The first 200 lines.
Satu, dua, tiga.
Hanya dalam 3 detik, aku telah jatuh cinta.
Dia baru saja menyanyikan "C'est La Vie" dengan gitar akustik. Tapi dia belum sebagus aku.
Suara yang sangat lembut. Kim Chang Mo.
Lagu berikutnya...
diminta oleh gadis cantik berbaju ungu muda dan mengenakan syal kuning.
Di sini!
Apa-apan ini?
Aku tak bisa mendapatkan cinta seperti itu bahkan ketika aku bernyanyi dengan sangat merdu.
Dia hanya perlu menunjukkan wajahnya saja.
Aku benci dia.
- Lihat dirimu. - Itu milikmu?
Lagu ini dari soundtrack film "Love Story".
Darimana harus kumulai ceritanya...
Cinta pada pandangan pertama...
Aku suka lagu-lagumu.
- Sampai jumpa malam nanti. - Ok.
Dimana In Ha?
Dia seharusnya berada di studio. Dia hanya bekerja hari ini.
Itu punyamu juga?
Dasar lintah!
Ngomong-ngomong.
Aku dengar kalian akan bertarung malam ini.
Dia dan In Ha?
Sepuluh berbanding sebelas sekarang.
Ini akan menjadi pertarungan besar kami.
Apa lagi kali ini?
Apa taruhannya?
Seorang gadis.
Benarkah?
Kalian akan bertarung demi seorang gadis?
In Ha jatuh cinta pada pandangan pertama.
- Tidak mungkin! - Tidak mungkin!
In Ha tidak akan jatuh demi seorang gadis.
Aku tahu! Kami tinggal di asrama yang sama selama 3 tahun.
Aku bahkan tidak pernah melihatnya bersama seorang gadis.
Ya. Coba tempatkan In Ha dan seorang gadis di sebuah pulau yang sepi.
Aku yakin dia bahkan tidak akan berbicara padanya.
Aku serius!
In Ha benar-benar jatuh cinta pada pandangan pertama.
Benarkah?
Maaf.
Tiba-tiba,
jantungku mulai berdetak tak karuan.
Maaf.
Terima kasih.
- Umm... - Hah?
Lupakan saja.
Perhatian semua! Siap grak!
Hormat pada bendera!
Aku berikrar pada bendera Korea,
Bahwa aku akan mengabdikan diri untuk kemuliaan negaraku dan rakyatku.
Lucunya aku sungguh merasa, alasan aku dilahirkan...
...adalah mengabdikan diriku untuk mencintainya.
Kim Yoon Hee?
Ini buku harian.
In Ha!
Kau mencari siapa?
Oh! Kau seharusnya tidak berdiri saja seperti itu.
Kekasih kita ada di sini.
Disini rupanya.
Kita harus memainkannya.
Ayo In Ha!
Mengapa kau selalu memihak pada In Ha?
Karena Dong Wook mencoba mencuri apa yang memang seharusnya milik In Ha.
Tapi mereka sama-sama melihat gadis itu.
Tidak!
Dong Wook selalu menyukai apa yang disukai In Ha.
Bahaya!
Hai, Yoon Hee!
Ayo, Suh In Ha!
Ayo!
Suh In Ha!
Suh In Ha?
Apa yang salah denganku hari ini?
Buku harianku...
Oh tidak!
Hei, apa yang kau lakukan?
Hari itu ketika aku berkali-kali merindukannya,
Aku telah jatuh cinta padanya.
- Sedikit saja! - Baiklah!
In Ha!
Ok!
Lepaskan... Lepaskan...
Biarkan aku pipis.
Hei! Kau akan tertangkap lagi.
Aku harus pergi sekarang.
Ayo...
Kim Yoon Hee.
"Love Story."
Cinta tak pernah berkata maaf.
Ini adalah cuplikan kata dari film, "Love Story" yang sangat disukai orang tuaku sebelum mereka tiada.
Aku masih belum memahami artinya.
Orangtuanya telah tiada.
Umm... Permisi.
Umm... Apakah kau lihat buku harianku...
Maksudku buku berwarna kuning kemarin?
Aku harap tidak seorangpun membacanya.
Loyalitas!
Kau pasti sibuk. Maafkan aku.
Sampai jumpa.
Permi...
Yoon Hee!
Apa kabarmu?
Terakhir kali... Sebentar...
Tunggu aku sebentar.
Mari kita bicara sebentar.
Yoon Hee! Kumohon.
Kenapa kau selalu...
In Ha!
Apa yang kau lakukan di sini?
Ini tidak akan lama...
Dia dengan cowok lain?
Aku sungguh menyukai Yoon Hee.
Dia cantik!
Kau sekelas dengannya?
Ya...
Tapi aku tidak mengenalnya.
Aku benci cewek seperti itu.
Dia kan Madonna di kelasmu!
- Madonna? - Madonna?
Kok bisa Madonna?
Jika kau membencinya itu berarti dia lebih populer darimu.
Aku dengar banyak hal tentang Madonna di kelasmu.
Dia benar populer, kan?
Hanya bagi anak cowok saja.
Dia tampak begitu polos dan berkelas.
Dan sombong.
Sangat populer bagi para cowok.
Tapi tak punya teman.
Maaf.
Dan dia juga tegas.
Dia juga menyenangkan!
Sial...
3 detik?
Itu bukan apa-apa.
Aku datang lebih cepat hari ini. Haruskah aku pergi ke kelas?
Ok, berikutnya.
Ini adalah wanita menenun Berman.
Berisi kehidupan sehari-hari yang khusyuk dan tenang...
Cinta tak pernah mengatakan maaf.
Ini adalah cuplikan kata dari film, "Love Story" yang sangat disukai orang tuaku sebelum mereka tiada.
Aku masih belum memahami artinya.
Aku dengar "Love Story" ditayangkan lagi setelah 10 tahun.
Kali ini aku benar-benar ingin menontonnya.
Bangku di sekolah seni tepat sebelum musim gugur...
...adalah tempat kesukaanku.
Hari ini tempat itu membuat jantungku berdebar karena suatu alasan.
Nenek selalu memakai liurnya di tempat di mana aku terluka.
Dan itu sungguh menyembuhkanku.
Sekarang aku tahu jika itu adalah cinta nenek.
Nenek bilang alasan manusia memiliki dua lengan adalah untuk memeluk orang yang mereka cintai.
Suatu hari nanti, aku ingin jatuh cinta seperti artis dalam film dan seperti orang tuaku.
Malam itu aku membaca buku hariannya berulang-ulang kali.
Dalam film favorit ayahku, "Sang Pangeran Kecil"...
...kata favoritku adalah " menjinakkan ".
Mungkin cinta adalah tentang saling membiasakan diri satu sama lain seperti itu.
Aku ingin lebih mengenal dia.
Kau sudah membaca ini?
Ini!
Belum.
Yoon Hee! Yoon Hee!
Bukankah itu Suh In Ha?
Kau mengenalnya?
Tidak, tidak juga.
Kenapa?
Kau benar-benar tidak tahu trio C'est La Vie?
- Tidak. - Lihat dirimu!
Dengar baik-baik!
Duduk!
Yang pertama, DJ Lee Dong Wook. Julukannya adalah Casanova.
Dia seorang siswa menengah. Orang tuanya pemilik rumah sakit besar.
Dia tampan. Dia cerdas. Dan dia bahkan baik hati.
Gadis-gadis tidak akan meninggalkannya sendirian.
Yang kedua adalah Kim Chang Mo.
Julukannya adalah Lintah Raksasa.
Dia adalah anak desa dari sebuah keluarga besar.
Dia selalu berkeliling mencari makanan.
Tapi ketika ia mulai bernyanyi, dia begitu mempesona.
Orang dapat memaafkannya karena suaranya.
Dan orang yang terpenting, Suh In Ha.
Dia misterius. Dia siswa seni dengan karisma yang lembut.
Dia keren. Dia yang menulis lagu untuk mereka.
Dia cukup artistik untuk bisa memenangkan beberapa kontes melukis.
Selain itu, ia berasal dari keluarga kaya.
Kata orang keluarga mereka memiliki seluruh tanah di wilayah itu.
Keluarganya sangat ketat.
Kudengar dia bahkan memiliki tunangan.
Benarkah?
Dia sungguh memiliki tunangan?
Tidak.
Aku tidak punya tunangan.
Oh tidak!
Mengapa dia lakukan itu?
Dia tidak memiliki tunangan?
Apakah dia tertarik?
Permisi.
Tunggu di sini sebentar.
Kau punya payung?
Umm... Haruskah kita pergi?
No comments yet. Be the first to leave one.