Release info

Pintu Terlarang 2009 WEB-DL FMZM
A Commentary by Doyan_Nonton

Tags

Web-DL
web-dl
web
WEB-DL
Published on: 2020-03-31
Downloads: 331
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 185 lines.

[lagu "Nancy Bird" oleh Sore bahasa Inggris]

Kalau datang pagi-pagi, Pak John. Biar tak keduluan.

Padahal ini seperti ibuku

sewaktu hamil dengan adikku.

- Siapa yang beli? - Seseorang, Pak John.

Pasti si Philip Codet Suryadi, 'kan?

Berikan padaku. Aku bayar dua kali lipat.

Kemari.

Lihat dulu yang ini, Pak John. Saya rasa ini lebih cocok.

Yang ini, Pak John.

Waktu kecil aku gendut dan buncit.

Tapi bisa juga ini jadi gambaran ibuku waktu hamil aku.

Dan ini kakakku.

Benar, 'kan, Pak John?

Tapi orang ini memang berengsek.

Ibuku mati sakit jantung karena dia selalu membuat ulah.

Tapi kalau Pak John lihat wajah perempuan ini.

Dia berpikir anaknya yang sekarang ada selalu buat dia susah...

tapi dia yakin, anaknya yang bakal lahir

akan buat dia senang. Kesusahan yang dia alami tak berarti.

Kalau yang bicara bukan perempuan cantik dan pintar seperti kau

mungkin sudah kuanggap omong kosong.

Kau tahu aku benar, Pak John.

Kalau kau ketemu perempuan seperti Talyda lagi, beri tahu aku.

Aku akan sayangi seperti aku menyayangi rumah 30 milyarku.

Aku ambil.

Koh Jimmy, Pak John Wongso mau ambil Anggira.

Benar, Pak John. Hebat. Ini pilihan, tidak salah pilih.

Kau tahu? Aku pikir kalau Gambir buat patung perempuan biasa

dia tak akan sesukses sekarang.

Menakjubkan harga yang dihasilkan dengan sedikit melebihkan bahan.

Pria beruntung.

Dari sejak SMP kita kenal dia, bintangnya bersinar terus.

Sepertinya kita harus mengakui, dia memang genius.

Jenius belum cukup untuk dapat istri seperti Talyda.

Bisa menjauh, tidak? Supaya kita bisa membicarakanmu terus?

Kau bebas bicara apa saja di depanku.

Kepalamu sudah terlalu besar.

Rio, Dandung, sahabat kalian memang luar biasa. Hebat.

- Untung besar, Koh Jimmy? - Kau tahu hanya uang.

Tadi semua orang mengatakan patung-patungnya hidup semua.

Talyda, suamimu genius!

Saya tahu, Koh Jimmy.

Pokoknya ini tahun babi. Tahunmu!

- Bersulang! -

Baik.

Saya ke belakang dulu.

Aku rasa cetak tubuh tak bisa dikategorikan sebagai seni.

Apa itu cetak tubuh?

Pematungnya tinggal ambil bahan,

ditempel di tubuh seorang model, lalu dimodifikasi sedikit...

...dan jadilah sebuah benda.

Cetak tubuh bukan seni? Masturbasi bukan seks?

Maksudmu?

Gambir membuat patung dengan cara cetak tubuh? Modelnya siapa?

Istrinya tak bisa hamil.

Tak mesti istrinya. Siapa saja bisa.

Maksudku, cetak tubuh terlalu mudah untuk dianggap sebagai seni.

Menurutku setiap seniman berhak gunakan cara apa saja.

Tergantung orisinalitasnya.

Orisinalitas? Lihat sekelilingmu.

Saya rasa pose-pose lengkap itu orisinal.

Itu tiruan patung Yunani.

Jangan berlebihan.

MODEL HAMIL

CENTROPOLE SEDANG TAYANG

Halo!

- Selamat! - Terima kasih. Silakan masuk!

Semua orang merayakan kesuksesanmu di dalam,

dan kamu di sini sendirian?

Jangan pernah menyesal, Gambir.

Kamu malah memberi arti buat bayi-bayi itu.

- -

Aku bukan seperti Pak John yang bisa kamu bodohi.

Itu semua omong kosong dan kamu tahu itu.

Omong kosong-nya di mana?

Aku jijik. Pada diriku sendiri.

Gambir, dengar aku.

Apa menurut kamu aku ini manusia yang kejam? Menjijikkan?

Menurut kamu aku manusia seperti apa?

Tolong jawab aku, Gambir.

Menurut kamu aku mendukungmu lakukan sesuatu kalau aku tahu hal itu tak benar?

Menjijikkan? Kejam?

Aku cinta kamu, Gambir.

Gambir, aku cinta kamu.

Aku lebih cinta kamu, Talyda.

Kuncinya adalah disiplin.

Disiplin, disiplin, disiplin.

Sama anak, sayang saja tak cukup.

Mau tahu, laki-laki macam apa suami kamu sekarang...

kalau aku dulu tak ajari dia disiplin?

Yang pasti tak sukses seperti sekarang.

Dan pasti dia tak punya istri seperti kamu.

Karena kita berdua sama.

Kita hanya mau punya suami yang paling baik, yang paling punya motivasi.

Kalau kamu punya anak nanti,

dan aku yakin tak lama lagi,

kamu harus ajari dia supaya disiplin.

Tak bosan setiap ibu kemari kalian kompak menggosipkan aku?

Kamu lebih pilih kita tak akur seperti mertua dan menantu lain?

Apa kamu tetap bakal masak untuk aku seenak ini?

Aku sudah cari tahu, dokter yang paling jago tangani masalah ereksi.

Namanya dokter Roni Anggono.

Dia praktik di Selatan.

Nanti aku kasih alamatnya.

Gambir, aku ini ibumu.

Memang kenapa kalau Talyda menceritakan padaku.

Yang paling penting adalah bagaimana kita bisa cari solusinya.

Biar aku saja.

Siapa, Sayang?

Tak ada siapa-siapa! Paling anak-anak kampung memainkan bel.

LIHAT AKSINYA JANGAN TANDANYA

Ayahku selalu bilang sifat di olahraga, gambaran sifatmu dalam hidup.

Dan?

Aku rasa dia benar.

Dalam kehidupan sehari-hari aku selalu memberi kesempatan lawan untuk menang.

Tapi walau aku selalu mengalah, aku selalu menang.

Cepat atau lambat, kita cari olahraga baru. Supaya kau menang sekali saja.

Aku main bukan untuk menang.

Jadi kau main buat apa?

Menang bukan satu-satunya objektif olahraga.

Namun kalau kau tak berusaha menang, lawanmu akan bosan.

Lawan yang tak meladeni nafsumu bertanding bisa menurunkan darah tinggimu, Rio.

Terima kasih.

Aku tambah darah tinggi main dengan orang yang pasif.

Terlebih lagi orang pasif seperti kau sukses melebihiku yang termotivasi.

Kau darah tinggi karena semua yang kau lakukan itu kompetisi.

Tapi dia benar. Kau bisa menang, kalau kau mau.

Mungkin ada jalan keluar lain, Sayang.

Gambir, aku memang tak punya hubungan emosional dengan orang tuaku.

Tapi aku tak mau mereka tahu anaknya yang belum nikah sudah hamil.

Talyda, kita bisa nikah minggu depan, kalau kamu mau.

Ya.

Ketika tamu bergunjing soal perutku, ucapkan selamat tinggal pada pekerjaanku.

Bukan karena papaku yang punya perusahaan, Gambir.

Tapi aku suka pada pekerjaanku.

Kita tak perlu resepsi pernikahan.

Ada istilah buat orang seperti kamu.

Lugu.

Tetapi aku sayang kamu.

Dan sekarang aku mau kamu percaya saja caraku.

Terasa sakit, tidak?

Nanti aku kasih pil.

Kalau terasa sakit, minum pilnya.

Kuat sekali dia.

Maaf?

Pacar kamu yang di dalam. Kuat sekali.

Pertama kali saya bawa istri saya kemari, dia menjerit-jerit setengah mati.

Atau memang kalian sudah sering kemari?

Pertama kali.

Ah, Perdana.

Waktu pertama kali kami mengugurkan anak kami kemari,

pulangnya kami tak bisa tidur selama seminggu.

Yang pertama rasanya seperti pembunuhan.

Yang kedua kali, kami masih merasa bersalah.

Tapi selanjutnya seperti rutinitas.

Seperti makan malam di restoran.

Siapa yang pertama punya inisiatif kemari?

Biar saya tebak.

Dia tak mau punya anak di luar nikah.

Seharusnya itu bukan jadi alasan buat menggugurkan anak.

- Apa alasannya, kalau bukan malu? -

Kami tak perlu malu.

Kami sudah menikah ketika menggugurkan anak yang pertama.

Kami hanya tak mau punya anak.

Tujuannya apa?

Kami yakin anak-anak itu juga tak ingin dilahirkan.

Dunia ini tak menawarkan apa-apa. Kecuali masalah.

Istri Anda di mana?

Dia meninggal ketika menggugurkan anak kami yang ketujuh.

Tapi dia masih sering datang kemari.

Suster-suster di sini juga sering melihatnya.

- -

Dia tidak malu.

Tetapi dia memang tak ingin punya anak dari kamu.

Dia musuh kamu.

Sayang.

Sisa kebaikan diriku sudah kukeluarkan bersama anak ini.

Talyda, kita harus hadapi ini sama-sama.

Aku sendirian, Gambir.

Dan kamu juga sendirian.

Kamu duduk di sini.

Kamu tak apa-apa?

Kamu istirahat dulu di sini.

Aku cuma sebentar.

The Forbidden Door (Pintu terlarang) subtitles in other languages

More Indonesian subtitles for The Forbidden Door (Pintu terlarang)

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left