

Apa kamu merasa terganggu karena Kepala Jang?

Tidak sama sekali.

Aku juga begitu.

Aku hanya merasa ada yang aneh, alih-alih merasa terganggu.

Kita bertemu saat...

...aku menghindari Kim Joon-Ha dan kamu menghindari Kepala Jang.

Tapi sekarang mereka berdua berkencan?

Wah, aku tidak percaya hal seperti ini bisa terjadi.

Kamu benar.

Tampaknya kita tak pernah tahu isi hati seseorang.

Omong-omong, mereka berdua cukup serasi.

Seperti kita?

Ya, tentu saja kita lebih serasi.

Aku ingin pulang.

Aku ke sini untuk mendidik janin, tapi malah kehilangan energi.

Aku sangat lelah.

Ayo, aku akan mencari taksi.

Berhenti bercanda! Kamu dari mana saja?

Ada yang harus kupikirkan!

Apa mereka sudah pergi?

Ya. Karena itu, mari kita hentikan dahulu sandiwara ini.

Pura-pura berkencan denganmu lebih buruk dari yang kuduga.

Kamu membuatku ingin menang dengan mengatakan hal-hal seperti itu.

Ingin menang?

Kamu mengencani orang untuk memenangkan sesuatu?

Apa ini?

Apa?

Astaga. Kamu lihat, 'kan?

Kim Joon-Ha memeluk pinggang Kepala Jang.

Apa kalian berkencan?

Aku benar-benar tertipu.

Sejak kapan?

Astaga, kami tidak berkencan.

Apa maksudmu? Kamu pikir kami bodoh?

- Bukan begitu... - Mari kita dengar cerita kalian,

sambil minum minuman segar.

Itu ide bagus.

Mari kita ke sana untuk mendengar kisah cinta kalian.

Ini menjadi rumit.

Apa yang harus kita lakukan?

- Kalian tidak ikut? - Kalian tidak ikut?

- Kami ikut. - Kami ikut.

Cepatlah.

Mereka menipuku.

Mata kalian memancarkan kasih sayang.

Kalian pasti saling menyukai.

Aku tak pernah membayangkan pasangan ini.

Kapan dan di mana kisah cinta menarik ini dimulai?

Aku jatuh cinta lebih dahulu.

Dia mencuri hatiku saat kami bekerja bersama.

Aku menolaknya beberapa kali karena kami rekan kerja.

Tapi dia mendekatiku dengan tulus, jadi aku memutuskan untuk berkencan dengannya.

Itukah alasanmu ingin Kepala Jang menjadi sekretarismu?

Ya, bisa dibilang begitu.

Ayah akan kebingungan jika tahu soal ini.

- Tidak. Pak Gong... - Aku mengerti maksudmu.

Kencan antar rekan kerja selalu dilakukan diam-diam.

Anda memang bisa diandalkan, Pak Gong.

Kami akan memisahkan urusan pekerjaan dan pribadi.

Tentu saja harus seperti itu.

Omong-omong, Kepala Jang sudah melupakan Tae-Kyung?

- Apa? - Sayang.

Tidak apa-apa.

Kepala Jang sudah menceritakan itu.

Aku tahu saat mendekatinya.

Astaga. Kamu pria sejati.

Kepala Jang.

Sekarang kamu bisa percaya diri di depan Tae-Kyung.

Apa Gong Tae-Kyung dan pasangannya tidak pindah rumah?

Tidak. Aku yakin mereka tak akan pindah meski kami suruh.

Mereka sangat harmonis.

Kenapa?

Kupikir mereka unik.

Biasanya pasangan muda lebih memilih tinggal terpisah dari keluarga.

Kami pamit pulang.

Selamat menikmati pameran.

Kenapa kamu tadi menanyakan tentang itu?

Tentang Tae-Kyung pindah rumah.

Ya, aku akan pindah dua minggu lebih awal.

Tidak. Aku akan tinggal sendiri.

Kenapa tidak jawab?

Aku hanya menanyakan apa yang terlintas di pikiranku.

Kupikir akan lebih mudah memisahkan mereka jika mereka pindah dari rumah itu.

Kukira kamu menemukan sesuatu.

Aku sedikit kesal,

tetapi kurasa melakukan perintahmu adalah pilihan yang bagus.

Mereka pasti berpikir kita tidak peduli lagi pada mereka.

Itu yang kuinginkan.

Mereka tidak akan waspada dan berhenti memedulikan kita.

Lalu kita menjalankan apa yang kamu rencanakan.

Itu bagus,

tapi kehidupanku di kantor akan melelahkan karena Pak Gong tahu.

Lakukan saja seperti tadi.

Aku sempat mengira kamu benar-benar menyukaiku.

Aku bercanda.

Setelah mendengar ucapan selamat,

- aku merasa aneh. - Kenapa?

Kamu merasa menjauh selamanya dari orang itu?

Kamu sakit hati?

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left