The first 200 lines.
Semua karakter, nama partai, dan peristiwa...
...dalam drama ini hanyalah fiktif belaka.
Saya berharap bahwa Anda bersedia dicalonkan sebagai kandidat dari Partai Gookmin.
Maksudnya?
Saya ingin memberikan strategi pemenangan kepada Anda...
...untuk dicalonkan sebagai kandidat dari Partai Gookmin.
Apa kita memiliki semacam hubungan dekat sehingga lelucon bisa diumbar semaunya?
Saya bukanlah tipe orang yang suka mengumbar lelucon.
Apa yang baru saja kau katakan?
- Kita bicarakan nanti secara terpisah. Pergilah! - Senior.
In Kyung...
Pergilah.
Aku ingin bertanya satu hal. Apa yang sebenarnya Anda inginkan?
Saya telah berjanji kepada semua pihak untuk memunculkan wajah baru di Kota Gyeongjae...
...yang berasal dari kubu Partai Gookmin.
Saya rasa Anda orang yang layak untuk memuaskan janji itu.
Saya? Kenapa saya?
Bukankah Anda pimpinan organisasi serikat pekerja yang di-PHK?
Saya ingin Anda duduk di Dewan Nasional...
...sehingga Anda bukan saja hanya membantu para pekerja itu, tapi...
...memperjuangkan keadilan sosial secara menyeluruh bagi kaum lemah. Itulah harapan saya.
Anda sungguh akan memberikan kursi pencalonan untuk saya?
Ada satu masalah yang harus diselesaikan sebelum kita melakukannya.
- Apa itu? - Saya mengerti bahwa Anda telah dilaporkan...
...dan dituntut beberapa kali oleh perusahaan Anda...
...termasuk gugatan untuk uang ganti rugi.
Sebelum menjadi calon kandidat partai kami,
Semua tuntutan hukum yang sedang berlangsung harus dihentikan.
Caranya?
Kompromi dengan perusahaan.
Apakah saya terlihat seperti korban penipuan yang mudah jatuh dengan trik konyol seperti itu?
Anda dapat bayaran berapa dari perusahaan?
Ketika anda membuat keputusan...
Saya akan menangani negosiasinya.
Aku bukan tipe orang yang suka memulai perkelahian.
Kau hanya beruntung.
Pikirkan beberapa hari untuk mempertimbangkannya.
Permisi!!!
Saya akan menungggu panggilan Anda.
ASSEMBLY ~Episode 2~
Diterjemahkan oleh Orandlogok
Di awal pemerintahan lalu, kau menang dengan keunggulan 5%...
...dengan sebutan Putra Mahkota Presiden, kan?
Akan lebih baik jika mencalonkan pemilu tahun depan dengan konstituen berbeda...
Luar biasa. Aku tak pernah terbayang ada orang yang menolak...
...dijadikan calon oleh Partai Gookmin untuk mengisi kursi Gyeongjae.
Selama bertahun-tahun, aku telah menarik banyak orang untuk masuk ke politik.
Sebagian dari mereka awalnya menolak,
Tapi aku belum pernah melihat mereka selamanya bisa menolak sampai akhir.
Layaknya kekuatan hubungan persahabatan.
Kenapa harus dia?
Kenapa aku ditempatkan diposisi seperti ini?
Kurasa dia lebih memenuhi syarat daripada dirimu.
Maafkan aku karena tidak memberitahumu lebih dahulu.
Aku hanya tak bisa mengerti.
Hubungi aku jika kau sudah merasa tenang.
Senior!
Aku masih belum mendengar jawaban yang meyakinkan.
Episode 2
Lulus Ujian Tes 10214 Kim Gyu Hwan
Tendang yang tinggi, oke?
Aku mendengarkan. Bicaralah.
Aku melihat berita bahwa Ayah berhenti sebagai ketua, kan?
Kau menelepon hanya untuk memastikan hal itu?
Tidak.
Umm... Aku lulus ujian tes tertulis.
Lalu...
Apa kau akan menjadi seorang polisi?
Masih ada tes fisik dan wawancara, tapi aku merasa cukup percaya diri.
Ketika sudah lulus keduanya, Aku akan kesana untuk menemuimu.
Untuk apa kau datang kesini? Jadilah anak baik untuk orang tuamu.
Sudahlah hentikan. Aku tahu ayah melakukannya dengan sengaja.
Aku bukan anak-anak lagi.
Memangnya apa yang kau tahu?
Ayah! Halo?
Dasar...sudah kuduga.
Tolong berikan keputusan anda akhir pekan ini.
Kau belum memutuskan? Bukankah kau menjadi ketua untuk duduk di kantor?
Maaf. Berikan aku sedikit waktu lagi untuk memikirkannya.
Ketua Jin, 'timing' adalah segala-galanya dalam sebuah Pemilihan.
Sebelum Partai Gookmin memutuskan siapa calonnya, kau harus...
...melemparkan topimu ke atas ring agar mendapatkan perhatian.
Kami tak bisa menunggu lebih lama. Lusa adalah hari pembukaan...
...kantor pemenangan kampanye Pemilu partai-partai oposisi.
Aku akan bertanya sesuatu.
Katakanlah jika aku masuk sebagai kandidat.
Ketika Pemilu usai, apa yang akan kau lakukan terhadap nasib kami?
Maaf?
Kita bicara sebentar. Ayo.
Kenapa kau bertingkah seperti ini? Bukankah kau kemarin sudah setuju?
- Kita selesaikan dulu masalah perusahaan, baru kemudian memutuskan. / - Kenapa?
- Apakah pihak perusahaan akan berdamai? - Tidak.
Kupikir akan berhasil jika berusaha lebih keras.
Penyelesaian? Kau bisa melakukannya saat kau sudah duduk di kursi kekuasaan.
Pertama, masuk dan beritahu mereka kalau kau setuju, lalu kita bicarakan lagi.
- Hyungnim. - Cepat, masuklah.
Sang Pil!
Bukankah itu Ae Ri?
- Ae Ri! - Kemarilah.
Ada apa?
Ae Ri, apa yang membuatmu datang ke tempat ini?
Sesuatu untuk kalian.
Singkirkan.
Sang Pil, surat dari Kyung Ah.
Surat?
Wanita itu brutal. Ketika suaminya ikut serta dalam pemilu,
Dia tak mau muncul.
Aku akan kembali.
Ada apa?
Kami akan makan malam.
Ibu Joo Hee, kau harus hadir.
Tak apa-apa. Lakukan saja tanpa diriku.
Selamat datang.
Kau bertemu seorang laki-laki?
Maksudnya?
Tidak benar, kan?
Aku bertemu seorang lelaki.
Kurasa tidak.
Maafkan aku sekali ini.
Kumohon, Kyung Ah?
- Ah, benar-benar. - Hei!
Mari kita pikirkan Joo Hee.
Sejak kapan kau memikirkan Joo Hee? Apa kau tahu hari ulang tahunnya?
30 Maret. Sebagai ayahnya, kau pikir aku tak tahu?
Lalu, tanggal berapa sekarang?
Hei, hari ini... 2 April
Kau tahu banyak hal yang harus kupikirkan.
Yang pasti, ini bukan seperti kau menjadi kepala rukun tetangga...
...tapi berkampanye untuk menjadi anggota parlemen.
Belum aku putuskan.
Cukup. Kembalikan saja suratnya beserta cap stempelmu.
Jika tidak, aku akan menemuimu di pengadilan.
Kenapa sikapmu jadi menakutkan seperti ini?
Biarkan semuanya berlalu!
Apa kau tak punya hati nurani? Ketika kau melihat bagaimana aku hidup, bagaimana perasaanmu?
Lalu, apa yang bisa kulakukan? Mari berusaha bertahan sedikit lagi.
Sedikit lagi. Sedikit lagi. Sudah hampir 4 tahun.
Kau masih bisa katakan bertahan sedikit lagi?
Jika aku bisa kembali bekerja, semua kesulitan kita...
...akan berakhir dan bisa memulainya dari awal lagi.
Kembali bekerja apanya!
Hakim menolak mempekerjakanmu kembali dan jika kau membangun tenda...
...lalu membuat keributan, apakah perusahaan akan mempekerjakanmu kembali?
Lalu apa maumu? Apa aku hanya berdiam diri saja?
Cukup, aku tak ingin berbicara denganmu karena terlalu menyakitkan dan melelahkan buatku.
Pokoknya, aku dan Joo Hee akan mengurus hidup kami sendiri.
Dengan Bae Dal Soo yang sepertinya kau tak bisa hidup tanpanya, lakukan demonstrasi...
...dan hiduplah seperti itu selamanya.
Hei, Kyung Ah.
Hei! Aku tak akan menceraikanmu.
Aku tak mau bercerai!
Kenapa sangat mahal?
Joo Hee. Jin Joo Hee. Hei, anak bandel!
Ah, mengagetkan.
Apa ini? Aku terkejut.
Kau terkejut?
Ayah, kudengar kau akan menjadi anggota parlemen.
Oh. Belum kuputuskan.
Pakaian dan brewokan. Sangat menyedihkan.
Apa kau bilang? Menyedihkan?
- Menyedihkan. - Kau menghina ayahmu?
- Ini. - Kado? Ada apa memangnya?
Aku tak ingin pantatmu terluka saat belajar.
Ayah.
Maafkan aku, tapi boleh aku menukarnya, kan?
Sejak kapan itu ada lubangnya? Pergilah dan tukarkan saja.
Sejauh mana proses perceraian dengan Ibu?
Dia mengatakan beberapa hal berkaitan dengan anak-anak.
Jangan khawatir. Takkan pernah terjadi.
Tak bisakah ayah menceraikannya?
Apa?
Buatku, kuharap ayah bisa melakukan apa yang ibu katakan.
Kenapa?
Hanya saja...
Joo Hee, kau tak menyukai ayahmu?
Apa yang ayah katakan? Aku sangat menyukaimu.
Lalu kenapa kau berkata seperti itu?!
Mengagetkan. Kenapa kau berteriak?
Mengagetkan saja.
Sejujurnya, ayah.
Kau tak memiliki kemampuan untuk membuat Ibu bahagia.
Aku akan selamanya menjadi anakmu...
...jadi biarkan Ibu pergi. Oke?
- Joo Hee. - Maaf.
Ayah, Aku harus pergi.
Pemilu. Semangat!
Motel Poong Kyeong
Bukankah seharusnya kita menandatangani nota kesepakatan sewa kantor kampanye?
Cepat dan bawa segala perlengkapan.
CEO, apakah ada masalah?
Berapa kali kukatakan bahwa aku sedang dalam suasana tak mengenakkan!?
Katakan sejujurnya.
Kau tak masuk dalam nominasi pencalonan kandidat, kan?
Pasti sedang ada demonstrasi.
Kita akan memenangkan pertarungan sampai akhir.
Sang Pil, Apa yang terjadi dengan istrimu?
Aku meminta Anggota Dewan untuk memberikan sedikit lebih banyak waktu.
Saat kau mendengarnya, hubungi aku.
Dasar orang itu...
Apa yang ia lakukan hingga ponselnya dimatikan?
No comments yet. Be the first to leave one.