The first 200 lines.
SEMUA KARAKTER, ORGANISASI, TEMPAT, DAN ACARA HANYALAH FIKSI.
Kamu tahu...
...miras ini disebut miras iblis?
Oh, benarkah?
Kenapa?
Hei, apa?
Apa yang ingin kamu bicarakan? Kenapa serius sekali?
Penyair, Arthur Rimbaud,
minum absint saat dia mengakui perasaannya...
...pada pria yang dia cintai.
Aku tak pernah menyangka...
...ada hari dimana aku bisa ... minum...
...miras ini.
Tae Wan.
Kupikir aku takkan memberitahumu seperti ini, tapi...
Aku sebenarnya...
Aku gay.
Dan aku jatuh cinta padamu.
Kukira kamu tak tahu.
Ini sudah lama.
Kamu tak tahu?
Tae Wan.
Aku pasti menyembunyikannnya dengan baik.
Maaf.
Ini terlalu mendadak.
Ooh...
Maksudku...
Jawabnya bisa lain kali saja.
Mari kita minum.
Aku pergi.
Tembak dia terlebih dahulu.
vDia yang berani...
...yang akan memenangkan cinta.
aku...
Aku takkan berpaling...
...dari apa yang aku suka.
Halo./ Halo.
Halo./ Halo.
Halo, Chef Park. Kamu lihat itu?
Lift akan naik.
Pintu ditutup.
Kamu...
...datang ke rapat hari ini?
Iya.
Sudah makan?
Ya aku sudah.
Makan apa?
Sangat canggung.
Apa?
Jangan lakukan itu, Hyung.
Yang paling membuatku takut...
adalah melihat ekspresi itu di wajahmu.
Tae Wan./ Pintu terbuka.
Ini gila.
Jadi dia pergi ke kantor polisi?
Iya!
Jadi hari ini, tolong jangan katakan apapun...
...yang mungkin melukai perasaan Chef Park, oke?
Baiklah./ Jangan lupa, oke?
Aku tahu.
A Jin!
Sudah datang.
Astaga, mereka...
Hei!
Apa...
Hei, kenapa kamu tidak terkejut?
Kamu tahu mereka pacaran?
Iya.
Jadi aku satu-satunya yang tak tahu?
Aku kesal.
Astaga, ada begitu banyak kisah menarik.
Ya, aku dengar penonton remaja banyak mengeluh tentang...
...cerita mereka tak terpilih.
Ceritanya harus menarik.
Kita tak bisa memilih asal.
Baiklah, untuk cerita kita lanjutkan nanti.
Baju koki mendapat respon bagus setelah episode kemarin tayang,
jadi mengapa kita tidak buat konsep seperti itu?
Bagaimana menurutmu, Siljang-nim?
Siljang-nim?
Siljang-nim!
Apa yang kamu pikirkan?
Oh, tidak ada.
Astaga!/ Astaga!
Astaga/ Oh, tidak.
Tidak, aku saja./ Aku saja.
Aku saja./ Siljang-nim, tak apa.
Basah semua./ Oh, tidak.
Astaga./ Gimana ini?
Tidak kotor, kan?
Kamu baik-baik saja?
Kang Siljang-nim, hari ini kamu terlihat aneh.
Jadi.../ Maaf.
Kalian sungguh...
Ada apa denganmu?
Kalian berdua, serius.
Ada apa dengannya?
Tae Wan.
Kamu punya waktu luang?
Iya.
Baiklah.
Kalau begitu...
...mari kita bertemu di Bistro.
Tak apa.
Tak apa.
Mau minum?
Apa kamu ingat?
Saat pertama kali kita bertemu,
kamu mengkritikku karena pakaianku.
Ada garis tipis...
...antara fashion dan kostum.
Jika berlebihan, kamu akan terlihat konyol.
Pertemuan pertama kita...
...bukan di ruang tunggu.
Tapi di tangga.
Apa?
Begitukah?
Tae Wan.
Kamu orang baik.
Selalu begitu sejak awal.
Aku tak bisa dibandingkan...
...dengan keterampilan atau style-mu.
Kamu lebih muda,
tapi sebenarnya aku banyak belajar darimu.
Kamu orang yang seperti itu.
Namun, aku berbeda.
Hari demi hari...
...hanya fokus untuk bertahan hidup.
Aku tipe orang...
...yang tanpa ragu melakukan hal yang seharusnya tak kulakukan.
Aku sama sekali tak berharga.
Tak berharga?
Apa yang kamu lakukan?
Aku...
Jadi, aku...
Cukup.
Tak perlu mendengar lebih banyak.
Ini adalah...
...hal yang tak ingin aku dengar.
"Kamu orang baik,
tapi..."
Tae Wan.
Jawabannya sudah cukup.
Miras itu...
...mari minum lagi lain kali.
Kupikir hatiku...
...cukup jika Hyung peduli padaku.
Tapi Hyung tak punya perasaan untukku.
Aku harus mengatakan "hai" atau tidak?
Siljang-nim
PD-nim
Kenapa kamu minum sendirian disini? Kenapa tidak di Distro?
Soju?
Apa ada yang terjadi antara kamu dan Jin Sung?
Tidak,
tak ada yang terjadi.
Lagi pengen sendiri.
Maaf, aku tidak tahu.
Tapi...
Aku juga ingin berbicara dengan seseorang.
Silahkan duduk.
Tolong gelas disini.
Terima kasih.
Aku saja.
Oke terima kasih.
Tapi...
...apa yang terjadi?
Itu...
Aku nembak seseorang tapi ditolak.
Apa?
Kamu ditolak?
Orang macam apa yang menolak kamu?
Selera fashion yang buruk,
lambat dalam berpikir,
dan orang yang sibuk...
...yang tak bisa merawat dirinya sendiri.
Orang bodoh seperti itu.
Namun,
aku senang...
...saat aku bersamanya.
jika aku bersamanya,
aku melihat diriku tersenyum.
Orang itu...
...mengajarkan aku...
...cara untuk mengatakan...
...hal yang paling aku sukai.
Cinta pada pandangan pertama.
Terima kasih.
Tak apa.
Baik.
Apa kamu menyesal sudah nembak dia?
Tidak.
Aku tak menyesal...
...menembaknya...
...atau mencintainya.
Maaf.
Sebenarnya,
aku bukan gay...
Kita...
...punya suatu kesamaan.
No comments yet. Be the first to leave one.