The first 200 lines.
"Episode 2"
Cheon Seo Jin, aku sudah selesai
melarikan diri.
Keluar dari ruanganku sekarang juga.
Kamu tidak akan pernah bisa mengalahkanku.
Pemenang palsu, Cheon Seo Jin.
Kamu hanya pencuri sialan.
Ibu, aku akan memanggil penjaga.
Tidak perlu.
Kamu sudah gila?
Apa yang kamu lakukan di depan anak-anak?
Ternyata kamu masih suka bercanda dengan trofi seperti itu.
Kamu belum berubah sedikit pun.
Kamu pikir aku bercanda?
Bahkan setelah melihat ini?
Kurasa kamu ingin putrimu belajar dariku.
Tapi jadwalku sudah penuh.
Dan aku tidak berniat untuk terlibat denganmu lagi.
Jika kamu mengerti, bisakah kamu pergi sekarang?
Siapa bilang aku akan membiarkan putriku belajar darimu?
Siapa yang tahu apa yang akan kamu lakukan pada putriku yang berharga?
Ada apa dengan Ibu?
Seistimewa apa pun pelajaranmu,
bagiku,
kamu bukan apa-apa.
Putriku, Ro Na, akan diterima dengan adil berdasarkan bakatnya.
Selama kamu tidak ikut campur.
Kamu hanya wanita gila yang mengidap kompleks inferioritas.
Keluar sekarang sebelum kupanggil polisi karena mengganggu kegiatanku.
Aku akan kembali
untuk merebut trofiku.
Aku datang
untuk memberitahumu itu.
Ayo, Ro Na.
Ibu, siapa wanita itu?
Kenapa dia kasar sekali?
Kami satu SMA.
Dia hanya kesal karena ibu menolak untuk mengajari putrinya.
Dia seperti itu sejak SMA.
Dia menjadi makin gila.
Tidak apa-apa. Hal seperti ini kerap terjadi.
Putri wanita itu juga akan mendaftar ke SMA Seni Cheong Ah?
Itu tidak akan pernah terjadi!
Dia tidak cukup berbakat. Dia hanya sombong.
Eun Byeol, kamu bisa masuk SMA Seni Cheong Ah
di posisi pertama, bukan?
- Posisi pertama? - Kamu harus dapat posisi pertama
untuk bernyanyi solo di upacara penerimaan.
Kakekmu akan datang,
dan ibu juga mengundang penyanyi terkenal dari luar negeri untukmu.
Ibu yakin Seok Kyung mengerjakan ujian tengah semester dengan baik.
Kamu harus lebih baik dalam tes penampilan untuk mengalahkannya.
Aku akan mengalahkannya. Aku juga amat ingin mengalahkannya.
Ibu berusaha keras untuk menjadikanmu yang terbaik.
Kamu tahu berapa anak yang tumbuh tanpa menerima dukungan?
Kakekmu adalah direktur SMA Seni Cheong Ah.
Kamu terlahir dengan kebebasan untuk masuk
universitas paling bergengsi.
Kamu tahu betapa besar hak istimewa itu?
Ya.
Kamu harus berlatih.
Bernyanyilah, dan terus bernyanyi sampai berhasil.
Hafalkan seluruh partitur lagu di dalam kepalamu.
Bernyanyilah sampai kamu tertidur, bahkan dalam mimpimu.
Jika Seok Kyung bernyanyi 100 kali, kamu harus bernyanyi 200 kali.
Dengan begitu kamu akan mengalahkannya.
Mulailah berlatih.
Ibu bersungguh-sungguh?
Aku boleh bersekolah di SMA Seni Cheong Ah?
- Ibu mengizinkanku bernyanyi? - Tentu saja.
Kamu boleh bernyanyi sesukamu. Kamu bilang itu keinginanmu.
Ibu tahu waktunya tidak banyak, tapi ibu akan mendukungmu penuh.
Aku berjanji tidak akan mengecewakan Ibu.
Aku akan masuk SMA Seni Cheong Ah.
Tidak, aku bahkan bisa mendapat posisi pertama.
Akan kubuktikan kepada Ibu bahwa keputusanku tidak salah.
Baiklah, ayo.
Ro Na, sejak kamu lahir,
kamu memiliki suara yang luar biasa.
Kamu harus mengalahkan semua orang dengan bakatmu
agar tidak ada yang mengusikmu.
- Kamu percaya diri? - Ya.
Tapi kenapa Ibu melakukan itu kepada Bu Cheon?
Seharusnya Ibu memohon kepadanya. Kenapa Ibu justru mengamuk?
Ibu dan Cheon Seo Jin
memiliki masa lalu yang rumit.
Kita bisa mencari guru lain untukmu.
Ibu akan mencari guru terbaik untukmu. Jadi, jangan khawatir.
Ibu juga akan mencegah mereka menghukummu di sekolah.
Itu tidak akan mudah.
Karena Ibu telah menendang wajah kepala sekolah.
Kita tidak kaya atau berkuasa seperti keluarga Jenny.
Percayalah kepada ibu.
Ibu tidak akan pernah membiarkan hidupmu hancur.
Beraninya kamu datang kemari tanpa rasa malu?
Kamu kasar dan gegabah.
Ada pepatah, buah jatuh tidak jauh dari pohonnya.
Maafkan aku, Pak.
Aku pasti sudah gila tadi.
Ini salahku. Jadi, aku akan menerima hukuman apa pun.
Aku juga akan membayar semua biaya medismu.
Jadi, tolong maafkan putriku, Ro Na.
Ro Na harus lulus dari sekolah ini.
Kamu pikir ini sesuatu yang bisa kumaafkan? Lihat ini.
Ini benar-benar pelanggaran
hak seorang guru.
Aku tidak akan pernah...
Aku tidak akan membiarkannya!
Kamu menendang dua gigi depan yang sempurna.
Ini hampir sama dengan percobaan pembunuhan.
Kita harus meminta ibu dan anaknya bertanggung jawab,
dan mengakhiri kegilaan ini selagi bisa.
Kamu menghancurkan hidup putrimu. Ini semua salahmu.
Kamu mengerti?
Aku datang untuk minta maaf kepada Kepala Sekolah.
Aku kemari bukan untuk minta maaf kepadamu.
Apa? Kamu sudah gila?
Kamu pikir aku tidak tahu putrimu hanya berpura-pura?
Ya. Kamu melindungi putrimu.
Aku akan melindungi putriku.
Menurutmu dia belum tahu?
Pak. Kamu pikir bisa mengembalikan
semua uang yang kuberikan padamu?
Jika tidak bisa, sebaiknya kamu kendalikan dirimu. Mengerti?
Baiklah.
Kenapa aku melakukan itu?
Sial.
"Kemurnian yang kacau"
"Kemurnian yang kacau"
Di mana kamu? Aku sudah tiba.
Ya.
Rasakan akibat perbuatanmu sendiri. Jangan salahkan aku, Cho Sang Heon.
Aku akan melakukan apa pun demi putriku.
"Akademi Musik All Star"
Ya, untuk masuk ke Cheong Ah.
Apa? Pendaftaran masih dibuka?
Baiklah. Terima kasih.
Anak SMP Hwayoung kelas 9, Bae Ro Na.
Aku akan membawanya ke sana besok.
Apa? Tidak ada pendaftaran?
Apa maksudmu? Kamu bilang tadi ada.
Halo?
Halo?
Apa-apaan...
Tidak mungkin.
Aku sudah mengirimkan detail Bae Ro Na
kepada semua guru musik kelas atas.
Kamu sudah tahu soal nilainya?
Ya. Ini.
"Data Pribadi, Kehadiran"
"Nilai"
Semuanya A?
Cheon Seo Jin. Hanya kamu yang selicik itu.
Apa yang harus kulakukan? Bagaimana jika aku tidak bisa menemukan tutor?
"Kelas Musik All In"
Sial.
- Maaf aku terlambat. - Tidak apa-apa.
Jaga dirimu.
Kamu mengambil makanan lagi? Bos kita bisa-bisa mengeluh.
Semuanya sudah kedaluwarsa.
Aku akan membayar untuk ini.
Ini silabus matematika untuk murid kelas satu di Cheong Ah.
Seperti yang kalian lihat, mereka cukup pandai
dalam ekspresi polinomial dan faktorisasi.
Jadi, kita akan fokus pada pertidaksamaan dan fungsi kuadrat.
Pertidaksamaan dan fungsi kuadrat bisa sangat sulit
jika masalahnya sudah cukup rumit.
Seok Kyung. Bisa simpan ponselmu?
Tentu.
Kenapa buku ini sangat bersih?
Bukankah kamu yang terbaik di kelas?
Kamu tidak sopan?
Aku memastikan kehebatanmu
karena kamu menolak mengikuti tes tingkat.
Kamu tidak mau memakan gaji buta?
Kalau begitu, habiskan waktumu di sini, lalu pergi.
Seperti semua tutor lainnya.
Hei, Eun Byeol. Sungguh?
Ya.
Mari istirahat.
Jadi, apa katamu?
Kamu bilang begitu?
Tidak, kamu melakukannya dengan baik. Bagus.
Ya.
Aku akan meneleponmu nanti.
Bukankah kamu terlalu santai hanya karena ujianmu sudah selesai?
Kamu tidak boleh kasar saat ada tutor di sini.
Matikan ponselmu dan fokuslah.
Aku akan melakukan hal yang menurutku tepat.
Seok Kyung.
Seok Hoon. Ada masalah dengan Seok Kyung?
Coba pikirkan dan cari tahu kenapa Seok Kyung seperti itu.
Kamu tidak akan pernah bisa mengalahkanku.
Pemenang palsu, Cheon Seo Jin.
Kamu hanya pencuri sialan.
Kamu tidak menerima pesanku?
Aku ingin bertemu denganmu di Hotel Shine.
Aku dan kamu
adalah orang yang sangat dirugikan.
Di tempat yang selalu ramai,
No comments yet. Be the first to leave one.