Gachiakuta

Gachiakuta (ガチアクタ)

Download Indonesian Subtitle

Season 1

Release info

Gachiakuta S01E15 CR WEB-DL Bahasa Indonesia ID
[Crunchyroll] Gachiakuta - 15
A Commentary by Abu3safeer
💢||🅲🆁🆄🅽🅲🅷🆈🆁🅾🅻🅻💢

Tags

webdl
anime
Published on: 2025-10-19
Downloads: 65
Hearing Impaired: No
FPS: 23.976

Indonesian subtitle preview

The first 142 lines.

Informasi ini gratis.

Aku pemimpin para raider.

Ya!

Saatnya untuk ramalan cuaca!

Sudah kukatakan sejak minggu lalu.

Badai besar akhirnya datang! Badai Bernoda akan datang!

- Pastikan untuk memeriksa cuacanya! - Tunggu sampai badai berlalu.

Dengan begitu, kau akan siap

untuk badai terbesar.

Giver tertangkap.

Sial! Kita tidak berhasil!

Makan dan kabur?

Di mana dia?

Di mana Amo?

Para raider rupanya.

Kalian ingin menangkap Rudo lagi, bukan? Tapi maaf.

Kali ini ada bonusnya.

Bonus? Kita bonusnya?

Siapa pun suka bonus, kan?

Benarkah?

Baguslah kalau begitu!

Lihat sendiri situasinya.

Jadi, apa yang akan kita lakukan?

Apa yang harus kita mainkan dengan bonus ini?

Kau tampak khawatir karena para Giver tidak merasa tegang,

Rudo.

Tapi itu salah.

Orang-orang di Dunia Bawah selalu waspada.

Itu sebabnya mereka takkan membiarkanmu sendiri.

Itu sebabnya mereka di sini sekarang.

Semuanya ada dalam prakiraan cuaca.

Sampah!

Ini arus deras sampah!

Aku tidak bisa bergerak!

Apa?

Panik hanya akan membuatmu ditelan sampah.

Jika kita terbawa arus, tak ada yang bisa kita lakukan!

Pegang sesuatu!

Astaga, ini gawat.

Ada percabangan jalan!

Kau serius?

Hei, kalian!

Sebaiknya kalian tetap hidup!

Raider!

Akan kubunuh kalian semua...

Berengsek!

Ke mana kau membawa...

"Ke mana kau membawa mereka?"

Kau tak perlu tahu.

Mereka mengikuti kami ke sini.

Tapi aku tak suka hal yang sia-sia.

Rudo, Nak.

Kami akan bermain dengan bonus-bonus itu.

Sementara itu, akurlah dengan si bos.

Amo.

Amo?

Apa itu?

Itukah sumber kemarahanmu?

Aku datang untuk berbagi kemarahanmu.

Namaku...

Zodyl Typhon.

Mau menjatuhkan Dunia Langit bersamaku?

Menjatuhkan...

Dunia Langit...

Pikiran kita barusan sejalan, bukan?

Jangan salah paham.

Aku belum pernah melihat Dunia Langit, jadi, aku tidak tahu seperti apa.

Aku tidak mencoba menjatuhkannya.

Aku ingin melakukan sesuatu padanya.

Rudo.

Tadi kau membayangkannya, bukan?

Kau tidak memikirkan orang yang penting bagimu.

Kau memikirkan apa yang akan terjadi pada sasaran amarahmu.

Kau...

Jangan mencoba alihkan pembicaraan.

Sekarang aku yang bertanya!

Di mana pemilik sepatu itu,

ke mana kau membawa para Giver itu, dan apa yang kau lakukan pada mereka?

Kau yang mengalihkan pembicaraan, Rudo.

Aku sudah menjawabmu dengan caraku.

Sekarang giliranmu.

Setelah kau menjawab, baru giliranku.

Bukankah itu inti dari sebuah percakapan?

Aku tak suka hal yang sia-sia.

Jangan biarkan kata-kata menjadi sia-sia.

Dengar.

Sial.

Apa-apaan pria ini?

Kenapa dia sulit sekali dihadapi?

Dia berbeda dengan Amo

saat kami pertama bicara.

Tak seperti Amo, yang tak bisa diajak bicara,

pria ini...

menahanku dengan ucapannya.

Aku belum mengisi ulang sampah

sejak kembali dari gurun.

Tapi jika terpaksa, pria ini...

Apa itu sangat mengganggumu?

Para Giver dan Amo itu.

Katakan.

Kenapa kau bersama para Giver?

Untuk kembali ke Dunia Langit.

Aku bersama para Giver untuk mencari jalan pulang.

Kau sungguh berpikir bisa kembali dengan cara itu?

Pergi ke Dunia Langit bukan tugas dari para Giver.

Mereka ada bersamamu

karena kau butuh mereka, kan?

Jangan bilang...

kau sudah puas dengan keadaan sekarang?

Kau tidak akan mengakhiri permainan

karena teman baikmu, kan?

Ada sampah di mulutku.

Bahkan ada di bajuku.

Ini buruk sekali.

Omong-omong, yang lain di mana?

Di mana aku?

Hei, ada orang di sini?

Hei!

Meong...

Dia ketakutan seperti anak kucing yang tersesat.

Sama sekali tidak lucu.

Baru bertemu saja sudah sinis begitu.

Apa?

Jangan bilang kau membawaku kemari

untuk menantangku berduel?

Sepertinya kalian para raider lebih serius dari dugaanku.

Ya, benar.

Sangat serius.

Karena kami harus serius dengan misi kami.

Jika tidak, kali ini,

aku pasti akan dimarahi habis-habisan.

Jabber.

Lama tidak bertemu, Saudaraku yang Jahat.

Senang bertemu lagi.

Kali ini,

kau akan menghajarku.

Saat Jabber muncul di hadapanku,

niat mereka tidak lagi penting.

Hanya satu yang terlintas di benakku.

Jika aku tidak membunuhnya, aku yang akan dibunuh!

Deguk, deguk, byur, byur.

Suara apa itu?

More Indonesian subtitles for Gachiakuta

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left