The first 200 lines.
Legenda Fei
Episode 47
Ketemu!
Ini struktur buatan manusia, tapi tak bisa diputar sama sekali.
Pasti masih ada satu tempat lagi.
Jika tebakanku benar, Jamur Zizhi di sini…
…pasti ranting Catalpa dalam puisi.
Satu tempat lagi?
Apa berkaitan dengan aliran air ini?
Aliran air?
Pergi periksa.
Akan kucoba lagi.
Bergerak!
Lu Tiankuang.
Kakak menyuruhmu kemari hanya untuk membantuku.
Sebaiknya kau pahami hal itu.
Baik.
Membantumu?
Yang benar, Kakak mengkhawatirkanmu, 'kan?
Aku yang mengkhawatirkanmu.
Jadi, kenapa?
Bukankah selama ini kau ingin bertarung denganku?
Setelah menemukan Gelang Haitian, langsung kita selesaikan saja.
Kutunggu kau.
Lapor!
Lapor, di depan ada sebuah desa.
Ada masalah besar!
Di luar…
Di luar ada sekelompok pesilat!
Bagaimana mereka bisa masuk?
Apa yang terjadi?
Kenapa pesilat bisa kemari?
Tak tahu.
Kelihatannya tak seperti orang baik.
Semuanya, cepat lindungi desa!
Cepat! Ambil senjata!
Cepat jalan! Cepat!
Cepat jalan!
Semuanya, jangan takut.
Aku Gu Tianxian.
Orang-orang memanggilku Jubao.
Dia… Dia Di Sha.
Di Sha?
Kukira di desa gunung liar ini, tak ada yang tahu Di Sha.
Karena kalian sudah tahu, maka akan semakin mudah kuurus.
Ka… Kalian mau melakukan apa?
Kami semua hanya petani.
Ti… Tidak punya apa pun.
Benar. Kami tak punya apa pun.
Aku tak mau barang kalian.
Aku hanya ingin tahu satu hal.
Di antara kalian, siapa yang tahu Gelang Haitian?
Untuk apa omong kosong dengan mereka?!
Tangkap semuanya.
Kalian mau melakukan apa?
Bagaimana ini?
Kepala Pimpinan.
Baru mendapat kabar.
Pimpinan Gu dan Pimpinan Lu…
…sudah menemukan pintu masuk Lembah Obat Besar.
Bagus.
Kita temui mereka di Lembah Obat Besar.
Baik.
Tuan Muda Xie, Pangeran ke-3 mau diskusi hal penting dengan Anda.
Sengaja utus kami menjemput Anda.
Zichen? Ada urusan apa?
Urusan ini penting.
Mari kita bicara sebentar.
Ini surat dari Pangeran ke-3 untuk Anda.
Kakak Angkat, musuh membawa banyak pasukan.
Ada apa?
Zichen bilang,…
…musuh bawa banyak pasukan bertindak aneh di perbatasan.
Entah apa tujuan mereka.
Namun, dia khawatir jika terjadi perang, situasi pasti akan kacau.
Ingin mendiskusikan urusan pasukan denganku.
Sudahlah.
Sebaiknya aku tak pergi.
Pergilah.
Adik angkatmu meminta bantuanmu.
Dia pasti membutuhkanmu.
Lagi pula, pintu masuk Lembah Obat Besar tersembunyi.
Kita juga butuh beberapa hari untuk menemukannya.
Pergilah.
Baik.
Kalau begitu, aku akan segera kembali.
Apa pun yang terjadi, jangan ambil risiko.
Aku menunggumu.
Baik.
Silakan, Tuan Muda Xie.
Tuan Gantang.
Bagaimana keadaan Nyonya?
Terima kasih Guru telah membantu.
Meski racun di tubuh Jinrong masih tersisa dan dia masih tidur,…
…tapi, denyut nadinya sudah jauh lebih stabil.
Jika Tuan Gantang mencemaskan Klan-48…
…dan ingin segera kembali, kami bisa merawat Nyonya.
Tak apa.
Soal Klan-48, aku sudah menyuruh para anak muda mengurusnya.
Apa kau bisa tenang?
Bagaimanapun, itu sudah menjadi urusan anak muda.
Ini adalah hal yang harus dialami oleh anak-anak itu.
Jarang sekali Tuan Gantang bisa berpikiran terbuka.
Lalu,…
…bagaimana dengan Pasukan Kedamaian?
Tenang saja.
Lalu, kenapa kau masih terlihat cemas?
"Jika aku tak masuk neraka, siapa yang masuk neraka?"
Terima kasih Guru telah memberi petunjuk.
Berhenti sebentar.
Berhenti.
Tuan Muda, ada perintah apa?
Tadi ada apa yang terjadi?
Selalu ada perang di tempat ini.
Tak aneh jika terdengar suara teriakan.
Oh ya.
Apa barak Jenderal Wen Yu ada di dekat sini?
Benar.
Setelah Di Sha menyerang Hunan,…
…pasukan musuh dan Jenderal Wen Yu terus berperang di dekat sini.
Ada beberapa kota yang sering berpindah tangan.
Baiklah.
Aku ada urusan dengan Jenderal Wen Yu.
Kita pergi ke baraknya dulu.
Tuan Muda.
Setelah Pangeran ke-3 tahu situasi di sini,…
…dia menyuruh kami jangan berhenti di sini.
Jadi, kau ingin aku pergi sendiri…
…atau diam-diam kabur saat kalian tak memperhatikan?
Aku tak berani.
Sudahlah, ayo jalan.
Jalan.
Ada suara di sana.
Aku sudah dengar.
Anak kecil.
A-Fei, simpan pedangmu.
Dia bisa takut.
Anak Kecil.
Kemari.
Hati-hati, jangan sampai terbentur.
Kemari.
Melihat lukanya, baru mati tak lama.
Ini luka pedang.
Dari penampilannya, mereka petani.
Sepertinya penduduk desa di dekat Lembah Obat Besar.
Siapa yang bisa membunuh penduduk desa ini?
Area dekat sini adalah daerah Selatan kita.
Apa orang kerajaan tak mempedulikannya?
Tempat ini dekat garis depan, ada banyak perang.
Setiap hari berganti penguasa.
Rakyatlah yang paling malang.
Namun, ini aneh.
Jangan lari.
Adik Kecil.
Kau mau lari ke mana?
Aku mau pulang.
Dia mau pulang.
Jika anak ini datang dari Lembah Obat Besar,…
…mungkin dia sedang mencari jalan pulang.
Jika ikuti dia, mungkin bisa menemukan Lembah Obat Besar.
Pergilah.
Jenderal, Kaisar tiba.
-Jenderal Wen. -Kaisar.
Tak perlu begini.
Kalian pergi dulu.
Aku ingin bicara dengan Kaisar.
Baik.
Jenderal Wen.
Kau pasti sudah tahu tentang Tuan Gantang, 'kan?
Sebelum Tuan Gantang pergi, dia berpesan padaku…
…harus bersiap dengan baik.
Aku juga hanya tahu sedikit tentang Kaisar keracunan.
Kaisar harus jaga diri.
Berkat A-Fei, aku sudah minum tiga obat pereda efek racun.
Sudah tak apa untuk saat ini.
Nona Zhou ini sungguh rela berkorban demi Kaisar.
Kaisar harus lebih menjaga kesehatan sendiri.
Namun, bagaimana kabar Tuan Gantang?
Tuan Gantang menemui kesulitan.
Dia juga sudah pergi dari Klan-48.
Tuan Gantang pasti akan diberkati langit.
Aku masih bisa bertahan di sini.
Kaisar tak perlu khawatir.
Sebaliknya, Kaisar, apa rencanamu sekarang?
Kali ini aku kemari karena ingin berpesan soal itu.
Silakan Kaisar katakan.
Tanpa pedulikan perbedaan dua dinasti, menurut Jenderal Wen,…
…bagaimana pemerintahan Keluarga Chen selama ini?
Aku hanya seorang pasukan.
Mana berani berpendapat soal kekuasaan?
Jenderal Wen tak perlu begitu sungkan.
Kita hanya mengobrol saja.
Dilihat dari daerah dekat sini saja, meski terjadi perang sesekali,…
…tapi hidup rakyat desa termasuk stabil.
Rakyat tak sampai hidup terlantar.
Aku pernah bilang pada A-Fei, setiap akademi ada takdir sendiri.
Setiap dinasti sepertinya juga begitu.
Namun, saat berganti penguasa,…
…yang sesungguhnya berkorban tetaplah rakyat.
Kini, apa kita sungguh harus buat rakyat berkorban lagi demi hal ini?
No comments yet. Be the first to leave one.