The first 200 lines.
Enak, Mara.
Kau milik siapa?
Aku milikmu.
- Kau suka? - Ya!
Iya.
- Kau suka? Kau suka? - Iya!
- Oh ya! Aku hampir crot. - Mara?
Mara?
Mara, aku butuh bantuanmu.
Mara!
- Mara! - Sebentar, tunggu!
Mara!
Mara!
Mara, cepatlah!
Mara!
- Ini. - Terima kasih.
Tantan!
Kenapa lama sekali?
Jangan merajuk.
Omong-omong,
ambil alih ini. Aku perlu melakukan sesuatu.
Aku mau kuliah hari ini.
Oke, hati-hati.
Satu wintermelon, ukuran besar.
Perutmu semakin besar.
- Sudah berapa bulan? - Enam.
- Perempuan atau laki-laki? - Perempuan.
Hei, kalung kita sama.
Siapa yang memberimu? Dia punya selera yang bagus.
Terima kasih! Pacarku.
Oh begitu.
- Mara, sayangku, bagaimana kabar bisnis kita? - Dia pacarku.
- Banyak yang terjual? - Beraninya kau!
- Thelma? - Temanku bilang mereka selalu melihatmu di sini.
- Tunggu! - Dia simpananmu?
- Jawab aku, Daniel. - Bu, apa?
- Dasar pelakor! - Aku pacarnya.
- Aku istrinya! - Thelma!
- Apa? - Aku sedang hamil anak pertamanya!
- Dasar pelakor! - Apa?
- Tolong Thelma, jangan buat keributan di sini! - Dasar pelakor!
- Aku istrinya! - Tolong Thelma, sayang!
Kau seharusnya malu.
- Daniel, yang dia bilang benar? - Thelma!
- Katakan? Itu benar? - Mara!
- Kalian berdua gila! - Thelma!
Beraninya kau berselingkuh dengan orang yang sudah menikah?
Thelma!
Thelma!
Jangan menangisi laki-laki itu.
Dia tidak layak ditangisi.
Sebenarnya, aku pun tidak tahu kenapa kau memberinya kesempatan.
Dia bahkan tidak tampan.
Kami sudah lama bersama.
Aku mencintai Daniel.
Cinta hanyalah ilusi.
Diciptakan oleh aliran sesat.
Lihat aku, aku tidak punya cinta tapi aku bahagia.
Terima kasih sudah bantu menghapus perasaanku.
Kau sangat membantu.
Cuma bercanda.
Aku hanya mencoba membuatmu tertawa.
Kau terlalu serius.
Itu sebabnya kau rentan dengan laki-laki seperti itu.
Kau cantik,
baik hati, dan setia.
Kau akan bertemu laki-laki yang lebih baik.
Sayang!
Oh, tungganganku datang. Aku pergi dulu.
Ayahmu?
Hmm!
Ah!
Sampai jumpa!
- Hati-hati. - Mhm.
Oke. Pelan-lahan.
Di situ, duduklah.
Bagaimana perjalananmu ke Amerika, ayah?
Apa kata doktermu?
Tidak apa-apa. Mereka memberiku obat baru.
- Hmm... ayah merindukanku? - Itu sebabnya aku lebih kuat sekarang.
Ya, tentu saja.
- Aku sangat merindukanmu. - Apa yang mau kau lakukan hari ini?
Wow! Buffet?
- Buffet? - Ya!
- Tentu! - Aku merindukan itu!
Tentu! Keinginanmu adalah perintah untukku.
Ya.
Ya.
Ya.
Bagus.
Kau mau buffet?
Ya!
Ah...
Ya!
Ayah!
Ya!
Ya!
Tunggu!
Oh!
Ah...
Tarik napas...
Hembuskan...
Tarik napas...
Hembuskan...
Ayah, merek favoritku sudah meluncurkan koleksi musim gugurnya.
Bisa kau memberikanku itu sebagai hadiah ulang tahun?
Ya, tentu saja.
Terima kasih, ayah Mike!
Aku mencintaimu.
Kau datang tepat waktu.
Bantu aku mengemas ini. Lalu antar pada Daniel setelahnya.
Eh...
Mara
Kau punya uang simpanan?
Kenapa?
Kita harus membayar biaya sekolahku semester depan.
Aku tidak punya beasiswa lagi.
Apa yang terjadi?
Profesorku di bidang desain mengecewakanku.
Aku hanya melewatkan tenggat waktu beberapa menit.
Ethan, kenapa?
Kau tahu kita kekurangan uang, kan!
Kenapa kau membiarkan ini terjadi? Karena temanmu?
- Apa yang kau lakukan? - Tidak, Mara.
Jangan khawatir. Aku akan bicara dengan profesorku lagi untuk mendapatkan izin.
Kumohon.
Maaf. Tolong jangan marah.
Oke, oke.
Aku akan cari tahu apa ada yang membutuhkan pengasuh.
Aku minta maaf.
Oke, bawa saja ini ke dalam.
Kau terlalu bersemangat.
Kita hanya punya waktu singkat, jadi cepatlah.
Ella, bagaimana dengan janjimu?
Janji apa?
Uang.
Aku tidak bercanda dengan itu.
Jadi, kau berhubungan seks denganku karena uang?
Kau bilang padaku kau akan membayarku.
Sialan kau, Ethan.
Halo bu?
- Hei, berikan aku uangnya. - Diam!
Ya, aku akan pulang.
Ya.
Ya. Oke, bu.
Ella, kau mau satu putaran lagi?
Aku buru-buru, ini sudah cukup. Bawa kemari barang-barangku.
Aku mau lagi.
Ayo cepat!
Pulang nanti saja.
Aku terburu-buru. Mereka menungguku di rumah.
Hati-hati. Aku akan pergi.
Hai, Mara.
Hei. Apa kau sudah makan?
Ya, sudah.
Ini.
Untuk membantu tagihan listrik dan pengeluaran lainnya.
Dari mana kau dapatkan ini?
Teman sekelasku membuat penggalangan dana saat mereka tahu aku gagal dapat beasiswa.
Ayo, ambil saja.
Maaf.
Seharusnya aku yang memberimu uang.
Jangan khawatir.
Tidak apa. Selain itu, kita bersaudara, kita harus saling membantu.
Terima kasih.
Tidak apa.
Aku akan tidur.
Ethan?
Ethan!
Ethan!
Ella, apa yang kau lakukan di sini?
Kembalikan uang delapan ribu pesoku.
Apa yang kau bicarakan?
Ini, hotel mengembalikan dompetku.
Tapi kosong!
Kau ketahuan menghitung uang di CCTV.
Kau menuduhku?
Kau tidak mau mengembalikannya?
Baiklah, kalau begitu aku akan melaporkanmu ke polisi.
Aku tidak tahu apa yang kau bicarakan.
Apa yang terjadi?
Tidak apa-apa, jangan khawatir.
Ethan, kau mengada-ada?
Ini tentang uang yang kau berikan padaku tadi malam?
Ethan, bagaimana bisa?
Aku hanya mau membantumu.
Aku bisa kena juga.
Ethan, sudah kubilang aku akan mengurusnya.
Aku akan kembali jadi pengasuh anak.
Kapan?
Kau tahu aku tidak mau berhenti sekolah.
Ethan, sudah kubilang jangan khawatir. Aku akan mengurusnya.
Aku akan menemukan cara.
Oke?
Aku minta maaf.
Pasti banyak hal yang terjadi padamu.
Kau sudah mengatakannya.
Sudah susah cari pekerjaan, sekarang aku harus menghadapi masalah Ethan.
Halo ayah?
Benarkah?
No comments yet. Be the first to leave one.